Experience Opinion Personal

Review Huawei Nova 3i : Setelah Pemakaian Sebulan

Masih ingat kan sama lomba yang ini? Nah, alhamdulillah saya berhasil jadi salah satu juaranya. Ada cerita seputar lomba itu, yang akan saya tulis sebelum lanjut ke review Huawei Nova 3i.

Bingung mau ikut yang mana

Sebenarnya saya hampir nggak berpartisipasi dalam lomba tersebut. Sudah agak malas duluan karena mood nulis lagi jelek. Tapi setelah sempat baca colekan Jeci di facebook, saya memutuskan untuk ikut.

Oh iya, lomba blog itu diadain Huawei yang bekerja sama dengan bloger-bloger hits dari Nusantara. Temanya beragam mulai dari kisah masa kecil sampai telepon pintar idaman di tahun 2018.

Karena saya nggak punya kisah masa kecil yang layak diceritain ๐Ÿ™‚ akhirnya saya memilih tema yang lebih cocok.

Awalnya, saya menulis untuk diikutsertakan di lomba yang diadain sama Koh Afit, tapi karena mengalami kendala teknis saat mau submit tulisan, akhirnya saya pindahkan ke Koh Huang. Daripada diskualifikasi karena nggak memenuhi syarat, mending saya alihkan deh. Hehehe.

Ya sudah, akhirnya saat pengumuman datang dan nama saya keluar sebagai pemenangnya bersama dengan 2 nama pemenang lainnya. Alhamdulillah.

Review Huawei Nova 3i

Dan setelah menunggu kurang lebih sebulan, akhirnya “kotak kayu”nya pun datang. So happy!

Sebenarnya saya nggak butuh-butuh banget hape baru. Tapi udah agak bosan sama yang lama. Berhubung nggak ada bujet buat beli gawai, ya sudah ditahan-tahanin. Eh, lha kok malah dapet hape gratis? ๐Ÿ˜€

Paket Huawei Nova 3i berisi seperangkat alat standar seperti pengisi baterai, sim ejector, buku panduan & kartu garansi, silicon case, serta ear phone. 

pouch tidak termasuk. Itu gift dari hotel Aston Hehehe

Suka sama warnanya

Dalam promonya, Huawei selalu menekankan salah satu daya tarik Nova 3i yaitu warna Iris Purple yang cantik di bagian belakang casing nya. Nah, kebetulan banget saya dapat yang Iris Purple. Ada juga sih warna lainnya yaitu Iris Black kalau misal kamu nggak terlalu suka dengan warna yang menyolok.

Tapi saya sukaaaaaaa.

Warna Iris Purple ini cantik banget ! Apalagi kalau kena sinar matahari. Pendarnya cakep!

foto koleksi pribadi

Hanya saja karena bagian belakang hape ini terbuat dari bahan menyerupai kaca yang berkilau, rentan banget kena noda dari jari-jemari. Noda sidik jari terutama. Itulah kenapa saya bungkus dengan silicon case bening yang disertakan dalam paket.

Dimensinya pas!

Review Huawei Nova 3i – Infografis bikin sendiri via canva

Setelah memakai Huawei Nova 3i saya merasakan kalau dimensi hape ini sesuai dengan keinginan saya. Meski salah satu teman yang pernah memegang hape ini bilang agak berat, tapi buat saya Huawei Nova 3i ideal banget.

Panjang, tebal, dan beratnya pas di tangan. Mantap sih menurut saya. Karena sebelum ini saya memakai hape keluaran korea selatan (yang dapat dari hadiah kuis juga) dengan dimensi yang lebih lebar dan lebih tipis. Beratnya pun cukup ringan.

Pokoknya pas.

Dan yang saya suka lebar hape ini pas dioperasikan meski dengan satu tangan, yang meski sangat jarang saya lakukan tapi saat menggunakannya tetap terasa nyaman.

Multitaskingnya cepat

Huawei Nova 3i dibekali chipset buatan Huawei yaitu Hisilicon Kirin 710. Memang bukan spek yang paling baru, tapi sepanjang penggunaan saya sebulan ini sangat memuaskan. Sat! set! sat! set! lah.

Apalagi CPUnya sudah Octa Core pula. Jadi terasa cepat dan halus.

Selain itu dalam Nova 3i juga dibenamkan GPU Turbo, yang konon kabarnya mampu meningkatkan performa hape saat digunakan untuk bermain game. Benar sih, sepanjang pemakaian saat bermain game Nova 3i berjalan mulus tanpa lag. 

Selain itu, bagian belakangnya juga nggak cepat panas (kondisi penggunaan dalam keadaan silicon case saya lepas).

Kameranya tajam dengan teknologi Artificial Intelligence

Dibandingkan dengan hape saya yang sebelumnya, memang terdapat perbedaan hasil jepretan kamera dari keduanya. Warna yang dihasilkan hape saya yang dulu cenderung lebih kuat, sedangkan Huawei Nova 3i menghasilkan tone warna yang lebih soft.

Ibarat kata kalau membandingkan kamera, seperti membandingkan merek Canon dan Nikon punya karakteristik sendiri-sendiri dalam menghasilkan gambar.

Meski begitu, Huawei sudah menanamkan teknologi AI atau Artificial Intelligence dalam kameranya. Teknologi ini sudah cukup awam digunakan oleh kamera smartphone keluaran terbaru.

Kecerdasan buatan ini turut membantu pengguna dengan “membaca” obyek foto sehingga lebih memperkuat warna dari obyek tersebut.

Dalam beberapa kesempatan, saya menggunakan teknologi AI ini, tapi lebih sering tidak jika merasa gambar yang dihasilkan terlalu “berlebihan” dalam hal warna.

Teknologi kecerdasan buatan dalam Huawei Nova 3i juga menjadikan penggunaan kamera jadi lebih menyenangkan. Ada banyak fitur menarik yang disertakan dalam kamera ini. Dan sepanjang pengalaman saya, fitur ini cukup lucu dan sangat disukai oleh anak-anak.

Berikut adalah beberapa contoh penggunaan kamera dari Huawei Nova 3i :

dengan fitur AI diaktifkan

tanpa AI
review Huawei nova 3i
dengan filter lucu

Nah sementara itu, gambar di bawah ini adalah perbandingan dari 2 obyek yang sama. Yang satu menggunakan AI sementara yang satu tidak. Kira-kira kamu bisa bedakan nggak mana yang pake dan mana yang enggak?

review huawei nova 3i
review huawei nova 3i
review huawei nova 3i

Sebenarnya untuk beberapa hal penggunaan AI ini cukup membantu dalam “mengeluarkan” warna. Jadi tidak perlu repot-repot ngedit foto bisa langsung unggah. Cuma ya memang kembali ke selera masing-masing sih.

Yang pasti sejak pake Huawei Nova 3i ini saya udah agak ngurangin bawa-bawa kamera mirrorless saya biar nggak repot. Hahaha.

(tolong jangan tanya mau dijual berapa kameranya ya, soalnya nggak dijual. Sayang, barang gratis hadiah lomba kok dijual). ๐Ÿ˜€ |

[ Review Huawei Nova 3i ]

Alhamdulillah baterainya kuat

Mungkin terlalu dini kalau bicara soal baterai. Karena penggunaan selama sebulan belum bisa dijadikan ukuran. Kenapa? sebab pada akhirnya baterai akan mengalami penurunan fungsi.

Tapi saya boleh bilang saya puas dengan ketahan baterai Huawei Nova 3i ini. Pasalnya saya sudah merasakan kalau baterainya hemat banget!

Dipakai seharian buat beraktifitas termasuk nonton Youtube dan main gim saja mentok-mentoknya berkurang 50% saja. Dicas pagi jam 5 sambil siaran (isi penuh jam 7), pulang kerja jam 9 atau 10 malam saya cek rata-rata hanya berkurang 50%.

Bahkan yang terakhir ini saya mencatat, saya isi tanggal 27 Desember jam setengah 5 sore (penuh jam 7 kurang 15-an) masih bertahan sampai Sabtu pagi 29 Desember jam 10 pagi dengan sisa baterai 15%.

Padahal sepanjang rentang waktu itu penggunaannya lebih berat dari biasanya.

Harapannya sih perilaku saya dalam mengisi baterai bisa membuatnya tetap awet. Soalnya yang bikin baterai jebol ya kita-kita ini ya nggak?

Tapi sejauh ini, saya terpuaskan dengan daya tahan baterai Huawei Nova 3i.

Kapasitas memorinya doooong

Salah satu hal yang mungkin bikin orang kagum dengan Huawei Nova 3i adalah karena kapasitas memorinya sertaannya yang besar. Kalau tidak salah, untuk ukuran hape pintar kelas menengah, internal memory Huawei Nova 3i tergolong yang paling besar yaitu 128gb.

Dan Nova 3i tidak memiliki tipe lainnya. Dalam artian begini, biasanya 1 seri hape tuh punya macam-macam tipe. Misalnya seri A, ada yang RAMnya 3gb, ada yang 4gb, dengan memori yang berbeda pula. Kalo nggak 36 ya 64gb. Dan masing-masing tipe tentu saja berbeda pula harganya.

Nah, Huawei Nova 3i ini cuma punya 2 tipe dengan RAM 4 atau 6gb. Memorinya ya sama, 128gb.

Dengan memori segini banyak saya nggak perlu lagi memasang kartu tambahan untuk memori di hape saya ini. Ya buat apa, wong sudah saya pasang 100-an lebih lagu di dalam hape ini aja memorinya masih kosong BANYAAAAAK BANGEEEEET.

Jadi, tenang deh saya. Hemat juga kan tanpa perlu beli SD Card lagi?

Tak ada yang sempurna

Sebelum memiliki Huawei Nova 3i saya memang telah banyak kepo tentang bagaimana dan seperti apa seri yang satu ini.

Beberapa dari mereka menyebutkan hal-hal yang mungkin jadi kekurangan dari Nova 3i. Dan bisa jadi masalah bagi sebagian orang, bisa jadi tidak.

Buat saya? Hmmmm…let’s see

Nggak ada fitur fast charging

Sejauh ini saya masih nggak terlalu butuh sih dengan fitur yang satu ini. Karena apa ya? Ya karena saya nggak buru-buru juga ngisi baterainya. Hahaha. Jadi mau ada fitur ini atau tidak, nggak terlalu ngaruh buat saya.

Belum ada stabilizer dalam kamera video

Yang ini mungkin agak mengganggu karena bisa bikin hasil kamera video jadi goyang parah. Tapi kadang pake stabilizer pun masih goyang sih kalau di saya. Hahaha. Cuma bedanya kalau ada fitur tersebut paling tidak bisa sedikit mengurangi kan? Nah, Nova 3i ini nggak punya.

Belum Corning Gorilla Glass di layarnya

Buat yang selebor seperti saya ini (dan mungkin juga kamu!) layar tanpa Gorilla Glass sangat-sangat rentan terhadap goresan. Bisa jadi karena anak kunci, atau apapun yang ada di saku celana atau tas.

Sayang sekali kan kalau hape secantik ini “baret-baret”?

Namun buat saya pribadi, pake Gorilla Glass atau tidak, semacam tidak ada bedanya. Karena bagaimanapun saya tetap akan memasang tempered glass di layar depan sebagai pelindung.

Saya sih gitu orangnya. Agak susah percaya-an. Jadi mau pake Gorilla Glass atau tidak, tetap saya pasang tempered glass demi keamanan dan ketenangan jiwa. #halah!

Nggak bisa sebutin satu-satu

Ya! Review Huawei Nova 3i ini memang berdasarkan pengalaman saya setelah menggunakannya selama sebulan. Sejauh ini sangat puas dan saya nggak bisa menulis sampai detil seperti apa dalaman Nova 3i.

Yang pasti saya beruntung banget bisa jadi pemilik smartphone idaman 2018 ~ sama seperti yang saya tulis tempo hari.

Saking senangnya, saya sampai bikin video review Huawei Nova 3i ala-ala lho di Youtube. Dan inilah hasilnya.

Sekian tulisan Review Huawei Nova 3i saya ini, dan ketemu lagi di review berikutnya!

(kalo dapet hadiah hape baru lagi) ๐Ÿ˜€

5 Comments

  1. Lia Harahap December 29, 2018
    • nunoorange December 29, 2018
  2. mysukmana December 30, 2018
    • nunoorange December 30, 2018
  3. Amir Mahmud (@amir7788) January 5, 2019

Terima kasih sudah baca sampai selesai. Boleh tinggalin sedikit komentar nggak? Nanti saya kunjungi balik deh. Link Hidup akan dihapus ya.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: