Flash Fiction Day #9 : Menanti Lamaran

Sebagai wanita usia 30 tahunan Ria sudah layak untuk menjadi seorang istri. Tidak terlalu cantik, tapi juga nggak jelek-jelek banget. Kerjaan mapan sebagai salah satu staff di sebuah perusahaan ekspor impor bonafid di Semarang juga seharusnya menjadi modal untuk membuka hubungan dengan banyak pihak, termasuk pria-pria ideal yang potensial menjadi pendampingnya. Tapi entah apa yang salah.

Seharusnya tidak ada yang salah. Ria masih normal. Masih suka lelaki. Masih suka heboh jika melihat sosok pria tinggi, putih, rapi, berbadan bagus, sepi di atas tapi ramai di samping. Maksudnya : Botak dan Berewokan. Ah, imajinasi terliar Ria pasti bisa mengalahkan cerita stensilan tulisan Annie Arrow sekalipun.

Tapi yang seperti itu hanya khayalan. Kalau bukan sudah punya istri atau playboy, pria semacam itu pastilah gay. Nggak doyan perempuan.

Suram. Begitu status twitter Ria siang ini. Oh, BBM juga. Dan facebook. Karena semuanya harus terintegrasi. Satu status untuk semua. Dan kemudian banyak pesan bermunculan. Di BBM, reply di twitter, atau sekedar komentar menggoda di facebook.

“Apanya yang suram ceuk? muka atau masa depan yang suram? wkwkwkwkwk” tulis satu temannya yang entah siapa dia karena Ria hanya sekedar approve supaya terlihat lebih banyak teman di facebook.

“Nggak makan siang Mbak?” suara Soimah, office girl kantor mengagetkan Ria yang sedang bertopang dagu dengan bibir setengah manyun.

Ria menggeleng pelan. “Ntar deh..lagi nyiapin berkas dulu buat Bu Rossi,”

“Oooh,” ucap Soimah pelan. Dia pun berlalu.

Bahkan memikirkan jodoh pun bikin Ria nggak nafsu makan.

telepon interkom menyala

“Bu Rossi” batin Ria.

Ria mengangkat telepon itu.

“Ya Bu?”

“Ria, berkas lamaran untuk staf marketing yang baru segera bawa ke meja saya ya?”

“Baik bu,”

Ria menutup telepon. Dengan sigap dia membawa setumpuk map dan amplop coklat yang diminta oleh kepala personalianya.

Wajahnya cemberut. Tangannya mengetikkan sesuatu di BBnya. Ganti status.

“Tiap bulan nyortirin lamaran kerja. Lha aku kapan dilamarnya? Grr!!”

Send.

Dan statuspun nongol di twitter, terintegrasi ke BBM. Dan kemudian Facebook.

Author: nunoorange

Radio announcer. Average in everything.

Terima kasih sudah baca sampai selesai. Boleh tinggalin sedikit komentar nggak? Nanti saya kunjungi balik deh. Link Hidup akan dihapus ya.

%d bloggers like this: