Resep Megono Yang Nikmat Dan Sedap

Resep Megono

Permisi, numpang bersih-bersih blog berdebu ya Saudara. Sudah lama tidak berkunjung dan rumah ini jadi agak “suwung”. Hihihi. Enggak tahu nih, habis lebaran bukannya malah tambah rajin malah malas berkepanjangan. Sampai sekarang saja saya masih belum terlalu “on” bekerja. Nggarap kerjaan aja masih seadanya. Nggak apa-apa ya? 😀

Oh iya, kalau ada yang heran sama blog saya ini, tolong jangan. Bukan apa-apa, namanya juga blog gado-gado, pastinya bakal nemu random things yang bisa jadi bikin kamu geleng-geleng kepala. Tapi bukan berarti isinya enggak jelas lho? Subyek tulisannya saja yang memang bervariasi.

Sebenarnya di blog ini juga ada beberapa postingan soal kegiatan saya di dapur. Memang enggak banyak, dan tidak dikhususkan sebagai blog resep masakan. Jadi ya, tulisan soal masak-memasak lebih ke dokumentasi pribadi yang semoga saja juga berguna bagi orang lain. Ya kali-kali aja ada yang nyangkut ke blog ini. Read More

Menikmati Nasi Megono Khas Pekalongan

Tadinya saya mengira dan hampir ikutan mengklaim kalau nasi megono ini asalnya benar dari Pekalongan. Tapi dari banyak info yang saya baca, makanan khas ini ternyata berasal dari Purworejo. Entah mana yang benar. Tapi sejarah – dan para bloggers mencatat bahwa Nasi Megono memang erat kaitannya dengan Purworejo saat masa penjajahan.

Disebutkan bahwa Nasi Megono berawal dari para gerilyawan dimasa perjuangan. Menurut blogger yang satu ini, Nasi megono pertama kali populer saat para pejuang menikmati makanan ini secara beramai-ramai. Masih menurut blogger yang sama, Megono ini berarti Mego ing Gegono. Awan putih diantara langit yang kelabu. Kurang lebih begitu. Melihat bagaimana penampakan Nasi Megono saat ini, bisa jadi filosofi itu memang benar. Tapi entahlah.

Saya sendiri punya bayangan bahwa Megono berasal dari kata Mergo Ono, yang artinya Karena Ada. Mergo ono ne kuwi, yo dipangan sak onone. Karena adanya itu ya dimakan saja seadanya. Hahaha.  Karena nasi megono sendiri sebenarnya cukup sederhana. Kalau khasnya Pekalongan dan sekitarnya, Nasi Megono cuma berisi nasi dan cacahan nangka muda atau orang jawa bilang “gori” yang diolah dengan parutan kelapa dan campuran bumbu. Bumbu yang biasanya dipakai adalah bawang merah, bawang putih, cabe, terasi, serai, garam dan gula. Kadang kalau suka bisa ditambahkan kecur dan irisan lengkuas untuk aroma yang lebih sedap.

ps : Itu gambar saya ambil dari koleksi pribadi yang pernah saya posting di salah satu blog lama saya lho,bukan ngambil milik orang 🙂 hehehe. Read More

Copyright Nuno Orange 2017
Tech Nerd theme designed by Siteturner