(Bukan) Thumbelina

Kamu tahu siapa itu Thumbelina? Dia adalah gadis kecil yang hidup diantara bunga-bunga. Tubuhnya kecil seukuran ibu jari. Dia lahir karena keinginan seorang ibu yang ingin memiliki putri dan sang peri pun berbaik hati, memberinya seorang gadis cantik yang keluar dari kelopak. Kupu-kupu menyayanginya, bunga-bunga bermain bersamanya, dan kumbang pun mengerubunginya. Dialah Thumbelina. Sama seperti aku, yang tak pernah tahu siapa ibu kandungku.

Atau…pernahkah kamu mendengar cerita tentang momotaro? Pangeran kecil nan sakti yang lahir dari belahan buah persik? Dia ada karena harapan sepasang tetua. Sang petualang kecil yang mampu membalas budi pada orang tuanya dengan berperang melawan raksasa. Dialah momotaro. Yang sama seperti aku, yang tak pernah tahu siapa orang tua kandungnya. Read More

Jealousy [Flash Fiction]

Melihatmu dari kejauhan membuatku merasa selayaknya aku adalah penguntit. Yang mengikuti kemanapun kau pergi dan mencuri-curi waktu untuk sekedar tahu sedang apa dirimu, bersama siapa saat itu, dan apa yang kalian bicarakan. Dari sini, dari jauh. Aku  mengamatimu.

Aku kira aku sudah gila. Aku pikir aku terobsesi. Tapi apa mau dikata ini adalah sesuatu yang tidak pernah kubayangkan sebelumnya. Semuanya terjadi begitu saja. Orang bilang, cinta pada pandangan pertama.

Kamu tahu, waktu itu, ketika kau masuk ke dalam lift, tiba-tiba aku merasakan ada sesuatu yang lain. Aku melihatmu dari deretan paling belakang. Ah ya, darisana. Aku mengintipmu melalui bahu seseorang yang ada di depanku. Dan setelah itu, aku hanya mendapati punggungmu. Rambutmu yang hitam panjang itu menggodaku. Kamu memang bidadari. Read More

One Plus One [Flash Fiction]

Inilah harinya, saat penentuan. Dimana aku akan berjalan menuju altar dan mengikat sumpah denganmu. Setelah sekian lama dan sekian perjuangan, akhirnya aku menemukanmu. Ah, terbalik. Bukan aku yang menemukanmu, tapi kamu yang menemukan aku. “aku melihatmu,” begitu katamu waktu itu.

“apa yang kau lihat? Tidakkah kau melihatku dari ujung rambut hingga ujung kaki?” tanyaku. Kamu tertawa. Lalu memandangku. Sama seperti di film-film romantis itu, kamu terdiam sejenak sebelum berkata “Aku melihatmu utuh. Dari ujung rambut hingga ujung kaki. Tak ada yang hilang sedikitpun. Dan aku melihat yang ada disini..” kau menunjuk dadamu. “Dan disini,” lalu kau menunjuk pelipismu.

Aku tahu maksudmu meski aku tak sepenuhnya percaya. Mulut bisa saja manis, lidah memang tak bertulang, sama seperti orang-orang bilang. Arahnya bisa kemana saja. Dan meski berbunga-bunga, tapi aku tak ingin sepenuhnya percaya. Bagaimana orang sepertimu bisa jatuh cinta padaku dan memintaku jadi istrimu? Ini hanya perasaan sesaat. Kamu hanya ingin menciptakan sensasi demi kepentingan dirimu sendiri. Read More

I Won’t Give Up [Flash Fiction]

Aku mengetuk pintu kamar mandi dengan pelan. Kamu masih di dalamsana. Tanpa suara. Aku memanggil namamu untuk yang kesekian kali dan masih tak mendengar apa-apa. Kau bahkan tak menyahutku meski aku tahu kau mendengarku. Dan yang kudengar hanya gemericik air dari wastafel.Dan aku masih berdiri disini menunggumu.

“Sayang,..” aku memanggilmu lagi. Untuk yang kesekian kalinya. Lirih. Dan kau masih tak membalasnya. Apa aku lelah? Tidak. Aku tidak lelah. Sedikitpun tidak. Aku hanya sedih. Sangat sedih. Karena setiap kali aku memanggilmu, kau pasti akan menjawabnya dengan senyum indah dari kedua bibir merahmu. Dan saat ini aku sama sekali tak melihatnya. Aku sedih. Sangat sedih.

Lama aku berdiri di luar sini. Menunggumu untuk menemuiku. Entah sampai berapa lama aku tak pernah tahu. Read More

Met You And Kiss You Goodbye [Flash Fiction]

Aku masih ingat saat pertama kali ketemu kamu. Kamu masihlah kecil. Masih anak-anak. Kamu memandangiku dari jauh dengan takut-takut lalu bersembunyi di balik punggung ibumu. Justru dia kemudian meninggalkanmu sendiri dengan mendatangiku. Kami cepat sekali akrab. Ibumu tak pemalu seperti dirimu. Sementara kami berakrab-akrab, kamu memilih untuk menjaga jarak. Tak apa, suatu saat kau pasti jadi milikku, pikirku saat itu.

Butuh waktu untuk membuatmu takluk. Kamu sering menolakku. Pergi menjauh dan tak peduli, atau hanya memandangiku sekilas ketika namamu kupanggil. Sekali lagi tak apa, suatu saat kamu pasti jadi milikku.

Dan benar pun, kemudian kamu sendiri yang mendekat dan berakrab-akrab denganku hanya untuk mencoba menarik perhatian. Aku sebal. Dulu kamu tidak mengacuhkanku dan sekarang kamu merasa bahwa aku akan memberikan apapun yang kamu mau. Sekarang giliranku untuk jual mahal, meski sebenarnya aku tak tega. Read More

Satu Bahan Makaroni Bisa Jadi 2 Masakan

All you need is just to improvize!

Minggu lalu saya belanja makaroni ulir, daging cincang, bawang bombay di Hypermart. Ceritanya mau buat makan malem sama adik. Berhubung si Mommy legi ke Jepara sama rombongan BMT saya yang bertanggung jawab untuk menjadi “pemburu dan peramu”, secara adik saya nggak bisa masak..hihihi.

Sambil ngajak jalan-jalan ponakan saya belanja barang-barang tadi. Niatnya sih mau bikin pasta simple recipe aja…eh tapi kok kemudian kepikiran buat bikin masakan yang lain ya?

Kalo yang ini sih resep sederhana makaroni ulir saos daging ala Chef Nuno…hihihi..tinggal rebus makaroni..tunggu sampe al dente. Sementara nunggu, saya bikin sausnya. Tinggal tumis bawang bombay dan bawang putih sampai wangi abis itu kasih sedikit air dan masukin daging cincangnya. Jangan lupa kasih sesendok teh gula, sedikit garam, sedikit kaldu sapi, dan masukin saos tomat atau saos cabe – tergantung kesukaan. Abis itu masak sampai kadar airnya berkurang. That’s it!

Kalau makaroninya udah mateng, tinggal dicampurin aja. Walo ada yang lebih suka nggak dicampur, tapi buat saya, nyampur pasta ke saos itu…YUMM!

Nah, berhubung masih ada sisa pasta dan daging sapi cincang…saya lalu bikin ini..

Yang ini namanya Twisted Baked Macaroni With Cheese… (ini namanya ngarang bebas..) wong resepnya nggak pake…cuma dicampur-campur terus dipanggang…hasilnya? Nggak mengecewakan! Bahkan teman saya bilang ini masakan pasta saya yang paling enak dari yang sebelumnya. Hahaha

Kebetulan saya masih punya persediaan keju dan daging asap di freezer. udah deh…Bikinnya gampang kok…

Makaroni ulir yang udah direbus dikasih olive oil aja dikit biar nggak lengket. Siapin di mangkuk besar 2 butir telur kocok lepas, sisihkan. Sementara itu saya masak daging cincangnya. Caranya sama dengan bikin saus dari masakan di atas. Kalo udah mateng..campur aja semuanya. Telur, makaroni, saus daging, tambahin keju, susu bubuk dan daging asapnya. Udah deh! taro di pinggan tahan panas, terus panggang sampai matang.

menurut saya, dari segi bahan dan cara masak, yang ini bahkan lebih simple daripada bikin makaroni skotel! Dan rasanya…much better!

Jadi benar kan? cuma butuh improvisasi, biar satu, bisa jadi dua!

Copyright Nuno Orange 2017
Tech Nerd theme designed by Siteturner