Book Personal

5 Buku Favorit Saya [Plus Beberapa Film Juga]

Saya tidak terlalu rajin baca buku. Kadang kalau nonton film juga sifatnya rekreasional dan tergantung mood. Kalau sedang tidak OK, mau sebagus apa dan seramai apa dibicarakan, ya tetap saja nggak berangkat ke bioskop. Tapi saya menyukai keduanya. | 5 buku favorit

Bukan bookworm tapi demen ke Gramedia atau Toga Mas [sedih banget sekarang udah tutup T.T]. Cuma lihat-lihat kali aja ada yang bagus, tapi sering berakhir dengan menenteng belanjaan pulang. Apalagi kalau sedang ada sale. 

Saya lebih senang baca novel dibanding yang lain. Entahlah, mungkin otaknya cuma nyampe ke level itu dibandingkan baca yang lain. Novelpun masih milih-milih. Lebih suka yang bergenre misteri thriller, novel detektif, atau drama. Yang cinta-cintaan macam Harlequin sama sekali nggak suka. Hehehe. Tapi saya suka baca buku self help juga kok.

5 Buku Favorit

Dari sekian banyak TUMPUKAN buku, berikut ini 5 favorit saya. Oh iya, karena buku-buku saya ada di kampung dan nggak ada dokumentasi fotonya, beberapa gambar sampul buku ini saya ambil dari google ya. Sumber akan dicantumkan.

1. Negeri Bahagia

from tokopedia

Buku karya Dominique Lapierre ini bersetting di sebuah sudut kota Calcutta India yang bernama Anand Nagar. Bagian kecil dari Calcutta ini dihuni oleh orang-orang paling miskin yang kebanyakan adalah mantan petani yang terpaksa menyerah dan menjual tanahnya kepada Lintah Darat di desa.

Mereka bermigrasi ke kota dan berharap mendapatkan sebuah kehidupan baru yang lebih baik. Negeri Bahagia atau judul aslinya City of Joy bercerita tentang kisah persahabatan antara seorang dokter muda yang juga seorang misionaris bernama Max Loeb dan seorang penarik becak bernama Hazar Pal di tengah-tengah karut-marut Anand Nagar.

Membaca buku ini saya seperti dibawa ke Anand Nagar. Saya bisa merasakan betapa semerawutnya kondisi Anand Nagar. Panas dan lembabnya udara di sana hingga bau selokan karena buruknya sanitasi, terasa begitu nyata karena deskripsi yang nyata dari sang penulis.

Nggak heran sih karena konon kabarnya, Dominique melakukan risetnya sendiri di India dan “belusukan” untuk melihat bagaimana kondisi di sana. 

Tapi di balik runyamnya situasi, novel ini membawa kehangatan persahabatan, sebuah cinta kasih tanpa syarat, dan perjuangan luar biasa seorang ayah demi keluarganya. Tentu saja saya tak bisa menahan air mata saat membaca Negeri Bahagia. 

Oh iya, Negeri Bahagia sudah difilmkan dengan Patrick Swayze dan Om Puri sebagai tokoh utamanya.

2. 24 Wajah Billy

Sebenarnya ini bukan novel, tapi lebih ke buku otobiografi. Penulisnya Daniel Keyes, yang juga menulis beberapa buku yang salah satunya juga menjadi favorit saya, Charlie si Jenius Dungu [bukunya hilang entah kemana].

Ceritanya seputar William Stanley Mulligan atau Billy Mulligan yang dikabarkan menjadi orang pertama dalam sejarah hukum Amerika yang diputus bebas karena alasan kejiwaan.

Billy punya 24 karakter dalam dirinya, mulai dari anak kecil yang manis sampai sosok yang penuh kemarahan. Dalam buku ini juga disertakan foto-foto seperti lukisan-lukisan, sampai gambaran karakter dalam diri Billy.

Asyiknya membaca buku ini adalah mau tak mau saya harus mengingat karakter-karakter lain dalam diri Billy. Tapi disisi lain saya jadi takjub bahwa kepribadian ganda ternyata bisa sampai begitunya. Bahkan sampai 24 orang!

Dan konon film berjudul Identity juga terinspirasi dari karakter Billy Mulligan. Udah nonton?

3. Si Cacing dan Kotoran Kesayangannya [seri 1-3]

Nah kalo yang ini adalah buku self help karangan dari Ajahn Brahm, seorang biksu bule yang sudah sangat terkenal. Meskipun ditulis oleh seorang biksu dan berdasarkan kisah hidupnya selama bertahun-tahun, tapi buku ini tidak berisikan tentang ajaran Buddha saja. Malah saya lihat lebih ke sesuatu yang universal.

Tentang kehidupan itu sendiri.

Uniknya, buku ini ditulis dengan santai dan mengambil sudut pandang cacing dan kotoran kesayangannya. Ibarat manusia dan hal-hal yang berbau duniawi, buku ini menulis tentang banyak kejadian di sekitar kehidupan kita lengkap dengan pelajaran yang bisa dipetik.

Tulisannya sederhana dan mudah dipahami. Beberapa bab bisa membuat saya tertawa, beberapa lainnya mampu membuat saya merenungkan sesuatu.

Saat membaca buku ini saya pernah berkeinginan bertemu dengan Ajahn Brahm lho dan minta foto juga tanda tangan. Hehehe.

4. A Time To Kill

dari lapak Monggobuku Bukalapak

Saya termasuk yang cukup menyukai karya John Grisham. Kebanyakan memang bertema hukum dan pengadilan. Ya karena John sendiri juga seorang pengacara dan dekat dengan dunia hukum.

Dari sekian karya yang sudah saya baca, salah satu yang saya suka adalah A Time To Kill. Ceritanya seputar Jack Brigance, seorang pengacara muda yang membela seorang kulit hitam bernama Carl Lee Hailey.

Carl didakwa membunuh 2 orang kulit putih yang memperkosa anaknya, Tonya dan menyiksanya sampai koma. Perjuangan Jack Brigance untuk menegakkan keadilan menemui banyak tantangan, salah satunya dari kelompok White Supremacist yang berusaha menghalangi usahanya.

A Time to Kill bersetting di Missisipi dengan gambaran tentang rasisme dalam masa setelah segregasi antara kulit hitam dan putih.

Membaca karya John Grisham saya jadi mengenal beberapa istilah hukum seperti afidafit, misalnya. Hehehe. 

Uniknya, tokoh Jake Brigance ini juga muncul di buku lain dari John Grisham yang berjudul Sycamore Row. Saya sudah menulis sedikit ulasannya disini.

Buku ini juga sudah difilmkan dengan Matthew McConaughey dan Samuel L Jackson sebagai pemeran utamanya.

5. The Historian

5 buku favorit
from tokopedia

Buku setebal lebih dari 700 halaman karya Elisabeth Kostova ini saya baca karena rekomendasi dari ibu salah seorang teman penyiar yang kebetulan juga suka baca. Waktu itu beliau bilang “baca buku ini deh, seru”. Terus saya beli dan baca bukunya deh.

Konon The Historian ditulis berdasarkan kisah yang diceritakan oleh ayah dari si penulis. Tentang Vlad the Impaler atau Vlad sang penyula, yang lebih terkenal sebagai Count Dracula.

Meski kisahnya tentang Dracula, tapi menurutku buku ini jauh dari nuansa horor seperti yang banyak kita lihat di film-film. Lebih personal dan seperti menggambarkan sisi lain dari seorang Dracula. Entah apakah benar sosok ini ada atau hanya sekedar legenda?

Selain The Lost Symbol karya Dan Brown, buku ini adalah yang paling tebal yang pernah saya baca dan benar-benar captivating banget. Seperti nggak mau berhenti baca. Karena bukan pembaca cepat, saya sampai menjadwalkan untuk membaca buku ini sebelum tidur. Hehehe.

Nah, itu dia daftar 5 buku favorit saya.

Sebenarnya ada banyak lagi buku yang saya suka. Termasuk semua buku dari Dan Brown [cuma Digital Fortress yang belum saya baca], dan koleksi dari Agatha Christie [saya masih bercita-cita mengumpulkan semua koleksinya]. | 5 Buku Favorit

Beberapa review buku lain pernah saya tulis disini.

So, adakah buku yang jadi favoritmu? #BPN30DayChallenge2018

4 Comments

  1. jeci November 30, 2018
    • nunoorange November 30, 2018
  2. Zai Z December 4, 2018
    • nunoorange December 4, 2018

Terima kasih sudah baca sampai selesai. Boleh tinggalin sedikit komentar nggak? Nanti saya kunjungi balik deh. Link Hidup akan dihapus ya.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: