Personal

Kenapa Menulis Blog?

Harusnya sih sebatas jadi tema. Tapi karena saya nggak bisa nemu judul yang pas dan agak dramatis, akhirnya “Kenapa Menulis Blog” saya jadikan sebagai judul postingan pertama #BPN30DaysChallenge2018.

Sejarahnya…

Bicara soal kenapa saya menulis blog, rasanya nggak bisa kalau nggak cerita soal sejarah. Saya rasa hampir semua blogger yang ikut di tantangan hari pertama ini akan mengingat-ingat kembali hari dimana mereka pertama kali mulai menulis di blog. 

Mungkin cerita saya ini pun nggak jauh berbeda dengan milik teman-teman yang lain. Alasan-alasan kenapa memilih blog sebagai media untuk menyalurkan hobi curhat lewat tulisan, bisa jadi cukup mirip satu sama lainnya.

Saya sendiri mulai ngeblog sejak pindah ke Semarang sekitar tahun 2005-an. Waktu itu mungkin Multiply sedang jaya-jayanya. Tapi saya justru memilih Friendster sebagai tempat saya melatih imajinasi.

menulis blog

Ya, imajinasi. Karena di blog Friendster tersebut saya senang membuat cerita-cerita pendek dan banyak curhatan terselubung yang saya buat menjadi kisah fiksi. Beberapa teman bahkan bertanya “apakah kisah yang saya tulis nyata?” Ahahaha! 

Buat saya aktivitas menulis di blog Friendster cukup menyenangkan. Biasanya saya mulai menulis saat teman-teman mulai pulang kantor. Berhubung saya anak baru, jadi kegiatan siaran agak lebih padat daripada mereka yang senior. Biasa lah, anak baru nggak bisa nolak tugas yang diberikan.

Dan di sela-sela menunggu siaran malam saya mulai menulis apa saja yang ada di kepala. 

Kalau dibaca-baca lagi, kadang jadi malu sendiri. Eh, kok dibaca-baca lagi? Bukannya Friendster sudah tamat? Hehehe. Tenang, saudara. Jauh sebelum gosip berhembus kalau Friendster akan tutup lapak, saya sudah mendokumentasikan hampir sebagian besar tulisan ke dalam file MS Word dan saya cetak satu per satu. Sepertinya dokumen tertulisnya masih ada di dalam kardus, di atas lemari baju. 😀

Mulai dari buku jurnal…

Jujur saja saya memang sudah suka mengisi buku harian atau jurnal sejak SMA. Biasanya menjelang tidur, setelah belajar rutin malam hari, saya sempatkan menulis sedikit cerita. Entah apa yang terjadi di sekolah seharian tadi, atau sekedar ide yang tiba-tiba muncul setelah nonton film serial Dawson’s Creek, Felicity, atau Party of Five.

Dan kegiatan ini masih berlanjut sampai sekarang. Mungkin temanya sudah agak jauh berbeda, dan tujuannya pun tak lagi sama.

Kalau dulu saya nulis tentang diri sendiri dan hanya untuk dibaca sendiri juga, kali ini saya menulis tentang sesuatu yang harapannya bisa dibaca orang dan sedikit membantu.

Goes digital…

Saya sempat punya beberapa blog, baik di platform blogspot maupun wordpress. Belakangan saya baru tahu istilahnya : “Ternak Blog”. Tapi dulu tujuannya tidak seperti saat ini, dimana blog bisa dikaryakan dan dijadikan sumber penghasilan. Kalau dulu saya ternak blog murni karena alasan bosan.

Bosan dengan blog yang ini, bikin baru yang itu. Sementara yang baru diurusin dengan semangat, yang lama ditinggalkan sekarat dan berdebu.

Sampai saat ini saya punya 2 blog. Yang satu masih ada tapi sudah tidak aktif. Sengaja tidak saya terminated karena tulisan-tulisan di sana masih cukup ramai dibaca. Apalagi semenjak 1 tulisan di blog tersebut dibawa seseorang ke forum KasKus dan sampai sekarang komentarnya sangat ramai.

via GIPHY

Maklum, temanya kontroversial. Ada pro, ada kontra. Dan karena banyak yang menghujat tulisan saya, akhirnya saya nggak pernah lagi nengok blog tersebut. Hahaha. Netizennya julid abis!

Jadi saya lebih fokus ke blog yang ini saja. Bukan blog TLD pertama saya, tapi jadi yang paling diseriusin. Karena sedikit banyak blog ini sudah membantu saya mendapatkan banyak hal. Teman, materi, ilmu, banyak cerita, dan macam-macam.

Orang bilang “Saya menulis karena saya ada”. Saya bilang “Saya menulis karena saya suka”

Kenapa saya suka menulis blog?

Ada banyak alasan kenapa. Tapi yang pasti ada beberapa manfaat yang saya rasakan selama menjalankan aktivitas ini :

  • Melegakan pikiran yang kadang-kadang agak mampet bin butek. Apa yang saya rasakan bisa dituangkan ke dalam tulisan. Memang tidak semuanya berakhir dengan “published” tapi setidaknya dengan menulis di blog perasaan saya jadi lebih baik.
  • Sedikit demi sedikit mengajarkan saya untuk lebih terbuka dengan perasaan saya. Tidak hanya itu, kegiatan blogging ini juga melatih saya untuk tidak malu-malu lagi memulai relasi dengan orang lain. Saya jadi lebih sering blog walking meski tidak selalu berkomentar, dan belajar banyak hal dari pengalaman teman-teman melalui tulisan mereka.
  • Nggak bisa dipungkiri, ada hal-hal yang berbau materi yang saya dapat dari kegiatan ini meski sampai sekarang saya masih belum berani menjadikannya sebagai sumber utama dari penghasilan. Saya rasa saya masih suka yang begini saja.
  • Apa lagi ya?

Mau sampai kapan menulis blog?

Nggak tahu. Selama masih ada laptop dan sambungan internet, saya rasa kegiatan ini masih akan dijalankan. Selama otak masih nggak males buat diajak mikir, selama badan juga masih lebih milih kursi dibanding kasur, selama itu juga kegiatan menulis masih akan dilakukan.

Sembari terus belajar bagaimana caranya “bercerita” dengan baik dan bisa dinikmati.

Eh, lha kok jadi curhat?

7 Comments

  1. adhistyafdj November 20, 2018
    • nunoorange November 21, 2018
  2. Intania kirana November 21, 2018
  3. Dani Ristyawati November 21, 2018
  4. Semarang Coret November 21, 2018

Terima kasih sudah baca sampai selesai. Boleh tinggalin sedikit komentar nggak? Nanti saya kunjungi balik deh. Link Hidup akan dihapus ya.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: