Event

Menghadiri Event Launching Listeno App

Jumat tanggal 11 September 2015 lalu saya menghadiri undangan launching app bernama Listeno di Dongeng Kopi yang ada di Jl. Wahid Hasyim No 3 Condong Catur Sleman, Jogjakarta (untuk tahu apa itu Listeno dan bagaimana mengoperasikannya, silakan klik disini). Setelah berbulan-bulan berkontribusi menjadi Voice Over akhirnya app ini rilis juga secara resmi. Walaupun porsi keterlibatan saya hanya sedikit, tapi saya senang dan bangga lho bisa menjadi bagian dari aplikasi buatan anak negeri ini.

Screenshot_2015-08-18-17-26-09

Sudah agak lupa bagaimana awalnya saya ikut ambil bagian dari Listeno. Yang pasti tawaran datang dari Mami Jeci yang awalnya ngobrol-ngobrol soal ini dan itu, dan akhirnya malah membicarakan soal project ini. Buku pertama yang saya baca adalah sebuah kumpulan cerpen berjudul Pendamping karya Ardy Kresna Crenata. Rasanya setengah mati membaca kumpulan cerpen itu. Berat! Sampai akhirnya dapat buku dongeng. Dan ternyata saya lebih menikmatinya.

Menjadi Voice Over buku dongeng adalah salah satu mimpi saya dulu. Ketika saya masih senang mendengarkan kaset sandiwara dari Sanggar Cerita Anak-Anak, saya membayangkan betapa serunya jadi salah satu pemeran sandiwara tersebut. Lalu kemudian pernah punya keinginan untuk jadi dubber. Tapi karena ogah ke Jakarta, mimpi itu pun tidak pernah jadi nyata.

Dan ketika take vocal dongeng untuk pertama kali saya merasa kalau mimpi saya dulu pelan-pelan jadi kenyataan. 😀 Berlebihan ya? Tapi ada keasyikan tersendiri ketika rekaman dongeng. Saya masih ingat ketika saya kelas 4 atau 5 SD, saya diminta mendongeng di depan anak-anak yang usianya lebih muda dari saya pada waktu itu. Yang minta adalah teman sekelas saya dengan imbalan 500 rupiah. Hahaha.

Saat itu saya duduk di sebuah kursi tinggi dengan microphone di tangan, sementara mereka duduk ramai-ramai di depan saya sambil mendengarkan saya mendongeng. Saya lupa, dongeng apa yang saya bacakan waktu itu. Tapi yang pasti saya ingat ekspresi senang mereka ketika saya bacakan dongeng. Bahkan ada di antara mereka yang bertepuk tangan.

Keasyikan mendongeng terletak pada bagaimana bisa menginterpretasikan karakter dan menggambarkan suasana dari jalan cerita dongeng yang dibaca. Saya memang masih perlu banyak belajar untuk bisa melakukan hal ini dengan lebih baik lagi.

Dan bagaimana hubungan antara menjadi voice over audio book dongeng dengan seorang dubber? Ya buat saya sih ada hubungannya, karena saat saya membacakan dongeng, saya akan berusaha untuk menjadi banyak karakter dengan suara yang berubah-ubah. Kadang saya jadi seorang raja yang bijaksana dengan suaranya yang besar berwibawa, atau seorang kakek-kakek yang suaranya sudah serak, bahkan jadi seorang nenek sihir yang jahat. Saat ini yang paling susah dan sedang terus saya pelajari adalah bagaimana menjadi seorang gadis atau wanita, karena suara saya masih belum cukup lembut meskipun sudah terdengar feminim. Hehehe. Itulah kenapa saya ngerasa kalau mimpi saya sudah jadi nyata semua! Jadi VO dongeng, jadi dubber juga! Senangnya…. ^_^

Screenshot_2015-09-15-15-28-26Kenapa saya perlu untuk meubah suara saya sesuai dengan karakter yang saya perankan? Karena saya ingin mereka yang mendengarkan juga punya bayangan tentang karakter dan suasana yang saya bangun melalui karakter suara yang berbeda-beda. Meskipun dalam audio book biasanya hanya membaca saja sesuai dengan apa yang ditulis, tapi khusus untuk dongeng ini saya punya rule sendiri dan memang pengennya seperti itu. Dan alhamdulillahnya, para petinggi di Listeno setuju dan membebaskan saya untuk berkreasi sesuai keinginan.

Dan ketika launching tempo hari salah satu dongeng saya diputar bersama dengan beberapa sample lain dari genre buku yang berbeda, yang diisi suaranya oleh teman-teman VO di Listeno. Meskipun bukan pesta launching yang meriah dan gegap gempita, tapi saya merasakan kebanggaan dan kebahagiaan ketika suara saya bisa didengarkan oleh banyak orang. Harapannya sih banyak yang mengunduh app Listeno ini dan menikmati hasil kerja saya. Huehehe…

Oh iya, dalam peluncuran resmi app Listeno yang dipandu oleh Mamen Awang Adjiewasita dan Intan Yola (2-2nya juga VO di listeno lho…), juga dijelaskan tentang apa itu Listeno, dan sejarah awal terciptanya app audio book ini. Proses kelahiran Listeno sendiri sih tergolong cepat ya? Mulai dari Desember tahun lalu, ketika Koh Avit (salah satu petinggi di Listeno) menjelaskan kenapa Listeno diciptakan, dan mengapa masih terbatas untuk para pengguna Android.

Salah satu alasan kenapa Listeno diciptakan adalah karena audio book saat ini memang sedang jadi tren di luar negeri terutama di Amerika, dan di Indonesia sendiri sudah cukup banyak audio book yang bisa di dapatkan melalui internet, tapi banyak yang kualitas audionya masih di bawah standar alias jarang yang bisa enak untuk dinikmati. Nah, Listeno sendiri ingin meningkatkan kualitas audio book di dalam negeri dengan menggaet para Voive Over yang sudah punya pengalaman di bidang tarik suara (dalam hal ini sebagian besar VO adalah penyiar radio atau reporter televisi) sehingga di harapkan kualitas vokal dari audio book yang dihasilkan pun bisa lebih baik.

Selain itu proses rekaman suara dilakukan di studio profesional lengkap dengan peralatan rekaman yang cukup memadai sehingga outputnya pun masih lebih baik dibandingkan dengan banyak audio book yang beredar di web saat ini.

IMG_3065
Koh Avit yang pake kaca mata lagi meringis

Saat ini sudah ada lebih dari 50 judul buku yang sudah ditake dan siap untuk dirilis melalui App Listeno. Saat ini memang hanya pengguna Android yang sudah bisa menikmati layanan Listeno karena jumlah pengguna OS ini tergolong sangat banyak saat ini. Tetapi tidak menutup kemungkinan bahwa pecinta IPhone, Blackberry, atau windows Phone juga bisa menikmatinya di masa yang akan datang.

Proses take vocalnya sendiri masih terus dilakukan. Saya masih akan terus berusaha untuk membaca buku-buku dongeng lainnya karena konon menurut kabar, porsi dongeng akan lebih banyak dibandingkan dengan genre lainnya. Ini artinya kerja keras buat saya dan juga teman-teman VO di Listeno.

Pokoknya saya akan senang sekali apabila ada masukan terkait dengan cara membaca dongeng atau apapun itu. Jika Anda ingin mendengarkan Listeno silakan baca caranya disini.

Selamat atas peluncuran Listeno, semoga sukses, dan terus perbaiki kelemahan-kelemahan yang ada sehingga bisa menjadi app Audio Book nomer 1 yang bisa direspon dengan baik oleh masyarakat Indonesia dan dunia (harapannya sih gitu). Cihuy!

Para VO & Produksi Listeno
Para VO & Produksi Listeno

Radio announcer. Average in everything.

Terima kasih sudah baca sampai selesai. Boleh tinggalin sedikit komentar nggak? Nanti saya kunjungi balik deh. Link Hidup akan dihapus ya.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: