Begini Penampakan Terminal Bandara Ahmad Yani Semarang Yang Baru

“Bandara kok kayak terminal Bis!” Sekali dua kali saya pernah mendengar orang berkomentar begitu tentang Bandara Ahmad Yani semarang. Mungkin, sebagai pelancong yang sudah menjelajah sekian banyak bandara, mereka tahu bagaimana bedanya bandara Internasional Ahmad Yani Semarang dengan yang lain. Bisa jadi, label “Bandara Internasional” dirasa agak kurang pas mengingat kondisinya seperti apa.

Meskipun aktivitas saya dengan perjalanan udara masih sangat terbatas dan hanya beberapa kali mengunjungi bandara Ahmad Yani, tapi saya bisa setuju sih dengan komentar orang. Terakhir kali datang ke tempat itu dan rasanya memang agak kurang representatif. Space yang ada seakan nggak sebanding dengan rasio penumpang yang datang dan pergi melalui tempat itu.

Belum lagi masalah lain seperti kondisi tempat parkir atau lobi antar jemput yang cukup semrawut, membuat pemindahan terminal bandara menjadi lumayan urgent. 

Wacana dan Realisasi

Beberapa waktu belakangan ini saya sering mendengar kabar tentang wacana pemindahan bandara Ahmad Yani ke tempat baru yang lebih representatif. Ada yang bilang katanya mau dipindah ke daerah Kendal lah, ada juga yang bilang kalo nanti bandara yang lama akan diperluas, semua jadi bikin saya bertanya-tanya akan jadi seperti apa ya bandara baru Ahmad Yani nantinya?

Dan kabar mengenai pembangunan terminal bandara Ahmad Yani Semarang yang baru ini memang relatif nggak terlalu kenceng sih, tapi tahu-tahu sudah mulai difungsikan sejak awal Juni 2018 lalu. Dan kabar itu pun menyebar : Semarang punya bandara baru yang keren. Presiden Jokowi meresmikan bandara baru Ahmad Yani dan semua pun orang membicarakannya.

Bandara dari kejauhan

First Impression

Kesan ‘WAH’ yang pertama kali saya rasakan adalah ketika memasuki area bandara. Mulai dari pintu gerbang loket parkir saya sudah terkesima dengan pemandangan sekitar. Ya, bandara ini berada kawasan pantai di Semarang. Konon kabarnya ini adalah bandara apung pertama yang ada di Indonesia. Nuansanya memang terasa sedikit lebih panas dibandingkan di area sebelumnya, tapi saya yakin ke depannya area ini akan ditata sedemikian rupa sehingga tampak lebih asri dan adem.

Tempat parkirnya juga sepertinya lebih luas dibanding yang lama. Bahkan kalo melihat data yang dirilis oleh pihak Angkasa Pura I, parkiran yang sekarang hampir 4x lipat lebih luas dibandingkan yang lama. Daya tampung kendaraan pastinya akan lebih banyak dong ya? Memang sih, area ini masih terasa fungsional, namun dalam setahun ke depan pasti akan lebih rapih.

Gedung parkiran terletak di seberang lobi utama bandara. Dan ketika kaki melangkah dari tempat parkir menuju ke area lobi depan, saya merasa kalau saya tidak sedang berada di Semarang. “Woow…” hanya itu yang bisa saya katakan ketika melihat bagaimana bandara Ahmad Yani yang baru. “This is bigger and better!”, ucap saya dalam hati.

Perluasan Terminal Baru Bandara Ahmad Yani Semarang

Bandara Ahmad Yani Semarang saat ini 9 kali lebih luas dibandingkan yang dulu. Menempati area seluas 58.622 meter persegi gedung utama terlihat begitu megah dan bersih. Didominasi warna putih cerah, saya seperti melihat bandara yang sesungguhnya. Begitu moderen dan mentereng.

Nggak heran sih, karena menurut Angkasa Pura I, Bandara Ahmad Yani Semarang ini berkonsep desain local to modern yang mengadopsi dan mengangkat kebudayaan lokal dalam konteks desain yang moderen. Konsep ini sudah dipikirkan oleh tim dari Angkasa Pura I yang juga menekankan soal efisiensi dan efektifitas namun tetap sesuai dengan standar.

Selain itu desain yang diterapkan juga memungkinkan untuk perluasan di masa mendatang tanpa mengganggu aktivitas bandara saat ini. Bahkan yang menarik adalah mengenai konsep desain yang eco friendly sehingga landscape disesuaikan dan tidak mengganggu kondisi lingkungan yang sudah ada. Untuk hal yang satu ini, Angkasa Pura I menanam kurang lebih 24 ribu bibit mangrove untuk mendukung kelestarian lingkungan.

Bicara soal fasilitas, terminal baru Bandara Ahmad Yani Semarang ini memiliki banyak fasilitas standar, tapi dengan penampilan yang berbeda tentunya.

Ada 30 check in counter di sini, 4 konter visa on arrival, 3 aviobridge, elevator, 8 escalator dan 2 travelator. Selain itu, terminal baru Bandara Ahmad Yani Semarang memiliki lebih banyak parking stand pesawat. Kalau sebelumnya 8, saat ini tersedia 12 parking stand  di area apron.

Kunjungan bloger ke Terminal Baru

Saya termasuk yang cukup beruntung bisa main ke bandara baru kebanggaan warga Semarang ini. Bukan sebagai pelancong, tapi sebagai salah satu awak media online (boleh nggak sih bloger nyebut begitu? 😀 ).

2 hari yang lalu saya dan beberapa teman Bloger diundang oleh pihak Angkasa Pura I yang bekerjasama dengan Titik Tengah Partnership untuk berkunjung dan melihat seperti apa wajah bandara Ahmad Yani Semarang yang baru.

Saya dan teman-teman dipersilakan untuk melakukan tur ke beberapa area termasuk ke VIP Room yang ada di tempat ini. Dan saya akan mulai dulu dari area depan.

Ruang Tunggu Lantai 1

bandara ahmad yani semarang

Ini adalah ruang tunggu bawah atau lobi depan. Di area ini terdapat gerai makanan yang menyajikan berbagai pilihan menu yang mengambil tema kearifan lokal. Jadi, gerai makanan di sini menjual beberapa makanan khas Semarang seperti Soto Semarang dan tahu gimbal. Tentunya masih banyak lainnya. Di sini juga terdapat konter Customer Service yang siap melayani pertanyaan dan keluhan seputar pelayanan bandara. Ada banyak tempat duduk yang disediakan bagi calon penumpang untuk beristirahat sambil menunggu jadwal penerbangan tersedia.

Check In Room & Security Check

Dari lobi depan kami diajak melihat bagaimana area check in beroperasi. Ruangan ini begitu terang dan lapang! Sehingga mengantri pun jadi tidak terlihat sesak.

Setelah melakukan check in calon penumpang bisa langsung menuju ke ruang tunggu di sebelah atas atau di berbagai area yang ada di sekitar bandara. Ini nih yang menyenangkan dari bandara baru Ahmad Yani ini. Ada banyak spot yang bisa dijadikan tempat nongkrong sambil menunggu panggilan pesawat. Karena menunggu adalah hal yang membosankan, Angkasa Pura I nampaknya begitu paham bahwa tempat menunggu yang oke adalah sebuah keharusan. Nggak bakal bosen deh…

Sebelum menuju ke ruang tunggu di lantai atas, tentunya kita harus melewati security check terlebih dulu. Ini adalah prosedur standar yang harus dilalui oleh calon penumpang sebelum terbang.

Waiting Room 2nd Level

Kalau pengecekan sudah dilakukan dan kita dianggap “bersih dan aman” untuk terbang kita bisa menuju ke area tunggu. Nah, jalan menuju ke area tunggu ini cukup panjang, jadi pastinya nggak boleh datang mepet kalo nggak mau lari-lari menuju pesawat. Hahaha. Dan sepanjang jalan menuju area tunggu kita bisa menemukan beberapa spot untuk ber-swafoto.

Kalau sudah puas berfoto di latar belakang yang banyak macamnya itu, kita akan masuk ke ruang tunggu bandara di lantai 2. Ruangannya jauh lebih luas dibandingkan yang lama. Dan yang seru, di sini juga disediakan area bermain untuk anak (playground) dan beberapa set komputer gim dan internet. Sehingga menunggu tidak akan membosankan. Oh iya, di area ini ada musholla, toilet, dan resto. Musholla-nya bersih dan luas. Toiletnya pun tersedia untuk difabel. Jadi lengkap deh fasilitasnya.

Ini dia beberapa foto ruang tunggu yang berhasil saya ambil.

VIP Room

Karena ini adalah kunjungan khusus, saya dan teman-teman pun mendapat kesempatan untuk bisa masuk ke area VIP yang ada di lantai 3. Area ini dikhususkan untuk tamu-tamu penting dan mereka yang menggunakan layanan VIP.

Ada 2 ruang VIP yang dikelola oleh Angkasa Pura I dan pihak swasta. Untuk ruangan VIP dari Angkasa Pura ditujukan untuk tamu-tamu penting kenegaraan. Pada peresmian bandara beberapa waktu lalu, Presiden Joko Widodo dan rombongan menggunakan ruangan ini. Sayang sekali karena saat saya dan teman-teman ke sana, ruangan tersebut sedang digunakan sehingga kami tidak bisa masuk dan mengambil gambar.

Sedangkan yang kedua adalah lounge yang dikelola oleh swasta. Concordia Lounge, adalah VIP Room yang sebenarnya bisa digunakan oleh siapa saja. Hanya saja bagi mereka yang akan menggunakan ruangan ini dikenakan biaya. Untuk biayanya kurang lebih sekitar 110 ribuan per orang. Untuk tarif lebaran menjadi 135 ribuan. Concordia Lounge juga menerima berbagai kartu kredit platinum dari berbagai Bank.

Di sini kita bisa menikmati hidangan yang disajikan semau dan sekenyang kita sambil bersantai menunggu giliran terbang. Yang mau sekalian pijat refleksi juga boleh, untuk harganya silakan bisa ditanyakan ke bagian resepsionis ya?

Oh iya, Concordia Lounge juga menyediakan ruangan untuk rapat. Sewa per jam-nya kurang lebih 300 ribu rupiah belum termasuk biaya konsumsi. Kapasitas ruangan ini kurang lebih 12 orang dan terdapat 2 ruang rapat yang bisa juga digabung menjadi satu. Pemesanan sebaiknya dilakukan beberapa hari sebelum hari H.

meeting room @ concordia lounge

Area Kedatangan

Puas melihat ruangan VIP kami pun menuju ke area kedatangan. Tidak kalah luas dengan area keberangkatan, di sini penumpang bisa menunggu muatan bagasi yang dibawa saat penerbangan dan setelah itu bisa segera keluar dari bandara dan melanjutkan perjalanan ke tempat tujuan. Butuh informasi soal tempat wisata, persewaan mobil atau penukaran uang? semuanya ada di area ini.

And finally…

Tahun lalu Angkasa Pura I mencatat angka 4,4 juta penumpang dengan rata-rata 12 ribu orang per harinya. Melihat dari kondisi terminal lama Bandara Ahmad Yani nggak heran kalau terminal lama terlalu sesak. Itulah kenapa dengan pemindahan ke area yang lebih luas ini diharapkan bisa mengakomodir kebutuhan penumpang. Apalagi ada 14 maskapai penerbangan yang beroperasi di sini, pastinya dibutuhkan tempat operasional yang representatif.

Tur bandara baru Ahmad Yani kali ini sangat menyenangkan. Secara pribadi saya merasa terhormat bisa berkeliling dan melihat berbagai spot dengan cukup detil. Kesan saya adalah bandara ini layak menjadi kebanggaan warga kota Semarang. Dan sudah menjadi tugas kita bersama untuk menjaga dan merawat fasilitas yang sudah dengan susah payah dibangun ini.

Percuma juga fasilitas mewah dan wah kalau kita sebagai pengguna tidak bisa ikut serta merawatnya. Makanya saya sedih ketika beredar foto vandalisme oleh mereka yang tidak bertanggung jawab, merusak fasilitas umum yang di sediakan di bandara ini. Baru juga diresmikan bangku di ruang tunggu sudah dicorat-coret oleh orang-orang norak. Itulah kenapa seharusnya kita berperan serta menjaga fasilitas ini supaya tetap bisa digunakan sampai waktu yang lama.

Tulisan Lainnya :

3 Thoughts to “Begini Penampakan Terminal Bandara Ahmad Yani Semarang Yang Baru”

  1. Beruntung banget ya kita bisa dapat kesempatan masuk ke bandara bahkan nylusup2 sampai ke VIP room tanpa beli tiket, haha.
    Pokoknya bangga lah dengan bandara baru

  2. akhirnya bandaranya Semarang beneran bandara International yess haa

Terima kasih sudah baca sampai selesai. Boleh tinggalin sedikit komentar nggak? Nanti saya kunjungi balik deh. Link Hidup akan dihapus ya.