5 Alasan Kenapa Baca Buku Nggak Kelar-Kelar

5 Alasan Kenapa Baca Buku Nggak Kelar-Kelar

Selamat Hari Buku Nasional! Ceileh, yang koleksi bukunya nambah tiap kali ada pameran tapi nggak tahu kapan mulai dibaca. #meringis #nyindirdirisendiri. Pasti banyak lah yang seperti aku. Tiap kali datang ke pameran hawa-hawanya menggila dan euforia, sampai bilang “kekepin dompet” [secara jomblo juga ga ada yang bisa dikekepin] #oops

Yha! Aku emang begitu, tiap kali ke pameran buku pengennya beli buku ini dan itu. Mumpung harganya murah, bisa belanja seenak jidat. Pulang-pulang bawa tentengan banyak dan sedikit rasa bangga. Bangga kalo ternyata aku ini doyan belanja baca.

Lalu buku numpuk di rak. Sampai berdebu. Eh, mungkin ada yang dibaca satu, tapi nggak selesai. Ganti ke buku yang lain, nggak kelar juga. Dan semua berakhir di rak entah sampai kapan.

Aku nggak nyindir siapa-siapa. Aku membicarakan diriku sendiri. Bukankah paling gampang memberikan contoh dari diri sendiri? 😀

[ BACA JUGA : 4 ALASAN KENAPA AKU SUKA MEMBACA BUKU HARDCOPY ]

Berapa banyak koleksi bukumu?

Aku punya koleksi buku sampai 2 saf lemari baju. Semuanya berjubel di sana tak terkategori, pokoknya numpuk aja. Banyak yang sudah selesai dibaca, tapi lebih banyak yang belum dan cuma jadi koleksi. Jumlah 2 saf tadi saja sudah banyak yang dikurang-kurangin. Entah dikasih ke orang atau dibawa ke kantor buat bahan bacaan temen-temen. Tentu saja bukan koleksi buku yang terlalu kusukai sih. Hehehe.

Kadang heran dan jengkel sendiri kenapa susah sekali rasanya menyisihkan waktu untuk duduk tenang dan membaca berlembar-lembar novel yang sudah dibeli. Bayangannya aja bisa nongkrong di kafe, dengan segelas cokelat hangat, lalu duduk diam membaca sampai bosan. Tapi ekspektasi dan realita lebih sering berseberangan, sehingga apa yang dibayangkan pun nggak pernah jadi kenyataan.

Aku bukan tipe pembaca cepat, meskipun ada beberapa buku yang mampu kuselesaikan hanya dalam hitungan jam saja. Itupun kalau waktuku senggang dan bukunya benar-benar menarik. Beberapa koleksi yang berhasil ku selesaikan dengan cukup cepat di antaranya Harry Potter and The Prisoner of Azkaban, Madre, Perfume : The Story of Murderer, RectoVerso, The Fault In Our Star, Gendhuk, dan apa lagi ya? Kayaknya cuma itu deh. Yang lain bisa dalam hitungan bulan. Lama ya?

Emang sih, makin ke sini makin ngerasa kalo aku udah nggak punya waktu buat santai dan baca buku sampai khusyuk. Oh iya, itu alasan yang terlalu mengada-ada sebenarnya. Karena faktanya aku bisa saja punya waktu, tapi aku terlalu malas.

5 Alasan Kenapa Baca Buku Nggak Kelar-Kelar

Oke, inilah beberapa alasan kenapa aku bisa baca 1 buku sampai lama dan nggak selesai-selesai.

  • [ngerasa] Nggak punya waktu

Alasan ini udah kusebutin tadi dan sebenarnya bohong banget. Kalau mau dianalisa lagi, dalam 24 jam sehari, ada beberapa jam yang sebetulnya kosong dan bisa digunakan untuk bersantai dan membaca. Tapi ternyata sekian jam itu habis cuma buat leyeh-leyeh sambil pegang handphone dan…Scroll! Scroll! Scroll! Kepoin time line med-sos. Lalu kesibukan jadi kambing hitam.

  • Terlalu banyak destraksi

Salah satu masalah yang sering kualami adalah terlalu banyak pengalihan nggak penting yang menganggu konsentrasi selama membaca. Yang paling banyak muncul adalah pengalihan yang datang dari handphone. Lagi-lagi HP. Ya, bentar-bentar ngecek apakah ada chat masuk? Bentar-bentar kepo ada yang seru apa di twitter, instagram, path, dan lain sebagainya? Lalu asyik sendiri, bukupun ditinggal pergi.

  • Isinya kurang menarik

Kalau nggak menarik kenapa dibeli? Well, kadang-kadang keputusan untuk membeli sebuah buku – yang dalam kasusku adalah novel, karena aku suka banget baca novel – dipengaruhi oleh beberapa faktor, salah satunya adalah sinopsis dan endorse yang menarik. Tulisan “No. 1 New York Times Best Seller” atau “Terjual Lebih Dari 150 Juta Kopi” menjadi daya tarik tersendiri. Tapi begitu dibaca, isinya tidak terlalu menarik atau tidak sesuai dengan minatku. Seringnya aku menemukan buku yang tidak menuliskan endorse apapun tapi isinya malah captivating dan membuat aku nggak bisa berhenti baca.

  • Dasarnya aku emang bukan bookworm

Ya, aku mengaku kalo aku nggak se-bookworm itu. Aku suka baca, tapi untuk bisa bilang kegiatan ini sudah jadi hobi sepertinya masih terlalu jauh. Mungkin bisa lebih tepat menyebut diriku sendiri sebagai “Penimbun Buku” yang lebih senang menambah koleksi daripada membacanya. Kembali lagi ke fakta bahwa aku bukan pembaca cepat dan masih menganggap kalau membaca adalah kegiatan yang sifatnya rekreasi, bukan sebuah kebutuhan. Tau kan yang namanya rekreasi? Dilakukan kadang-kadang kalau memang ada waktu luang.

  • Nggak punya target

Ngelihat temen-temen yang bahkan punya “aturan main” atau “jadwal” membaca yang cukup ketat, sering bikin aku jadi mikir, “apa sebaiknya aku melakukannya juga ya?” Sehari 1 buku [kalo ini keren banget lah!]. Atau seminggu sebuku, sebulan sebuku [pemalas!]. Menentukan target seperti ini kayaknya seru, tapi entahlah, mungkin nggak cocok buat aku. Apa mungkin kamu juga punya target begini?

Ffuuh, ternyata banyak juga alasannya? Aku yakin tiap orang pasti berbeda-beda. Beruntunglah kamu yang selalu jadi seorang bookworm sejati. Jujur aku iri karena mereka-mereka yang gemar membaca buku pastilah seseorang yang cerdas, selalu ingin tahu, kritis, dan haus akan ilmu. Teruskan!

Oh iya, kalaupun kamu seperti aku, ceritakan alasan kenapa kamu bisa lama sekali “menghabiskan” 1 buku? Boleh lho tulis di kolom komentar.

Selamat Hari Buku Nasional ya! Tetap membaca karena buku adalah jendela dunia!

Author: nunoorange

Radio announcer. Average in everything.

6 Replies to “5 Alasan Kenapa Baca Buku Nggak Kelar-Kelar”

  1. Aku lagi ngurangi baca buku cetak, karena alasan lokasi penyimpanan hahaha. Biar praktis jg baca dr tab bs dimana2, sambil nunggu meeting atau gimana g mencolok wkwkkw

Terima kasih sudah baca sampai selesai. Boleh tinggalin sedikit komentar nggak? Nanti saya kunjungi balik deh. Link Hidup akan dihapus ya.

%d bloggers like this: