Blog Competition,  Personal,  Travelling

Traveloka Xperience : Menghubungkan Kembali Manusia Melalui Sebuah Pengalaman Seru

Konon kabarnya, pernikahan bukan hanya tentang menyatukan 2 orang manusia yang saling mencinta. Tidak hanya tentang 2 insan yang punya “isi kepala” berbeda baik dari visi dan misi atau bagaimana mereka memandang hidup dan kehidupan, tapi pernikahan juga merupakan proses penyatuan 2 keluarga yang dulunya tak saling kenal.

Bersinggungan di persimpangan jalan hidup yang sama, ketika ada anggota dari keluarga-keluarga itu bertemu satu sama lain dan memutuskan untuk saling berkomitmen dalam sebuah ikatan suci.

Menyatukan 2 pribadi saja kadang banyak susahnya, apalagi 2 keluarga. Proses ini akan melibatkan lebih banyak orang dengan berbagai latar belakang dan sudut pandang yang tak jarang menimbukan perselisihan. Coba tanyakan ini pada mereka yang sudah menikah dan punya pengalaman. Jangan tanyakan pada saya karena saya belum melewati fase itu. Tapi setidaknya saya melihat dan merasakan sendiri dari kehidupan pernikahan adik semata wayang.

Suatu hari di 10 tahun yang lalu, adik saya bilang kalau ada seorang pria dengan keluarganya akan datang melamar. Waktu itu mendiang Ayah kaget karena adik tidak pernah cerita kalau selama bekerja di luar kota dia menjalin hubungan dengan seseorang. Tapi Ayah menyerahkan keputusan besar pada adik yang sepertinya sudah jatuh cinta berat dengan kekasihnya itu.

Dan selang beberapa lama datanglah si calon suami dengan keluarganya. Meminta restu untuk melangsungkan pernikahan. Sebuah dialog antara Ayah dengan yang dituakan dari pihak calon mempelai pria pun terjadi. Intinya kedua belah pihak setuju untuk mengikat hubungan keluarga melalui pernikahan anak-anak mereka. Dan tanggal pernikahan pun ditentukan.

Tapi sebelum hari H, Ayah berpulang karena sakit. Beliau tidak sempat menyaksikan anak perempuannya bersanding di pelaminan dengan sang pujaan hati. Maka jadilah saya sebagai wali nikah di hari bersejarah itu.

Ada sebuah peristiwa unik yang masih teringat sampai saat ini. Tepat di malam sebelum akad nikah dilangsungkan, mendiang Ayah datang dalam mimpi. Entah kamu mau percaya atau tidak, tapi beliau datang dalam sosok pemuda tampan berkulit bersih, lengkap dengan baju warna putih, berdiri di depan sebuah pintu yang bercahaya terang.

Sebelum menghilang di balik pintu tersebut beliau berkata bahwa tugasnya sudah selesai. Membesarkan anak-anaknya sampai ke jenjang usia dewasa, sementara sebentar lagi anak perempuannya akan menikah. Beliau juga berpesan pada saya untuk menjaga adik dan ibu sebelum akhirnya menghilang di balik pintu.

Sementara saya? Terbangun dengan air mata berderai. Paginya saya menjadi wali yang menikahkan adik perempuan dengan pesan mendiang Ayah yang masih melekat kuat dalam ingatan.

Seperti yang sudah saya bilang sebelumnya bahwa pernikahan itu juga tentang menyatukan 2 keluarga yang berbeda. Bahkan di hari pertama pesta pernikahanpun sempat terjadi miskomunikasi yang membuat situasi antara keluarga kami dengan keluarga dari mempelai pria jadi agak sedikit tegang. Untung saja tidak sampai berlarut-larut, dan pesta pernikahanpun berlangsung dengan cukup sukses.

Namun dalam perjalanannya, sama seperti kehidupan pernikahan pada umumnya, dinamikanya selalu saja ada. Terutama soal hubungan menantu perempuan dengan ibu mertua.

Kamu mungkin pernah mendengar banyak kisah seperti ini.

Kenapa bisa terjadi? Mungkin saja sang ibu masih belum bisa menerima kenyataan bahwa anak lelaki yang dia asuh hingga dewasa harus “berpindah pengasuhan” ke tangan wanita lain yang dianggap belum punya pengalaman.

Ibu mertua menganggap bahwa apa yang dilakukan oleh menantu perempuannya kurang memenuhi standar. Tak heran jika banyak hubungan antara ibu mertua dengan menantu perempuannya jadi “agak panas”.

Itupun terjadi pada adik perempuan saya dan ibu mertuanya. Meskipun tidak sampai seperti apa yang sering kita lihat di sinetron, tapi konflik antara mertua dan menantu pun kerap kali terjadi. Sebabnya mungkin karena kurangnya tatap muka dan berkomunikasi.

Kebetulan keluarga ibu mertua tinggal jauh di luar kota, tepatnya di Purwokerto. Sementara keluarga adik saya waktu itu berpindah-pindah dari yang semula di Pemalang lalu pindah ke Salatiga karena harus ikut tugas dari suami.

Karena komunikasi yang kurang intens inilah mereka jadi agak kurang nyambung dan potensi konflik pun sempat muncul. Saya tahu karena adik saya cukup sering cerita soal bagaimana hubungan dengan sang ibu mertua waktu itu.

Cukup lucu mengingat dulu saya dan adik tidak terlalu akrab bahkan kami sering bertengkar. Tapi setelah lulus sekolah menengah atas dan dia bekerja di luar kota, hubungan kami jadi lebih dekat terlebih setelah Ayah tidak ada.

Selama 10 tahun berumahtangga tentu saja sudah banyak hal yang terjadi. Saat ini keluarga kecil adik sudah berkembang jadi 4 orang karena hadirnya 2 anak, laki-laki dan perempuan. Dan sebagaimana cerita orang, kehadiran cucu cukup memberikan pengaruh pada hubungan personal antara mereka. Yang semula agak panas sekarang sudah jauh lebih hangat.

Mungkin ada hubungannya juga dengan semakin bertambahnya usia. Ibu mertua sempat beberapa kali masuk rumah sakit karena gangguan kesehatan. Sedikit banyak hal ini menjadi salah satu faktor membaiknya relasi.

Dan beberapa waktu yang lalu beliau menyempatkan diri untuk berkunjung ke rumah keluarga adik saya di Salatiga. Menengok cucu dan bertemu dengan saya jadi salah satu alasannya.

Iya, ketemu saya.

Jadi, selama ini peran saya sebagai pengganti Ayah memang jadi agak “berlebihan”. Terutama ketika adik ipar kehilangan pekerjaan dan harus menganggur selama beberapa lama. Saya jadi merasakan bagaimana beratnya tanggung jawab sebagai orang tua dan bagaimana sedihnya mereka saat melihat anak-anaknya melewati masa susah.

Begitupun saya yang mau tidak mau harus melibatkan diri dalam salah satu fase terberat dalam hidup keluarga adik. Kebetulan saya masih sendiri dan tinggal tak jauh dari kota tempat tinggal keluarga adik. Itulah kenapa ibu mertua merasa tidak enak karena tak bisa selalu hadir saat anaknya mengalami masa sulit.

Beliau ingin bertemu untuk berbicara dari hati ke hati. Dan kami memang dikatakan hampir tak sering bersua. Terakhir bertemu dan ngobrol adalah 7 tahun yang lalu, itupun hanya 10 menit.

Saya menyusun rencana. Karena sudah lama tak berjumpa, saya harus menawarkan sebuah kegiatan yang menyenangkan. Yang tidak hanya duduk ngobrol sambil makan gorengan, tapi sambil melakukan sesuatu yang akan memberikan kenangan seru terutama bagi beliau.

Kebetulan saya juga sudah menjanjikan pada 2 keponakan untuk berwisata ke Cimory Dairyland yang ada di Bawen kabupaten Semarang. Sebelumnya saya mengunjungi tempat ini dan punya ide untuk mengajak mereka berdua.

Cimory Dairyland adalah tempat wisata edukasi dengan konsep alam yang punya cukup banyak wahana. Saya pikir, alam terbuka baik untuk ibu mertua. Sementara kami ngobrol, anak-anak bisa menikmati taman bermain.

Kami datang pukul 9 pagi saat matahari masih belum terlalu terik. Dengan membeli tiket seharga 35 ribu rupiah per orang, kami bisa menikmati berbagai wahana yang tersedia. Mulai dari Petting Zoo yang mengajak pengunjung berdekatan dengan beberapa jenis satwa jinak seperti kelinci, kambing, dan domba. Ada juga Bird Park yang menampilkan berbagai koleksi burung, termasuk merpati.

Sebagai tempat wisata edukasi pengunjung diajak untuk berinteraksi dengan beberapa jenis hewan tersebut. Interaksi ini termasuk memberi makan kelinci, kambing, domba dan merpati dengan pakan yang disediakan. Kita bisa merogoh kocek antara 5 – 10 ribu rupiah untuk jenis pakan yang berbeda.

Hal menarik lain yang ditawarkan di Cimory Dairyland adalah Horse Station dan Mini Train. Pengunjung anak bisa menunggangi kuda dan berkeliling sebanyak 3 putaran, atau naik kereta mini dengan jumlah putaran yang sama. Harga tiket untuk menunggangi kuda adalah 25 ribu rupiah dan kereta mini 10 ribu rupiah. Untuk anak-anak, kegiatan menyenangkan di Cimory Dairyland tentu saja bisa memberikan pengalaman yang tak terlupakan.

traveloka xperience

Hobbit Land dan Taman Miniatur Dunia adalah spot-spot yang kami kunjungi berikutnya. Masih di area yang sama, Hobbit Land menawarkan spot rindang untuk berfoto. Sementara Taman Miniatur Dunia mengajak kita “berkeliling dunia” dengan melihat beberapa landscape khas dari berbagai negara. Koleksi bangunan atau ikon khas di Taman Miniatur Dunia ini cukup banyak dan bisa menjadi latar belakang foto.

Satu hal yang unik di taman ini adalah pengunjung bisa berinteraksi dengan petugas-petugas yang bertubuh mini. Mereka ramah dan sangat membantu apabila diperlukan untuk mengambil foto dengan latar belakang landscape dunia. Bahkan karena sudah tahu sudut pengambilan gambar yang tepat, hasil fotonya tidak mengecewakan.

Untuk masuk ke Taman Miniatur Dunia kamu bisa membayar 25 ribu untuk sekali masuk. Tapi saran saya sih, beli tiket terusan seharga 35 ribu rupiah karena terhitung lebih hemat.

Tapi kalau kamu mau lebih hemat lagi, kamu bisa beli tiket masuk ke Cimory Dairyland dan Taman Minatur Dunia melalui Traveloka Xperience karena harga tiket yang dijual di sini lebih murah dibanding kalau harus beli di lokasi.

Mungkin kamu masih belum terlalu mengenal apa itu Traveloka Xperience?

traveloka xperience

Fitur produk yang terhitung baru dari Traveloka ini menyediakan berbagai macam sarana hiburan dan edukasi yang akan memberikan pengalaman seru, menyenangkan, dan tak akan terlupakan. Traveloka Xperience memiliki banyak sekali pilihan hiburan mulai dari tiket masuk taman rekreasi, voucher makan di restoran favorit, bahkan sampai tiket nonton di bioskop pilihan.

Lalu apa cuma itu saja? Tentu saja tidak. Beberapa jenis hiburan yang tersedia di Traveloka Xperience adalah :

Atraksi

traveloka xperience

Lewat produk ATRAKSI kamu bisa membeli tiket masuk di banyak taman rekreasi. Tidak hanya di Indonesia saja, tapi juga di beberapa negara! Dengan membeli tiket masuk melalui Traveloka Xperience kita jadi nggak perlu mengantri lama untuk mendapatkan tiket masuk. Selain itu harganya pun lebih hemat. Tiket Cimory Dairyland pun bisa dibeli di sini. Untuk harga tiket terusan di Cimory Land adalah 35 ribu rupiah. Tapi jika kamu membeli via Traveloka Xperience, kamu bisa dapat diskon jadi 31 ribuan. Lumayan banget kan?

Bioskop

Dari namanya saja kita sudah tahu produknya. Hanya dengan 3 langkah mudah yaitu memilih filmnya, tentukan kursi strategis, lalu bayar. Selesai transaksi kita akan menerima QR Code yang bisa ditukarkan dengan tiket masuk.

Event

Untuk pecinta konser atau acara spesial lainnya, produk EVENT bisa mempermudah kamu mendapatkan tiket tanpa takut kehabisan. Dengan tiket yang bisa dibeli jauh-jauh hari sebelum pelaksanaan event kita bisa memastikan spot yang aman tanpa kawatir nggak dapat tiket.

Olahraga

“Para Pencari Keringat” pasti suka sekali dengan produk yang satu ini. Mau olahraga dalam ruang seperti renang, gym, bowling, atau yang memacu adrenalin seperti Flying Fox dan naik ATV di Taman Wisata? Semuanya tersedia. Ada beberapa jenis olahraga yang bisa dipilih dengan harga yang terjangkau.

SPA & Kecantikan

Lelah beraktivitas seharian? Atau ingin menghabiskan akhir pekan dengan memanjakan diri? Kamu bisa pilih salon & spa favoritmu di sini. Lebih cepat dan pasti dapat tempat.

Taman Bermain

Beli tiket masuk taman bermain moderen atau isi ulang kartu permainan? Bisa dilakukan dengan mudah dan cepat melalui fitur produk ini. Harganya tentu saja lebih murah dibandingkan dengan membeli di tempat.

Makanan dan Minuman

Cari oleh-oleh khas dari suatu kota? Atau ingin merasakan pengalaman makan di sesi fine dining? Pilih produk yang satu ini. Ada banyak pilihan menarik dari berbagai kota di Indonesia. Kalau kamu berencana untuk jalan-jalan ke luar negeri dan ingin menikmati kuliner khas negara tujuan, banyak paket kuliner yang tersedia. Rasakan sensasi pengalaman kuliner yang tak terlupakan di negeri orang.

Tur

Kamu termasuk turis yang nggak mau ribet ngurus ini dan itu sendiri? Pilihan yang disediakan oleh produk TUR ini sangat menggoda lho. Dengan harga paket tur yang terjangkau dan banyak pilihan menarik, dijamin kamu pengin ikut semua!

Transportasi

Kamu bisa memesan moda transportasi yang akan memudahkan perjalanan wisatamu. Ingin pergi ke Bali atau beberapa negara di Asia Tenggara, sekarang nggak perlu kawatir lagi harus naik apa dari bandara tujuan ke destinasi wisata berikutnya. Semuanya sudah diatur oleh Traveloka. Tinggal cari moda transportasinya, lakukan pemesanan, bayar, dan tenang deh.

Pelengkap Travel

Salah satu yang sering dilakukan ketika pertama kali menginjakkan kaki di negeri orang adalah mencari kartu sim yang akan memudahkan kita berkomunikasi dengan teman dan keluarga di tanah air. Produk PELENGKAP TRAVEL akan membantu kamu menemukan provider telekomunikasi yang sesuai dengan kebutuhan.

Tapi apa cuma sebatas membeli SIM CARD saja? Tentu tidak. Tersedia juga banyak pilihan paket menarik seperti pemotretan di destinasi wisata dengan harga terjangkau, penyewaan kostum tradisional negara tertentu, bahkan paket penyambutan di bandara pun tersedia.

Kursus & Workshop

Ingin mengembangkan diri dengan kegiatan positif? Cari kegiatannya di sini. Event-event kursus dan pelatihan bagi anak dan dewasa pastinya akan memberikan sebuah #XperienceSeru yang tak terlupakan.

traveloka xperience

Semudah itu menggunakan fitur Traveloka Xperience. Tinggal pilih #XperienceSeru favoritmu, lalu bayar sesuai harga yang tercantum, dan tinggal tunggu e-ticket atau kode QR-nya dikirimkan melalui email atau pesan singkat. Serupa dengan proses pemesanan tiket pesawat, kereta api, atau pemesanan kamar hotel melalui Traveloka seperti biasanya.

Dengan fitur e-ticket dan scan QR Code yang paperless kamu juga lebih ramah lingkungan karena tak harus mencetak tiket. Hanya tinggal menunjukkan tiket atau kode di telepon pintar kita semua urusan pun jadi beres.

Menggunakan Traveloka Xperience juga memberikan kamu banyak keuntungan seperti :

Pilihan #XperienceSeru yang beragam

Dengan berbagai jenis produk yang ditawarkan, kita bisa mencari pengalaman baru yang seru dengan teman atau keluarga. Tidak hanya di dalam negeri saja, bahkan hingga ke mancanegara. Lokal atau internasional, semua tersedia.

Pesan cepat dan praktis di manapun dan kapanpun

Memesan tiket masuk atau paket hiburan seru sambil tiduran atau duduk-duduk santai pun bisa! Dengan aplikasi Traveloka yang mobile dan mudah digunakan, memilih aktivitas seru yang akan memberikan pengalaman baru pun bisa dilakukan dengan sangat mudah. Di manapun dan kapanpun kita mau.

Metode pembayaran yang beragam

Yang menjadi salah satu keuntungan dari menggunakan fitur Traveloka Xperience adalah moda pembayaran yang beragam. Bisa melalui transfer antar bank, atau melalui gerai-gerai pembayaran yang sudah bekerjasama dengan Traveloka.

Selain itu kamu juga bisa memanfaatkan layanan PAYLATER atau BAYAR NANTI. Ini adalah salah satu fitur baru dari Traveloka yang memungkinkan kamu untuk mendapatkan “dana talangan” dari Traveloka dengan plafon tertentu.

Pembayaran cicilan PAYLATER ini bisa kamu atur sesuai kebutuhan. Untuk mengaktifkan fitur ini, kamu tinggal mengikuti instruksi pengajuan yang ada di web atau aplikasi Traveloka.

Bebas cemas karena dukungan Customer Service 24 jam

Selain tenang karena sudah “mengamankan” tempat di salah satu aktivitas seru favoritmu, layanan konsumen Traveloka yang siap sedia membantu kamu 24 jam sehari 7 hari seminggu bakal bikin kamu makin tenang. Jika terjadi kendala saat penukaran tiket, tinggal hubungi layanan konsumen, dan biarkan Traveloka yang mengurus sisanya.

Kegiatan selama 1 hari di Cimory Dairyland bersama dengan adik, ibu mertua, dan 2 bocah pada akhir pekan lalu benar-benar memberikan kesan yang cukup mendalam. Bagi saya, bahkan buat Ibu. Kesehatan beliau yang naik turun sebelum datang ke Salatiga ternyata tidak menjadi masalah. Bahkan beliau bisa berjalan keliling Cimory dan melakukan banyak aktivitas, termasuk memberi makan burung merpati dan berfoto di Taman Miniatur Dunia.

Satu spot yang waktu itu sangat ingin dijadikan latar belakang adalah patung singa ikon dari Singapura. Alasannya karena salah satu anak perempuannya bekerja di sana. Mungkin beliau rindu pada saat itu.

Oh iya, Cimory Dairyland bukan satu-satunya tempat yang kami kunjungi karena sehabis dari sana kami melanjutkan perjalanan menuju Semarang. Lawang Sewu dan Kota Lama menjadi tujuan wisata lainnya. Dan percaya nggak percaya, itu adalah pertama kali ibu mertua mengunjungi Lawang Sewu.

Adik saya sempat cerita kalau ibu mertua bilang beliau sama sekali tidak merasa capek padahal sudah jalan-jalan seharian. Padahal menurut pengakuannya, selama ini jalan sebentar saja mudah lelah. Mungkin dia merasakan perasaan lega karena sudah bertemu saya dan ngobrol banyak? Atau senang karena akhirnya bisa melihat Lawang Sewu? Entahlah.

Tapi yang pasti jalan-jalan selama sehari penuh saat itu memberikan sebuah pengalaman baru yang seru bagi beliau. Kegiatan semacam inilah yang benar-benar menghubungkan kembali komunikasi yang sempat “terputus” di antara kami.

Kami sudah berbicara banyak. Menumpahkan semua apa yang dirasakan selama ini tapi tak pernah punya kesempatan untuk bicara. Ada permintaan maaf, ucapan terima kasih, dan banyak lainnya.

Semoga hubungan yang hangat ini akan terus bertahan sampai kemudian hari.

Traveloka Dulu, Xperience Seru Kemudian.

Radio announcer. Average in everything.

7 Comments

Terima kasih sudah baca sampai selesai. Boleh tinggalin sedikit komentar nggak? Nanti saya kunjungi balik deh. Link Hidup akan dihapus ya.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: