Music

Farewell Season Of American Idol

Apakah Anda termasuk yang menggemari acara-acara pencarian bakat di televisi? Jika iya, mungkin sudah tidak asing lagi dengan American Idol. Boleh dibilang, ajang pencarian bakat ini menjadi salah satu pionir acara serupa yang kemudian menjadi bagian dari budaya pop modern saat ini. Di tengah banyaknya format acara serupa, nama American Idol masih tetap menjadi salah satu yang punya trade mark kuat.

Saya sendiri termasuk yang terlambat kenal dengan American Idol. Saya masih ingat ketika pertama kali jadi penyiar di Pekalongan, ujug-ujug sudah dikirimi materi milik Kelly Clarkson yang berjudul A Moment Like This. Waktu itu materi datang dari BMG, jaman ketika label itu belum diakuisi oleh Sony. Sampelnya sendiri masih direkam di kaset berpita. ūüėÄ

Lalu kemudian banyak berita tentang Kelly dan runner up American Idol season pertama, Justin Guarini. Bahkan mereka berdua punya film yang berjudul Justin & Kelly. Meski filmnya sendiri flop, dan Justin Guarini entah sekarang berada dimana, tapi nama Kelly Clarkson tetap melambung sampai sekarang dan menjadi artis yang tidak pernah bisa dipisahkan dari nama American Idol.

pic from rollingstone

Berlanjut ke season 2 dan seterusnya. Saya sempat mengikuti beberapa season setelah yang pertama. Menantikan acara ini setiap minggunya sampai kemudian Ruben Studdard dinobatkan sebagai jawara season 2 setelah mengalahkan Clay Aiken. Bahkan sempet bete saat Jennifer Hudson harus keluar dari jajaran finalis ketika season 3 tayang, dan ikut nangis saat Fantasia Barrino menyanyikan lagu kemenangannya saat itu. Bahkan mungkin sampai sekarang masih nggak percaya kalo Carrie underwood  bisa mengalahkan Bo Bice dengan suaranya yang country banget tapi sengaunya bikin saya kurang suka. Ya, Simon Cowell memang hampir tak pernah salah, nyatanya Carrie dinobatkan sebagai pemenang idol dengan penghasilan terbesar dan albumnya menjadi yang paling laris diantara semua jawara.

ruben studdard

carrie underwood

Idol memang sudah menjadi bagian dari masa muda saya. Acara ini begitu sukses sampai-sampai lisensinya dijual di banyak negara termasuk Indonesia. Meskipun saya malah tidak terlalu tertarik dengan versi dalam negeri (karena faktor MC nya yang nyebelin, haha), tapi saya cukup mengikuti kiprah para jebolan Indonesian Idol. Ya mau nggak mau saya jadi kenal kan sama Judika, Citra Scholastika, Mike Mohede, Delon, atau Joy Tobing yang kemudian dianulir karena kedapatan melanggar aturan yang ditetapkan oleh panitia.

Setelah melewati sekian session, akhirnya American Idol harus menyerah pada kenyataan bahwa minat pada acara ini terus berkurang. Walaupun antusiasme peserta masih terhitung luar biasa (seperti yang kita lihat di layar kaca), tapi nyatanya acara ini sudah mulai ngos-ngosan menghadapi banyak saingan serupa, sebut saja The Voice. Meskipun sebenarnya 2 segmen peserta ini berbeda, tapi kemasan The Voice yang dinilai cukup segar mampu membayangi sukses American idol.

fantasia barrino

Oh iya, sekedar info dari yang saya baca, American Idol lebih menyasar peserta yang benar-benar ‚Äúfresh‚ÄĚ, kinyis-kinyis, dan mostly¬†amatir. Bahkan ada aturan bahwa peserta American Idol harus¬†discreening sedemikian rupa. Mereka yang diketahui sudah pro apalagi merilis bahkan 1 album pun, tidak diperkenankan ikut. Itulah kenapa kemudian Joy Tobing sempat dipermasalahkan karena ketahuan kalau dia pernah merilis album komersil.

Nah, sementara The Voice sendiri ditujukan untuk mereka yang sudah pro. Walaupun belum memiliki album, tapi kebanyakan kontestan The Voice adalah professional di bidang tarik suara. Dari mulai yang menyanyi di kafe selama bertahun-tahun hingga yang sudah pernah tampil di konser artis besar. Intinya, peserta The Voice lebih matang. Bahkan ketika merilis single pun, The Voice punya pasar sendiri, yaitu Adult Contemporary alias pangsa pasar pendengarnya lebih ke usia dewasa. Sedangkan American Idol lebih ke penggemar Contemporary Pop yang kebanyakan anak muda.

Tahun lalu  American Idol membuat kejutan dengan mengumumkan kalau tahun 2016 akan menjadi Last Season dari tayangan yang sudah mengudara selama hampir 14 tahun ini. Bisa jadi alasannya juga karena rating acara yang semakin melorot. Konon kabarnya perolehan rating yang mulai menurun ini karena keluarnya Simon Cowell dari jajaran juri di tahun 2010 menyusul jejak sang kolega dekat Paula Abdul yang resign lebih dulu. Ditambah lagi Randy Jackson yang memutuskan mundur di tahun 2010. Padahal formasi 3 juri ini dinilai yang paling pas dan memberikan nafas utama dari American Idol terlebih Simon dan komentar-komentar pedasnya, yang meski kadang menyakitkan tapi justru banyak ditunggu karena penilainnya dianggap paling jujur.

Sejak itu American Idol berganti juri. Mulai dari masuknya Mariah Carey dan Nicki Minaj yang justru malah mengaburkan fokus penonton pada para pesertanya, karena mereka malah terlalu sibuk menciptakan drama. Sampai kemudian formasi akhir juri American Idol dilengkapi oleh Keith Urban, Jennifer Lopez, dan Harry Connick Jr. Mungkin saja formula juri yang dinilai terlalu baik, malah menghilangkan greget dari American idol. Itulah salah satu alasan kenapa ratingnya turun : karena acara ini kehilangan daya tariknya. Clay Aiken malah sempat berkomentar tentang ketiga juri yang sekarang bertugas. Mereka membosankan! Bahkan Clay mengaku lebih senang menonton acara lain di saluran TV ecek-ecek.

Barangkali alasan ini benar adanya. American Idol sudah kehilangan daya tariknya selama beberapa tahun belakangan ini, hingga akhirnya mengaku kalah pada persaingan, dan memilih mundur dari layar kaca.

Meskipun begitu, saya pribadi agak sedih ketika melihat video promo untuk Farewell Season mereka yang baru-baru ini diluncurkan melalui kanal youtube resminya. American Idol yang akan tayang perdana di Fox pada Januari 2016 ini menayangkan beberapa moment sepanjang karir penayangannya. Dan menggambarkan betapa American idol sudah menjadi bagian dari budaya pop modern yang tidak bisa dipisahkan dari sebagian besar masyarakat terutama di Amerika. Lalu komentar para juri yang memberikan pernyataan bahwa menjadi bagian dari American Idol adalah saat yang menyenangkan, karena acara ini berhasil mewujudkan mimpi banyak orang dan membuka pintu kesempatan bagi siapa saja yang percaya.

Dan kemudian Ryan Seacrest sebagai host tetap selama 15 tahun ini memegang sebuah kertas yang didalamnya ada rekaman video dimana untuk pertama kali dia memperkenalkan venue yang akan menjadi tempat bersejarah bagi berubahnya nasib seseorang setelah menjadi jawara kompetisi menyanyi tersebut.

Cukup sedih rasanya melihat acara ini akan segera berakhir setelah pengumuman juara yang akan dilaksanakan kurang lebih 2 bulan setelah tayang perdana, walaupun sudah kehilangan minat menonton selama beberapa season terakhir.

Mungkin saya masih akan melihat tayangan audisinya, karena disanalah sebagian besar hal menarik terjadi. Kisah-kisah yang melatar belakangi para kontestan, hingga reaksinya ketika berhasil mendapatkan golden ticket, atau malah sebaliknya, gagal menuju panggung besar di Hollywood. Untuk beberapa season terakhir ini biasanya saya akan bertahan menonton hanya sampai babak Hollywood Stage. Tapi kemudian akan kehilangan minat menonton pada babak 12 besar. Tidak seperti dulu…yang mengikuti hampir tiap minggu. Sekarang? Hanya mengikuti beritanya lewat Yahoo!

Baiklah, mari kita tunggu akan seperti apa Farewell Season kali ini. Apakah benar akan menjadi season paling menarik seperti yang dikatakan Keith Urban? Atau malah sama seperti yang sudah-sudah? Tapi saya rasa, mungkin akan jadi season penutup yang cukup luar biasa, karena konon kabarnya para alumni AI akan berkumpul dan  tampil di panggung utama. Pastinya minus Clay Aiken. Hahaha.

So long American Idol! Terima kasih untuk hiburan dan jebolan-jebolanmu yang luar biasa. Sebuah keputusan yang menarik ketika kau memutuskan untuk mengakhiri karirmu di televisi. Karena bagaimanapun, suatu saat kau memang harus berhenti. Dan sekaranglah saat yang tepat. See ya!

9 Comments

  1. Lia Harahap January 7, 2016
    • nunoorange January 7, 2016
  2. Goiq January 8, 2016
    • nunoorange January 8, 2016
  3. adelinatampubolon January 9, 2016
    • nunoorange January 9, 2016
  4. Nugros C January 9, 2016
  5. Nugros C January 9, 2016
    • nunoorange January 10, 2016

Terima kasih sudah baca sampai selesai. Boleh tinggalin sedikit komentar nggak? Nanti saya kunjungi balik deh. Link Hidup akan dihapus ya.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: