Event

Blue Band Grand Demo Bakery Semarang

Kalau disuruh milih : lebih seneng mana, masak ala cuisine apa baking? Sudah pasti saya akan dengan senang hati memilih yang pertama. Kenapa? Karena walaupun ribet dan melibatkan banyak bahan, tapi saya lebih jago bikin oseng-oseng misalnya, dibanding harus bikin kue bolu atau riweuh bikin adonan buat kukis. Seru sih emang, tapi baking bukan spesialisasi saya. Makanya agak heran juga ketika saya ikut kegiatan Blue Band Grand Demo Bakery di hotel Novotel kemarin siang.

Blue Band Grand Demo Bakery

Sebenarnya kegiatan ini memang terbuka untuk umum, tapi dari sebagian besar tamu undangan yang datang, mereka adalah pelaku bisnis di bidang kuliner terutama pembuatan cake and cookies. Makanya bisa dibilang mungkin saya satu-satunya orang awam yang hadir siang itu.

Meskipun saya mengaku lebih menyukai meracik bumbu menjadi masakan daripada harus berurusan dengan mixer dan oven, tapi saya juga tertarik untuk mengetahui ada apa sih di kegiatan yang diselenggarakan oleh Blue Band ini?

Pada intinya sih Grand Demo Bakery ini adalah memperkenalkan beberapa jenis produk yang dipasarkan oleh Unilever Food Solutions, termasuk di dalamnya adalah produk mentega dan margarine dengan merk Blue Band. Siapa sih yang nggak kenal sama produk yang satu ini? Semua orang pasti sudah tahu bahwa nama Blue Band memang identik dengan produk berkualitas premium namun dengan harga relatif terjangkau.

Blue Band Grand Demo Bakery

Kebetulan sebentar lagi bulan Ramadhan dan Lebaran. Biasanya saat seperti ramadhan dan lebaran, permintaan kue kering untuk sajian lebaran meningkat. Dan kehadiran para pelaku industri pastry dalam acara itu juga tidak jauh-jauh dari kepentingan bisnis menjelang momen istimewa. Lalu bagaimana dengan saya?

Sudah beberapa tahun belakangan ini si Mamah Dedeh – ibu saya di kampung – selalu mengisi kegiatan menjelang lebarannya dengan membuat kue kering. Memang tidak untuk dijual dan hanya sebagai konsumsi sendiri dan sajian untuk tamu dan keluarga, namun kegiatan ini rupanya begitu menyenangkan untuk beliau.

Dan kalau saya perhatikan, semakin lama kemampuannya dalam membuat kukis juga semakin membaik lho. Rasa kukisnya juga tidak kalah dengan yang dijual di toko. Hanya saja kadang masih belum konsisten di tekstur kukisnya dan masih suka gosong. Hehehe. Itulah kenapa, salah satu materi pelatihan Grand Demo Bakery oleh Blue Band kemarin itu juga belajar soal mengenali alat-alat baking, termasuk oven.

Blue Band Grand Demo Bakery

Blue Band Grand Demo Bakery

Dalam acara itu dipraktikkan 3 jenis resep kukis. Yang pertama ada Choco Nutty Cookies, kemudian Red Velvet Cookies, dan yang terakhir adalah Potato Finger Cookies. Saya sempat mencicipi ketiga kukis tersebut. Yaaa..rasanya lumayan lah ya? Tapi yang menarik buat saya tentu saja adalah cara membuatnya. Karena seperti yang sudah saya bilang, saya tidak terlalu lancar kalau sudah berurusan dengan pastry.

Ternyata waktu Baker Aziz dan Baker Nadia (2 baker yang memandu sesi pembuatan kukis) menunjukkan cara pembuatan ketiga kukis tersebut, kok menurut saya gampang sekali ya? Selama bahan-bahannya lengkap dan ditakar dengan baik, hasilnya juga akan baik.

Eh, tidak selalu begitu ding. Meskipun bahan ada dan sudah ditakar sesuai dengan ukuran, tapi proses pengolahan juga penting. Salah satu yang saya pelajari adalah bahwa dalam pembuatan kukis, adonan tidak boleh terlalu lama dimixing. Kenapa? Karena hasil jadinya nanti akan mbleber dan bentuk kukis jadi tidak cantik lagi. Selain itu teksturnya juga pasti lembek dan tidak crunchy.

Pantesan, terakhir kali bikin Chocochips Cookies kok mbleber jadi gepeng banget. Hahaha.

Blue Band Grand Demo Bakery

Blue Band Grand Demo Bakery

By the way, Baker Nadia bahkan memberikan rahasia pembuatan kukis versi dia. Kalau jumlahnya enggak terlalu banyak dan hanya untuk konsumsi sendiri, beliau lebih senang menggunakan tangan dan spatula dibandingkan mixer. Karena sebenarnya untuk resep kukis kebanyakan hanya butuh untuk nyampur saja tanpa diaduk terlalu berlebihan. Ya ya ya, pokoknya begitulah. Kamu yang sudah bergelut lama dengan dunia baking pasti sudah tahu soal ini. Tapi buat saya, ini pengetahuan yang baru lho?

Selain soal pengolahan, salah satu ilmu yang saya dapat adalah soal pengenalan oven. Beda oven beda juga sifatnya. Oven deck sudah pasti beda dengan OTang alias Oven Tangkring yang dipasang di atas kompor gas. Paling enak sih punya oven gas yang lengkap dengan penunjuk suhu ya? Cuma ya itu, MAHAL! Haha.

Tapi kalau kamu adalah seorang yang bergerak di bisnis ini dan skalanya sudah lumayan besar, memang sudah harus punya oven canggih yang kapasitasnya besar demi menunjang kegiatan produksi.

Oh iya, acara ini terbagi menjadi 2 sesi. Yang pertama adalah pembuatan kukis tadi, dan yang kedua adalah pembuatan cake dan decorating. Rencananya sih sampai jam 2, tapi sayang sekali saya harus kembali ke kantor dan melanjutkan pekerjaan saya yang super serius tapi santai itu. Sebenarnya pengin lihat sesi decorating sih, tapi karena harus balik kerja akhirnya saya tinggal deh.

Meskipun saya enggak dapat doorprize, tapi lumayan lah bisa bawa pulang sekaleng Blue Band Master ukuran 2 kilo dan dapat makan siang enak di Novotel. Hehehe. Tapi nggak hanya itu, saya juga membawa pulang resep-resep kukis yang sudah tidak sabar pengin saya kasih lihat ke Mamah Dedeh di kampung. Beliau pasti senang sekali dan nggak sabar untuk langsung praktik. Hmm, alamat saya harus belanja bahan kue nih saudara-saudara. 😀

Kalau ada acaranya sejenis ini lagi saya mau ikut deh. Lumayan kan bisa lihat demonya, apalagi kalau dapat produknya, bisa bawa pulang sample makanannya, sukur-sukur bisa dapat doorprize. Sayang, di acara itu enggak ada kompetisi live tweet, hahahaha!

Yuk bikin kukis!

Terima kasih sudah baca sampai selesai. Boleh tinggalin sedikit komentar nggak? Nanti saya kunjungi balik deh. Link Hidup akan dihapus ya.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: