Movies

Inferno [Movie 2016]

infernoSaya baru saja pulang menonton Inferno di bioskop. Salah satu film yang saya tunggu-tunggu. Pertama, karena ini adalah film tentang professor Robert Langdon. Kedua, saya sudah menonton 2 film tentang Langdon dan tidak boleh melewatkan yang satu ini. Ketiga, saya sudah baca bukunya. As simple As That! Haha.

Novel karya Dan Brown ini pernah saya bahas sebelumnya di blog ini [baca review buku Inferno]. Kurang lebih 3 tahun yang lalu. Wow, time flies ya? Waktu itu tersiar kabar kalau filmnya akan dibuat dan dirilis pada medio 2015. Nyatanya, molor sampai akhir 2016 ini. Saya sendiri kurang begitu paham kenapa Ron Howard memilih untuk membuat Inferno ketimbang Lost Symbol. Buat saya Lost Symbol lebih menarik. Tapi ya, mungkin beliau dan pihak studio punya alasan kuat untuk ini.

Plot

Seperti yang saya kisahkan dalam buku, Inferno bercerita tentang rencana jahat seorang ilmuwan dan milyuner bernama Bertrand Zobrist. Dia berpendapat bahwa populasi manusia di bumi ini sudah terlalu banyak. Untuk itulah dia menciptakan sebuah virus yang akan menyebarkan wabah penyakit ke seluruh dunia dengan tujuan menyeimbangkan kondisi planet ini. Meniru apa yang sudah terjadi di masa lampau ketika wabah hitam atau Pes menyerang daratan eropa. Disebut-sebut sebagai kejadian terburuk dalam sejarah umat manusia yang melibatkan penyebaran penyakit, namun dianggap mampu menyeimbangkan kondisi bumi waktu itu, Zobrist berniat mengulangi “kesuksesan” wabah hitam.

Rencana jahat ini diendus oleh WHO yang dipimpin oleh Elizabeth Sinskey, berusaha sekuat tenaga untuk mencegah Zobrist melaksanakan terornya. Dan entah bagaimana akhirnya sang professor Cambridge Robert Langdon terlibat dalam kasus ini. Bersama dengan seorang dokter cantik bernama Sienna Brooks, Langdon berusaha memecahkan misteri yang ditinggalkan oleh Zobrist melalui sebuah proyektor yang menggambarkan sebuah karya seni berjudul The Divine Comedy karya seniman terkenal Dante. Karya seni ini menggambarkan 8 tingkat neraka yang berisi manusia dengan jenis dosanya masing-masing.

Belakangan Langdon menyadari bahwa dalam teka-teki yang dibuat oleh Zobrist itulah tersimpan petunjuk dimana letak virus mematikan yang disimpan oleh Zobrist. Virus ini akan dilepaskan melalui udara dan akan menjangkiti banyak manusia dan menciptakan kekacauan. Yang tidak disadari oleh Langdon adalah ternyata ada pihak-pihak yang memiliki niat jahat dengan berkhianat padanya.

My Words

inferno

www.movielist.com

3 tahun berlalu dan saya sudah agak lupa dengan jalan cerita buku Inferno. Tapi seingat saya, kurang lebih sama. In fact, alur dalam filmnya tidak serumit kisah Langdon dalam buku. Memang ada beberapa hal yang dibuat lebih sederhana, tentu saja. Salah satunya adalah organisasi rahasia bernama The Consortium yang dipimpin oleh Harry Sims, yang di dalam buku memiliki peran yang sangat signifikan dalam menciptakan ketegangan. Bahkan organisasi ini digambarkan cukup menyeramkan. Tapi tidak dalam filmnya.

Inferno bukan film yang susah untuk diikuti dan penuh teka-teki. Malahan untuk yang satu ini tidak banyak scene yang melibatkan pemecahan teka-teki seperti dalam 2 film sebelumnya. Tapi saya menemukan formula yang hampir sama dalam ketiga film garapan Ron Howard ini. Sejarah Romawi Kuno, tempat-tempat bersejarah di Italia dan simbol-simbol kuno [meskipun kali ini tidak terlalu banyak ditampilkan], kejar-kejaran antara polisi dan Langdon serta side kicknya yang kali ini perannya jatuh pada Sienna Brooks, dan aksi menyelamatkan umat manusia. Tidak banyak hal baru. Hanya kisah asmara antara Langdon dan Sinskey yang sempat dibahas dan sedikit memberikan gambaran bahwa Langdon memang memiliki kisah asmara yang tak pernah berhasil. Setelah Vittoria Vetra, lalu Sinskey. And it’s never worked well. Poor Langdon.

Satu hal yang saya perhatikan adalah Tom Hanks sudah terlihat sangat tua. Okay, this is normal and I’m fine for that. Tapi sosok Robert Langdon yang masih cukup segar di Angels & Demons tidak saya temui di sini. Ya, mungkin rentang waktunya memang cukup lama antara kejadian di Angels & Demons dengan peristiwa di Inferno. Satu hal yang tidak berubah, kecintaan Robert pada jam tangan Mickey Mouse pemberian dari almarhum ayahnya.

Hal lain yang saya perhatikan dari Inferno adalah lebih banyak drama dibanding aksinya. Tidak cukup menegangkan seperti saat membaca bukunya. Sepertinya penulis naskah David Koepp memang ingin menitik beratkan pada isyu yang menjadi pesan utama film ini, yaitu tentang apakah benar bahwa kita akan mengalami kehancuran dalam waktu yang tidak lama lagi akibat over populasi? Dan apakah visi ilmuwan seperti Zobrist bisa dibenarkan demi tetap menjaga masa depan yang lebih baik untuk generasi mendatang? Isyu yang cukup controversial, sama seperti film pertamanya DaVinci Code yang juga sempat memancing polemik di seluruh dunia. Kedua film ini punya ritme yang kurang lebih sama dengan premis yang kurang lebih sama juga, menuntut kita untuk memikirkannya.

“How if?”

Dengan durasi lebih dari 2 jam, Inferno tidak terlalu terburu-buru, tapi juga tidak bertele-tele. Dan apakah saya cukup puas menonton film ini? Well, biasa saja sih. Meskipun nuansanya hampir sama dengan DaVinci Code tapi saya akui Inferno agak kurang memuaskan. Well, it’s just okay. Dan apakah akan ada buku terbaru dari Dan Brown? We’ll See. Dan apakah akan ada lagi film baru tentang Robert Langdon? Kita lihat juga nanti. Karena sepertinya Tom Hanks sudah terlalu tua untuk memerankan tokoh ini.

Kamu tidak harus baca bukunya untuk nonton Inferno. Tapi kalau kemudian tertarik untuk lebih detail menikmati petualangan Robert Langdon dari Italia ke Hagia Sophia di Turki, kamu harus membacanya. Versi bukunya lebih seru.

Cast

Tom Hanks – Robert Langdon

Felicity Jones – Dr Sienna Brooks

Ben Foster – Bertrand Zobrist [transhumanis scientist]

Irffan Khan – Harry “The Provost” Sims [head of The Consortium]

Sidse Babet Knudsen – elizabeth Sinskey [head of WHO]

Omar Sy – Christoph Bouchard [Head of SRS Team]

Ana Ularu – Vayentha [The Consortium’s Agent]

Directed by Ron Howard

Screenplay by David Koepp

6 Comments

  1. Inayah October 13, 2016
  2. Dian October 13, 2016
    • nunoorange October 13, 2016
  3. mahbub ikhsan October 16, 2016
    • nunoorange October 17, 2016

Terima kasih sudah baca sampai selesai. Boleh tinggalin sedikit komentar nggak? Nanti saya kunjungi balik deh. Link Hidup akan dihapus ya.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: