Suatu hari ketika saya pulang kampung, Ibu saya cerita soal kegemaran 2 keponakan saya terhadap buah-buahan. Dia cerita kalau selama seminggu yang lalu hampir tiap hari dia belanja buah di pasar.

Kadang pepaya, kadang jeruk, atau yang paling disukai adalah buah pir. Jenisnya bisa berganti-ganti tapi yang pasti keponakan saya nggak pernah pilih-pilih. Buah yang dibeli oleh Ibu saya pasti abis.

Mendengarnya saya jadi senang karena diusia anak-anak seperti mereka masalah yang sering ditemui adalah susahnya makan buah atau sayur. Banyak orang tua yang mengeluh kalau putra-putrinya nggak doyan makan sayur atau buah. Padahal 2 jenis makanan ini penting untuk pemenuhan gizi di masa pertumbuhan.

Memang, sejak mereka mulai belajar makan makanan padat saya selalu berpesan ke ibu mereka supaya memperkenalkan sayur dan buah sejak kecil. Alhamdulillah sampai sekarang saya dan Ibu nggak pernah kesulitan untuk menyajikan menu yang mengandung sayur dan buah.

Kenapa sayur dan buah penting?

Jangankan anak-anak, kadang orang dewasa pun masih banyak yang nggak suka makan sayur dan buah. Mungkin memang tidak dibiasakan sejak kecil. Padahal sayur dan buah adalah varian yang tidak bisa dipisahkan dari menu sehari-hari karena mengandung banyak bahan-bahan penting yang dibutuhkan oleh tubuh.

Yang paling mudah dikenali adalah kandungan vitamin, mineral, dan juga serat di dalamnya.

Vitamin, mineral, dan serat ini dibutuhkan oleh tubuh untuk menjaga kesehatan. Bahkan porsinya pun disarankan untuk disesuaikan dengan kebutuhan harian. Dalam arti, sebisa mungkin sayur dan buah ini tidak hanya dijadikan menu sampingan yang boleh saja dilewatkan, tapi memang HARUS ada di setiap sajian harian kita.

WHO menganjurkan untuk makan buah sebanyak 5 porsi sehari dengan total kurang lebih 400 gram demi menjaga kesehatan tubuh dan mencegah datangnya penyakit. Inipun terhitung porsi minimal lho? Kalau kamu mau dan bisa menambah porsinya, itu akan lebih baik.

Gimana sih caranya supaya bisa rutin makan buah dan sayur?

Bahkan untuk mereka yang menyukai buah dan sayur pun butuh disiplin untuk selalu memasukkan 2 jenis makanan ini ke menu harian, apalagi yang nggak suka. Harus ekstra keras supaya buah (dan sayur) masuk dalam menu sehari-hari.

Tapi memang, supaya kita bisa mengatur asupan buah dan sayur ke dalam menu harian, kita membutuhkan sedikit trik supaya hal ini menjadi sebuah kebiasaan di masa mendatang. Seperti misalnya :

  • Membiasakan diri untuk memulai hari dengan mengonsumi buah-buahan. Yang paling sering dan mudah ditemui adalah pisang, apel, dan pir. Pisang mengandung cukup karbohidrat dan gula untuk memulai aktivitas di pagi hari. Apel dan pir adalah 2 buah yang kaya akan kandungan serat dan vitamin. Bahkan buah pir mengandung air lebih banyak untuk menghidrasi tubuh.
  • Buah juga bisa dijadikan makanan pembuka dan penutup oleh mereka yang sedang dalam program penurunan berat badan. Kita tahu banyak orang yang memasukkan buah ke dalam menu pembuka dengan tujuan supaya dia tidak makan terlalu banyak saat menikmati hidangan utama. Dengan kebiasaan seperti ini diharapkan kalori yang masuk pun bisa dikendalikan dan berat badan bisa turun.
  • Kalau kamu termasuk yang malas mengunyah buah dan lebih senang membuat jus atau smoothies buah, nggak ada salahnya melengkapinya dengan beberapa jenis sayur untuk menambahkan porsi serat ke dalamnya.
  • Jadikan buah sebagai cemilan di antara waktu makan. Selain seratnya akan membuat kita kenyang lebih lama, buah juga akan mencegah kita ngemil makanan yang kurang sehat.
  • Sediakan selalu buah di rumah. Nggak perlu yang fancy dan berharga mahal. Buah-buahan yang mudah ditemui di sekitar kita pun nggak masalah. Apel dan pir mungkin bisa jadi salah satu pilihan utama. Kedua jenis buah ini masih cukup terjangkau harganya, bukan?

Lalu bagaimana membuat anak-anak menyukai buah dan sayur?

Salah satu masalah laten yang sering dihadapi oleh orang tua adalah menyuruh anak mereka makan buah dan sayur. Segala macam penolakan dan alasan untuk tidak memakannya membuat orang tua sering menyerah dan memberi apa yang anak-anak suka meskipun tahu makanan tersebut belum tentu menyehatkan.

Ada banyak artikel yang mungkin sudah pernah kamu baca mengenai trik jitu membuat anak-anak menyukai buah dan sayur. Tapi sebelum melakukan trik-trik tersebut, 1 hal yang harus dimulai adalah :

Kita sendiri harus menyukainya terlebih dulu dan memberikan contoh yang baik kepada mereka. Jangan harap anak-anak suka buah dan sayur kalau orang tuanya saja nggak doyan

Akan lebih mudah jika orang tuanya menyukai sayur dan buah karena dengan begitu kedua jenis makanan ini pasti akan selalu tersedia di rumah.

Setelah itu barulah melakukan beberapa trik-trik seperti :

  1. Selalu menyuguhkan banyak varian buah di rumah. Tidak hanya 1 atau 2 jenis saja, mungkin bisa bermacam-macam sehingga orang tua bisa melihat jenis buah atau sayur apa yang paling disukai oleh anak-anak
  2. Melibatkan mereka dalam kegiatan menyiapkan, memroses, dan menghidangkan makanan yang mengandung buah dan sayur agar mereka punya keinginan untuk kenal lebih jauh dengan buah dan sayur yang akan mereka makan
  3. Kreatif dalam penyajian. Orang tua memang harus putar otak supaya anak menyukai sayur dan buah. Banyak cara untuk membuat tampilan buah dan sayur jadi lebih menarik. Saya rasa orang tua zaman sekarang pasti kreatif lah ya? Dibuat smooothies, jus buah, sup buah, atau puding buah adalah beberapa cara supaya anak tidak bosan dengan penyajian konvensional yang hanya sekedar dipotong-potong saja.

Lalu, buah apa yang baik untuk anak-anak? 

Saya rasa semua jenis buah baik kok untuk mereka. Yang paling gampang sih yang umum dijumpai dan bisa didapatkan kapan saja tanpa tergantung pada musim.

Pepaya, apel, pisang, dan pir adalah yang paling mudah didapatkan. Kalau mangga biasanya tergantung pada musim. Kalau pas musim sih gampang dan harganya murah. Tapi kalau pas enggak musim biasanya agak mahal dan susah dapat yang benar-benar enak.

Peringatan Hari Buah Pir Sedunia


Ngomongin soal buah pir nih, kamu tahu nggak kalau tanggal 5 Desember diperingati sebagai hari buah pir sedunia? Baru tahu?



Sama dong.

Jadi nih, peringatan hari buah pir sedunia ini mengingatkan betapa pentingnya buah yang satu ini untuk kesehatan kita. Tentu saja ada sedikit nuansa bisnis di sana, tapi lebih dari itu peringatan ini jadi semacam awareness kita terhadap buah yang banyak macamnya ini.

Yang pasti siapa sih yang nggak suka buah pir? Saya rasa hampir semua suka deh. Wong keponakan-keponakan saya juga paling suka sama buah yang satu ini. Kalau beli pir sekilo, paling-paling sehari juga udah abis tuh dimakan sama mereka berdua.



Dan manfaat buah pir itu banyak banget loh. Beberapa di antaranya adalah :


  1. Menyehatkan pencernaan dengan kandungan serat pectin dan probiotik di dalamnya. 1 buah pir mengandung serat yang mencukupi sekitar 22% kebutuhan serat dalam sehari. Serat penting untuk kesehatan usus bukan? Jangan lupa untuk mencuci bersih kulitnya dan nggak perlu dikupas karena di sana juga terkandung serat yang cukup tinggi.

  2. Menyehatkan jantung. Karena kondisi pencernaan yang terjaga dan metabolisme tubuh juga baik, diharapkan kualitas kesehatan kardiovaskular pun akan meningkat. Sebuah riset menyebutkan, mengonsumsi 2 buah pir sehari dalam jangka panjang akan menurunkan risiko tekanan darah tinggi dan menyehatkan jantung.
  3. Mengandung anti oksidan tinggi yang baik untuk mencegah radikal bebas dari sekitar kita. Yang mana hal ini akan berdampak pada perlindungan tubuh terhadap kanker. Beberapa zat yang terkandung dalam buah pir bahkan bisa melawan sel kanker khususnya kanker perut, paru-paru dan kandung kemih.
  4. Baik untuk kulit karena mengandung banyak air, vitamin C dan K yang baik untuk kesehatan kulit. Selain mencerahkan, konsumsi pir secara teratur juga bisa mencegah penuaan dini.
Apakah hanya itu saja? Tentu saja tidak. Masih banyak lagi tentunya. Buah ini selain harganya relatif terjangkau, variannya banyak, dan mudah didapatkan di mana saja baik di pasar tradisional maupun modern market.

Jadi sekarang sudah nggak ada alasan lagi sih untuk nggak suka sama buah dan sayur. Karena memang 2 jenis makanan ini baik banget buat kesehatan tubuh, terutama untuk anak-anak yang sedang dalam masa pertumbuhan dan membutuhkan asupan vitamin dan mineral.

Selalu sediakan buah-buahan (dan sayur) di rumah ya, terlebih dimasa pandemi seperti sekarang. Supaya kesehatan tubuh kita dan keluarga bisa terjaga dengan baik.

0 Comments