Sekapur Sirih Menuju Artikel #BloggerIcip

#BloggerIcip

Holla! Apa kabar? Sudah lama sepertinya saya tidak menyapa. Kalau enggak dipaksa memang jadinya enggak produktif. Duh, malu sama kucing deh saya! BTW, tulisan kali ini adalah tentang cerita kegiatan #BloggerIcip yang diadakan sama temen-temen Gandjel Rel pada 15 September lalu. #BloggerIcip ini adalah kegiatan restaurant-tour bareng sama teman-teman blogger.

Sebelum saya cerita panjang lebar, ijinkan saya menulis sesuatu dulu ya?

Jadi begini, waktu itu saya jadi salah satu speaker yang nyoba share kegiatan saya sebagai foodies di event yang diselenggarakan oleh salah satu bank terkenal. [baca tulisannya di sini] Read More

Ternyata Seru Juga Kalau Ngeblog Nggak Sekedar Curhat

cerita di balik blogSpecial buat Mbak Uniek : “Mbak…saya setor ya…”

Hehehe. #LaporanSelesai

Demikianlah prolognya.

And by the way, kalau ditanya apakah saya seorang penyiar? Saya akan menjawab dengan pasti, iya! Karena saya tahu itu adalah profesi saya. Saya sudah menjalaninya hampir 14 tahun ini. Boleh saya bilang inilah profesi saya.

Tapi kalau ada yang bilang saya ini blogger, tunggu dulu. Ditanya pun saya belum tentu bisa jawab. Kenapa begitu? Read More

Kenalan Dengan Teman Teman Blogger Detik Dari Semarang

Ketika saya berkenalan dengan Richard teman sesama blogger dari Yogyakarta lewat kotak komentar di blog masing-masing, dia bertanya apakah saya adalah salah satu personil dari DOT? Dan saya bertanya apakah itu DOT? Meski saya tahu ini pasti perkumpulan Blogger. Tapi saya nggak tahu ini komunitas yang mana. Sepanjang yang saya tahu sih hanya Loenpia.net, kumpulan blogger keren yang eksis di Semarang. Nah, DOT ini malah saya nggak tahu. Dan belakangan Richard juga memberitahu kalau DOT itu memang komunitas blogger disini.

Setelah beberapa lama, saya terhubung dengan teman-teman dari DOT. Dan ternyata ini adalah komunitas blogger Detik.com cabang Semarang. Dan nggak kalah keren juga kok dari Loenpia. Oon juga saya yakh sampai nggak tahu kalau selain Loenpia, ada juga DOT. Kalau blog detik nya sih saya ngeh, yang kurang informasi ya si DOT ini…hehehehe. Maaf ya?

Dan setelah saling bertukar beberapa pesan lewat twitter, akhirnya semalam saya mengundang beberapa Dotters – sebutan untuk anggota DOT Semarang ke program Buka Buka Buku yang saya ampu. Saya pengin ngobrol-ngobrol tentang dunia tulis menulis di Blog. Berhubung sesepuhnya DOT semarang sedang berada di Jakarta untuk menghadiri pesta Blogger, 4 orang yang dikirim adalah anggota lain yang…masih muda-muda! Tapi udah eksis aja sebagai blogger…hahahaha.

dot

Ada Nike, ada Moi, ada Thia juga elafiq. Mereka menyempatkan datang untuk berbagi tentang dunia blogging. Secara saya ini juga blogger, walaupun independen, ada banyak hal yang saya pengin ketahui tentang komunitas blog dan apa saja yang dilakukan disana.

Sambil haha-hihi mereka saling bertukar cerita tentang kenapa mereka tertarik untuk ngeblog, bagaimana prosesnya, dan kenapa memilih untuk bergabung dalam sebuah komunitas. Mereka juga ngasih tahu apa-apa saja yang sudah berhasil mereka dapat selama menjadi blogger. Wah, bikin saya jadi iri.

Ternyata seru juga kalau denger dari temen-temen muda saya ini, ketemu dengan banyak orang-orang baru dan dapet pengalaman-pengalaman berharga. selain imateri, mereka  juga dapat sesuatu dari kegiatan ini. Tapi itu tidak penting, banyak hal penting lainnya yang dirasa lebih spesial dibandingkan dengan mendapatkan barang.

Saya juga dapat banyak ilmu dari mereka. Sebagai seorang blogger independen, mata saya jadi terbuka bahwa seharusnya, kegiatan blogging ini bisa berguna, selain untuk diri sendiri, juga buat orang lain. Saling bertukar kisah dan menyelipkan beberapa info yang mungkin berguna untuk pembaca, adalah tujuan yang seharusnya dipunyai oleh seorang blogger. Tidak hanya sekedar curhat, tapi juga informatif dan menghibur.

Selama ini tujuan saya sih nggak jelas. Isi blog saya juga semacam gado-gado. Nggak fokus dan nggak tersegmen. Ada blogger yang khusus nulis soal keluarga dan kehidupan menjadi orang tua, mulai dari kasur, dapur, hingga sumur. Ada juga yang fokus pada fashion, makanan, fotografi, kegiatan, review, dan masih banyak lagi. Lha saya? waduh…saya ini blogger apa ya?

Fashion blogger…bukan

Food blogger… juga bukan.

Pengamat sosial? aduh…bukan spesialisasi saya…

Ya saya ini blogger gado-gado…

Kadang bisa cerita soal musik..kadang soal film..bisa juga makanan, atau hal remeh temeh lain yang mungkin nggak terlalu menarik. Belum bisa nentuin sih saya ini mau jadi blogger yang fokus pada apa. Tapi dari temen-temen DOT cerita kalau hal-hal seperti itu nantinya juga akan datang dengan sendirinya. Kesadaran untuk fokus dan menemukan minat yang lebih spesifik, akan membawa kita pada satu hal.

Tapi pertanyaannya, bisakah saya? atau saya masih bertahan pada ke-gado-gadoan saya? hahahaha.

Ya..nggak apa-apa. Nanti saya akan menemukan jalannya.

Menulis itu mudah. Dan mengetik itu lebih mudah. Hehehehe.

Kegiatan ini sejak lama sudah menjadi minat saya. Meski saya tahu bakat saya disini hampir tidak terlalu menonjol. Saya melakukannya hanya karena saya suka. Sejak SD saya sudah senang baca. Buku cerita lebih tepatnya. Saya masih ingat harus susah-susah datang ke rumah teman, yang waktu itu koleksi bukunya luar biasa banyak, untuk bisa saya pinjam. Saya paling suka minjem buku Trio Detektif dan Komik Kung Fu Boy.

Setelah pinjam ke teman saya ini, saya berlanjut minjem ke persewaan buku di desa sebelah. Dulu paling suka minjem 5 sekawan dan Wiro Sableng. Persewaannya bangkrut, bukunya belum sempet saya balikin. Hihihi. Tapi nggak tahu sekarang dimana buku-buku itu.

Saya sempet pengin punya perpustakaan pribadi. Keinginan itu datang setelah melihat guru fisika saya yang punya koleksi buku pelajaran dan novel-novel yang semuanya diberi label “perpustakaan pribadi” dan dimata saya saat itu, hal seperti ini sangat keren. Dan saya bilang “kelak saya mau seperti dia”

Buku pertama yang saya beli dari duit saya sendiri adalah beberapa seri Goosebumps dan Fear Street. Ketika membelinya, saya merasa sangat bangga! Ketika memberikan label dibalik sampul buku itu saya membayangkan teman saya meminjam buku itu dan melihat, bahwa itu adalah koleksi dari perpustakaan pribadi saya. Padahal jumlahnya cuma 3. Hahahaha.

Tapi saya bertekad, kelak setelah saya kerja, saya akan menyisihkan sedikit uang untuk membeli buku. Alhamdulillah, sampai sekarang koleksi novel saya  sudah hampir satu lemari penuh dan membuat saya sempet kerepotan pas pindah-pindah kos. Hehehehe. Tapi saya bangga. Eh, sebentar….dari beberapa koleksi buku ini, saya membelinya dengan uang bujet dari kantor untuk program Buka Buka Buku. Tapi saya sudah lupa yang mana…sudah jadi hak milik pribadi secara defacto dan dejuro. Hahahaha.

Dan benar juga kata orang, tidak lengkap rasanya kalau senang membaca tapi tidak menulis. Orang yang senang membaca pasti punya keinginan untuk menulis. Entah apa yang ditulis, tapi keinginan itu pasti ada. Saya masih ingat ketika SD saya senang menulis cerita pendek ala-ala trio detektif. Meski hasilnya “wagu” tapi saya senang saat saya mampu merangkai cerita dari awal sampai akhir.

Salah satu karya saya – yang sayangnya tidak sempat saya dokumentasi – adalah 2 buah cerpen yang dimuat dimajalah HAI dan saya dapet 300 ribu untuk masing-masing cerita. Duitnya mungkin besar buat saya, tapi kebanggaan yang saya rasakan lebih besar daripada duit yang saya terima. Duitnya sekarang udah habis, tapi rasa bangga ini masih ada sampai sekarang. 🙂

menulis itu mudah dan mengetik itu lebih mudah.

Saya mungkin tidak bisa setuju 100 persen karena terkadang proses menulis itu tidak bisa berjalan lancar ketika ide tidak didapat. Mendapatkan ide, itu yang terkadang butuh waktu. Meski ada yang bilang “ide itu murah, petiklah di udara” tapi pada kenyataannya, proses menuangkan ide ke atas kertas itu yang kemudian jadi kendala.

Layaknya bayi yang baru pertama kali belajar berjalan, menuangkan kata pertama dan hingga kemudian menjadi kalimat pertama itu rasanya juga sama. Membuat kalimat pembuka yang akan jadi hook, itu…susahnya luar biasa.

Tapi kemudian, ketika sudah menemukan jalannya, menulis itu menjadi mudah, karena menulis itu seperti bercerita. Anggap saja kita sedang bercerita dan kalimat-kalimat itu pasti akan datang dengan sendirinya.

Yang sering jadi masalah – juga masalah saya adalah : kita terkadang suka membandingkan tulisan kita dengan yang lain. Alih-alih kita belajar dari tulisan orang lain, kita membandingkan tulisan kita dengan yang lain dan kemudian merasa tidak percaya diri dan tidak mampu untuk menuliskan cerita kita dengan gaya yang sama baik atau lebih baik. Dan biasanya, hal-hal seperti ini yang mematikan hasrat untuk berbagi lewat tulisan.

Saya sendiri sering merasa tidak berguna dan berpikir, buat apa susah-susah menuliskan cerita kalau orang lain tidak bisa menikmatinya. Well…i did. Tapi ada teman yang bilang, What the Hell! and I Dont care! Nyatanya kita ini bukan penulis yang pro, tentu saja ada banyak kaidah yang sering tidak kita perhatikan. Terkadang cerita yang kita bagi membosankan, atau alurnya tidak runtut dan lain sebagainya.

Tapi kita menulis dengan gaya kita. Kita menulis tidak untuk menyenangkan orang lain. Kita menulis untuk diri  kita sendiri. Setidaknya awal seperti itu. Karena proses belajar itu akan terjadi dan percaya nggak percaya, kemampuan menulis itu sama seperti kemampuan praktis lainnya. Semakin anda sering berlatih, semakin cepat bisa anda, dan semakin mahir pula anda.

Ini yang dibilang sama temen-temen DOT Semarang semalam. Tidak ada yang perlu dikhawatirkan tentang kemampuan menulis kita. Kita pasti akan mengalami peningkatan suatu saat nanti, dan itu akan jadi lebih baik. Tidak perlu minder.

Dan DOT semarang pun mencoba menularkan kegiatan positif ini melalui program coaching clinic menulis untuk anak-anak SMP dan SMA dengan harapan mereka tertarik dengan kegiatan tulis menulis ini. Siapa tahu awalnya dari Blog…kemudian bisa menjadi sebuah karya yang dibukukan. Siapa tahu? Dan siapa juga yang nggak ingin?

saya juga pengen…

hehehehe.

Dan begitulah….cerita yang semalem saya dapat dari temen-temen DOT semarang. Terima kasih karena sudah hadir ke studio untuk sharing. Banyak ilmu yang saya dapat dan…saya jadi berpikir ulang….apakah saya akan terus jadi blogger independen..

atau..

saya akan mengambil selangkah lebih jauh…dengan bergabung bersama komunitas blogger?

well…kita lihat saja nanti…

untuk web dari temen-temen DOT semarang..silakan kunjungi dotsemarang.blogdetik.com

Oh ya? tertarik menulis? rajin dan senang membaca dulu kalau begitu… 🙂

Copyright Nuno Orange 2017
Tech Nerd theme designed by Siteturner