Dukung Pariwisata Di Kota Semarang Lunpia Delight Gandeng Blue Bird

Lunpia Delight

Nama Lunpia Delight mungkin masih tergolong baru di kancah kuliner Semarang, tapi brand makanan khas Semarang ini mampu bersaing dengan banyak nama lainnya yang lebih dulu bermain di pasar oleh-oleh. Berbagai terobosan dilakukan untuk semakin mempopulerkan Lunpia. Selain dengan menciptakan variasi rasa lunpia yang tidak sekedar itu-itu saja, Lunpia Delight juga memiliki banyak inovasi lain yang semakin menarik perhatian konsumen. Read More

Lunpia Delight : Harga Ringan, Rasa Kelas Berat

Lunpia Delight

“Sejak kapan sih Semarang identik dengan lunpia?” Entahlah, tidak ada yang tahu pasti. Tapi makanan yang sering juga dieja dengan lumpia (dengan M) ini memang sudah lama eksis di kota Atlas tercinta. Berawal dari kisah cinta berbalut bisnis antara Tjoa Thay Joe dan Mbok Warsi, makanan yang punya nama internasional spring roll ini berkembang dari generasi ke generasi.

Sejak itulah lunpia Semarang terkenal hingga saat ini. Ada kisah bahwa Mbok Warsi memberikan saran pada Tjoa Thay Joe supaya lunpianya bisa laku di kalangan muslim kota Semarang. Tjoa Thay Joe yang dulu menggunakan bahan yang mengandung babi, mulai menghilangkan unsur ini. Penyesuaian yang dilakukan oleh Tjoa Thay Joe dan Mbok Warsi, terutama di bagian bahan baku semakin membuat lunpia bisa dinikmati oleh berbagai kalangan termasuk umat muslim.

Ada 3 generasi pembuat lunpia yang paling terkenal di Semarang. Dan dari trah ini pula usaha pembuatan lunpia berkembang sampai sekarang, salah satunya oleh Master Tan Yok Tjay yang juga merupakan keturunan dari generasi lunpia Mataram yaitu Ibu Siem Hwa Nio. Dengan brand Lunpia Delight yang dikelola oleh putrinya Meilani Sugiarto SE atau yang biasa dipanggil Cik Me Me, makanan yang masuk dalam kategori camilan ini makin naik kelas lewat pengembangan produknya. Read More

Copyright Nuno Orange 2017
Tech Nerd theme designed by Siteturner