Personal

Kebiasaan Yang membuat kita terlihat bodoh

Sepagi ini saya sudah marah-marah hanya karena urusan gelas. Nggak tahu kenapa tapi rasanya kesel aja. Tapi seperti biasanya, marah saya sih nggak pernah bisa lama. Habis gelap terbitlah terang, habis marah terbitlah nyesel. Bukan menyesal karena marah-marahnya sih, tapi lebih ke nyesel karena sudah menghabiskan energi hanya untuk sesuatu yang tidak menguntungkan diri sendiri.

Sebenarnya ini bukan pagi yang buruk. Semuanya berjalan seperti biasa. Hanya saja mungkin saya masih kena yang namanya sindrom paska liburan. Niat hati masih ingin santai di rumah, baca buku, makan, tidur, dan begitu terus. Tapi liburnya sudah selesai dan harus segera kembali lagi ke kantor. Nggak kok, bukannya nggak bersyukur karena masih bisa kerja, tapi yang namanya kena sindrom kan wajar-wajar saja.

Yang lucu adalah, sehabis saya marah-marah, saya buka Yahoo! Dan muncullah sebuah artikel berjudul “9 kebiasaan sehari-hari yang membuat kamu terlihat lebih bodoh dari yang sebenarnya” Dalam hati saya membatin “sial!” karena salah satu habit yang membuat saya terlihat lebih bodoh adalah marah-marah dan cemberut. Itu kan saya pagi ini?

Namanya juga “terlihat bodoh”, pasti sebenarnya kita tidak sebodoh itu. Walaupun sebenarnya saya juga tidak sepintar itu. Hehehe. Tapi beberapa tingkah kita sehari-hari ternyata menurunkan kesan kita di depan orang lain.

Lalu apa sih 9 kebiasaan itu? Yuk cek satu persatu.

Kebiasaan Yang membuat kita terlihat bodoh

  1. Memegang minuman beralkohol

Peneliti menyebut istilah ini sebagai Imbibing Idiot Bias. Kurang lebihnya ini adalah istilah yang digunakan oleh para peneliti dimana orang yang memegang sebotol minuman beralkohol ketika difoto, memberikan kesan bahwa mereka tidak begitu pintar dibandingkan dengan orang yang memegang segelas air putih. Kesan ini muncul karena semua orang tahu bahwa alcohol mampu memengaruhi kemampuan kognitif seseorang. Maaf lho ya, no judging. Ini kan hasil penelitian. 😀

Kebiasaan Yang membuat kita terlihat bodoh
ini nih yang dimaksud dengan kesan Imbibing Idiot Bias
  1. Menggunakan kata-kata yang terkesan intelek, padahal seharusnya nggak perlu

Peneliti menggunakan banyak sampel karya tulis sebagai subjek penelitian. Karya tulis ini mengandung banyak istilah-istilah sulit. Peneliti kemudian menggantinya dengan sesuatu yang lebih sederhana. Hasilnya, karya tulis yang lebih banyak menggunakan istilah-istilah sederhana mendapatkan rating yang tinggi dari kesan bahwa karya tulis itu dibuat oleh orang yang lebih pandai dibandingkan dengan mereka yang menggunakan istilah-istilah rumit. Duh, sepertinya harus pintar-pintar cari cara nih supaya nggak dianggap sok pintar dan malah terkesan bodoh. 😀

  1. Salah menggunakan istilah, kata, atau frasa

Ada beberapa kata atau frasa yang umum digunakan tapi justru malah memberikan kesan seseorang tidak lebih pintar dari yang sebenarnya. Dan menurut peneliti, kalau kita bisa menghindarinya, kita bisa kedengaran lebih pintar lho? Saya sering nih begini, dan punya temen yang juga sering salah menggunakan kata atau frasa. LOL

  1. Berjalan terlalu cepat atau terlalu lambat

Ketika travelling bersama dengan sekelompok teman, pastikan langkah kita menyesuaikan dengan kecepatan kebanyakan dari teman kita. Kenapa? Karena menurut penelitian (lagi!) orang yang jalannya terlalu lambat atau justru terlalu cepat dari teman-teman sekelompok, dianggap kurang pinter dan nggak kompeten. Itulah kenapa saya lebih suka jalan-jalan sendiri! 😀

  1. Menghindari kontak mata dengan lawan bicara

Mungkin ada banyak alasan kenapa kita menghindari kontak mata dengan lawan bicara kita. Gugup bisa jadi salah satunya. Tapi ternyata, mengalihkan pandangan kita ke arah lantai, atau ke arah lainnya ketika sedang berbicara dengan orang lain, memberikan kesan buruk bagi lawan bicara kita. Satu studi menemukan bahwa menatap (sewajarnya) mata lawan bicara kita akan memberikan kesan bahwa kita adalah orang yang pintar. Asal jangan menatap dengan tatapan nafsu dan menyelidik ya? Bisa kena pasal nanti.

Kebiasaan Yang membuat kita terlihat bodoh

  1. Mengumpat di tempat kerja

Nggak peduli seberapa frustasinya kita sama kerjaan, atau bete gara-gara rekan kerja yang nyebelin, jangan sampai kita kelepasan bicara. Pada survey yang dilakukan tahun 2012 menyebutkan, lebih dari setengah pekerja yang disurvey akan berpendapat kalau rekan kerjanya yang suka mengumpat dan bersumpah serapah di tempat kerja, bukan orang yang pintar. Kok saya banget ini?

  1. Cemberut

Tidak hanya terlihat kurang ramah, tapi tampang cemberut akan memberikan kesan bahwa kita bukan orang yang pandai, terutama pandai menangani perasaan kita sendiri. Sebuah penelitian yang baru-baru ini dilakukan menyarakan bahwa wajah yang tersenyum terlihat lebih baik dan memberikan kesan pintar dan dapat dipercaya dibandingkan dengan mereka yang berwajah muram dan cemberut. Langsung senyum!

Kebiasaan Yang membuat kita terlihat bodoh

  1. Berbicara monoton

Berbicara dengan ekspresi, mampu memberi nilai lebih pada kesan pintar seseorang. Hal ini berkaitan dengan pengaturan pitch dan volume saat berbicara. Oh ya, mengatur jeda juga penting lho. Orang yang tidak banyak berhenti untuk ber-a-u-a-u saat bicara, akan memberikan kesan cerdas pada orang lain. Pernah liat TV anchor yang bicaranya enak tanpa banyak jeda kan? Nah, ya gitu itu. Bisa dipakai juga saat presentasi. Gaya bicara seperti ini bisa memengaruhi orang lain saat kita presentasi lho? Sama ketika siaran radio nih!

  1. Takut bertanya dan meminta nasehat

Menurut sebuah studi, orang sering berpikir bahwa banyak nanya ke rekan kerja atau teman, dan meminta nasehat dari mereka, adalah tindakan yang kurang cerdas dan orang takut dianggap tidak kompeten. Tapi studi yang sama justru menemukan bahwa orang-orang yang bertanya dan meminta nasehat dalam kapasitas diskusi, menerima kesan yang lebih baik. Orang akan melihat bahwa yang bertanya ini lebih kompeten dibanding dengan mereka yang hanya diam saja saat menemui kesulitan.

Nah, dari artikel ini saja saya sudah menemukan beberapa hal yang ternyata memberikan kesan negatif pada diri saya sendiri.

Ya sih, orang bilang be your self ! Jadi diri sendiri aja dan nggak usah mikirin apa yang orang lain pikir tentang kamu. Tapi pada kenyataannya kita hidup di tengah masyarakat yang sering menjadi penilai. Dan bagaimanapun kesan atau image itu masih cukup penting untuk membantu kita mencapai sesuatu.

Jadi buat saya pribadi sih tidak ada masalah jika harus memperbaiki perilaku dan kebiasaan negatif di atas. Jika mampu memberikan benefit, kenapa tidak?

Bagaimana menurut Anda?

Note : Sumbernya dari sini nih

Radio announcer. Average in everything.

12 Comments

Terima kasih sudah baca sampai selesai. Boleh tinggalin sedikit komentar nggak? Nanti saya kunjungi balik deh. Link Hidup akan dihapus ya.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: