Event,  Travel

Melva Balemong : Resor Keluarga di Tengah Kota Ungaran

Tiap kali saya mendengar kata Balemong, bayangan saya langsung tertuju pada sebuah resor asri yang terletak di Ungaran. Nama itu sudah tidak asing lagi bahkan mungkin cukup terkenal bagi warga Semarang dan sekitarnya. Balemong sering digambarkan sebagai sebuah hotel & resor yang asri, dengan suasana pedesaan Jawa yang cukup kental. Selain itu Balemong juga sering digunakan untuk pelaksanaan pesta pernikahan dengan konsep luar ruangan. | Melva Balemong

Ketika saya berkesempatan mengunjungi Balemong pada pekan lalu saya excited  banget dan nggak sabar pengin ngelihat seperti apa sih resor terkenal ini? Maklum, ini adalah pertama kali saya mengunjungi tempat tersebut.

Lokasi yang mudah dijangkau

Selepas bertugas pagi, saya langsung menuju ke halte BRT Trans Semarang yang berlokasi di depan Java Supermall Semarang. Ya, pagi itu saya memutuskan untuk pergi ke Balemong dengan menggunakan BRT karena jujur saja, saya agak sedikit mengantuk karena siaran pagi. Hehehe.

Beberapa hari sebelumnya saya sudah mencari informasi dari teman saya yang kebetulan punya rumah di Ungaran tentang bagaimana rute menuju ke Balemong. Ternyata tidak susah kok. Balemong Resort ada di Jalan Pattimura no 1 B Ungaran, atau sekitar 100 meter dari terminal Sisemut Ungaran.

[[[ baca juga : Review Staycation Neo Hotel Semarang ]]]

Nah, kebetulan rute BRT yang saya naiki pun berakhir di terminal tersebut. Perjalanan dimulai dari halte BRT Trans Semarang depan Java mall, lalu berlanjut hingga halte Ksatrian. Di sini saya turun dan berganti bis dengan rute menuju terminal Sisemut. Perjalanan dari halte pertama hingga tujuan akhir kurang lebih 45 menit. Jika kamu menggunakan kendaraan pribadi, durasinya bisa lebih cepat.

Setelah sampai di terminal Sisemut, saya memutuskan untuk naik ojol. Sebenarnya deket banget sih, tapi karena ini pertama kali saya ke Balemong dan belum pernah tahu kemana arahnya, saya pun memutuskan untuk menggunakan jasa ojek online. Dan ternyata deket banget! Kalau jalan kaki pun nggak butuh waktu lebih dari 10 menit! Tapi ya sudahlah, yang penting saya sudah tahu letaknya, dan si abang ojol bisa dapat poin. ๐Ÿ˜€

Berubah nama demi imej yang lebih segar

Eh daritadi saya ngomong Balemong-Balemong mulu ya? ๐Ÿ˜€ Duh, maaf ya. Padahal saya juga mau bilang kalau sekarang Balemong tuh udah berganti nama menjadi Melva Balemong lho? Sebenarnya bukan pergantian nama yang drastis banget karena hanya menambahkan kata โ€œMELVAโ€ saja di depannya.

Pergantian nama ini konon kabarnya ditujukan untuk memberikan imej yang lebih segar dan lebih muda. Orang-orang mungkin sudah mengenal nama Balemong sejak lama, tapi perubahan nama ini diharapkan bisa memberikan kesan segar pada โ€œbrandโ€ yang sudah established.

Resor Asri di Tengah Kota dan Kamar-kamar dalam Joglo

Okay, kayaknya sudah cukup soal gimana perjalanan saya dan perubahan nama. Sekarang saya mau cerita sedikit soal kesan-kesan saya ketika pertama kali menginjakkan kaki di Melva Balemong Resort.

Begitu turun dari motornya si abang ojol, saya langsung disambut oleh Pak Satpam yang ramah. Saya dipersilakan masuk ke area lobi yang jaraknya kurang lebih 50 meteran dari pos satpam. Kesan asri langsung saya tangkap begitu masuk ke area dalam resor.

Rimbun pepohonan hijau di sekitar area parkir bikin mata saya jadi segar. Oh iya, tempat parkirnya emang cukup luas, mungkin bisa menampung sekitar 50-an mobil ya. Sementara untuk parkir kendaraan roda 2 berada di sisi sebelah kiri dari pintu gerbang utama.

Suasana resor dengan kultur Jawa yang kental sudah mulai terasa ketika saya masuk ke lobi. Suasana remang jadi makin syahdu dengan iringan suara gending Jawa yang melantun melalui pelantang di sekitaran area lobi. Kemudian saya disambut oleh resepsonis ramah yang menanyakan keperluan saya.

Setelah saya menyampaikan maksud kedatangan saya siang itu, Mas resepsionisnya mempersilakan saya untuk mengambil foto di sekitaran lobi.

Beberapa foto ini saya ambil di ruang depan Melva Balemong.

Ada kursi-kursi antik jadul di beberapa sudut ruangan. Pernak-pernik jadul juga dipajang di sana. Rasanya nggak pernah puas memandangi barang-barang klasik yang masih terawat dengan cukup baik. Tapi yang paling menyita perhatian adalah sebuah joglo yang berada di tengah ruang lobi.

Joglo ini memiliki kisahnya sendiri. Menurut keterangan dari pengelola Melva Balemong, Joglo tersebut diangkut langsung dari kota Demak. Pada saat pembongkaran dan pemasangan kembali joglo ini, ditemukan sebuah Al Qurโ€™an yang ditulis dengan tangah di dalam tingkap kayu joglo tersebut. Al-Qurโ€™an ini kemudian dipajang di area lobi dengan dilindungi sebuah kotak kaca.

Bicara soal Joglo, Melva Balemong memang sedikit berbeda dari resor dan hotel kebanyakan. Di sini kamar-kamar hotelnya berada di dalam joglo yang didatangkan dari berbagai daerah. Selain Demak, ada juga Joglo khas Solo dan Kudus. Total Joglo yang ada di Melva Balemong kurang lebih ada sekitar 8 buah Joglo yang menampung sekitar 52 kamar.

Meskipun dari luar terlihat klasik, tapi jangan salah juga, kamar yang berada di dalam Joglo-joglo ini layaknya kamar hotel yang bernuansa moderen lho. Jadi, jauh sekali dari kesan kuno dan suram.

Fasilitas lengkap di Melva Balemong

Menempati tanah seluas 5 hektar, Melva Balemong memang layak menjadi tempat bersantai bersama keluarga. Fasilitasnya pun lengkap. Ada kolam renang di area belakang, dengan latar belakang Gunung Ungaran dan area persawahan. Lalu pusat kebugaran yang tidak jauh juga dari area kolam renang. Dan tentu saja bisa digunakan untuk kegiatan outbond meskipun bukan untuk aktivitas outbond yang skalanya besar.

Dan yang menarik adalah area restonya yang berada di sayap kiri dari arah lobi. Nama restonya unik yaitu Kembul Bujana. Jangan tanya saya apa artinya ya? ๐Ÿ˜€ Yang saya tahu tempatnya teduh dan luas. Ada area dalam dan luar ruangan.

Di resto Kembul Bujana kamu juga bisa melihat beberapa barang antik yang punya nilai sejarah tinggi. Ketika Bapak Edward Verhoeven selaku Pengelola Resor bercerita soal beberapa barang antik koleksi yang dipajang di sana, saya dan teman-teman ternganga pada kisah-kisah dibalik barang-barang antik tersebut.

Kalau kamu berkunjung ke sini, kamu juga bisa berkeliling melihat beberapa koleksi yang dipajang di sekitar area resto Kembul Bujana.

Oh iya, saya mau pamer dulu nih beberapa menu yang disantap oleh saya dan teman-teman dalam kegiatan gathering minggu lalu. Untuk informasi lengkap soal menu-menu ini, kamu bisa baca di postingan Instagram saya di @SEMARANGJAJANTERUS ya. Hehehehe.

Menyambut Ramadhan, Melva Balemong juga punya sesi bukber lho? Jadi kalau misal kamu tertarik untuk berbuka puasa bersama dengan teman dan keluarga di resto Kembul Bujana, Melva Balemong siap mengakomodir bukber kamu.

Harga per pax-nya juga terjangkau banget yaitu 68 ribu++ per orang, kamu bisa menikmati berbuka puasa di lingkungan resor yang asri di tengah kota Ungaran. Menarik banget kan? Untuk informasi lebih lanjut soal promo bukber ini kamu bisa cek di Instagram @MELVABALEMONG atau hubungi nomer Whatsapp di 0811822442. Kunjungi juga websitenya di www.balemong.com

made by Quik for mobile

Begitulah cerita singkat saya tentang Melva Balemong Ungaran. Dalam sekali kunjungan saya jatuh cinta dengan resor ini dan pasti akan kembali lagi ke tempat ini untuk sekedar makan dan jalan-jalan berkeliling area resor. Sukur-sukur bisa ada waktu dan rejeki buat nginep di hotelnya.

Kamu juga ya? Kalau ada waktu, main-mainlah ke Melva Balemong Resort Ungaran. Siapa tahu kita bisa ketemu ๐Ÿ˜€

Radio announcer. Average in everything.

2 Comments

Terima kasih sudah baca sampai selesai. Boleh tinggalin sedikit komentar nggak? Nanti saya kunjungi balik deh. Link Hidup akan dihapus ya.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: