Aku Ingin Siaran Seribu Tahun Lagi!

Salah satu hal yang paling menyenangkan dalam hidup adalah melakukan sesuatu yang kita suka dan kemudian dihargai. Ngerjain hobi terus dibayar, kurang lebihnya begitu. Aku sih setuju. Aku adalah salah satu bukti hidup dan ngerasain sendiri gimana enaknya melakukan sesuatu yang kita sukai dan malah dibayar untuk itu.

Ya, pekerjaan yang juga jadi salah satu passion-ku adalah menjadi seorang penyiar radio. Aku sudah mulai berkenalan dengan dunia broadcasting sejak 12 tahun lalu. Saat itu aku baru lulus SMA. Dari sejak aku duduk di bangku sekolah dasar aku sudah seneng dengerin radio. Lalu nggak hanya sebatas dengerin, tapi aku mulai berinteraksi dengan mereka. Ikutan kuis, rekues lagu, kirim-kirim salam, bahkan main ke studio radio favoritku.

Nggak nyangka juga hobiku dengerin radio bisa ngebawa aku ke pekerjaan ini. Berawal dari iseng-iseng rekues, eh, tawaran datang untuk jadi penyiar. Seperti mimpi yang jadi kenyataan! Ya gimana nggak mimpi jadi nyata kalau selama ini cuma bisa ngebayangin enaknya jadi penyiar. Suara kita bisa didengerin sama siapa aja sampai ke mana aja. Dari mulai sejak aku dengerin radio emang udah punya keinginan buat jadi salah satu penyiarnya. Dan sekarang, aku udah menjalaninya selama 12 tahun.

Penyiar adalah pekerjaan yang gampang?

Kata orang sih pekerjaan ini gampang. Gimana enggak? Lha wong tinggal datang, duduk, ngomong, pulang, gajian. Begitu kata sebagian dari mereka. Duh aduh, rasanya gemes banget! Karena nyatanya nggak segampang itu.

Sama seperti pekerjaan lainnya dimana kamu butuh keahlian, komitmen, dan passion, supaya kegiatan ini jadi nggak membosankan. Bayangin aja kalau misalnya kamu nggak punya ketiganya, pasti bakalan bubar jalan. Punya keahlian tapi nggak punya komitmen, ngaruhnya ke attitude yang buruk. Nggak punya gairah di pekerjaan? Waduh, pasti deh kerja pun jadi ogah-ogahan dan seenaknya. Hasilnya pun nggak bisa dipertanggung jawabkan.

Penyiar radio juga butuh itu. Keahlian public speaking [ini bisa dilatih sih], komitmen untuk memenuhi jadwal siaran, dan harus selalu punya gairah untuk bersiaran dengan baik. Menghibur sekaligus mengedukasi pendengar. Bukan perkara mudah kan? Jadi siapa yang masih bilang “jadi penyiar itu gampang?” sini ku jitak!

Nyatanya jadi penyiar itu emang nggak mudah. Kami-kami ini butuh stamina prima juga. Bayangin aja, penyiar bisa siaran sampai 4 jam sekalinya dia on-air. Itu belum termasuk kalau dia harus siaran lebih dari sekali dalam sehari. Terus nih, banyak di antara mereka yang dapat jadwal di jam-jam yang relatif nyebelin. Pagi-pagi buta, atau malah larut malam sekalipun. Di saat yang lain masih terlelap tidur atau sudah malas gerak di dalam kamar dengan kasur yang empuk, penyiar sudah stand by di depan corong mic dan siap menghibur pendengar.

Nggak cuma tenaga fisik aja karena pikiran juga dipakai. Makanya kalo udah capek, capeknya kerasa beneran.

 

Gimana sih bersiaran dengan baik?

Siaran itu melibatkan proses yang sebenarnya cukup panjang dan susah-susah gampang. Sebelum kita on air, ada beberapa hal yang harus disiapkan. Di antaranya :

  • Bahan siaran supaya sepanjang siaran nggak cuma bisa say hi! aja ke pendengar. Bahan siaran ini bisa didapat dari observasi si penyiar. Mulai dari hal-hal sederhana seperti kejadian yang dilihat saat berangkat siaran, atau misalnya isu-isu terkini yang sedang hangat dibicarakan di tengah masyarakat.
  • Materi lagu juga harus dipikirkan supaya siaran jadi lebih bagus dan menyenangkan. Tidak hanya untuk si penyiar sendiri tapi juga untuk pendengar. Kombinasi antara info menarik, pembawaan si penyiar yang seru, dan juga lagu-lagu bagus, tentunya bakal bikin pendengar betah berlama-lama di depan radio.
  • Mood yang baik. Nah, ini dia nih yang ku bilang enggak gampang. Katanya, jadi penyiar itu nggak boleh sedih dan harus selalu gembira. Duh kasihan banget, penyiar kan bukan robot. Penyiar juga manusia yang kadang-kadang mood-nya suka up and down. Tapi itulah kami, yang dilatih untuk nggak terdengar sedang bad mood padahal dalam hati sudah remuk-redam.

Mood yang baik untuk hasil siaran yang baik

Bicara soal mood, terkadang kita nggak bisa ngontrol. Perubahan mood bisa disebabkan oleh banyak hal. Perangkat siaran yang tidak bekerja dengan baik, atau tiba-tiba ketemu sama pendengar yang mendadak rese’ bin nyebelin juga bisa bikin mood jadi jelek.

Kondisi tubuh yang sedang tidak baik juga menjadi salah satu penyebab berubahnya mood jadi nggak oke. Itulah kenapa penyiar dianjurkan untuk nggak gampang sakit dengan menjaga pola hidupnya. Istirahat yang cukup, makan teratur dan bergizi, kalau perlu juga rutin refreshing biar badan dan pikiran tetap segar dan nggak stress.

Tapi nyatanya yang namanya sakit itu nggak bisa dihindari. Karena pola hidup harian dan berbagai faktor kita pun tumbang. Repotnya kalau 1 penyiar sudah sakit, biasanya merembet ke teman-temannya. Mulai dari ketularan sakit lah, sampai yang kelimpungan menggantikan jadwal siaran. Makanya jadi penyiar itu harus fit. Kalaupun sudah ambruk, kami-kami ini harus cari cara biar cepet pulih. Maklum, kami nggak bisa menghilang lama-lama dari udara, takut pendengar kangen! Hehehe.

Ya selain itu pekerjaan juga tidak bisa ditinggal lama-lama kan? Apalagi jenis pekerjaan ini memberlakukan perhitungan fee melalui prosentase kehadiran. Kalau absen lama-lama, bisa nggak gajian!

Kalau penyiar sudah sakit

Sama seperti yang lain. Kami harus minum obat, kadang juga harus ketemu dokter, atau bisa jadi malah nginep di rumah sakit [kalau yang ini amit-amit deh!]. Istirahat yang cukup juga menjadi kunci pemulihan yang baik.

Susahnya, meskipun secara kasat mata udah kelihatan sehat, tapi sebenarnya masih belum sepenuhnya pulih. Mengembalikan kondisi setelah sakit ke keadaan semula bukan perkara gampang lho. Paska sakit biasanya tubuh masih suka lemes dan nggak bertenaga.

Untuk itulah dibutuhkan bantuan selain obat dan istirahat yang bisa mempercepat pemulihan setelah sakit. Tujuannya supaya badan bisa lebih cepat enakan dan kita bisa kembali lagi bekerja dengan semangat seperti sedia kala. Maklum, dapur harus tetap ngebul!

Theragran-M

 

 

Theragran-M Multivitamin dan Mineral

Salah satu yang kupercaya selama setahun belakangan ini adalah multivitamin dan mineral buatan Pt Taisho Pharmaceutical Indonesia TBK. Namanya adalah Theragran-M. Perkenalanku berawal dari lihat-lihat timeline Instagram temen-temenku yang banyak ngomongin soal Theragran-M. Kebetulan waktu itu aku habis pulih dari gangguan radang tenggorokan dan pencernaan. Tahu sendiri kan gimana nggak enaknya radang tenggorokan? Keluhannya bisa merembet kemana-mana. Badan demam lah, otot pegal-pegal lah, dan sudah pasti lemah-lesu.

Setelah pergi ke dokter dan minum obat keluhannya pun berangsur menghilang. Tapi sayangnya badan masih kurang bertenaga. Saat itulah aku nyoba beli Theragran-M di apotek deket kantorku. Dan menurutku Theragran-M ini membantu sekali dalam masa pemulihan. Pastinya karena kandungan multivitamin dan mineralnya yang lengkap ya?

Kandungan multivitamin dan mineral inilah yang membantu tubuh mendapatkan kembali kebutuhannya setelah sakit.Maklum, biasanya saat sakit kita cenderung nggak doyan makan. Akhirnya asupan gizi pun jadi berkurang dan tubuh kehilangan banyak mineral yang dibutuhkan untuk tetap prima.

Kandungan Theragran-M

Kalau melihat dari komposisinya, Theragran-M ini punya kandungan vitamin yang bagus untuk mempercepat masa penyembuhan. Mulai dari Vitamin A, D, B kompleks, hingga vitamin C dan E. Jenis-jenis vitamin ini memiliki karakteristik yang hampir sama, yaitu sebagai anti oksidan.

  • Kita kenal vitamin A sebagai nutrisi yang erat kaitannya dengan kesehatan mata.
  • Kemudian vitamin D yang dikenal baik untuk kesehatan tulang.
  • Lalu vitamin B kompleks yang dibutuhkan tubuh untuk mengonversi karbohidrat menjadi tenaga sehingga kita bisa terus bersemangat dalam beraktivitas. Vitamin B kompleks di Theragran-M juga sudah meliputi Niasinamida yang merupakan bentuk lain dari vitamin B3 dan baik untuk kesehatan kulit, serta Kalsium Pantotenat, bentuk lain dari vitamin B5 yang berfungsi untuk membantu metabolisme.
  • Sedangkan vitamin C dikenal sebagai salah satu penjaga tubuh supaya nggak gampang sakit dan mampu membantu meningkatkan daya tahan tubuh
  • Vitamin E selain dikenal baik untuk kulit, juga memiliki banyak fungsi dan manfaat di antaranya sebagai salah satu faktor penting dalam pemulihan tubuh setelah sakit

(sumber : www.manfaat.org)

Selain vitamin yang bagus untuk masa pemulihan, Theragran-M juga mengandung mineral penting yang dibutuhkan oleh tubuh. Di antaranya :

  • Iodium. Mineral ini tidak bisa diproduksi sendiri oleh tubuh. Itulah kenapa kita perlu mengonsumsi makanan atau suplemen yang mengandung iodium supaya tubuh mendapatkan unsur mineral yang dibutuhkan. Kita mengenal Iodium sebagai mineral yang mampu mencegah gondok, tapi Iodium juga berfunsgi menjaga kesehatan kelenjar tiroid. Kelenjar ini berfungsi mengatur kecepatan pembakaran energi dan memproduksi manfaat protein bagi tubuh.
  • Besi. Selain membantu sistem metabolisme dan meningkatkan imunitas dalam tubuh, Zat besi penting bagi kesehatan darah karena membantu tubuh membentuk hemoglobin atau sel darah merah. Selain itu zat besi juga berperan dalam mengatur oksigen dalam darah sehingga memberikan manfaat maksimal bagi penyembuhan dan pemulihan tubuh.
  • Tembaga II. Tahukah kamu kalau Tembaga nggak bisa diproduksi sendiri oleh tubuh? Padahal zat ini memiliki banyak fungsi di antaranya membantu meningkatkan kekebalan dalam tubuh dan menjamin penyembuhan luka lebih cepat.
  • Mangan II. Nah, kalau zat yang ini berfungsi membantu tubuh menyerap vitamin dengan lebih baik. Selain itu Mangan II juga berfungsi sebagai anti oksidan, membantu metabolisme dan menjaga kesehatan pencernaan.
  • Magnesium. Mineral ini baik untuk menjaga kesehatan jantung. Selain itu Magnesium juga mengatasi keluhan pada otot sehingga membantu tubuh untuk memulihkan diri terutama otot yang lemah setelah sakit.
  • Seng dibutuhkan untuk meningkatkan imunitas tubuh selain menangkal radikal bebas dan membantu fungsi hormone Thyroxine yang dihasilkan oleh kelenjar tiroid. Selain itu Seng juga berfungsi menjaga kesehatan pencernaan serta baik untuk kesehatan kulit.

Kandungan multivitamin dan mineral di atas tadi tentunya sudah ditakar sesuai kebutuhan tubuh orang dewasa.

Kemasan, harga, dan dosis

Sejauh yang aku tahu Theragran-M tersedia dalam kemasan strip isi 4 tablet. Harganya berkisar di angka 20 ribuan rupiah. Harga bisa bervariasi tergantung wilayah penjualan. Kalau di Semarang sih rata-rata segitu. Kamu juga bisa membeli Theragran-M di apotek dan supermarket di kotamu.

Untuk dosisnya sendiri sekali minum cukup 1 tablet sehari. Tetapi jika kamu butuh konsultasi dokter dulu, bolehlah bertanya-tanya soal anjuran dosis dari Theragran-M ini.

Yang menarik dari Theragran-M

Theragran-M diproduksi dalam bentuk tablet bersalut gula. Jadi ketika kamu tempelin ke lidah, rasanya akan terasa manis. Walaupun begitu jangan lantas diemut seperti permen ya? Kamu tetap harus meminumnya dengan bantuan air supaya tablet Theragran-M larut dalam pencernaan. Buatku cara ini cukup praktis dan membantu bahkan untuk mereka yang mengalami kesulitan dalam menelan obat karena rasa pahit di lidah.

Oh iya, selain sudah terdaftar di Badan Pengawas Obat dan Makanan [BPOM], PT Thaiso Pharmaceutical Indonesia tbk juga mencantumkan label halal MUI dengan nomor 00280032151004 di bagian depan pembungkus Theragran-M. Pencantuman label bernomor ini membantu kamu untuk mengecek apakah betul produk ini sudah halal atau belum.

Pencantuman label ini penting karena demi kepentingan umat muslim yang perlu untuk mengonsumsi bahan-bahan halal termasuk bahan penyusun obat dan vitamin seperti Theragran-M. Mengonsumsinya pun jadi tenang ya?

Live To The Max with Theragran-M

Sudah panjang lebar aku cerita tentang profesiku sebagai penyiar dan bagaimana susah senangnya jadi penyiar. Aku juga sudah cerita kenapa aku memilih Theragran-M produksi Thaiso sebagai multivitamin dan mineral yang selalu kusediakan untuk membantu tubuh memulihkan diri setelah sakit.

Pengennya sih sehat-sehat terus dan bisa melakukan banyak aktivitas harian tanpa terganggu. Karena ternyata kegiatan siaran itu seperti candu! Meski kadang hadir rasa bosan karena sudah menjadi rutinitas, tapi selalu saja ada tantangan baru yang bikin hidup jadi lebih hidup!

Selama ini siaran seperti sebuah “pelarian” saat perasaan sedang sedih karena motivasi untuk menghibur orang lain itu tiada taranya. Kalau pendengar senang dan terhibur dengan siaran kita, itu tandanya berhasil dan percayalah, rasanya luar biasa! Mungkin inilah yang disebut Live To The Max. Hidup jadi lebih hidup dan bermanfaat.

Apakah kamu pengen jadi penyiar?

Meskipun tidak semua orang bisa jadi penyiar [walaupun tetap bisa siaran!] tapi ada beberapa hal yang penting kamu lakukan kalau tertarik dengan profesi ini.

  • Sering-seringlah dengerin radio. Jatuh cintalah dengan dunia broadcasting. Karena dari sana motivasi dan gairah itu akan timbul.
  • Cari tahu informasi soal lowongan kerja di radio yang cocok dengan corak vokalmu. Sering-sering main ke radio yang bersangkutan juga bisa. Jangan malu untuk bertanya apakah ada lowongan kerja sebagai penyiar atau tidak. Kalau ada, coba ajukan lamaran. Jangan malu! Percaya diri sajalah, siapa tahu kamu berjodoh dengan pekerjaan ini.
  • Belajar, belajar, dan belajar. Teruslah berusaha untuk menjadi penyiar yang lebih baik dengan belajar dari penyiar lain. Silakan mengambil manfaat dan inspirasi dari mereka dengan tetap memerhatikan orisinalitas. Jadilah dirimu sendiri dan jangan meniru siapapun.
  • Tetap berkomitmen dengan pekerjaan ini ya? Karena menjadi penyiar juga butuh attitude yang baik.
  • Jangan menyerah! Ditolak masuk ke radio yang satu, coba ke radio yang lain. Temukan radio yang cocok buatmu!

Ah, panjang sekali aku cerita. Semoga ada yang tertarik untuk menjadi seorang penyiar radio seperti aku. Aku mencintai pekerjaan ini dan ingin siaran seribu tahun lagi!

Artikel ini diikutsertakan dalam lomba blog yang diselenggarakan oleh Blogger Perempuan Network dan Theragran-M

Author: nunoorange

Radio announcer. Average in everything.

46 Replies to “Aku Ingin Siaran Seribu Tahun Lagi!”

  1. suka baca tips2 di akhir artikel terutama bagian komitmen karena jadi penyiar juga butuh attitude yang baik dan aslinya apapun pekerjaannya semua butuh attitude yang baik kan disamping skill. Anyway mas Nuno kok kurusan ?

  2. wah keren, Mas, profesi announcer memang dikira cuma cuap-cuap aja, padahal di balik itu ada kerja keras dan pastinya menuntut stamina yang prima supaya suara yang keluar juga kedengeran oke :).

  3. Kalo aku pengen siaran lagi nuun. Ada lowongan ga di sonoh haha. Iyes pekerjaan pnyiar ga smudah yg dilihat yaa, paling susah itu ktika harus milih lagu, menyesuaikan tone dr lagu yg beat nya tinggi ke rendah dll. Banyak lah yg harus dipelajari. Tapi akupin cinta sma pekerjaan ini, berangan2 someday kalo anak2 udah gedean bakal balik lagi siaran

    1. Waaaaaa…itu yang seru ya Mbak. Bisa ngepasin lagu yang satu ke lainnya itu keren bangeeet. srkg blm ada lowongan, haha. Tapi siapa tahu ntar radio sister company kita butuh lho. Bisa tuh di Swara Semarang atau Imelda. Deket juga malah kan dari rumah?

  4. Wah saya salah satu orang yang kagum ama penyiar radio lho. Hal pertama yang paling saya kagumin itu n suka nanya ma diri sendiri “kok bisa ya mereka berusaha ngejaga mood gtu n ga keliatan lagi klo mood mereka lagi jelek ?”. Menurut saya ya penyiar radio itu salah satu orang hebat yg bisa dg cepet mengontrol emosinya. Seriusan

    1. Nah itu dia. Kalau di radio ada theater of mind dimana siaran radio dituntut untuk memberikan kesan di imajinasi pendengar, dengan begitu penyiar pun otomatis jadi salah satu aktornya. Pinter banget lah pokoknya akting penyiar itu..haha

  5. Theragran M memang komplit vitaminnya, wah penyiar dilarang bete ya, kudu ceria terus, pahalanya gede menghibur orang tuh, 2x siaran aku mah seumur2 pas di radio kampus dulu di unjani, ama di besf fm bareng mbak uniek dan mbak rahmi

    1. Soal pahala gede aku aamiin kan ya Mbak? Hahaha. Tapi kadang penyiar bikin pendengar BT kalo lagu yang direquest ga diputer. Kira2 dosa nggak ya si penyiar? :)) BTW, ketagihan siaran nggak?

  6. yapp, mengerjakan sesuatu dan dihargai itu sangat menyenangkan. Penyiar radio itu gampang, kalau memang passion ya? Kalau bukan passion, siaran tanpa suka cita gak akan ada enaknya :”)

    1. Betul, harus seneng dulu sama dunia radio. Soalnya kalo enggak jatuhnya kek nyari duit doank…ga pake cinta. Padahal di sini rata2 duitnya nggak gede2 amat.

  7. Saya pernah belajar jadi penyiar karena pengen banget jadi penyair, daaaaan…. ternyata susah! Tidak semudah baca tulisan Mas Nuno. Thaks sharingnya. Jadi pengen nyoba lagi.

  8. Beruntung orang2 yang bisa kerja dan hidup dengan passionnya.. kadang ada juga orang yang kerja cuma karena untuk dapet duit.. kerja jadi membosankan dan seperti robot.. btw, siarannya dimana kak? siapa tahu bisa rikues lagu hehhe

    1. Bener banget. Kerja di radio itu (dan dimanapun) kudu punya “gairah” biar seneng kerjanya. Aku siaran di Radio Gajahmada Semarang mbak. Boleh banget request..sini2…suka lagu apa? hahaha

  9. Siaran radio itu menurut aku susaaaah, apalagi dibutuhkan suara yg mumpuni 😀 suara cempreng & sengau kek aku mana lah bisa jadi penyiar hahaha.. jd cukup dengerin org2 siaran aja aku sdh bahagia #gampangan XD

    1. Ejangan salah, suara sengau binti cempreng juga bisa jadi penyiar kali ah. Banyak penyiar2 Jakarta yang suaranya tipis2, yang penting mah main di artikulasi, intonasi, voice clarity, and so on and so on. Coba daftar dulu…siapa tahu…#uhuk

Terima kasih sudah baca sampai selesai. Boleh tinggalin sedikit komentar nggak? Nanti saya kunjungi balik deh. Link Hidup akan dihapus ya.

%d bloggers like this: