Resto Khoja Semarang [Food Review]

Resto Khoja Semarang
Resto Khoja Semarang

Jalan jajan kali ini saya bersama Reza si penyiar RRI Pro 2 yang hitsnya nggak ketulungan itu, mencoba 1 resto baru di Jalan Pandanaran. Namanya Resto Khoja. Sebenarnya kalau dibilang baru sih enggak juga, karena Resto Khoja ini adalah tempat makan yang sudah eksis cukup lama. Bahkan dulu sempat menempati salah satu space di dekat kos (jaman saya masih kos di daerah Lamper).

Mungkin sekitar 2 atau 3 tahun lalu resto ini tutup dan pindah ke Ngaliyan. Sampai kemudian buka kembali di sekitar Jalan Pandanaran kurang lebih dalam 5 bulan terakhir ini. Saya sempat ngobrol dengan Mas Rois yang bertugas sebagai Supervisor di resto ini. Beliau bercerita tentang kemasan lama tapi baru – baru tapi lama, terserah mau nyebutnya gimana.

Khoja Resto Semarang
Khoja Resto Semarang

Restoran yang sebagian besar menunya adalah menu dari Arab dan India ini memulai kembali usahanya setelah hiatus dan pindah lokasi. Dikelola oleh Bapak Mirza dan Bu Poppy selaku owner, Khoja menghadirkan menu yang masih cukup jarang ada di kota Semarang. Menurut keterangan Mas Rois, Khoja dipindah dari Ngaliyan, sedangkan bekas rumah makannya sekarang hanya khusus menyediakan menu penyetan, masih dalam 1 manajemen.

Menu yang disajikan di Resto Khoja adalah makanan India dan Arab yang resepnya didapat secara turun temurun. Kebetulan orang tua dan moyang dari Bapak Mirzha memiliki darah Khoja. Menurut keterangan dari Wikipedia, Khoja sendiri adalah sebuah wilayah yang penduduknya disebut Khojas. Mereka adalah warga India yang masuk Islam. Di India, Khojas banyak terdapat di wilayah Gujarat, Maharashtra, Rajashtan, dan Hyderabad. Khoja berasal dari bahasa Persia yang artinya adalah Kehormatan.

Kembali ke Resto Khoja, saya sebenarnya sudah pengen nyoba makanan di sana sejak 3 bulan lalu. Tapi masih belum sempat dan belum bisa move on dari Kedai India Sompok. Tapi kemarin malam saya jadi ingin membandingkan, bagaimana masakan di Resto Khoja Semarang dibandingkan dengan Kedai India Sompok?

Makanan yang kami pesan adalah Nasi Biryani Khoja dengan topping daging kambing. Oh iya, gara-gara jalan-jajan ini pulalah, diet nasi saya gagal. Saya makan nasi lagi setelah hampir 10 hari “puasa”. 😀

Resto Khoja Semarang
Biryani Kambing Khoja

Inilah penampakan nasi Biryani Kambing khas Resto Khoja. Harga sepiring nasi Biryani ini 34.500 rupiah (sudah termasuk pajak). Bagaimana dengan rasanya? Well, nasi dari beras Basmatinya empuk, tapi tidak nggrumbul. Teksturnya benar-benar pulen dan enak. Kalau dibandingkan dengan Kedai India Sompok, nasi Biryani ala Khoja ini lebih baik secara tekstur. Kalau di Kedai India agak nglethis, begitu orang jawa bilang. Sehingga untuk yang mungkin agak kurang memahami karakteristik beras Basmati, akan menganggap nasi Biryani Kedai India Sompok mentah dan tidak matang. Tapi menurut saya sih enggak. Kalau kurang lama mengolahnya, mungkin iya. Hanya saja, bumbu yang ada di Nasi Biryani Resto Khoja ini tidak lebih kuat dibandingkan versi Kedai India Sompok.

Entah kenapa, saya malah suka dengan aroma khas bumbu India di masakan versi Kedai India. Aromanya benar-benar menggoda dan menggugah selera. Ketika sesuap nasi masuk ke dalam mulut, saya bisa merasa “ledakan” bumbu-bumbu khas India di lidah saya dan rasanya begitu luar biasa. Rasa kunyit yang berpadu dengan cengkih dan kapulaga, serta sedikit jintan, cocok dengan selera saya. Tapi ada alasan kenapa versi Resto Khoja tidak terlalu kuat di bumbunya. Mungkin survey membuktikan, lidah orang jawa yang meskipun sudah akrab dengan bumbu dapur, masih tidak terlalu suka dengan aroma spices yang terlalu kuat. Lagi-lagi balik ke selera.

Tapi 1 kelebihan yang dimiliki oleh Nasi Biryani Khoja, selain daging kambingnya yang berukuran besar dan empuk (serta tidak prengus!), Nasi Biryani Khoja ini disajikan dengan irisan tomat, emping goreng, dan sepiring kecil acar bawang merah dan tomat. Acar ini menjadi semacam condiment yang melengkapi rasa nasi Biryaninya yang gurih. Rasa acarnya segar dan saya suka. Bawang merahnya tidak beraoma kuat, sehingga saya tidak perlu takut dengan mulut yang berbau bawang. Nasi Biryani Khoja tersedia dalam 2 ukuran. Porsi single seperti yang saya pesan, dan porsi jumbo yang bisa dimakan berdua. Harganya 79 ribu rupiah, dan hanya tersedia dalam 2 varian toping yaitu kambing dan sapi.

Oh iya, selain Biryani, Khoja juga menyediakan menu Nasi Kebuli Khoja yang toppingnya bisa dipilih antara daging kambing, sapi, atau ayam.

Resto Khoja Semarang
Roti Cane Kare Kambing Khoja

Menu kedua yang kami pesan adalah Roti Cane Kare Kambing Khas Khoja. Makanan yang satu ini tentu saja akan selalu ditemui di tempat makan yang menyajikan masakan India/Arab. Harga seporsi dari roti Cane ini adalah 20 ribu rupiah (sudah termasuk pajak). Ukurannya tidak terlalu besar tapi lumayan jika dijadikan menu sharing dengan 1 teman.

Roti Cane-nya enak. Tidak terlalu berminyak dengan tekstur roti yang krispi di bagian luar dan masih cukup empuk di bagian tengahnya. Disajikan dengan cocolan kare kambing yang berisi daging kambing yang empuk. Beneran lho, daging kambingnya tender dan tidak prengus. Saus karenya pun enak. Tidak terlalu kental, tapi tidak encer juga seperti versi Kedai India Sompok.

Sama-sama enak, meski sayang Roti Cane versi Khoja ini disajikan dalam keadaan adem, tidak seperti milik Kedai India Sompok yang diolah saat itu juga sehingga tiba di meja dalam keadaan hangat dan mengundang selera.

Resto Khoja Semarang
Kebab Khoja

Ini dia menu ketiga yang kami pesan. Kebab Khoja. Saya suka kebab, sangat suka malah. Apalagi kebab yang penuh dengan sayuran dan daging kambing, berbalut roti pratha yang gurih dan lembut. Tidak seperti kebab yang dijual di kedai-kedai depan Indomaret, saos dan mayonesnya disajikan terpisah. Ya namanya juga versi resto, tentunya agak lebih teratur dan tertata dong ya?

Bagaimana rasanya? Enak! Bahkan ketika saya menulis ini saya jadi membayangkannya lagi dan ini beneran ngeces lho! duh! Potongan daging kambingnya besar-besar dan lembut, rasanya gurih dan…ah, saya jadi pengen makan kebab! Sepotong kebab yang dibagi dua seperti dalam gambar ini bisa dibayar dengan uang 17.500 rupiah.

Tentu saja menu yang tersedia di Resto Khoja Semarang tidak hanya sebatas itu saja, tapi masih banyak lagi lainnya. Bahkan minumannya pun beragam. Malam itu saya memesan Es Teh Spesial Khoja ukuran jumbo seharga 9500 rupiah, dan Reza memesan Green Tea with Jasmine dengan harga yang sama. Kamu perlu coba teh tariknya jika berkunjung ke sini.

Resto Khoja Semarang
Khoja Resto Semarang

Resto Khoja Semarang

Saat ini Resto Khoja Semarang memiliki 15 karyawan yang bekerja melayani pengunjung setiap hari. Buka mulai jam 9 pagi hingga 9 malam, pengunjung terbanyak adalah di siang hari saat makan siang. Menurut Mas Rois, animo masyarakat pada restoran ini cukup baik. Nama Resto Khoja sendiri sebenarnya sudah cukup dikenal, sehingga masyarakat sudah cukup akrab dengan keberadaannya. Hanya saja saat ini memang dirasa perlu untuk diingatkan kembali bahwa Resto Khoja hadir tidak jauh dari tempat mereka.

Resto Khoja Semarang
Khoja Resto Semarang

Daya tampung saat ini adalah 100 pengunjung per sekali layanan. Pengunjung bisa duduk di kursi atau lesehan di tikar biar lebih gayeng. Memang, desain dan struktur bangunan yang ditempati oleh Resto Khoja Semarang ini menghasilkan udara panas yang bikin kurang nyaman. Hal ini disebabkan karena asbes yang ada di bagian atap bangunan. Tapi pihak resto sendiri sudah menyediakan 2 Ac blower untuk mengurangi hawa panas terutama disiang hari.

Resto Khoja Semarang juga menyediakan tempat parkir yang cukup luas untuk kendaraan bermotor. Tersedia juga tolilet dan Musholla untuk pengunjung yang akan menunaikan ibadah sholat. Wifi tersedia dengan password yang bisa ditanyakan pada pelayan.

Resto Khoja Semarang
Khoja Resto Semarang

Verdict

Sebagai salah satu resto yang menyediakan menu Arab dan India dan sudah cukup dikenal warga Semarang dan sekitarnya, Resto Khoja Semarang bisa menjadi pilihan utama untuk bersantap bersama teman dan keluarga. Rasa hidangannya sudah disesuaikan dengan lidah kebanyakan pengunjung, sehingga cocok untuk mereka yang tidak terlalu menyukai masakan berbumbu kuat.

Buat saya sendiri tidak ada masalah dengan rasa, hanya sedikit saran soal kehangatan masakan. Meski prepared tapi kalau bisa sih diusahakan untuk diolah kembali sehingga hidangan tiba di meja pengunjung dalam keadaan (setidaknya) hangat.

By the way, restoran ini juga melayani katering lho, jadi kalau misalkan ada acara, boleh banget hubungi pihak Resto disini :

Resto Khoja Semarang: Jl. Pandanaran 1 no. 33 Semarang. Telpon 024 8456357 (patokan : gang depan hotel HOM Semarang masuk sekitar 50 meter dari jalan raya)

Author: nunoorange

Radio announcer. Average in everything.

7 Replies to “Resto Khoja Semarang [Food Review]”

Terima kasih sudah baca sampai selesai. Boleh tinggalin sedikit komentar nggak? Nanti saya kunjungi balik deh. Link Hidup akan dihapus ya.

%d bloggers like this: