Dunia Radio

Apakah Setiap Orang Bisa Jadi Penyiar?

BISAAAA! PAKE BANGET!

~ nggak santay ~

itu kalo dilihat dari kacamata saya yang jadi Announcer By Accident, bukan karena emang  niat daftar dan percaya diri kalo saya bisa siaran.

Sekedar flashback (lagi) sejarah terjun ke dunia radio. Awalnya dari denger radio. Emang pengen sih siaran, kayaknya seru. Tapi karena tahu kalo suara saya kecil dan lembut (tsah!) saya sadar diri. Cukup jadi pendengar dan telepon minta lagu. Itu saja sudah seneng banget. Eh, suatu saat setelah lulus SMA, malah ditawarin kerja di radio karena ada salah seorang penyiar handal mereka mau keluar. Dan disinilah saya sekarang.

Makanya, kalau melihat dari kacamata saya, saya pasti akan bilang kalau semua orang bisa siaran. Sepanjang Anda tidak mengalami kesulitan bicara seperti (maaf) tuna wicara atau keadaan dimana instrument mulut Anda tidak bekerja secara maksimal karena satu dan lain hal.

Dalam keadaan normal seperti kondisi kebanyakan, semua orang bisa siaran dan jadi penyiar.

Hanya sajaaaa, tentu radio tidak akan sembarangan mencari sumber daya untuk dipekerjakan sebagai salah satu ujung tombak di perusahaan mereka. Mereka pasti punya semacam ukuran dan kriteria untuk menentukan apakah seseorang akan diterima atau tidak.

Lihat saja, ketika lowongan kerja dibuka, semua orang yang merasa masuk kriteria dan tertarik, pasti akan mendaftar. Tapi tidak semuanya diterima kan? Biasanya pihak radio akan melakukan penyaringan berdasarkan administrasi. apakah sudah sesuai dengan syarat atau belum, yang berikutnya ada tahap screening lainnya. Yang standar dilakukan adalah mengambil sampel suara. Nantinya akan dicari vocal yang sesuai dengan keinginan radio. Misal seseorang menganggap suaranya oke tapi nggak sesuai dengan apa yang dicari, ya biasanya sih nggak diterima.

Jadi dengan kondisi seperti itu, gimana donk kesimpulannya?

Suatu saat, saya pernah menjadi juri sebuah lomba penyiar tingkat SMA yang diselenggarakan oleh sebuah kampus di Semarang. Ada satu peserta, cowok, yang pas simulasi siaran LUCU BANGET! Suaranya medok Semarangan luar biasa dan how to deliver nya bikin saya tertawa terbahak-bahak. Terus pada saat penilaian saya tanya kedia apakah dia memang tertarik jadi penyiar? dia jawab iya.

Mau jadi penyiar? dia jawab lagi iya?

Terus saya bilang sama dia kalau gaya siarannya mengingatkan saya pada sebuah radio local di kampung saya. Bukan radio komersial yang udah gede sih, cuma radio “seneng-seneng” yang entahlah resmi atau tidak, tapi yang pasti penyiar-penyiarnya sama seperti si anak ini. Dan saya seneng denger radio ini kalo pas pulang kampung. Saya juga bilang kalo kamu mau jadi penyiar kamu harus terus latihan dan nyari radio yang sesuai dengan vocal kamu nantinya. semua orang bisa siaran! semua orang bisa jadi penyiar!

Itu bukan pereuz. Tapi saya mencoba membangkitkan semangatnya untuk terus berusaha sebaik-baiknya, kalau memang tetap ingin jadi penyiar.

Bukan tidak mungkin kan kalau kelak dia akan jadi penyiar radio dangdut? Siapa tahu?

Saya sih masih percaya kalau setiap orang bisa siaran. Setiap orang bisa jadi penyiar, sesuai dengan kategori masing-masing. Tapi memang, harus punya gabungan dari Passion, Latihan dan Praktik, juga kesempatan yang diberikan kepada orang-orang seperti ini. Walaupun pada akhirnya nggak direkrut di Radio yang satu, mungkin bisa di tempat lain.

No Responses

Terima kasih sudah baca sampai selesai. Boleh tinggalin sedikit komentar nggak? Nanti saya kunjungi balik deh. Link Hidup akan dihapus ya.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: