Pay It Forward : Teruskan Kebaikan Yang Sudah Kau Terima

Ada kesurupan setan apa pagi-pagi seorang Nuno udah update blog dan nulis soal kebaikan pada sesama? Ha! 😀 Enggak sih, tiba-tiba saja terinspirasi dari sebuah video yang saya lihat di Yahoo! pagi ini tentang Pay It Forward. Lalu iseng mau nulis sedikit saja, sekalian buat ngilangin gondok karena email ke agensi tak kunjung dibalas. Sudah lah ya, ga usah ditagih lagi dan setel moda relakan saja.

Anyway, video yang kumaksud bisa ditonton di sini. Tapi kalau males ngeklik ya sedikit saya ringkas aja. Isinya tentang seorang tunawisma yang mendapatkan kejutan dari seorang Doktor karena perbuatan baiknya. Si tunawisma ini menemukan sebuah cek yang isinya 10 ribu dollar Amerika, dan ternyata milik di Doktor ini.

Nah, kebetulan momen-nya pas Thanksgiving, si Doktor yang kehilangan cek-nya dan mendapatkannya kembali memberikan “imbalan”- yang sebenarnya juga nggak diharapkan oleh si tunawisma tadi. Kejutan imbalannya nggak main-main. Selain mendapatkan kesempatan untuk mendapatkan pendidikan yang lebih baik supaya mandiri, si tunawisma ini juga mendapat rumah tempat tinggal supaya dia nggak tinggal di jalanan.

Selain itu dia juga berkesempatan mengikuti wawancara kerja supaya kehidupannya jadi lebih baik. Ada satu hal yang kemudian menginspirasi saya untuk menulis tentang ini. Si Doktor berpesan kepada si tunawisma supaya kelak kalau kehidupannya sudah membaik, atau saat dia punya kesempatan untuk jadi orang sukses, jangan lupa untuk meneruskan kebaikan yang sudah dia terima ke orang lain. “Pay it forward,” begitu kata si Doktor ini.

Pay It Forward

Pay It Forward adalah sebuah gerakan yang mungkin sudah populer sejak tahun 2000. Ada sebuah film yang dibintangi oleh Haley Joel Osment yang bercerita tentang kisah seorang anak bernama Trevor yang ingin mengubah dunia menjadi tempat yang lebih baik. Berawal dari tugas gurunya, Trevor mempunyai rencana untuk membuat program jejaring yang bertujuan menebarkan kebaikan. Satu orang yang menerima kebaikan dari orang lain, harus melanjutkan kebaikan yang dia terima ke 3 orang lainnya.

Berangkat dari konsep itu, Pay It Forward menjadi sebuah gerakan di jaman milenium seperti sekarang yang mungkin coverage-nya nggak banyak kita tahu, tapi ternyata masih banyak dilakukan.

Konsep sederhana demi meubah dunia menjadi tempat yang lebih baik. Muluk-muluk? Mungkin iya. Tapi bukan sesuatu yang nggak mungkin kali ya?

From Oprah

Saya sendiri pertama mengenal tentang istilah ini dari tontonan Oprah Winfrey Show jaman masih tayang di Metro TV dulu. Ada seorang anak yang terinspirasi dari film tersebut dan mengumpulkan recehan demi recehan untuk disumbangkan ke sebuah badan amal. Mungkin inilah cikal bakal dari gerakan “Koin untuk ….” kali ya? Tapi yang masih saya ingat, si bocah ini tergerak mengumpulkan koin receh tersebut juga karena merasa dia mendapatkan banyak kebaikan dari orang lain sehingga merasa perlu untuk meneruskannya.

Isn’t it great? Coba bayangkan kalo kita semua bisa begini. Make a world peace? maybe not. But make a world be a better place, bisa jadi.

Dan video pagi ini mengingatkan soal gerakan itu. Sambil ngetik, saya jadi mengingat-ingat, kebaikan apa saja yang belum saya teruskan ke orang lain yang membutuhkan? Kebaikan apa saja yang diberikan orang pada saya dan masih mandeg di saya dan ga lanjut ke orang lain?

You may say i’m a dreamer, but i’m not the only one

Begitulah penggalan lirik dari mendiang John Lennon lewat lagu Imagine-nya. Iya, harapan buat dunia yang lebih baik emang terkesan utopis dan mimpi di siang bolong. Tapi bukan kita sendiri saja yang punya mimpi itu. Karena di luar sana juga masih banyak orang dengan mimpi yang sama.

pay it forward

Makanya nggak pernah lelah Ellen DeGenerres bilang “Be kind to one another” tiap kali menutup acara bincang-bincangnya. Intinya sih buat ngingetin, karena jujur aja saya juga masinh sering jahat sama orang lain. Hahaha. Tapi ya gitu, kalau punya kesempatan berbuat sesuatu yang baik ya lakukan saja. Karena kita nggak pernah tahu kapan dan dalam bentuk apa kebaikan itu akan berbalik pada kita.

Kalaupun tidak, nggak apa-apa. Percaya saja, kebaikan yang kita lakukan dan menghasilkan sesuatu yang baik untuk orang lain, itu saja sudah cukup.

Maybe we far away from making a world be a better place, but at least we made our life better. And oh, saya punya sebuah video yang diambil dari youtube tentang Pay It Forward. Ada banyak video macam begini di sana dan saya ambil salah satunya ya.

 

https://www.youtube.com/watch?v=GJeWFoKZ63U

Related posts

Leave a Comment