Personal

Rajin Membalas Komen Di Blog

Seorang teman pernah bertanya “Memangnya kamu nggak ada kerjaan ya sampai rajin banget balesin komen di Instagram? Cari perhatian banget ya sampai seneng fotonya dikomenin?” Saya pun cuma meringis dan garuk-garuk jidat.

Rajin Membalas KomenGimana ya? Kalau dibilang selo sih memang saya punya cukup banyak waktu luang. Kerjaan saya kan modelnya santai dan yang penting selesai. Tapi kalau dibilang cari perhatian, ya boleh deh saya dibilang cari perhatian. Kalau enggak, kenapa harus posting sesuatu?

Mungkin orang membayangkan kalau smartphone milik saya dilem UHU 24 jam sehari 7 hari seminggu. Nggak begitu juga kok. Kalau sampai lengket banget sih enggak, masih sebatas suka mengalihkan perhatian saja.

Tapi entah kenapa urusan membalas komen di Instagram atau di blog masih menjadi urusan yang cukup penting buat saya. Dasar saya ini orangnya emang nggak tegaan sih ya (tsah!) jadinya membalas komentar adalah menyangkut soal etika dan norma kesopanan (sampai segitunya).

Eh tapi saya membalas komen bukan karena nggak tega lho?

Rajin Membalas Komen

  1. Iya, saya selo

Jujur saja saya memang punya banyak waktu luang untuk sekedar ngecek notifikasi di handphone. Kebetulan saya memang tidak mematikan notifikasi tertentu sehingga beberapa aktifitas yang berhubungan dengan interaksi selalu muncul di notification bar. Dan beruntung smartphone saya dilengkapi dengan LED yang akan memberikan tanda jika ada aktifitas. Meskipun begitu terkadang saya pun melakukan apa yang disebut #latereply atau membalas komen yang tidak real time. Ini membuktikan bahwa ditengah selo nya waktu saya, tidak melulu saya habiskan untuk berkutat dengan handphone. Saya masih kerja kok. Saya masih nonton TV. Saya masih bisa tidur nyenyak.

  1. Bukan, saya bukan Seleb

Justru karena bukan selebriti itulah saya masih bisa menghandle semuanya termasuk komen. Bayangkan jika sudah jadi selebriti media sosial, pasti saya tidak akan sempat membalas komen yang bejibun dan penting nggak penting itu. Pernah ikutan nimbrung sampai mention-mention segala ke selebgram yang Anda follow? Dibales? Enggak? Ya jangan sedih…kegiatan beliau padat lho. Nah, mumpung nggak padat, kenapa saya tidak membalas komen pengunjung dan teman-teman saya? Mumpung hidup saya tidak dipenuhi dengan meeting dan meeting lagi.

  1. Azas Penghargaan

Buat saya membalas komen di instagram, atau reply di twitter dan blog lebih dari sekedar interaksi biasa tapi juga sebagai bentuk penghargaan terhadap waktu yang diluangkan oleh orang lain untuk sekedar ngelihat, lalu nyempetin buat kasih komentar. Bukan hanya sekedar cari perhatian belaka, tapi saya juga berusaha untuk menjalin hubungan baik dengan pengunjung dan teman-teman. Bukankah dalam dunia ngeblog ada aturan (tidak tertulis) untuk menjaga interaksi dengan pengunjung blog? Gini-gini saya masih cukup sopan untuk menyambut tamu lho? Gimana perasaan Anda kalau suatu saat Anda bertanya tapi tidak ada jawaban? Kesal? Ya gitu deh…

Yang pasti sih saya ini orangnya memang senang jadi pusat perhatian. Well who doesn’t? Tapi nggak segitunya kok. Percayalah bahwa membalas komentar dari teman-teman adalah sebuah kesenangan yang tidak bisa diukur dengan apapun. Mumpung sempat dan masih banyak waktu. Pokoknya sebisa mungkin saya akan membalas komentar apapun yang masuk, termasuk yang hanya sekedar basa-basi dan berisi pereuz tingkat tinggi. Kecuali yang nyebelin ya langsung removed *keluar tanduk* LOL

Ya siapa tahu kan, suatu saat saya beneran jadi selebriti media sosial (yang mana tidak mungkin banget kejadian), nanti Anda kangen lho berinteraksi dengan saya karena saya jadi orang yang super sibuk.

*dikeplak sandal*

Nah kalo Anda sendiri? Rajin? Atau males? Hihihi

Radio announcer. Average in everything.

26 Comments

Terima kasih sudah baca sampai selesai. Boleh tinggalin sedikit komentar nggak? Nanti saya kunjungi balik deh. Link Hidup akan dihapus ya.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: