Personal

Tips Belanja Di Minimarket/Supermarket Yang Nggak Pake Kesel

#tipsbelanja

gambar dari sini

Sering kesel ketika belanja di supermarket atau minimarket di sekitar rumah atau kantor Anda? Tenang, Anda nggak sendiri. Kekesalan paling banyak dari para konsumen dipicu oleh perbedaan harga suatu barang yang tercantum di display dengan yang terekam di komputer kasir. Beberapa hal lainnya yang kadang suka bikin bete adalah jumlah kembalian yang tidak sesuai dengan yang seharusnya, yang dalam hal ini jumlahnya kurang dari jumlah yang tertera di struk belanja. Selebihnya mungkin lebih ke pelayanan yang dianggap kurang memuaskan dan beberapa hal lain seperti nggak lengkapnya stok barang di satu toko.

Saya pernah menulis uneg-uneg tentang pengalaman menerima kembalian yang kurang di blog saya yang terdahulu. Ada buaaaaanyak komentar dari pembaca. Ada yang membela saya dan mengamini apa yang saya rasakan karena mengalami hal yang serupa bahkan menurutnya lebih buruk. Tapi tak sedikit pula yang kontra dan ngata-ngatain saya sebagai orang pelit yang sudah pasti masuk neraka jahanam. *enggak pelit saja saya sudah pasti masuk kok. Hehehe.

Apa sih Tips Belanja Di Minimarket/Supermarket Yang Nggak Pake Kesal

Belajar dari pengalaman pribadi dan banyak orang di sekitar saya, kali ini saya mencoba untuk menuliskan beberapa tips belanja anti KZL di Supermarket atau minimarket. Apa saja sih yang harus dilakukan supaya kita tetap happy dan puas ketika keluar dari toko?

  1. Manfaatkan brosur

Banyak toko yang sekarang menggunakan media brosur dan leaflet untuk promosi harga murah di tempat mereka. Boleh lho sesekali kita mengambil brosur ini untuk bahan cari barang murah. Jangan lupa juga untuk membawa brosur ini ketika belanja. Repot amat? Ya memang agak repot. Tapi tujuannya supaya kita bisa mencocokkan kalau-kalau barang yang kita beli masuk dalam item promo, tapi si kasir lupa menginfokan kepada konsumen. Pernah kejadian lho dimana harusnya konsumen menerima gratis barang setelah belanja barang tertentu tapi si kasir tidak memberikan bonus barangnya. Nah, tujuan brosur ini juga sebagai pengingat dan dasar dari komplain kita pada yang bersangkutan. Nanti kalau brosurnya udah nggak kepake, bisa buat bungkus juga kan?

  1. Ambil foto harga barang di display

Kadang, ribut-ribut terjadi di area kasir. Gara-garanya si konsumen enggak terima sama harga barang yang berbeda antara yang di rak display dengan yang ada di komputer. Di rak harganya berapa, begitu nyampe kasir harganya jadi berapa. Iya kalo harganya lebih murah, berarti itu bonus buat kita. Nah kalau harganya jauh berbeda, kita pasti akan merasa keberatan. Bukan apa-apa,kadang kita memutuskan untuk membeli barang kebutuhan itu kan juga karena alasan harga murah atau diskon. Nah, kalau ternyata harganya nggak sesuai dengan ekspektasi? Boleh dong kita komplain. Berdasarkan pengalaman saya, mengambil foto harga di display dengan kamera handphone cukup membantu lho? Kalau misal terjadi perbedaan harga yang signifikan, kita bisa tunjukkan saja foto barang yang dimaksud. Sama seperti brosur, foto ini bisa digunakan sebagai dasar dari keluhan kita. Tidak jarang memang, ada toko yang memberlakukan kebijakan “Apabila terjadi perbedaan harga antara label dengan kasir, harga yang berlaku adalah yang ada di mesin kasir”. Kalau sudah begini kita mah udah nggak bisa komplain. Akhirnya keputusan ada di tangan kita, apakah mau lanjut beli atau batalkan saja belanja barang tersebut. Oh iya, perbedaan harga ini biasanya dipicu karena bagian checker belum mengganti display harga sehingga tidak terjadi kesamaan antara keduanya. Mungkin karena nggak sempet atau bisa jadi karena males? Nggak tahu deh, namanya juga manusia.

  1. Pakai debit/kredit card

Kesel karena kembalian suka kurang atau diganti permen? Tenang. Kesel boleh kesel. Tapi kalau memungkinkan, lakukan pembayaran dengan kartu debit atau kredit. Kenapa? Karena jumlahnya pasti pas! Lepas dari kemungkinan kesalahan pencet nominal di mesin EDC, membayar dengan kartu ini lebih nyaman mengingat jumlah bayarnya bisa sesuai. Kalau masalahnya adalah minimal pembelian, beberapa minimarket sudah mengeluarkan produk kartu pintar yang bisa digunakan untuk membayar belanjaan berapapun jumlahnya. Kartu ini semacam e-wallet dan bisa diisi ulang. Dengan membayar menggunakan kartu debit/kredit ini setidaknya kita bisa meminimalisir tindakan oknum kasir yang (dinilai banyak orang) kurang patut dengan memberikan kembalian kurang dari yang seharusnya. Nah, kalau misal belanjanya kurang dari minimal pemakaian kartu debit, musti gimana? baca tips belanja berikutnya.

  1. Ikhlaskan saja

Ya, ikhlaskan saja. Daripada Anda disumpahin pelit dan bakal masuk neraka jahanam tujuh turunan, mending siap-siap saja kalau si kasir memberikan kembalian kurang dari yang seharusnya diterima. Seratus dua ratus perak kadang memang bisa memicu keributan jika kita tidak mengikhlaskan. Kesel sih, apalagi kalau tahu berapa banyak konsumen yang diperlakukan seperti ini. Tapi ya sudahlah, kalau memang Anda bukan tipe pejuang recehan, sebaiknya ngomel di luar toko saja dan putuskan tidak usah kembali lagi ke toko itu. Masih banyak kok kasir yang mau kasih kembalian tepat sesuai jumlah. Tapi kita juga jangan egois, kalau misal kasir kelebihan ngasih kembalian, ya kita harus jujur. Kalau seratus dua ratus perak, jangan lupa bilang terima kasih. Kalau misal seribu dua ribu, atau sampe puluhan ribu, ya jangan segan untuk mengembalikan. Jangan pura-pura enggak tahu dan menganggap itu rejeki karena kesalahan si kasir. Ati-ati, masuk neraka beneran lho?

  1. Konfrontasi!

Sebentar, jangan buru-buru anarkis. Yang ini khusus untuk Anda yang diberikan permen oleh kasir sebagai kembalian. Konfrontasikan saja! Buat saya sih masih mending kurang kembalian daripada diberi permen untuk kembalian. Bukan apa-apa, permen itu bukan alat bayar yang sah dalam perdagangan modern seperti saat ini. Kecuali kita hidup di jaman semuanya barter dan kita setuju, tidak masalah. Tapi kalau selalu saja diberi permen untuk kembalian, kita perlu “berteriak”. Agar pihak toko juga tahu bahwa mempersiapkan uang receh itu penting. Bank bersedia kok jika ada yang mau menukar uang receh. Ini adalah tanggung jawab mereka. Masih ingat kutipan populer atau kalimat sakti para korban kembalian permen kan? “memang nya kamu mau kalau saya bayar belanjaan ini semuanya pake permen?!” *sambil pasang tampang preman.

Nah, itu dia beberapa tips belanja dari saya. Bagi banyak orang, berbelanja adalah sebuah terapi penghilang stres. Tapi kalau KZL tiap kali belanja, bukannya hilang malah uring-uringan.

Ada yang punya tips belanja lain yang minim kesel? Boleh share di bagian komentar ya? Terima kasih.

*finger cross semoga lewat postingan ini saya nggak dikata-katain lagi. Kapan masuk surganya kalo begini terus?

19 Comments

  1. Jade Ayu January 21, 2016
    • nunoorange January 21, 2016
  2. Lia Harahap January 21, 2016
  3. Catur guna January 22, 2016
  4. naniknara January 22, 2016
    • nunoorange January 22, 2016
  5. Hendi Setiyanto January 22, 2016
    • nunoorange January 22, 2016
      • Hendi Setiyanto January 22, 2016
        • nunoorange January 22, 2016
          • Hendi Setiyanto January 22, 2016
          • nunoorange January 22, 2016
          • Hendi Setiyanto January 22, 2016
          • nunoorange January 22, 2016
  6. adelinatampubolon January 25, 2016

Terima kasih sudah baca sampai selesai. Boleh tinggalin sedikit komentar nggak? Nanti saya kunjungi balik deh. Link Hidup akan dihapus ya.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: