• Music

    Beberapa Lagu Populer Dari Tahun 90-an

    Senengnya kalo lagi nyusun playlist buat siaran besok itu…bisa nemu lagu-lagu jaman saya masih SD-SMP. Jaman-jaman masih nebeng di rumah nenek. Walau saya bukan generasi MTV atau Channel V, tapi saya tahu 2 channel musik itu via parabola yang dipasang Ayah. Dan tiba-tiba malam ini jadi pengen denger lagu-lagu tahun 90-an. Dan nggak hanya itu, saya niat juga lho nyari videonya di Youtube…hehehe.. Dan ini beberapa diantaranya :

  • Book

    No One To Someone [Story Of GoGirl Magazine And Friends] by @nina_moran

    Buku ini saya terima jam 3 pagi. Sebenarnya sih sudah dianterin sejak sore, tapi karena jadwal tugas siaran baru jam 3, saya baru ngelihatnya ya jam segitu. Dan sambil siaran saya nyambi baca. Kebetulan si penulis (rencananya) akan datang ke studio untuk taping program Buka Buka Buku. Walaupun bukan sama saya nanti, tapi perlu juga donk tau apa isinya. *wink* Kebetulan juga kalo tiap bulan kantor selalu beli majalah ini secara ketengan – bukan langganan, hehehe, makanya saya penasaran pengin tahu gimana sih GoGirl! diramu. Dan ternyata memang lumayan bikin merinding ya?

  • Book

    Inferno by Dan Brown [review]

    Tempat tergelap di neraka dicadangkan bagi mereka yang tetap bersikap netral di saat krisis moral. – Dante Setelah menunggu selama beberapa lama, akhirnya karya terbaru Dan Brown yang sudah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia terbit juga. Setelah sebelumnya hak edar karya Brown dipegang oleh Serambi, kali ini Bentang Pustaka menjadi publisher yang dipercaya untuk menyebarluaskan karya terbarunya. Bahkan beberapa karya sebelumnya juga diterbitkan ulang. Inferno menjadi pelengkap koleksi Robert Langdon. Hampir semua karya Brown saya punya, kecuali Deception Point. Mulai dari Lost Symbol, saya jatuh cinta dengan kisah professor simbologi Harvard ini, dan beberapa bukunya pun saya cari. Termasuk DaVinci Code dan Angel And Demon.

  • Movies

    Mortal Instrument [2013-Review] & Percy Jackson Sea Of Monster [2013-review]

    Sebenarnya saya nggak gitu into sama film-film jenis ini. Tapi yang namanya penikmat film – amatiran dan bukan real movigoer- saya sih ndak nolak buat nonton film hollywood. 2 malam berturut-turut saya sama Reza nonton film remaja zaman sekarang. Karena sama-sama ┬ánggak ada kerjaan, sebagai sesama personil Pandean Lamper 2-314 kami berdua berkongsi demi mengisi malam-malam sepi di kos. Film pertama yang ditonton adalah Mortal Instruments : City Of Bones.

  • Movies

    Pacific RIM [movie]

    Saya nggak tahu apa yang ada di kepala Guilermo Del Toro. Sejak Hell Boy dan Pan’s Labyrinth saya selalu penasaran dengan karya-karyanya. Bahkan ketika dia hanya bertindak sebagai produser, saya selalu penasaran. Sutradara yang senang bermain dengan fantasi tentang peri dan makhluk-makhluk supranatural ini memang punya “sesuatu” yang menarik. Di beberapa film yang saya tonton, kebetulan bergenre horor atau thiller suspense macam Don’t Be Afraid Of The Dark, Mama, sampai yang terakhir Julia’s Eyes, Del Toro memberikan gambarannya tentang “kehidupan lain” selain kehidupan yang kita kenal. Karena konon kabarnya del Toro adalah orang yang percaya dengan hal-hal seperti ini. Dan kebanyakan dari kita juga kan? Hanya saja Del Toro punya…