Personal

Kanker Payudara : Pria Juga Bisa Kena

Saya baru saja membaca berita tentang Matthew Knowles yang didiagnosa terkena kanker payudara. Iya, Matthew Knowles ayah dari penyanyi top dunia, Beyonce. Iya (lagi), kamu nggak salah baca, Matthew Knowles adalah seorang pria. Lalu gimana ceritanya pria bisa kena?

Meski sangat langka, tapi resiko terjadinya kanker payudara pada pria tetap ada. Statistik menunjukkan bahwa prosentase pria terkena kanker payudara sejauh ini masih di bawah 1%. Tercatat, dari 1000 pria, hanya 1 yang didiagnosa mengalami gejala.

Kanker payudara bisa diderita oleh kaum pria karena sebenarnya pria pun juga memiliki sel dan jaringan di bagian dada meskipun mereka tidak memproduksi air susu seperti wanita. Dan seringnya, pria tidak menyadari bahwa ada anomali di bagian dada karena sebagian besar dari mereka memang tidak begitu aware dengan kondisi ini.

[[[ baca juga : kisah saya dan gorengan ]]]

Apa itu kanker?

Secara garis besar, kanker adalah sebuah penyakit yang terjadi karena sel abnormal yang tumbuh dan menginvasi sel sehat di dalam tubuh. Dan kanker payudara sendiri dimulai dari sekumpulan sel abnormal yang merusak jaringan di sekitar payudara dan bisa berkembang ke daerah-daerah lain dalam tubuh.

Sel-sel dalam tubuh memang selalu mengalami regenerasi. Jika ada sel yang rusak, maka ia akan digantikan dengan sel baru yang masih sehat. Tapi dalam kasus terjadinya kanker, sel-sel yang seharusnya mati ini justru malah berkembang dan merusak sel lain yang masih sehat, bahkan merusak jaringan-jaringan di sekitar tubuh yang terkena.

Dan ketika hal ini terjadi, biasanya muncullah gumpalan seperti daging tumbuh atau tumor. Dan kanker pada payudara bisa muncul apabila tumor tersebut tergolong ganas dan merusak jaringan di sekitarnya. Dalam kasus yang lebih parah, sel-sel rusak ini bisa menyebar ke seluruh tubuh melalui aliran darah dan merusak bagian tubuh lain. Proses inilah yang disebut sebagai metastasis.

Apa sih penyebab kanker payudara?

Bahkan sampai sekarang pun para ahli belum bisa menyimpulkan apa penyebab utama dari kerusakan sel di dalam tubuh, terutama di sekitar payudara. Namun yang pasti kanker payudara terjadi karena kerusakan DNA pada sel tubuh.

Meskipun begitu ahli kesehatan mengingatkan, terutama bagi para wanita untuk selalu aware dengan potensi resiko munculnya penyakit ini. Karena menurut catatan di Amerika, 1 dari 8 orang wanita terkena kanker payudara. Sedangkan di Indonesia, prevalensi adalah 4,21 per 100 ribu penduduk dengan tingkat kematian 17 per 100 ribu.

Faktor resiko ini adalah sesuatu yang mampu meningkatkan potensi terjadinya kanker pada payudara. Mereka yang merokok dan minum alkohol memiliki faktor resiko yang lebih tinggi dibanding yang tidak. Selain itu faktor genetik juga turut  berperan dalam terjadinya kanker. Jika ada anggota keluarga yang pernah terkena, faktor resikonya pun akan meningkat.

Tapi yang perlu diingat adalah tidak semua yang memiliki faktor resiko ini sudah pasti akan terkena.

Tidak melulu soal genetik

Berkembangnya sel rusak penyebab kanker ini memang masih menjadi misteri. Mereka yang tidak merokok atau minum alkohol, dan tidak memiliki riwayat dalam keluarga pun bisa terkena. Para ahli mensinyalir bahwa faktor resiko dari lingkungan saat ini juga turut berperan dalam terjadinya kerusakan sel.

Polusi udara, paparan radikal bebas, dan pola konsumsi makanan dan minuman yang tidak sehat, menjadi salah satu faktor pencetus. Beberapa hal lain yang tidak berhubungan dengan faktor genetik di antaranya :

  1. Kurang olahraga
  2. Pengaturan pola makan atau diet yang salah
  3. Berat badan berlebih
  4. Konsumsi alkohol
  5. Paparan radiasi di bagian dada
  6. Terapi hormon

Apa yang harus dilakukan?

Begitu menyadari bahwa dirinya mengalami anomali di bagian dada, Matthew Knowles langsung menjalani pengecekan dan perawatan. Sebelumnya dia mengalami pendarahan di bagian dada selama beberapa kali dan setelah dilakukan pengecekan, ada jaringan yang rusak. Tak lama kemudian Matthew melakukan masektomi.

Matthew Knowles mungkin heran kenapa bisa kena, tapi Angelina Jolie menyadari bahwa dirinya beresiko tinggi setelah ibu dan beberapa orang anggota keluarganya yang perempuan juga terkena kanker payudara.

Itulah kenapa dia memutuskan untuk melakukan masektomi ganda pada payudaranya meskipun saat itu tidak ditemukan adanya gangguan. Jolie berasalan bahwa ini adalah salah satu tindakan pencegahan yang bisa dia lakukan.

Kanker payudara memiliki 4 stadium, dari mulai stadium awal hingga stadium 4 atau yang paling parah dimana sel-sel tubuh yang rusak sudah menyebar ke organ tubuh lain seperti tulang, otak, paru-paru dan hati.

Pemeriksaan awal diperlukan untuk selalu mengecek apakah ada potensi terjadinya kanker. Yang paling terkenal adalah metode SADARI atau PerikSA payuDAra sendiRI.

Metode ini dilakukan secara berkala terutama saat menstruasi dan waktu-waktu yang dekat dengan masa haid. Dan proses ini akan semakin sering jika wanita sudah mulai memasuki masa menopause.

Selain itu juga diperlukan SADANIS atau perikSA payuDAra secara kliNIS, yang tentu saja dilakukan oleh tenaga kesehatan di rumah sakit untuk memastikan kondisi kesehatan payudara.

Bulan Oktober sebagai pengingat

kanker payudara
pic from www.smarthomeradar.com

Seperti kita tahu bahwa sepanjang Oktober diperingati sebagai Bulan Kesadaran Kanker Payudara Sedunia. Dilambangkan dengan pita warna pink terbalik sebagai simbol bahwa kita masih belum bisa menang melawan penyakit tersebut.

Ada banyak kegiatan yang dilakukan untuk semakin meningkatkan kesadaran masyarakat terutama kaum wanita atas resiko sekaligus memberikan edukasi karena masih banyak mitos-mitos yang beredar di masyarakat seperti misalnya :

  1. Minum susu dan produk olahannya bisa meningkatkan terjadi resiko kanker
  2. Gumpalan di dada berarti kamu sudah terkena kanker payudara
  3. Pria tidak bakal terkena kanker payudara dan hanya wanita yang akan terkena
  4. Kanker itu menular
  5. Kalau ada anggota keluarga yang terkena kanker payudara, kamu juga pasti akan kena
  6. Kanker payudara bisa disebabkan oleh antiperspirant dan deodorant

Mitos-mitos inilah yang harus diluruskan dan terus diinformasikan kebenarannya supaya tidak terjadi kebingungan dan ketakutan di tengah masyarakat. Karena sekali lagi pencetus terjadinya kanker payudara ada banyak faktornya.

Tetap jaga kesehatan

Mereka yang didiagnosa terkena kanker payudara bukan berarti divonis mati. Melalui perawatan yang tepat dan menyeluruh, penderita kanker payudara pun bisa sembuh. Ada banyak contoh penyintas yang mampu melanjutkan hidup hingga tua setelah didiagnosa terkena breast cancer.

Menjaga kesehatan adalah hal yang mutlak dilakukan oleh para penyintas ini agar sel kanker tidak kembali lagi.

Dan untuk kita yang masih sehat, nggak ada salahnya melakukan tindakan pencegahan. Jika faktor resiko dirasa tinggi, tidak ada hal lain yang bisa dilakukan selain menguranginya dengan melakukan banyak hal seperti rajin olahraga, melakukan pengaturan makan yang benar dan tidak sembarangan, menjaga berat badan agar tidak berlebih, hindari rokok dan alkohol, serta selalu rutin melakukan pengecekan baik secara mandiri maupun dengan bantuan tenaga medis.

Soal menjaga pola makan, dianjurkan untuk perbanyak buah dan sayur. Beberapa buah yang bisa dipilih diantaranya Apel, Pear, Anggur, Lemon, dan sayur-sayuran berwarna hijau. Seperti pepatah kesehatan yang bilang, “One apple a day, keeps the doctor away!

Semoga di Bulan Kesadaran Kanker Payudara Sedunia ini kita makin aware dengan kanker payudara. Dan semoga kita tetap sehat sampai nanti kita tua.

Aamiin.

sumber artikel didapat dari sini dan ini

Radio announcer. Average in everything.

2 Comments

Terima kasih sudah baca sampai selesai. Boleh tinggalin sedikit komentar nggak? Nanti saya kunjungi balik deh. Link Hidup akan dihapus ya.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: