Kenapa Sekarang Saya Jatuh Cinta Dengan Taylor Swift

“Selamat datang kembali, Nuno! Apa kabar? Mau ngisi blog ini lagi? Kenapa?” Mungkin itulah yang akan ditanyakan oleh blog ini kalau saja dia bisa bicara. Hehehe. Maklum, sudah lama sekali saya tidak mengetik di sini. Rasa bosan melanda meski ada banyak yang ingin ditulis. Tapi belakangan saya jadi ingin sedikit nge-posting soal yang satu ini. Kenapa Sekarang Saya Jatuh Cinta Dengan Taylor Swift, kurang lebih begitulah judulnya.

Judul itu mendadak muncul setelah saya menonton video klip Delicate milik TayTay. Nggak tau kenapa, tapi sejak nonton video klip dan mendengar lagu itu saya jadi menemukan bahwa artis yang satu ini memang “beda” dan saya “jatuh cinta” dengan dia dan bagaimana dia sekarang.

Tidak perlu diceritakan siapa Taylor Swift, karena kamu bisa baca di Wikipedia. Mulai dari jebrol sampai jadi artis tenar seperti sekarang, semuanya lengkap ditulis di sana. Tulisan ini lebih soal curhatan saya dan bagaimana opini saya tentang dia.

 

Since Love Story

Saya mengenal Taylor Swift sejak dia merilis Love Story. Hanya suka lagunya, dan memang sekedar suka. Itupun karena saat itu banyak pemberitaan menyebut soal sukses lagu ini dan bagaimana kemudian Taylor Swift jadi putri baru di panggung musik Country. Padahal sebelum itu TayTay sudah merilis album self-titled– nya dengan beberapa lagu yang lucunya malah jadi hits setelah rilisan album keduanya, Fearless.

Setelah itu prestasi Taylor Swift seakan tak terbendung. Membawa pulang Grammy sebagai tanda kesuksesan untuk beberapa albumnya, mencatatkan angka jutaan kopi dan menjadikannya sebagai salah satu artis dengan penjualan album terbaik sepanjang masa, dan masih banyak lagi.

Tentunya tidak ada yang sempurna di dunia ini, termasuk reputasi “baik” yang coba dibangun oleh TayTay.

Dicap sebagai perempuan yang senang memanfaatkan kisah hubungannya dengan sang kekasih sebagai bahan penulisan lagu, sok innocence, dan munafik, bukan sesuatu yang baru bagi seorang Taylor Swift. Imej ini yang kemudian membuat dia banyak dimusuhi oleh artis-artis lain. Katy Perry dan Kanye West adalah nama-nama yang sering disebut sebagai musuh bebuyutan Taylor.

Heboh album baru…

Kenapa Sekarang Saya Jatuh Cinta Dengan Taylor Swift

Sebelum merilis album reputation, kabarnya TayTay memang “menghilang” dari peredaran selama kurang lebih 2 tahun. Sempat bikin geger karena hubungannya dengan pemeran Loki dalam film Thor, Tom Hiddleston, Taylor seperti raib ditelan bumi. Sampai kemudian beberapa kabar menyebutkan dia punya pacar baru. Seorang aktor asal Inggris, Joe Alwyn. Beberapa kali paparazzi menangkap gambar Taylor yang sedang berduaan di UK bersama Joe. Bahkan gossip menyebut Taylor menyewa sebuah rumah di tanah ratu Elisabeth itu supaya lebih dekat dengan sang pacar.

Lalu kemudian suatu hari dia menghapus semua postingan di twitternya dan memposting video pendek berisi gambar ular derik dan tulisan Reputation. Teaser untuk single dan album barunya. Lalu dunia gempar. Benar saja, Look What You Made Me Do dirilis ke pasaran dan langsung menyapu tangga lagu dunia. Berbagai macam rekor dipecahkan hanya dengan 1 rilisan lagu.

Liriknya diartikan, videonya dikupas abis karena menurut orang-orang ada petunjuk tentang bagaimana Taylor menumpahkan segala macam isi hatinya lewat visual. Termasuk kode-kode yang merujuk pada orang-orang yang selama ini berseteru dengannya. Lalu komentarpun bermunculan, wartawan gossip bertanya ini dan itu. Secara sederhana Taylor tidak banyak bicara dan lebih memilih untuk fokus pada karyanya. Dia bilang “wartawan sering memelintir pernyataannya sehingga menimbulkan persepsi yang berbeda di masyarakat”, itulah kenapa dia lebih senang diam.

Sejak kapan jatuh cinta dengan Taylor Swift?

Meski lagu dan albumnya menimbulkan kegemparan tapi Taylor seakan tak peduli. Dia seperti asyik dengan kegiatan bersama para penggemarnya. Sesi dengar album diadakan. Taylor mendatangkan fans terpilih di banyak kota lalu ‘berintim ria’ dengan mereka sambil mendengarkan album Reputation. Sebuah kegiatan yang sering dilakukan Taylor dalam 2 album terakhir.

Bahkan ketika sampai rilis album terbarunya, lengkap dengan segala kontroversinya saya tidak terlalu peduli dengan kehebohan yang diciptakan Taylor Swift. Orang-orang berkomentar tentang lagu barunya, saya juga biasa aja. Sampai kemudian saya mendengarkan lagu Delicate dan menonton video klipnya.

Lalu lagu Delicate rilis dan video klipnya pun berulang kali saya tonton di youtube. Melihat Taylor menari-nari seperti melihat dia sedang bercerita tentang betapa berat menjadi public figure yang dituntut untuk selalu terlihat sempurna dan tak bolh bercela. Padahal di balik itu ada sosok yang sebenarnya jauh berbeda. Itulah yang barangkali ingin disampaikan oleh Taylor.

Kenapa Sekarang Saya Jatuh Cinta Dengan Taylor Swift

Selama ini orang melihat dia sebagai sosok putri manis yang cantik dan lembut, tapi ketika dia mencoba untuk jadi dirinya sendiri, orang-orang melihatnya sebagai pribadi yang penuh kepalsuan. Apa yang dia lakukan dicap sebagai pencitraan. Bahkan beberapa orang yang konon kabarnya jadi anggota squad nya pun disinyalir diam-diam muak dengan Taylor yang sok imut di luaran tapi ternyata cukup dominan dan manipulatif.

Well, I don’t know about you but I can see diam-diam dan perlahan dia mulai meninggalkan squadnya. Dia sudah jarang terlihat di acara-acara penting bersama dengan teman-teman sesama artisnya, pun untuk sekedar berfoto bersama. Hanya penampilan di atas panggung saja yang saat ini menurutnya penting. Sikapnya di luaran juga terlihat berbeda, seakan Taylor menarik diri dari hingar-bingar dunia hiburan dan lebih memilih melakukan sesuatu yang dirasa lebih penting dan berhubungan langsung dengan karyanya.

Namun justru inilah yang kemudian membuat saya kagum dan jatuh cinta. Ya, inilah yang seharusnya Taylor lakukan. Makin tegar, lebih memilih diam dan menjauh dari hal-hal yang berpotensi menciptakan sensasi. Hubungan cintanya pun seakan di bawah radar. Bahkan kisah cintanya dengan Joe Alwyn seakan sepi gosip dan huru-hara, tidak seperti yang sudah-sudah.

…and other things

Selain karena sekarang tubuhnya makin berisi (which is good!), hal lain yang membuat saya makin jatuh cinta adalah bagaimana dia fokus dengan kegiatan dan orang-orang yang mencintainya. Dia tidak peduli dengan mereka yang membencinya, haters yang ngata-ngatain, atau tabloid-tabloid gossip yang masih saja menggali kisah perseteruannya dengan para seleb melalui penafsiran lirik lagu di album Reputation. Taylor seperti tak ingin ambil pusing, meskipun di balik itu dia pasti memikirkannya juga.

Sebuah hal yang tepat saya rasa, ketika seharusnya kita besar karena prestasi, bukan hanya karena sekedar sensasi. Dan saat ini saya lihat Taylor Swift belajar dengan sangat baik dari banyak hal di masa lalu, dan sedikit banyak memengaruhi sikapnya saat ini.

Relatable banget sama kisah kita-kita juga. Bahwa dalam kehidupan sehari-hari sebagai orang biasa, kita juga akan bertemu dengan mereka-mereka yang selalu berusaha menjatuhkan kita dengan mencari-cari cela dan kesalahan. Tapi selain itu, ternyata kita masih punya kok orang-orang yang dengan tulus mencintai kita dan percaya bahwa hal baik yang kita lakukan itu benar-benar tulus dan datang dari hati.

Dan ketika sudah menyadari itu, kita bisa memusatkan perhatian pada hal yang kita anggap penting. Mengesampingkan pembenci dan mencintai kembali orang-orang yang mencintai kita. Mungkin kurang lebih begitulah yang dipikirkan oleh Taylor Swift. Dan terbukti, 2 juta album reputation terjual sampai saat ini dan menjadi album dengan penjualan tertinggi selama 2 tahun terakhir.

Taylor mungkin tidak peduli dengan sebanyak apapun pembenci, tapi jika 2 juta album terjual, setidaknya segitu pula jumlah cinta yang dia terima dari para penggemarnya. And that’s all matters for her.

 

Tulisan Lainnya :

5 Thoughts to “Kenapa Sekarang Saya Jatuh Cinta Dengan Taylor Swift”

  1. Aku suka bacanya. Aku juga suka lagu-lagu di Album Reputation ini.
    Justru ngefans sama Tay Tay yang sekarang. Bahkan dulu pas masih album Country aku gak suka sama sekali. Apalagi dengan sosok manis yang mau dia gambarin dulu. Pas udah keluar sosok bodo amatnya malah jadi suka. Sama kayak waktu Miley ngeluarin Wrecking Ball, banyak yang nyela bilang dia niru Gaga. Mungkin karena jebolan Disney imejnya tuh selalu princess kali ya.

    1. Iya sama! kemarin2 biasa aja, tapi nggak tau imej yang dia bangun sekarang kok bikin aku jatuh hati..

  2. Aku mulai suka dia sejak album Red. Yang dicemooh orang-orang karena berubah haluan dari Country ke aliran Pop. Tapi ini anak emang cerdas banget otaknya. Lagunya selalu ear catchy, belom lagi aku suka banget decode semua MV terbarunya.

    Briliaaaaan, kakakkk 😀

    1. Red itu juga album bagus..iya emang jadi ngepop ya Kak. Lagunya juga banyak direquest di sini. Soal decoded MV itu aku juga suka baca2 artikelnya lho..hahahaha

  3. Nice post. Aku suka lagu-lagu Taylor Swift. Semuanya berasa enak di telinga aku. Penyanyi genius.

Terima kasih sudah baca sampai selesai. Boleh tinggalin sedikit komentar nggak? Nanti saya kunjungi balik deh. Link Hidup akan dihapus ya.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.