Lifestyle Movies

The Nutcracker And The Four Realms [2018]

[SPOILER ALERT] Menjelang Natal biasanya akan ada banyak film bergenre drama dengan pangsa pasar keluarga. Tidak hanya bercerita tentang indah dan khidmatnya Natal, tapi juga bernuansa liburan dengan tema cerita yang cukup ringan. Salah satu yang dirilis di bulan November ini adalah The Nutcracker and The Four Realms.

Disney tampaknya sedang getol membawa kisah dongeng yang dulu hanya akrab melalui buku cerita atau film animasi ke layar lebar. Mulai dari Cinderella, Beauty and The Beast hingga yang terbaru The Nutcracker and The Four Realms. Tujuannya mungkin ingin merangkul pasar lebih luas lagi. Dengan menggarap kisah dongeng ke pertunjukan live action diharapkan bisa menarik minat penonton dewasa yang dulu akrab dengan dongeng atau film animasinya

Setelah sukses dengan Cinderella dan Beauty and The Beast, tahun ini kita disuguhi cerita tentang para mainan di The Nutcracker and The Four Realms. Seperti apa sih adapatasi dongeng tentang manusia pemecah kacang kali ini?

The Nutcracker and The Four Realms
image from fsm media

Sinopsis The Nutcracker and The Four Realms

Clara Stahlbaum (McKenzie Foy) adalah anak perempuan kedua dari 3 bersaudara. Kakak perempuannya Louise dan adiknya Fritz tinggal bersama ayah mereka di London. Marie Stahlbaum, ibu mereka, baru saja meninggal dunia. Keluarga Stahlbaum masih belum bisa berdamai dengan kehilangan Marie, terutama Clara dan ayahnya.

Suatu malam menjelang natal, Sang Ayah memberi hadiah kepada ketiga anaknya. Hadiah-hadiah ini adalah pemberian yang sudah disiapkan oleh mendiang ibu mereka. Fritz mendapat sebuah mainan, sedangkan Louise mendapat gaun yang menjadi favorit Marie, dan Clara mendapat sebuah telur perak yang terkunci.

Dalam kotak yang membungkus telur itu, ada sebuah catatan yang ditulis Marie yang isinya adalah pesan bertuliskan “apa yang kau butuhkan ada di dalam sini”. Sayangnya Clara tidak menemukan kunci yang bisa membukanya.

[[ Baca juga : Review A Star Is Born ]]

Kunci menuju 4 alam

Di malam natal yang sama keluarga Stahlbaum menghadiri pesta yang diadakan oleh ayah baptis mereka, Drosselmeyer. Orang ini lah yang merawat Marie saat masih kecil.

Sudah menjadi tradisi di malam natal, Drosselmeyer akan mengadakan sebuah pesta dansa dan berbagi hadiah untuk anak-anak. Saat mencari hadiah yang sudah disiapkan oleh Drosselmeyer inilah Clara menemukan sebuah pintu masuk ke alam lain yang disebut The Four Realms.

The Four Realms atau 4 Alam adalah sebuah dunia penuh warna yang terbagi menjadi 4. Alam Bunga, Alam Salju, Alam Kembang Gula, dan Alam Hiburan. Konon kabarnya ke empat alam ini ditemukan oleh Marie saat dia masih muda.

Dalam perjalanannya mencari hadiah, Clara menemukan bahwa Drosselmeyer memberikannya kunci yang bisa membuka telur perak hadiah dari ibunya. Namun ketika hendak diambil dari sebuah pohon, seekor tikus merebutnya terlebih dulu dan membawanya lari.

Saat mengejar tikus tersebut, Clara bertemu dengan Phillip, seorang penjaga gerbang The Four Realms yang tampilannya mirip seperti manusia pemecah kacang atau Nutcracker. Belakangan diketahui kalau Marie Stahlbaum adalah ratu di kerajaan The Four Realms.

Bertemu para Bupati

Clara pun dibawa ke kerajaan The Four Realms. Disana ia bertemu dengan para pemimpin atau bupati dari ketiga alam, yaitu Sugar Plum dari alam Kembang Gula, Hawthorne dari alam Bunga, dan shiver dari alam Salju.

Mereka bercerita kalau Alam ke Empat yang dipimpin oleh Mother Ginger akan mengadakan pemberontakan dan mengacaukan kondisi yang tenang disana. Untuk menghentikan niat jahat Mother Ginger, Sugar Plum meminta bantuan Clara untuk merebut kunci yang bisa menjalankan sebuah alat yang diciptakan Marie dan alat tersebut akan digunakan untuk mengalahkan Mother Ginger.

Ketika berangkat menuju Alam Hiburan Clara bertemu dengan Mother Ginger yang sudah memegang kunci yang dimaksud. Mother Ginger memeringkatkan supaya Clara berhati-hati dengan kunci itu. Tapi Clara tidak mendengarkannya dan memberikan kuncinya pada Sugar Plum.

Usut punya usut, ternyata bukan Mother Ginger yang berniat jahat, tapi Sugar Plum-lah yang ingin menguasai The Four Realms dan menjadi ratu di kerajaan mainan. Lalu bagaimana Clara menghentikan kejahatan Sugar Plum dan mengembalikan kedamaian di kerajaan mainan?

Dari Cerita Pendek Menuju Layar Lebar

The Nutcracker and The Four Realms diangkat dari cerita dongeng pendek karangan E.T.A Hoffman yang berjudul The Nutcracker and The Mouse King dan juga cerita dari Marius Petipa yang berjudul The Nutcracker.

Kisah ini sudah sangat populer di kalangan pecinta tari balet klasik karena sering dipentaskan di atas panggung. Bahkan ketika para bupati pertama kali bertemu dengan Clara, mereka memperlihatkan asal-usul keempat alam yang disajikan dalam sebuah tarian.

Sebenarnya kisah yang dituangkan ke film live action kali ini agak jauh berbeda dengan apa yang selama ini dikenal. Itulah kenapa banyak orang yang kemudian mengatakan bahwa apa yang digambarkan dalam film ini berbeda jauh dengan kisahnya.

Menurut saya…

Dibandingkan dengan Cinderella atau Beauty and The Beast, The Nutcracker and the Four Realms terasa biasa aja dan kurang greget. Menurut saya film ini hanya menjual bintang dan efek animasi.

Keberadaan Morgan Freeman, Keira Knightley sampai Helen Miren terasa sia-sia dan hanya sebagai pemanis saja. Di mata saya, mereka ini sedang senggang dan nggak ada kerjaan sehingga mau main di film fantasi seperti ini. Just for fun, i guest.

Entah kenapa saya merasa akting McKenzie Foy sebagai Clara Stahlbaum juga masih agak kaku. Sementara bagian aksinya sendiri kurang seru dan terasa hambar. Tidak ada gregetnya sama sekali sehingga terasa nanggung.

Namun lepas dari itu, The Nutcracker and The Four Realms menyuguhkan spesial efek yang cukup enak dilihat. Film ini mengingatkan saya pada Alice in The Wonderland dan Oz The Great and Powerful. Dunia khayal penuh warna yang juga memiliki sisi gelap.

Pelajaran yang bisa dipetik

Setiap film sejatinya punya pesan yang bisa dijadikan pelajaran. Seperti The Nutcracker and Four Realms yang juga memiliki pesan bagi siapa yang menontonnya. Beberapa pesan tersebut diantaranya :

  • Percaya dan yakin pada kemampuan diri sendiri. Kita memiliki sesuatu yang membuat kita mampu melakukan sesuatu. Yang penting percaya dan berusaha bahwa kita bisa.
  • Jangan mudah termakan cerita bohong atau hoaks tanpa melakukan check and recheck terlebih dulu. Clara termakan kisah bohong yang diceritakan oleh Sugar Plum dan hampir saja mengacaukan situasi. Kamu juga jangan sampai termakan hoaks ya?

Kesimpulannya

The Nutcracker and The Four Realms adalah film yang sangat ringan dan hanya memanjakan mata saja melalui suguhan visual. Dunia mainan penuh warna, baju-baju dan tarian indah yang porsinya juga tidak seberapa, seperti tidak mampu mendongkrak mood untuk bisa bahagia setelah keluar dari gedung bioskop.

Mau tidak mau saya membandingkan dengan film pertama Alice in The Wonderland, Oz and The Great Powerful, atau Beauty and The Beast yang bisa memberikan efek senang dan bahagia setelah menonton. Dan film ini nggak bisa ngasih perasaan itu. “B aja”, begitu sih kata saya.

Ekspektasi yang berlebihan setelah menonton trailernya sepertinya harus terbayar dengan rasa kecewa. Tapi jika membutuhkan sebuah tontonan yang pas untuk anak-anak, mungkin film cocok untuk ditonton rame-rame bareng keluarga di akhir pekan seperti ini.

Nilai film ini buat saya 4/10.

3 Comments

  1. Hastira November 5, 2018
  2. jeci November 5, 2018

Terima kasih sudah baca sampai selesai. Boleh tinggalin sedikit komentar nggak? Nanti saya kunjungi balik deh. Link Hidup akan dihapus ya.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: