#7HariHalu : [01] Setelah Sedekat Ini

The Chainsmokers Closer

Haris menyesap matcha lattenya ketika mata kami beradu. Ada sedikit senyuman tersungging di bibirnya saat minuman favoritnya itu mulai meluncur turun ke kerongkongannya. Dia benar-benar tersenyum sembari meletakkan cangkirnya ke meja di hadapan kami.

It’s been three years, ya?” ucapnya dengan nada setengah tak percaya. Aku hanya mengedikkan bahuku sambil tersenyum.

Ya, tiga tahun kami tak bertemu dan sama sekali kehilangan kontak. Aku tak pernah mendengar kabar darinya setelah malam itu. Sepertinya aku tidak harus bercerita apa yang terjadi bukan? Kisah asmara yang tak berjalan mulus mungkin sudah sering kalian dengar. Dan kisah itu tidak harus kalian dengar lagi.

Dan setelah lama masa berlalu, di sinilah kami. Duduk berdua di sebuah gerai kafe terkenal yang ada di sebuah sudut mall kota besar ini. Pertemuan ini bukanlah yang pertama kali setelah kami berpisah. Sebelumnya, aku dan Haris berjumpa karena sesuatu yang aku sebut “berhubungan dengan pekerjaan”.

Aku masih ingat ekspresi wajahnya ketika kami pertama kali bertemu. Yang dia ucapkan hanya “Aku tak percaya itu kamu.” Aku lebih tidak percaya lagi bahwa pria yang berdiri di depanku saat itu adalah kekasihku dari masa lalu. Waktu itu hanya bisa berkata, “What the hell?”

Tapi demi alasan profesionalitas aku tetap mau berhadapan dengannya. Dan inilah pertemuan kesekian kami setelah Haris mengaku tak bisa melupakanku. Aku setuju untuk bertemu lagi dengannya dengan satu syarat : tak ada pembicaraan mengenai pekerjaan saat kami berdua. Dia setuju.

Haris mendesah pelan. “Banyak hal yang terjadi. Aku menyesal sudah menyakitimu sampai kau jadi begini.”

Aku mengernyit. “Apa maksudmu dengan sampai kau jadi begini? I’m fine, really. This is my choice. Setelah putus denganmu aku pergi ke kota ini . Aku berniat melupakanmu dan berusaha hidup mandiri. Aku cari kerja, dan sekarang beginilah aku.”

“Apa orang tuamu tahu?”

“Yang mereka tahu hanya I’m struggling with my life dan aku berusaha untuk tidak membuat mereka kawatir, itu saja.”

Kami berdua terdiam. Dia pun menggeleng pelan sambil tersenyum kecut dan menatap gelasnya yang sudah setengah kosong. Matcha latte itu sudah mulai mendingin.

I wish I could turn back time to save you. To save our love.”

Sekarang aku yang balik tersenyum kecut sambil menatapnya dalam-dalam.

Don’t do that to yourself, Har. It’s okay. Aku baik-baik saja. Dan aku lihat kamu juga. Hubungan kita dulu memang rumit. Dan aku juga tidak yakin bisa menghabiskan sisa hidupku denganmu.”

Let me kiss you now.”

No you can’t. You’ve already have a wife, Har. Sudah cukup kamu nyakitin dia dengan menemui aku secara sembunyi-sembunyi seperti ini.”

Haris menggeleng lagi lalu berkata, “now you’re talking about moral?”

Aku melongo.

Damn it! I’m leaving!”

Aku hendak beranjak pergi ketika Haris meraih tanganku dan mencegahku pergi.

Please don’t go! I’m sorry! Maafkan omonganku tadi. Please, duduklah kembali.”

Haris mengulang permohonannya dan aku pun luluh. Kami berdua terdiam sesaat ketika dia mengatakan tentang kehidupan pernikahannya yang tidak membuatnya bahagia. Aku bilang, sepertinya bukan itu yang kulihat tempo hari di sebuah foto yang Haris tunjukkan padaku.

Dia, seorang wanita, dan seorang anak perempuan kecil tertawa bahagia di sebuah taman berumput hijau entah di mana. Siapapun yang melihatnya pasti setuju, begitulah bentuk kebahagiaan sejati dari sebuah rumah tangga yang orang mati-matian mengejarnya.

Itulah kenapa aku hampir tidak percaya apa yang Haris katakan barusan. Tapi kejadian beberapa waktu lalu membuktikan, mungkin Haris memang tidak bahagia dengan istrinya. Tapi entahlah.

“Kita harus berhenti bertemu. Bukan ini yang aku inginkan. Aku tidak mau menyakiti istrimu.” Suaraku bergetar saat mengatakan kata-kata itu. Sebagai wanita aku tahu bagaimana rasanya dikhianati. Tapi ironisnya, terkadang aku harus terlibat dalam skenario pengkhianatan itu.

“Tolong jangan larang aku bertemu denganmu lagi, aku mohon.”

Aku mendesah pelan.

I could do this with another man, Har. But not you. This is wrong.”

Aku menutup kedua wajahku yang mulai terasa panas. Rasanya ingin menangis tapi setelah sekian lama aku merasakan hatiku mati dan seperti hampir kebas. Air mata itu tak mau keluar meskipun rasa lelah mendera hati dan pikiranku saat itu. Haris memegang tanganku.

What if…I divorce my wife?”

You what?” Aku terkejut dengan pertanyaannya. Terlebih aku bingung dengan perasaanku sendiri. Aku merasakan sebuah getaran yang aneh setelah pertanyaan itu aku dengar. Antara senang dan sedih bercampur jadi satu.

No! Don’t!” ucapku tegas. “Tidak akan ada perceraian di antara kalian, terlebih kalau itu karena aku. Kamu sudah mulai nggak rasional Har. Kamu sudah gila. Apa lagi yang mau kamu kejar? Aku sudah bukan aku yang dulu. Dan kamu tidak perlu menebus kesalahanmu dengan melakukan hal seperti ini.”

Kami berdua sama-sama terdiam. Lalu Haris menundukkan kepalanya.

“Lepas dari kamu bahagia atau tidak, itu tidak penting. Karena buat istri dan anakmu, kamu adalah segalanya bagi mereka. Hentikan sampai di sini. Jangan lanjutkan kegilaan ini lagi. Aku menyesal sudah terlalu jauh meladeni keinginanmu. Kamu harus pulang. Kamu punya rumah.”

“Dan kamu? Apa kamu punya?”

Aku tersenyum.

“Dunia inilah rumah bagi pelacur sepertiku.”

“Lalu kapan kamu akan pulang?”

Aku mendesah dan menyentuh pipinya. Tapi aku tak mengatakan apa-apa.

Saat itulah aku beranjak pergi meninggalkan Haris sendirian di sudut kafe itu. Aku memutuskan untuk tidak bertemu lagi dengannya setelah malam itu. Mungkin sebuah kebodohan jika harus patah hati yang kedua kali dengan orang yang sama. Tapi aku rasa itulah yang terbaik.

Flash fiction ini dibuat dalam rangka memenuhi tantangan #7HariHalu bersama dengan Jeci. Ini adalah sebuah game challenge yang tercipta karena situasi “suwung” alias enggak tahu musti ngapain. Jeci mencetuskan ide ini dan saya menyambutnya dengan perasaan tak tentu. Antara yakin dan tidak, karena menulis cerita pendek berdasarkan sebuah lagu? Well, saya sudah pernah melakukan itu tapi sudah lupa bagaimana caranya. Otak saya sudah rusak karena kebanyakan terkontaminasi mesumnya dunia [bahahaha!].

Anyway, ini adalah kisah singkat berdasarkan sebuah lagu yang saat ini sedang hype dan diputar dimana-mana. Judulnya adalah Closer, penyanyinya adalah The Chainsmokers featuring Halsey. Kalau diperhatikan, liriknya adalah tentang 2 orang yang dulu pernah saling naksir, tapi karena gengsi dan lain sebagainya akhirnya berpisah.

Setelah sekian lama mereka bertemu kembali dan mencoba mengulangi kisah mereka di masa lalu. Itulah kenapa mereka seperti merasa tak pernah menjadi tua karena melakukan hal-hal yang pernah mereka lakukan di masa lalu.

Actually, lagu ini sama sekali tidak romantis menurut saya. Liriknya juga rada dewasa sebenarnya. Bercinta dengan matras curian di belakang Rover? Well, that’s wild! Tapi musiknya asyik dan ear catchy sekali dan enak buat didengerin.

Eh, ibu-ibu, jangan pada protes ke KPID ya kalo ternyata lagu ini khusus dewasa? Udahlah, jogetin ajah! Bule emang suka gitu. #eh [padahal si Anya Geraldine juga gitu yak?] hihihihi.

Ya pokoknya inilah interpretasi saya sama lagu Closer. Memang agak twisted di endingnya. Jadi ceritanya si Haris dan cewek yang bernama Aku ini dulu adalah sepasang kekasih. Tapi mereka putus karena satu dan lain hal dan kemudian bertemu lagi. Karena merasa enggak bahagia, Haris pun “jajan” di luaran. Ternyata PSK yang disewanya secara daring adalah mantan kekasihnya yang setelah putus lalu merantau ke kota besar dan terjerat prostitusi. Si Haris baper, tapi si Aku ini nggak mau balik lagi. Dan setelah sedekat ini, akhirnya mereka benar-benar berpisah setelah bertemu lagi selama beberapa kali.

Ya, gitu deh. Saya kan bukan penulis kisah yang oke, jadi masih banyak lubang di sana dan di sini. Maafkeun ya. Ini cuma buat seru-seruan aja kok. Nama dan tempat kejadian juga fiksi, yang kalau merasa ada kesamaan, ya anggap itu sebagai suatu kebetulan.

Nah, kalau boleh, kritik dan sarannya dwong! Dwong! Dwong!

Komen di bawah ini yaaaaa…yang sopan yaaaaaaa.

Makasiiih.

Author: nunoorange

Radio announcer. Average in everything.

11 Replies to “#7HariHalu : [01] Setelah Sedekat Ini”

  1. BLAAAAAAAAAAAAAAAAAAAARRRR!!!!!!!

    See???? Bisa kaaaaaan!! Emang kudu ditantangin dulu ni orang baru gerak hahaha
    keren maaaaaaaaaaaaaak!!!

    Duh aku koyo bar nggarap soal-soal ujian hahaha *lah kapan taun aku ujian? HALU! HAHAHAHHA

  2. sampe baca beberapa paragraf titin msh ngeuh nya #7hariberlalu

    pasca turun dulu ke bawah bla bla, duduk di kursi lagi, liat windows ko hesteknya #7harihalu. ahaha.. jadi ini sapa yg halu?

    dan saya lbh tertarik baca ‘curhatan’ kak nuno di bawah FF itu. ahaha..

Terima kasih sudah baca sampai selesai. Boleh tinggalin sedikit komentar nggak? Nanti saya kunjungi balik deh. Link Hidup akan dihapus ya.

%d bloggers like this: