Event Personal

Tari Bekakak Meriahkan Upacara Penutupan O2SN 2018

Seminggu sudah ajang Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) 2018 digelar. Kegiatan ini menjadi bagian dari program pembinaan dan pengembangan olahraga yang dilakukan oleh Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. Momentum pelaksanaan O2SN 2018 dirasa tepat setelah sukses pelaksanaan Asian Games 2018 pada Agustus hingga September, dan Asian Para Games 2018 yang akan dilaksanakan pada bulan Oktober mendatang.

O2SN 2018 dimulai pada Senin 21 September lalu melalui upacara pembukaan yang dilaksanakan di gedung Sportorium Universitas Muhammadiyah Yogyakarta. Pekan Olimpiade Olahraga Siswa Nasional 2018 diikuti oleh siswa SD, SMP, SLTA/SMK, dan SLB dari 34 provinsi di Indonesia. Kegiatan ini mempertandingkan 9 cabang olahraga diantaranya renang, karate, atletik, pencak silat, catur, bulu tangkis, senam, bocce, dan balap kursi roda (untuk atlet difabel).

Dengan tema “Aktualisasi Potensi, Bakat dan Prestasi Siswa”, O2SN 2018 menjadi Olimpiade Siswa ke XI yang diikuti oleh 4423 peserta yang 1938 diantaranya adalah atlet mulai dari SD, SMP, SLTA/SMK dan SLB (PPLK). Dalam seminggu pelaksanaan, para atlet ini memperebutkan 138 medali emas, 138 perak, dan 172 perunggu. Beberapa tempat yang menjadi venue pelaksanaan lomba diantaranya adalah GOR Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, GOR Universitas Gajahmada dan beberapa aula hotel berbintang di Yogyakarta.

Closing Seremony

Setelah hampir sepekan berlangsung, akhirnya malam ini gelaran Olimpiade Olahraga Siswa Nasional 2018 pun resmi ditutup. Bertempat di Sasana Among Raga Yogyakarta, acara penutupan berlangsung cukup meriah meskipun beberapa atlet dan official sudah kembali ke daerah asal mereka.

Acara penutupan dihadiri oleh Dirjen Pendidikan Dasar dan Menengah, Bapak Hamid Muhammad P.hd selaku wakil dari Kementrian Pendidikan dan kebudayaan, serta Sri Sultan Hamengkubuwono X selaku Gubernur DIY yang mewakili tuan rumah. Dalam sambutannya, baik Hamid Muhammad maupun Sri Sultan mengatakan bahwa ajang Olimpiade Olahraga Siswa Nasional bisa menjadi ajang untuk menjaring bakat-bakat baru dalam bidang olahraga yang diharapkan bisa menorehkan prestasi ke tingkat Internasional di masa mendatang dan mengharumkan nama bangsa Indonesia.

Yang paling dekat, pemerintah akan mengirimkan wakil dari Indonesia untuk cabang olahraga Karate yang akan berlaga di Belgia pada bulan November 2018 mendatang, dan perwakilan yang akan dikirim adalah mereka yang berhasil menjuarai cabang olahraga Karate dalam O2SN 2018.

Seremoni penutupan O2SN 2018 juga diisi dengan kegiatan pemberian cinderamata dari panitia pelaksana kepada perwakilan 34 provinsi sebagai ucapan terima kasih karena telah ikut berpartisipasi dalam kegiatan ini. Sementara Panitia dari Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan juga memberikan plakat kepada Sri Sultan Hamengkubuwono X sebagai tanda terima kasih karena Yogyakarta telah menjadi tuan rumah bagi suksesnya Olimpiade Olahraga Siswa Nasional ke 11.

O2SN 2018

Dalam kesempatan ini diumumkan juga titel juara umum O2SN 2018 yang menjadi milik provinsi Bali dengan raihan total 17 medali emas, 4 medali perak, dan 11 Perunggu. Sementara posisi 2 dan 3 ditempati oleh Jawa Timur dan Jawa Tengah.

Tari Bekakak Menutup Ajang O2SN 2018

Seperti halnya pada upacara pembukaan O2SN 2018, upacara penutupan juga menghadirkan beberapa penampil dari para siswa berprestasi di bidangnya.

Dari cabang olahraga, Tim Wushu dari Daerah Istimewa Yogyakarta mempertontonkan keahlian mereka melalui berbagai cabang disiplin ilmu wushu. Dari bidang seni, kelompok paduan suara SD Muhammadiyah Sukonandi Jogjakarta membawakan lagu tradisional Jaranan. 

Yang menarik adalah tampilnya Duta Seni Tari Pelajar Jogjakarta yang membawakan tarian Bekakak. Tarian ini menceritakan tentang sejarah pendirian Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat pada masa pemerintahan Pangeran Mangkubumi yang bergelar Sri Sultan Hamengkubuwo I. Saat menunggu keraton selesai, Sri Sultan tinggal sementara di sebuah pesanggrahan di wilayah Ambarketawang Sleman. Dikisahkan ada 2 abdi dalem yang sangat setia yaitu Kyai dan Nyai Wirasuta.

Tari Bekakak menampilkan kesedihan Sri Sultan Hamengkubuwono I saat kehilangan kedua abdi dalem tercintanya tersebut dalam musibah runtuhnya gunung gamping di area pesanggrahan yang terjadi saat bulan Sapar.

Tarian Bekakak menjadi bagian dari ritual upacara selamatan yang biasa dilaksanakan di bulan Sapar. Itulah kenapa saat penampilan Tari Bekakak ini, ada 2 buah gunungan berisi makanan sebagai simbol dari perayaan selamatan bulan Sapar yang diperintahkan oleh Sri Sultan Hamengkubuwono I sebagai ritual tolak bala.

Meriahnya Tari Bekakak menjadi penutup yang manis dari Closing Ceremony Olimpiade Olahraga Siswa Nasional ke 11 tahun 2018. 

2 Comments

  1. mysukmana September 23, 2018
    • nunoorange September 24, 2018

Terima kasih sudah baca sampai selesai. Boleh tinggalin sedikit komentar nggak? Nanti saya kunjungi balik deh. Link Hidup akan dihapus ya.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: