Movies

Jadi Takut Gelap Gara-Gara Film Lights Out!

Lights Out adalah salah satu film horor yang saya tunggu-tunggu. Pertama kali nonton film pendeknya di Youtube pas lagi siaran malam. Dan emang luar biasa nakutin sampai-sampai saya agak “miring-miring” nontonnya. By the way kok film pendek? Ini film bioskop apa film pendek sih? Hehehe, sebentar saya jelasin dulu ya. Jadi, Lights Out ini awalnya adalah sebuah film pendek garapan David Sandberg dan Lotta Losten. Mereka berdua adalah sineas suami istri yang membuat Lights Out untuk diikutsertakan dalam sebuah festival pendek kategori film horor. Kabarnya sih enggak menang, tapi ternyata Lights Out termasuk yang paling banyak ditonton di youtube dibandingin pesaing-pesaingnya.

Nah, film ini jadi viral di mana-mana. Dan seperti biasa dong, namanya studio film pastinya nggak akan tinggal diam ngelihat momentum bagus seperti ini. Dan yang beruntung adalah New Line Cinema. Mereka berhasil meyakinkan David untuk ngembangin cerita dari naskah asli yang dia tulis sendiri bareng sama istrinya. Maka ditulislah sebuah cerita untuk konsumsi film bioskop. Jadilah Lights Out seperti yang lagi wara-wiri di layar bioskop di seluruh dunia.

Jadi ngebayangin gimana horornya Lights Out. Lha wong film pendeknya aja udah ngeri banget begitu, gimana kalau jadi kisah panjang yang ditonton di layar lebar ya? Kira-kira pengembangan ceritanya tuh bakal kayak gimana? Inilah yang bikin saya penasaran. Makanya begitu Lights Out main di Semarang saya antusias banget dan langsung beli tiket untuk pertunjukan malam hari.

Plot

Kisahnya dimulai di sebuah pabrik konveksi ketika seorang wanita bernama Esther ngelihat sosok kehitaman tinggi besar yang berkuku tajam. Ngerinya, bayangan ini cuma muncul ketika lampu padam. Saking takutnya si Esther lapor sama bosnya yang juga pemilik pabrik, Paul. Awalnya Paul nggak percaya, tapi kemudian Paul malah ngelihat sendiri bayangan hitam itu. Dan apesnya si Paul terbunuh oleh bayangan itu di pabriknya sendiri.

Paul ini adalah suami dari Sophie, seorang wanita yang mengalami gangguan mental. Dia tinggal bersama anak lelakinya Martin di sebuah rumah yang selalu gelap. Si Martin ini sering ngeliat ibunya ngomong sendiri di dalam kamar. Tapi belakangan ternyata dia nggak sendirian, karena Martin baru sadar si ibu ngomong sama sebuah bayangan hitam yang dia berinama Diana.

Saking takutnya, Martin akhirnya lari ke rumah saudara perempuanya yang bernama Rebecca. Rebecca ama pacarnya kemudian nyoba nyari tahu tentang apa yang terjadi di rumah ibunya. Rebecca nemuin fakta kalo ternyata Diana ini ada. Dia adalah temen ibunya di rumah sakit jiwa dulu. Dari dokumen-dokumen yang ditemukan Rebecca di berkas arsip milik ayah tirinya Paul, dia jadi tahu siapa sosok Diana yang sebenarnya.

Lama-lama Diana posesif banget sama Sophie. Dia bahkan akan melakukan apapun untuk menyakiti orang-orang yang berusaha menjauhkan dirinya dari Sophie, termasuk nyakitin Rebecca dan adiknya Martin. Ketakutan Diana cuma 1, dia takut sama cahaya. Itulah kenapa sosoknya selalu muncul ketika lampu padam.

Terus gimana caranya Rebecca bisa ngebebasin ibunya dari cengkeraman hantu Diana? Inilah yang kudu kamu cari tahu sendiri. Nggak seru dong ya kalo aku cerita? Hehehe.

Cast

Beberapa aktor dan aktris turut ambil bagian dalam penggarapan film ini. Sebagai Sophie, ada Maria Bello yang pernah juga menggantikan posisi Rachel Weisz di film Mummy The Tomb Dragon. Kemudian sebagai Rebecca, ada artis muda Teresa Palmer yang pernah kita lihat aksinya di film I Am Number Four. Peran Martin sendiri dimainkan oleh aktor muda bernama Gabriel Bateman yang kiprahnya dimulai melalui serial TV Stalker dan American Gothic. Sementara sosok Diana dimainkan oleh Alica Vella-Bailey yang emang belum terkenal.

Lotta Losten, istri dari sang sutradara David Sandberg juga turut ambil bagian di film Lights Out. Dia berperan sebagai Esther si pegawai pabrik konveksi yang pertama kali ngelihat sosok Diana di dalam pabrik tempat dia bekerja.

Setelah Nonton Lights Out

Lights Out emang film horor supranatural yang nampilin hantu Diana dalam bentuk bayangan hitam yang muncul hanya ketika lampu mati. Inilah yang bikin parno. Bayangin aja kalo pas lagi matiin lampu tiba-tiba kamu ngeliat ada sosok hitam berdiri di depan kamu? Terus ilang kalo lampu dinyalain. Begitu aja terus berulang-ulang. Ngeri banget kan?

Banyak adegan-adegan yang lumayan ngagetin sampai-sampai saya gemes sendiri dan pengen ngejambak rambutnya Diana abis itu saya injek-injek sampe penyet! Abisnya si demit ini emang posesif dan nyebelin banget.

David Sandberg nggak keluar jalur terlalu lebar dari film pendek garapannya sendiri. Dengan pintar dia nyiptain nuansa gelap dan suram sebagai latar belakang munculnya hantu Diana. Timing buat nakut-nakutin penonton juga cukup pas dan nggak berlebihan. Sosok Diana juga disembunyikan penampakannya sampai akhir film sehingga bikin penasaran penonton.

Kehadiran sosok Bret yang diperankan oleh Alexander DiPersia lumayan memberikan nuansa lucu di film ini. Bret yang jadi pacar Rebecca nggak disangka justu akan jadi sosok penyelamat Rebecca dan Martin dari terror hantu Diana.

Lights Out cukup sukses secara kritik. Bahkan secara komersil, pendapatan Lights Out terbilang sensasional. Dari bujet 5 juta film layar lebar pertama David Sandberg ini membukukan pendapatan 135 juta dollar. Nggak heran New Line Cinema ngasih lampu hijau ke Sandberg dan timnya untuk bikin sekuel. Kira-kira pengembangan ceritanya bakal fokus kemana? Kita tunggu aja.

Yang pasti nama James Wan masih akan jadi produser. Dan nama Wan sendiri sebagai sosok yang berada di balik sukses Insidious dan Conjuring seakan jadi jaminan mutu dari film horor yang dirilis.

Nonton Lights Out deh, dan coba buktikan apakah setelah nonton film ini kamu jadi takut sama gelap?

10 Comments

  1. Uniek Kaswarganti September 5, 2016
    • nunoorange September 5, 2016
  2. titintitan September 5, 2016
    • nunoorange September 5, 2016
  3. zata ligouw September 5, 2016
    • nunoorange September 5, 2016
  4. archabella September 6, 2016
    • nunoorange September 6, 2016
  5. wuri September 7, 2016
    • nunoorange September 7, 2016

Terima kasih sudah baca sampai selesai. Boleh tinggalin sedikit komentar nggak? Nanti saya kunjungi balik deh. Link Hidup akan dihapus ya.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: