Foods

Nasi Biryani

Sebelumnya mohon maaf untuk semua, karena postingan ini seharusnya diberi label “BASI BANGET”. Apa pasal? Soal Nasi Biryani yang akan saya tulis disini adalah subjek yang sudah lewat sejak lebaran Haji tahun lalu. Pertanyaan lainnya adalah kenapa baru diposting sekarang?

Ada beragam alasan : Malas. Malas. Malas. Lupa. Hehehe.

Eh, tak bisa dibilang malas juga dink, karena keinginan untuk memposting resep nasi Biryani ini didasari karena menu sarapan kiriman dari seorang pendengar untuk rekan penyiar yang bertugas pagi ini. Jadi tiba-tiba teringat kalau saya belum pernah memposting resep Nasi Biryani ini.

Bukan sebuah kewajiban, akan tetapi lebih pada sebuah dokumentasi. Jika suatu saat nanti saya membutuhkannya lagi kan tidak harus repot mencari-cari. Resep ini pun pemberian dari Mbak Arni, salah seorang member Indonesian Food Blogger. Kebetulan resepnya dishare di grup menjelang lebaran idul Adha. Jadi momennya pas sekali.

Sedikit mengenai Biryani sendiri. Nama ini berasal dari bahasa Persia yang pada zaman dahulu sering digunakan oleh orang-orang di beberapa bagian di wilayah India, Turki, dan Mughai. Penggunaan bahasa ini tidak lepas dari pengaruh kekaisaran dinasti Persia di Asia Tengah. Ada satu teori yang mengatakan bahwa Biryani berasal dari kata BIRINJ, yang dalam bahasa Persia berarti Beras. Namun ada juga yang berpendapat bahwa Biryani berasal dari kata Biryan atau Beriyan yang berarti menggoreng atau memanggang.

Asal usul nasi biryani sendiri sepertinya tidak pasti. Menurut catatan sejarah, beberapa variasi nasi biryani berkembang di wilayah penduduk yang beragama Islam di India Utara tepatnya di sekitar Delhi. Namun nasi ini juga berkembang di wilayah selatan seperti di Telangana dan Tamil Nandu. Sampai sekarang asal usul nasi Biryani sendiri masih simpang siur.

Sebagai pecinta kuliner asia sejati, Anda pasti sudah pernah mencoba Biryani. Sepintas nasi ini memang mirip dengan makanan lain yang bernama Pilaf atau Pulao. Hanya saja ada perbedaan diantara keduanya. Seorang penerjemah bahasa asal Kanada yang sekaligus pemerhati kuliner India Colleen Taylor Sen membuat daftar yang berisi 3 hal yang membedakan antara Biryani dan Pulao yaitu :

  1. Biryani biasanya adalah makanan utama dari beragam sajian yang ada, sedangkan Pulao bisa dikatakan sebagai sajian tambahan yang menemani hidangan utamanya.
  2. Pada Biryani, nasi dan daging dimasak terpisah sebelum kemudian ditumpuk menjadi lapisan demi lapisan hingga kemudian disajikan. Sedangkan Pulao adalah sajian tunggal dalam satu wadah dimana beras dan daging direndam dalam cairan berbumbu hingga cairan meresap. Meskipun begitu, beberapa peneliti lain mengatakan bahwa Pulao bisa juga dimasak secara terpisah, antara beras dengan dagingnya sampai kemudian dicampur dan dimasak dengan teknik Dum Cooking atau dimasak dalam wadah tertutup dengan api yang sangat kecil dalam waktu yang lama.
  3. Biryani memiliki citarasa bumbu yang lebih rumit dan kuat dibandingkan dengan Pulao. Menurut penulis Abdul Halim Sharar inilah yang membedakan diantara keduanya. Rasa kari dalam Biryani lebih kuat karena penggunaan bumbu yang lebih banyak.
                                                                                                                              Pilaf/Pulao

Sumbernya dari sini

Nah, pagi ini ketika makan Biryani saya jadi ingat sama hasil masakan beberapa bulan yang lalu, saat pasokan daging kambing dan sapi cukup melimpah di rumah. Karena banyak daging, maka varian Biryani yang mungkin dibuat adalah Mutton Biryani (Biryani kambing) dan Beef Biryani (Biryani Sapi). Tapi karena saya pecinta daging kambing, maka siang itu saya membuat Mutton Biryani.

Salah satu bahan yang seharusnya ada dalam pembuatan Nasi Biryani adalah Basmati Rice atau Long Grain Brown Rice. Beras ini berbeda dengan beras yang biasa kita jumpai di Indonesia. Ukuran bulir beras Basmati lebih panjang dengan dimensi yang “lebih ramping”. Dan kebanyakan Basmati memang disuplai oleh India. Bahkan menurut catatan, tahun 2014 India berhasil menguasai 65 persen distribusi beras Basmati di seluruh dunia.

                                                                               Basmati yang sebelah kanan

Hanya saja sayang, saya tidak bisa mendapatkan Basmati di rumah karena tidak tersedia di pasar-pasar terdekat. Jadi ya terpaksa pakai beras biasa.

Inilah resep Nasi Biryani yang dibagi oleh Mbak Arni beberapa bulan lalu :

  • 1 liter beras, cuci bersih
  • 500 cc air
  • 1 sdt garam
  • 250 susu segar
  • Minyak samin (saya skip karena nggak ada), seingat saya diganti dengan mentega
  • 1/4 sdt sumba kuning (saya skip) ganti dengan banyak kunyit
  • 1/2 kg daging kambing potong dadu
  • 1 cm biji pala
  • 5 cm kayu manis
  • 5 butir cengkeh
  • 3 butir kapulaga
  • 1 batang serai, memarkan
  • 1 lt air

Bumbu yang dihaluskan

  • 10 siung bawang merah
  • 5 siung bawang putih
  • 2 sdm ketumbar
  • 1 sdm merica
  • 1 sdt jintan
  • 1/4 sdt adas
  • 2 cm jahe
  • 2 cm kunyit
  • 1/4 kg tomat merah
  • garam secukupnya

Untuk taburan

  • Kacang mete goreng (skip, nggak ada)
  • Kismis (skip, ga suka)
  • Bawang goreng (nggak skip karena adanya cuma ini)
  • kacang polong (skip, nggak ada juga)

kesimpulannya : cuma taburan bawang goreng :))

Cara memasaknya :

  • Kukus beras sampai setengah matang
  • Pindahkan beras dalam panci kemudian tambahkan air, garam, susu segar, 3 sdm minyak samin dan sumba kuning. Aduk dan masak sampai air terserap oleh beras. Angkat
  • Dalam wajan yang sudah dipanaskan dan diberi minyak samin, tumis bumbu hingga harum, masukkan daging, tambahkan pala, kayumanis, cengkeh, kapulaga dan serai. Aduk rata dan tambahkan air. Masak sampai daging empuk dan airnya mengering
  • Campurkan daging ke dalam adonan beras, aduk rata dan angkat
  • kukus hingga masak, kira-kira 40-50 menit
  • hidangkan dengan taburan

Dari pengalaman saya sih jika menggunakan kukusan yang berlubang, aroma bumbunya jadi agak berkurang meskipun menurut ukuran saya masih cukup wangi. Tapi saya penasaran bagaimana jika dimasak dengan magic com ya? Apakah hasilnya akan sama atau berbeda?

Tapi rasanya enak dengan taste bumbu yang kuat. Hampir mirip dengan Nasi Biryani yang pernah saya makan di daerah kauman Semarang. Ditambah dengan daging kambing yang empuk dan berbumbu, saya cukup puas dengan hasilnya. Ah, akhirnya berhasil membuat nasi Biryani sendiri di rumah, meskipun bahan-bahannya tidak terlalu lengkap.

biryani

Nah, itu dia Nasi Biryani buatan sendiri dari resep yang dibagi oleh Mbak Arni. Kapan-kapan coba lagi bikin yang varian lain dengan bahan yang lebih lengkap.

Anda suka masakan India?

Radio announcer. Average in everything.

8 Comments

Terima kasih sudah baca sampai selesai. Boleh tinggalin sedikit komentar nggak? Nanti saya kunjungi balik deh. Link Hidup akan dihapus ya.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: