Pengalaman Seru Kirim Pecah Belah Via JNE

Ini adalah cerita pengalaman saya kirim pecah belah via JNE…

Jujur saja ketika diajakin temen ikut Giveawaynya Mbak Pungky Prayitno buat cerita soal pengalaman bareng JNE, saya agak ragu. Soalnya selama ini saya enggak pernah ngirim barang pake JNE. Tapi, sering banget terima barang yang dikirim via kurir JNE lho. Maklum, saya bukan pelaku usaha online. Saya hanya seorang pembeli yang beberapa kali belanja dan barangnya dianterin pake jasa JNE. Jadi kalo mau cerita pengalaman seru kok agak bingung juga ya? Hehehe.

Tapiiiii, beberapa hari lalu akhirnya saya punya pengalaman seru seputar kirim mengirim barang lewat JNE. Ceritanya, Mbak Vania – salah satu teman dari Indonesian Food Blogger yang berdomisili di Jakarta, nitip beliin cangkir keramik di Sango yang lokasinya ada di Johar sana. Karena udah nyari dan nggak nemu di mana-mana, Mbak vania dapat info kalau barang yang dicari ada di Sango. Berangkatlah saya ke tokonya Sango. Eh, beneran ada tuh barang. Kebetulan juga stok warna yang diinginkan tinggal 1. Sayang, ternyata belinya harus 1 set lengkap dengan piring dan mangkoknya. Padahal Mbak Vania hanya butuh cangkirnya aja buat properti foto. Oh ya, Mbak Vania ini adalah seorang food photographer profesional yang emang butuh props lucu-lucu buat “perlengkapan perang” beliau. Nah kali ini yang dibutuhkan adalah cangkir bertekstur embossed berwarna pink.

Setelah melaporkan hasil buruan saya ke Mbak Vania, ternyata beliau juga kepincut dengan warna lainnya. Jadilah saya beli 2 Dinner Set sesuai dengan pesanan. 1 warna merah muda dan 1 lagi warna hijau. Kesenangan karena berhasil menemukan barang yang dicari tidak bertahan lama. Karena yang terjadi berikutnya adalah saya bingung saudara-saudara!

Kirim Pecah Belah Via JNE

Kenapa Bingung?

Yang bikin saya bertanya-tanya adalah gimana cara ngirimnya ke Jakarta tanpa mengalami kerusakan ya? Bahkan ketika tahu kalau barang ini harus dikirim ke luar kota si Mbak yang jaga di Sango pun jadi ikutan bingung, secara selama ini nggak pernah ada yang ngirim keramik via paket karena resikonya yang besar. Si Mbak mengira kalau saya akan membawanya dengan mobil pribadi ke Jakarta.

Saya pun harus berkonsultasi lagi dengan Mbak Vania soal masalah ini. Bagaimanapun juga yang namanya resiko barang rusak pasti akan dialami mengingat jenis barangnya yang bersifat pecah belah. Mbak Vania bilang, ”Dikirim via JNE aja, nanti disana petugasnya tahu kok soal pengiriman barang pecah belah yang aman”.

Ya sudah, karena pembeli paham resikonya saya pun berangkat ke kantor pusat JNE yang ada di Jalan Kumudasmoro Tengah Semarang untuk mengirimkan paket tersebut. Apakah masalah sudah selesai? Oh belum saudara-saudara! Karena ternyata di sana pun saya kembali pusing tujuh keliling. Petugas yang melayani juga terlihat agak takut-takut gitu saat tahu barang saya kirim adalah dinner set dari keramik. Bukan apa-apa, saya yakin JNE sih gampang-gampang saja menerima barang dan mengirimkannya, tapi karena demi mempertahankan kualitas layanan, pihak JNE juga merasa wajib memberitahu resikonya kepada konsumen.

Mbak Okky, petugas yang melayani saya waktu itu berusaha mencari tahu layanan apa yang aman untuk jenis barang seperti ini. Biasanya sih layanan pengiriman standar paket untuk keramik atau pecah belah adalah full packing kayu. Tapi karena yang dikirim berat banget dan jumlahnya banyak, Mbak Okky pun harus berkonsultasi dulu dengan bagian pengiriman.

Tadinya sih saya memilih jenis layanan YES atau Yakin Esok Sampai. Tapi untuk jenis barang seperti ini ternyata tidak disarankan mengingat YES menggunakan sarana transportasi dari pihak ketiga yaitu pesawat terbang. Resiko rusak akan lebih besar jika dikirimkan melalui pesawat karena petugas di bandara pasti akan kesulitan mengidentifikasi barang yang segitu banyak dan resiko untuk tumpang tindih bisa menyebabkan barang rusak.

Dan setelah sekian lama berkonsultasi, saya sepakat memilih layanan Reguler saja sesuai saran Mbak Okky. Pertimbangannya, barang akan dikirimkan lewat transportasi darat dengan mobil milik JNE. Pengiriman lewat darat seperti ini bisa lebih meminimalkan resiko kerusakan karena ditangani langsung oleh petugas JNE. Akhirnya barang dipacking dengan bubble wrap lalu dibungkus dengan full kayu dan dikirimkan via darat sesuai standar.

Emang sih, waktu tempuhnya jauh lebih lama dibandingkan layanan YES, tapi Mbak vania juga tidak keberatan. Yang penting barang sampai dengan selamat.

The Funny Story…

Ada cerita lucu juga sih soal pengiriman barang ini. Karena saya emang nggak pernah kirim-kirim paket  ke luar kota, apalagi barang seberat dinner set itu, saya pun agak kaget dengan ongkirnya. Ternyata ongkirnya lebih gede dibandingkan harga barangnya itu sendiri ya? Hahaha. Mohon maklum lah saya kaget, soalnya ini emang pertama kali buat saya kan?

Ya sebenarnya nggak mahal-mahal banget sih untuk ukuran jenis pecah belah yang beratnya 10 kilo. Cuma karena packingnya yang maksimal akhirnya barang kena tarif dengan hitungan yang berbeda. Total berat barang dikali 2 lalu dikalikan dengan ongkir standar per kilo, ditambah dengan biaya packing kayu. Begitulah kira-kira. Demi keamanan sih saya kira nggak masalah. Cuma agak rada nyesel juga kenapa saya ngirimnya nggak dari tanggal 26-27 Oktober ya? Kan saat itu ada HARBOKIR alias Hari Bebas Ongkos Kirim ke 55 kota di seluruh Indonesia untuk layanan REG, OKE, dan YES dalam rangka ulang tahun JNE yang ke 26. Kan lumayan ya? Hihihi. Eh tapi kayaknya punya saya tetep kena biaya penuh ding, soalnya lebih dari 2 KG. Tapi lumayan juga lho kalo lain waktu ada program beginian lagi. Ya kan?

Bagaimana kondisi barangnya setelah sampai?

Singkat kata singkat cerita, setelah ditunggu-tunggu beberapa hari kemudian, akhirnya barangnya sampai juga ke tangan Mbak Vania yang ada di Jakarta. Beliau mengabarkan kalo barang diterima dalam kondisi baik, meskipun setelah dicek, ada 1 piring ukuran sedang yang pecah, tapi 19 item lainnya selamat sehat wal afiat. Alhamdulillah, saya lega banget! Akhirnya penantian selama beberapa hari berujung manis. 1 piring yang pecah itupun masih disimpan karena menurut Mbak Vania masih berguna untuk props, tinggal nanti cari angle yang pas supaya enggak kelihatan.

Buat saya layanan JNE Express kali ini sudah memuaskan. Saya dan Mbak Vania sudah tahu resikonya dan petugas dari JNE sudah menjelaskan dengan cukup rinci. But overall, barang sampai dengan selamat sampai tujuan dan itu prestasi banget! Kekhawatiran saya pun akhirnya sirna.

Saya masih punya 1 dinner set lagi nih yang belum dikirim. Rencananya bulan Januari nanti baru akan dikirim ke Mbak Vania. Kalau yang kemarin warna pink, kali ini yang warna hijau bakal masuk ke pengiriman berikutnya. Semoga yang ini juga selamat sampai tujuan dan JNE bisa mempertahankan prestasinya ya? Ah, pokoknya senang deh. Permohonan saya supaya JNE menjaga barang saya dengan baik ternyata dipenuhi. Terima kasih ya.

Itulah Cerita Baik Bersama JNE versi saya. Semoga layanan JNE Express makin baik ke depannya. Oh iya, tadi siang saya juga terima paket yang dikirim via JNE lho. Satu buah smart band hadiah dari lomba di Instagram beberapa waktu lalu, dan sepaket sendok lucu oleh-oleh dari Korea kiriman Mbak Anne yang habis pulang berlibur dari sana. Keduanya diterima dalam keadaan baik juga, selamat sampai ke tangan saya.

Terima kasih JNE! Keep Up The Good Work!

Kirim Pecah Belah Via JNE

18 comments on “Pengalaman Seru Kirim Pecah Belah Via JNE”

  1. Wahahaha akhirnya melok juga lombane yooo. Iya paling pusing kalo kirim barang pecah belah apalagi sebanyak itu. Au paling banter kirim pecah belah mug siji til. Diuntel2 karo koran sing rodok kandel, insyaAlloh aman.

    • Nah itu Mak Irit…makanya si Mbak JNE nya juga bingung. Saya apalagi. Tapi untunglah sesi yang ini sudah lewat dengan manis. Tinggal tunggu pengiriman selanjutnya, semoga juga aman.

  2. Harbokir berlaku untuk pengiriman dalam kota Mas.
    Oia, sampai saat ini saya mempercayakan pengiriman yang cepat dan aman via JNE.
    Kalo untuk barang yang berat saya pakenya cargo maskapai penerbangan. 😀

Terima kasih sudah baca sampai selesai. Boleh tinggalin sedikit komentar nggak? Nanti saya kunjungi balik deh. Link Hidup akan dihapus ya.

Copyright Nuno Orange 2017
Tech Nerd theme designed by Siteturner
%d bloggers like this: