Kata Semarang Runners, Begini Cara Lari Yang Baik Dan Benar

Ketika Isul mengirimkan pesan di Whatsapp saya tempo hari, saya sedang berada di lampu merah. Isinya undangan untuk menghadiri acara #HealthySharing bareng Titik Tengah Partnership dan komunitas Semarang Runners. Sebenarnya waktu itu nggak begitu ngeh dengan kegiatannya, tapi belakangan baru tahu kalau acaranya Minggu pagi dan topiknya soal lari-lari. Hahaha.

Agak mikir juga setelahnya : “Kenapa diiyain ya?” 😀 Bukan apa-apa, bangun pagi dan berolahraga bukan kegiatan favorit saya. Seringnya, kalau bangun pagi ya tidur lagi. Tapi ternyata cukup menantang juga bisa bangun pagi terus langsung berkegiatan rame-rame bareng temen.

Healthy Sharing bersama Semarang Runners

Begini Cara Lari Yang Baik Dan Benar

Acaranya sendiri berlangsung cukup santai. Berlokasi di Stadion Tri Lomba Juang Semarang yang sekarang sudah baguuuus, saya dan teman-teman bloger ketemu sama anggota komunitas Semarang Runners. Dari namanya pasti sudah ketahuan kalo komunitas yang satu ini isinya adalah pelari-pelari berdedikasi (tidak seperti saya yang musiman) Hehehe.

Singkatnya kami para bloger ini diajari tentang bagaimana lari yang baik dan benar. Mulai dari pemanasan sampai pendinginan. Bicara soal pemanasan, ternyata saya jadi tahu kalau selama ini pemanasan yang saya lakukan sebelum lari kurang tepat. Sering ketemu sama mereka yang suka tekak-tekuk kaki sebelum lari? nah, menurut instruktur dari Semarang Runner, Mas Imam, jenis pemanasan tersebut salah. Pemanasan yang baik dan benar adalah pemanasan yang dinamis.

Apa Itu Pemanasan Dinamis?

Pemanasan dinamis ini terdiri dari gerakan-gerakan aktif yang ditujukan untuk mempersiapkan heart rate atau rasio detak jantung sebelum lari sehingga tubuh tidak mengalami “kaget” ketika melakukan aktivitas lari. Gerakan-gerakan dinamis ini terdiri dari lari-lari di tempat dengan beragam kecepatan dan dilakukan selama beberapa menit.

Ada benarnya juga, meskipun dilakukan dalam waktu singkat, pemanasan dinamis ini cukup bisa membuat jantung saya berdegup lebih kencang daripada biasanya. Masih dalam ritme yang normal sih, hanya saja rasanya lebih enak dan lebih siap dibandingkan kalau hanya menekuk kaki ke depan dan belakang secara pasif.

Sayangnya saya tidak ikut lari jogging keliling lapangan karena kostum saya yang enggak banget. 😀 Jujur saja, saya pikir saya cuma akan belajar tentang teknik lari yang baik dan benar tanpa harus ikut praktek. Alhasil, saya dan Mbak Mechta hanya jalan kaki keliling 3 putaran. Lagipula repot juga kalau harus lari-lari bawa tas selempang berisi kamera. Hahaha.

Tapi lumayan lah ya daripada cuma duduk-duduk saja? Oh ya, dari Semarang Runners kami belajar tentang bagaimana melakukan olah raga lari dengan BAIK, BENAR dan AMAN.

Begini Cara Lari Yang Baik Dan Benar

BAIK, BENAR dan AMAN di sini adalah syarat yang harus dipenuhi supaya terhindar dari cidera atau kecelakaan selama melakukan aktivitas. Beberapa poin yang harus diperhatikan adalah :

  • Gunakan outfit yang sesuai dengan olah raga lari. Nggak perlu yang berharga mahal atau bermerek, yang penting baju dan celana terbuat dari kain yang mudah menyerap keringat.
  • Sepatu lari juga harus diperhatikan. Kalau mau benar dan sesuai aturan, sepatu yang digunakan untuk lari terutama jogging jarak jauh bukan jenis sepatu yang sembarangan. Karena apa? Karena sepatu lari memang didesain khusus untuk menopang kaki sehingga tidak mengalami cidera. Sepatu lari yang baik memang relatif cukup mahal sih. Hehehe.
  • Kalau bisa larilah tanpa menggunakan ear phone. Selain demi alasan keamanan, peralatan semacam ini ternyata mengganggu keseimbangan gerak tubuh lho? Kalaupun mungkin nggak bisa lari tanpa ditemani suara musik, kita dianjurkan untu menggunakan ear phone dengan suara yang tidak terlalu kencang.

Ada Lagi?

  • Berlari dengan memegang telepon genggam juga tidak dianjurkan karena alasan yang sama. Bahkan kalau kita memakai arm band untuk wadah telepon genggam pun juga sebaiknya tidak dilakukan. Saran terbaik yang bisa dilakukan adalah dengan menggunakan tas pinggang khusus untuk lari sebagai wadah gadget atau barang-barang kecil dan cukup penting.
  • Kita harus MELIHAT, DILIHAT, dan TERLIHAT. Begitulah prinsip lari yang aman di jalanan. Instruktur menyarankan untuk berlari melawan arus. Kenapa? supaya kita melihat kendaraan yang ada di depan kita. Kita juga harus memosisikan diri supaya dilihat dan terlihat oleh pengendara kendaraan. Tujuannya untuk menghindari kecelakaan yang melibatkan kendaraan bermotor. Begitu juga apabila kita lari di malam hari, sebisa mungkin baju kita dilengkapi dengan emblem menyala dalam gelap yang bisa memberi tanda keberadaan kita. Saran yang paling baik adalah menggunakan baju warna kuning terang demi keamanan.
  • Jangan lupa untuk melakukan pemanasan dan pendinginan sebelum dan sesudah melakukan aktivitas lari. Selain itu kita dianjurkan untuk berlari sesuai dengan pace yang pas dengan kemampuan kita. Apa itu pace? Kurang lebih artinya adalah irama yang disesuaikan ketika kita lari. Untuk mengetahui pace yang pas adalah kita coba berlari sambil ngobrol atau bernyanyi. Kalau selama lari ngobrol kita masih enak dan enggak ngos-ngosan banget, berarti pace-nya terlalu cepat. Soal pace ini bisa berubah seiring dengan waktu. Jika sering melakukan aktivitas lari, biasanya pace akan meningkat dan kecepatan lari akan lebih cepat.

Jadi kurang lebih seperti itulah teknik yang saya dan teman-teman pelajari dari komunitas Semarang Runners. Semoga bisa bermanfaat ya? Nanti saya masih akan bercerita lagi tentang kegiatan lain yang masih dalam satu rangkaian dengan kegiatan #HealthySharing bareng Semarang Runners dan Titik Tengah Partnership. Judulnya sih makan-makan pagi bareng di Basilia Kafe. Hahaha. Tapi nanti ya… 🙂

Tulisan Lainnya :

2 Thoughts to “Kata Semarang Runners, Begini Cara Lari Yang Baik Dan Benar”

  1. aku biasanya pemanasannya jalan kaki dulu. bener nggak ya itu? 😀

    1. Bisaaaa..kemarin juga dikasih tau kalo jalan kaki sebagai pemanasan juga bisa dilakukan. Asalkan jangan di tengah2 lari banyakan jalan kakinya

Terima kasih sudah baca sampai selesai. Boleh tinggalin sedikit komentar nggak? Nanti saya kunjungi balik deh. Link Hidup akan dihapus ya.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.