Movies

Little Miss Sunshine [Movie Review]

Yuk nonton film absurd lagi…

little-miss-sunshine_6Kali ini saya menonton Little Miss Sunshine. Ini adalah yang kedua kalinya nonton. Kayaknya dulu pernah juga bikin reviewnya, tapi sudah lupa kemana hasil tulisannya. Ngomong-ngomong, saya senang nonton film drama dengan karakter absurd yang berkumpul dalam satu keluarga. Walaupun kurang tepat disebut sebagai keluarga yang agak-agak disfungsi, tapi memang begitulah keluarga yang satu ini.

Sheryl Hoover adalah seorang ibu rumah tangga yang berjuang memastikan keluarganya dalam keadaan terurus. Sementara sang suami Richard adalah seorang penulis buku motivasi, terobsesi dengan metode 9 langkah sukses yang dia ciptakan sendiri. Dwayne anak pertama mereka berdua yang punya cita-cita menjadi penerbang di angkatan udara. 9 bulan lamanya dia memutuskan untuk berhenti bicara sampai cita-citanya tercapai. Belakangan cita-citanya tak bisa tercapai karena ternyata Dwayne buta warna. Kemudian adalah Olive, adik Dwayne yang senang sekali ikut kompetisi “pageant” dengan arahan dari sang Kakek Edwin. Nah, si Kakek ini sendiri hidupnya nggak karuan, sering menghisap kokain secara diam-diam. Ditambah mulutnya yang nggak punya aturan, ngomong seenaknya, dan mengaku kalo dia adalah Don Juan diwaktu mudanya dulu. Satu lagi karakter di keluarga absurd ini adalah saudara laki-laki Sheryl, Frank, yang seorang homoseksual pengidap gangguan jiwa setelah hidupnya berantakan karena cinta. Ceritanya dia naksir mahasiswanya sendiri, tapi si murid malah jatuh cinta dengan rekan kerja Frank, dan kemudian pihak universitas justru memutuskan untuk memberikan dana penelitian pada rekan kerjanya itu, dan saat itulah dia kehilangan kewarasan, dan pekerjaannya sebagai seorang dosen.

Suatu hari Sheryl menjemput Frank dari rumah perawatan untuk dibawa pulang. Ketika semua orang berkumpul untuk makan malam, Olive mendapat kabar dari bibinya kalau dia lolos sebagai salah satu finalis dari pemilihan ratu cilik bernama Little Miss Sunshine yang akan diadakan di sebuah hotel bernama ventura yang letaknya ada di Rodondo Beach California.Karena tempat tinggal mereka di New Mexico, yang jauh dari California maka mereka memutuskan untuk pergi dengan mengendarai Volkswagen tua milik Richard. Sebenarnya Richard, Dwayne dan Frank tak ingin pergi, tapi mereka akhirnya memutuskan untuk mendukung Olive dalam kompetisi itu.

Banyak kejadian lucu yang dialami oleh keluarga ini selama perjalanan. Mulai dari mobil yang ngadat dan harus didorong dulu sebelum bisa melaju di jalanan, Frank yang ketemu dengan mahasiswa dan saingannya di sebuah toko saat dia sedang membeli majalah porno yang dipesan oleh Edwin, sampai klakson mobil yang error dan berbunyi sendiri tanpa dipencet. Setelah mampir di sebuah hotel untuk bermalam, Richard yang sedang menunggu kabar dari penerbitnya harus menerima kenyataan kalau bukunya tentang metode 9 langkah menjadi orang sukses tidak akan diterbitkan.

Richard merasa putus asa, tapi tak menyerah pada hidupnya, meskipun Sheryl merasa cemas akan masa depan finansial keluarga mereka. Nggak hanya sampai disana, ketika pagi hari tiba, Edwin harus dilarikan ke rumah sakit setelah jantungnya mengalami gangguan karena konsumsi kokain yang berlebihan. Setelah dirawat beberapa saat Edwin pun meninggal dunia. Pengurus pemakaman meminta mereka untuk mengurus surat kematian dan segala macam prosesi pemakaman. Tapi karena diburu waktu mereka terpaksa mencuri mayat Edwin dan melewati perbatasan negara bagian. Dengan dibungkus kain putih, jenazah Edwin diletakkan di bagazi belakang. Masalah hampir datang ketika mobil mereka dihentikan oleh polisi setelah klakson yang tak mau berhenti berbunyi. Beruntung, polisi menemukan majalah porno yang disimpan di bagasi, dan ternyata dia adalah pecandu pornografi. Mereka pun terbebas dari masalah dan harus mengejar waktu sebelum waktu pendaftaran ulang kontes ditutup oleh panitia.

Tiba di hotel ventura dan terlambat 5 menit, Olive hampir saja tak bisa mengikuti kontes kalau tidak menerima bantuan dari salah satu staf yang bekerja untuk kontes tersebut. Olive pun tampil mempertunjukan bakatnya sebagai kontestan yang mewakili Alberqueque New Mexico. Saat tampil menari seperti yang diajarkan oleh Kakeknya, Olive malah menari dengan gerakan erotis dan menimbulkan kehebohan diatas panggung. Ketua panitia menyuruh MC untuk menghentikan aksi Olive tapi dihalangi oleh Richard dan anggota keluarganya yang lain. Dan mereka pun menari diatas panggung. Karena menimbulkan kekacauan, Olive pun didiskualifikasi dari kontes dan dilarang untuk mengikuti kontes serupa di seluruh negara bagian California. Dan mereka pun pulang ke New Mexico dengan pengalaman baru.

Little Miss Sunshine adalah film sederhana yang sarat dengan banyak pesan. Disampaikan melalui tokoh-tokoh utamanya pesan yang bisa ditangkap adalah tentang perjuangan dan tak mudah menyerah, kemudian bagaimana menjadi diri sendiri yang tak harus sesuai dengan pakem yang ditetapkan oleh orang lain, dan keluarga yang harus saling mendukung satu sama lain.

Film ini juga menampilkan sesi kontes kecantikan untuk anak-anak yang masih menjadi kontroversi di tengah masyarakat. Satu sisi mendukung kontes ini sebagai salah satu ajang untuk mengembangkan bakat anak-anak, tapi disisi lain banyak yang mencibir kontes semacam ini sebagai ajang eksploitasi anak yang tidak sesuai dengan usia mereka. Dibeberapa adegan ditampilkan situasi belakang panggung dimana kontestan sedang melakukan persiapan sebelum naik panggung. Ada yang sedang disemprot tanning, hair spray berlebihan, dan semua hal yang terasa too much untuk ukuran anak-anak. Dan secara tidak langsung film ini juga mengkritik tentang pelaksanaan pageant untuk anak-anak.

Nggak dipungkiri kalau Little Miss Sunshine adalah tentang karakter Olive yang dimainkan dengan apik oleh Abigail Breslin yang kebetulan juga angkat nama lewat film berbujet 8 juta dollar ini. Tapi peran aktor dan aktris macam Toni Colette, Greg Kinnear, Alan Arkin, Paul Dano dan Steve Carell juga nggak bisa dianggap hanya sebagai sampingan.

Film drama dengan label konyol dan absurd boleh disematkan pada Littel Miss Sunshine. Meski tak bisa bikin saya tertawa terbahak-bahak (karena film ini toh bukan film komedi) tapi setidaknya bisa membuat saya tersenyum bahagia karena tingkah para karakternya.

Radio announcer. Average in everything.

Terima kasih sudah baca sampai selesai. Boleh tinggalin sedikit komentar nggak? Nanti saya kunjungi balik deh. Link Hidup akan dihapus ya.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: