Modus Penipuan Berkedok Lowongan Pekerjaan

Tulisan bertema ini mungkin sudah banyak beredar di luar sana, tapi biarlah aku membuat satu tulisan berdasar pengalaman seorang teman yang hampir saja jadi korban modus penipuan berkedok lowongan pekerjaan seperti ini.

Modus Penipuan Berkedok Lowongan Pekerjaan

Suatu hari temanku bercerita kalau dia baru saja mendapat email panggilan kerja dari PT Holcim yang memberitahukan kalau dia lolos verifikasi untuk lanjut ke tahap berikutnya. Kebetulan siangnya di hari yang sama dia memang mengirim aplikasi lamaran pekerjaan ke sebuah situs yang beralamat di www.indeed.com untuk posisi sebagai administrasi. Aku sendiri agak kurang familiar dengan namanya. Belakangan aku cari tahu ternyata situs yang bersangkutan memang situs pencari kerja.

Singkat cerita dia kasih lihat isi emailnya dan saat itu aku ikut seneng dengan lolosnya dia ke tahap berikutnya. Siapa sih yang nggak seneng dapat panggilan kerja? Siapapun juga pastinya bakal excited banget lah. Tapi mungkin inilah yang dimanfaatkan oleh para penipu yang memanfaatkan situs pencari kerja dan nama besar perusahaan di Indonesia untuk mengeruk keuntungan pribadi.

Bagaimana kami tahu ?

Beberapa saat kami berdua percaya kalau panggilan kerja itu benar adanya. Tapi kemudian email-email serupa berdatangan. Isinya sama yaitu panggilan kerja di perusahaan ternama (dan kebetulan temanku apply surat lamaran kerja ke banyak perusahaan itu). Dari sana dia mulai curiga dan mungkin Tuhan masih sayang sama dia. Cari tahu lah dia ke situs resmi PT Holcim. Di sana ada artikel tentang “Waspada Penipuan” yang isinya adalah modus si penipu yang menggunakan nama PT Holcim dengan modus membuka lowongan pekerjaan.

Yang membuat kami sadar bahwa panggilan kerja itu abal-abal adalah dalam email tertulis bahwa si pencari kerja wajib mendatangi perusahaan Tour & Travel yang ditunjuk sebagai mitra dan melakukan pemesanan tiket pesawat semua biaya akomodasi dan tetek bengek lainnya termasuk uang pemesanan tiket nanti akan diganti oleh perusahaan. Siapa yang nggak tergiur, coba?

Nah, padahal di situs resmi Holcim tertulis (kurang lebih) bahwa setiap proses penerimaan calon karyawan semua biaya akomodasi mulai dari transport dari kota asal ke tempat pelaksanaan tes hingga penginapan ditanggung sendiri oleh calon karyawan.

Dari 1 hal ini saja kami tahu bahwa ada yang salah dengan panggilan kerja yang dikirimkan oleh si oknum penipu ini. Dan benar saja, dari sekian banyak surat panggilan kerja yang datang, semuanya sama, yaitu menyebutkan bahwa biaya akomodasi akan ditanggung perusahaan. Selain itu nama perusahaan tour & travel yang diklaim bermitra pun berganti-ganti.

Mengenali ciri panggilan kerja abal-abal

Jadi korban PHP memang enggak enak, tapi bayangkan saja kalau temanku ini terjebak dalam permainan para penipu yang memanfaatkan psikologis seorang pencari kerja yang sudah bermimpi muluk-muluk untuk bisa kerja di perusahaan bonafit? Sudah jatuh tertimpa tangga. Sudahlah pula belum punya kerjaan, malah jadi korban penipuan. Kasihan banget kan?

Selama beberapa hari kemudian surat panggilan kerja itu masih berdatangan dan aku dikasih lihat sama dia. Kami berdua cuma bisa geleng-geleng kepala dengan kreatifitas para penipu yang boleh jadi memang setingkat dewa, tapi sayang kreatifitas ini digunakan untuk merugikan orang.

Berikut ini beberapa hal yang jadi ciri surat panggilan kerja yang berpotensi penipuan :

  1. Surat dikirim melalui email dan berjarak tidak lama setelah pengajuan surat lamaran. Dalam kasus temenku ini hanya dalam hitungan jam saja.Modus Penipuan Berkedok Lowongan Pekerjaan
  2. Surat berisi panggilan tes kerja dengan disertai nama-nama kandidat calon pekerja (bisa jadi fiktif, bisa jadi itu nama korban penipuan yang lain, aku nggak tahu)
  3. Selain itu tertera juga tanggal, detil waktu dan tempat pelaksanaan tes lengkap dengan rundown-nya segala.
  4. Permintaan pemesanan tiket ke perusahaan Tour & Travel yang ditunjuk sebagai mitra dan hanya boleh melakukan pemesanan tiket pesawat melalui perusahaan tersebut.
  5. Beberapa dari mereka juga menyebutkan detil gaji yang akan didapatkan oleh si pelamar kerja jika berhasil menjadi karyawan. Ini juga yang menjadi magnet bagi para calon korban. Bayangin aja, iming-iming gaji 7 juta yang bakal diterima sama temen saya itu, siapa yang nggak kepengin? Kalau sudah begini biasanya suka burem deh mata dan nggak bisa ngelihat detil-detil mencurigakan yang lain.
  6. Mencantumkan CP orang yang bertanggung jawab terhadap tes tersebut lengkap dengan nomer yang bisa dihubungi. Bisa jadi jika nomer ini dihubungi, si pelamar kerja sudah masuk ke dalam jerat penipuan. Siapa tahu terjadi proses gendam di tahap ini? Kita harus waspada.
  7. Banyak kesalahan pengetikan atau typo dalam surat tersebut. Seharusnya surat resmi dari instansi yang terkemuka memerhatikan hal ini kan?
  8. Ada banyak batasan yang seakan tidak bisa didiskusikan seperti misalnya : peserta hanya boleh memesan akomodasi lewat Tour & Travel yang ditunjuk dan harus melakukan komunikasi dengan CP yang tertera lewat SMS/Telepon. Asumsiku sih duit transfernya nanti juga akan masuk ke rekening perorangan. Selain itu kandidat karyawan tidak boleh melakukan pemindahan jadwal tes dan hanya boleh menghubungi CP melalui layanan panggilan telepon.

Bisa dilihat kok…

Sebenarnya kalau mau teliti, secara kasat mata pun surat panggilan kerja ini sudah cukup mencurigakan. Format yang digunakan hampir sama dengan format surat pemberitahuan pemenang undian yang beberapa waktu lalu (bahkan sampai saat ini!) masih sering beredar.

Layout-nya kasar tempel sana tempel sini bahkan menempelkan foto direksi dan proses rekrutmen karyawan segala. Surat resmi dari instansi terkait kayaknya nggak bakal dibikin sampai segitunya deh? Lagipula, baru kali ini aku ngelihat surat panggilan kerja puanjuangnyaaaa sampai berlembar-lembar. Sepertinya bertujuan untuk membuai si pembaca bukan ya?

Bagaimana terhindar dari penipuan?

Well, bagaimanapun selalu ada celah buat para penipu untuk menjerat calon korbannya. Modus mereka selalu ada aja. Dan sayang juga di jaman serba canggih seperti ini masih banyak yang tertipu dengan cara beginian. Nggak nyalahin si korban kok, tapi ada baiknya kita melakukan beberapa hal berikut :

  1. Tetap tenang saat membaca. Senang boleh tapi jangan terlalu excited.
  2. Coba cari via situs resmi si perusahaan apakah benar perusahaan yang dimaksud membuka lowongan pekerjaan. Kalau perlu cari akun sosmed mereka dan tanyakan perihal panggilan kerja yang dimaksud untuk mendapatkan jawaban. Dalam hal ini PT Holcim sangat bagus dalam membantu temanku yang hampir saja jadi korban penipuan. Dalam situsnya juga ditampilkan informasi soal penipuan berkedok lowongan pekerjaan yang mencatut nama perusahaan mereka.
  3. Carilah lowongan pekerjaan melalui situs pencari kerja yang kredibel dan sudah bekerjasama langsung dengan perusahaan pencari tenaga kerja. Aku nggak perlu sebutin yang mana aja, tapi yang pasti situs model indeed.com ini rentan disusupi karena bersifat open source. Artinya siapa saja bisa pasang iklan lowongan kerja dan para penipu melihat situs ini bisa digunakan sebagai media untuk menjerat para calon korban.
  4. Butuh waktu bagi perusahaan melakukan verifikasi data pelamar, hampir nggak mungkin “mak bedunduk” sekarang ngelamar beberapa jam kemudian langsung dipanggil.
  5. Jangan mau kalau disuruh-suruh transfer duit entah untuk keperluan apapun juga.
  6. Jangan percaya kalau perusahaan besar masih pake akun email gratisan macam yahoo mail atau gmail buat urusan sepenting ini. Come on!

Jaman sudah canggih, segala informasi tersedia di internet meski nggak semuanya benar. Tapi setidaknya ada usaha lah untuk mencari tahu soal info beginian.

Keep in mind, perusahaan-perusahaan yang dicatut namanya (termasuk perusahaan Tour & Travel) BUKAN PELAKU PENIPUAN, nama mereka hanya digunakan untuk mengelabui calon korban.

Semoga kita terhindar dari modus penipuan macam begini dan model-model yang lain ya? Aamiin.

Author: nunoorange

Radio announcer. Average in everything.

12 Replies to “Modus Penipuan Berkedok Lowongan Pekerjaan”

  1. Wkwkw bener, semakin kreatif dan semakin membutakan model penipuan jaman sekarang. Kalau menurutku malah itu semakin mencurigakan.

    Yup, jangan kelewat bahagia, ntar jadi gak inget buat crosscheck kebenarannya…ahaha

    Makasih Mas, sudah berbagi pengalaman hampir tertipu dengan modus terbaru… 😀

  2. Lah apa hubungannya perusahaan semen ma travel yak. Masa belum apa2 udah ada dinas luar. Aku pernah juga kena tipu. Jadi diwawancara lewat telpon, aku disuruh telpin, itu trnyata nomor premium yg bayarnya muahall

  3. bener mas psikologis target/pencari lowker memang dipermainkan.
    semoga kita, keluarga dan orang-orang disekitar bisa lebih waspada dan terhindar dari godaan syaitan berwujud nyata ini. Amin
    *benerin peci*

  4. Huhuuu aku juga pernah kena jebakan itu mas. Baru2 ini malah, seminggu sebelum lebaran kemaren. *eh lebaran udah lama ya?

    Bener2 manfaatin psikolgis pencari kerja. Panggilan kerja nya dari Perum Peruri lagi, siapa yg nggak gemeteran!!

  5. ampun deh, pada niat banget ya penipu2 ini sampe bela-belain bikin draft pemanggilan panjang lebar spt di atas….bagus nih postingannya buat reminder kita semua. Bukan gak mungkin suatu saat kita berada di posisi temanmu, mas. Oh iya salam kenal yaaa

Terima kasih sudah baca sampai selesai. Boleh tinggalin sedikit komentar nggak? Nanti saya kunjungi balik deh. Link Hidup akan dihapus ya.

%d bloggers like this: