Pernah nggak sih nonton film (biasanya sih sinetron) dimana ada adegan seseorang terkena serangan jantung setelah mendengar sebuah kabar mengejutkan? Iya, namanya 'serangan', datangnya bisa tiba-tiba. Ngeri kan?

Nyatanya kejadian macam di film-film itu memang sering terjadi. Ayah saya meninggal juga karena gangguan jantung. Dan kejadiannya memang sangat cepat.

Ngomongin soal penyakit jantung, tanggal 29 September 2020 besok akan diperingati sebagai Hari Jantung Sedunia. Tema tahun ini lebih menitikberatkan pada pentingnya untuk rutin mengecek kesehatan kardio vaskular kita.

Penyakit jantung sendiri masih menempati posisi teratas sebagai penyakit paling mematikan di Indonesia setelah serangan stroke. Banyak faktor yang menjadi pemicu terjadinya penyakit ini salah satunya adalah soal gaya hidup.

Gaya hidup di sini nggak melulu soal gimana soal pilihan makanan kita, tapi secara keseluruhan meliputi bagaimana aktivitas harian, pola istirahat, dan cara kita mengurangi tekanan sehari-hari.

Ya, tekanan hidup sehari-hari atau stres.

Lalu bagaimana hubungan antara stres dengan penyakit jantung?

Kalau dipikir-pikir, kita ini memang tidak bisa lepas dari yang namanya stres. Bahkan sebenarnya dalam porsi yang wajar stres ini justru membuat tubuh kita jadi lebih aware dengan situasi dan kondisi sekitar. 

Dalam tahap wajar stres dibutuhkan untuk membuat kita tetap aktif dan fokus. Tekanan yang terjadi menjadikan kita lebih waspada terhadap keadaan.



Stres bisa jadi buruk kalau sudah mencapai tahap yang berat karena tidak bisa dihadapi. Akhirnya terakumulasi dan menyebabkan masalah pada kesehatan, termasuk pada jantung.

Secara langsung stres memang tidak menjadi pemicu utama gangguan jantung. Tapi ketika stres tidak bisa diatasi, efeknya bisa mempengaruhi kondisi kesehatan tubuh.

Terlebih lagi jika kita memiliki beberapa faktor yang meningkatkan risiko. Di antaranya adalah kegemukan, pola makan yang tidak sehat, kebiasaan buruk seperti merokok, konsumsi alkohol, kurang aktif bergerak dan malas berolah raga.

Beberapa hal yang menghubungkan antara stres berat dengan gangguan kesehatan jantung

Meskipun tidak secara langsung menjadi penyebab tapi kondisi stres berat bisa menyebabkan hal-hal seperti berikut :

1. Memicu meningkatnya tensi darah

Pernah nggak sih ngerasain ketika kita sedang dalam tekanan yang berat kita seperti merasa ada yang berubah dalam tubuh kita? Ditambah kemudian ada perasaan negatif yang cenderung muncul dalam bentuk kemarahan?

Orang bilang ketika sedang dalam kondisi marah, darah kita sedang "tinggi". Mungkin ada benarnya bahwa stres juga bisa memicu kenaikan tekanan darah.

Tekanan darah yang berubah menjadi tinggi ini dipicu oleh kerja jantung yang berlebihan dan tidak teratur karena stres. Aliran darah menjadi tidak lancar dan inilah yang bisa menggangu kerja jantung.

Tidak hanya berbahaya bagi kesehatan jantung, tekanan darah tinggi yang terus menerus terjadi juga menyebabkan stroke, lho?

2. Stres bikin malas

Seperti yang sering terjadi, ketika dalam keadaan stres berat dan susah untuk dikendalikan, kita jadi cenderung lebih malas beraktivitas. Bawaannya pengin tidur dan tidur saja.

Sedih, lesu, suntuk, adalah beberapa hal yang dirasakan saat stres dalam level yang mengkhawatirkan.

Kemudian inilah yang membuat kita malas untuk beraktivitas. Tubuh tidak bergerak dan tidak ada kegiatan.

Kalau kondisi ini berlangsung lama dikhawatirkan aliran darah tidak akan lancar dan jantung akan mengalami masalah ketika melakukan tugasnya yaitu memompa darah ke seluruh tubuh.




3. Nafsu makan jadi tidak teratur

Poin ketiga ini berhubungan dengan poin yang kedua tadi.

Apakah kamu termasuk yang justru malah makan lebih banyak ketika sedang stres berat? Dan apa yang terjadi jika dibarengi dengan kemalasan serta tidak melakukan banyak aktivitas?

Saat stres kita jadi cenderung melupakan makanan-makanan sehat yang dibutuhkan seperti buah dan sayur, lalu lebih memilih sesuatu yang tidak kita butuhkan.




Berat badan akan melonjak tanpa disadari. Terlebih ketika stres kita benar-benar tidak memerhatikan asupan dan pola makan kita. Bahkan tanpa kita sadari pilihan makanan kita menjadi buruk. Makanan berlemak dan kandungan gula tinggi menjadi pilihan.

Lemak menumpuk dan kemudian mengganggu kerja organ tubuh termasuk jantung. 

4. Gangguan tidur

Selain pola makan dan aktivitas yang menurun karena stres, banyak dari kita yang merasakan perubahan dalam pola tidur.

Tidak hanya soal kuantitas, kualitas istirahat pun menjadi buruk ketika kita sedang dalam kondisi stres berat.

Kita sering menemukan hubungan antara kurang tidur dengan peningkatan tekanan darah, bukan? Nah, inilah yang kemudian menjadi pemicu gangguan jantung.

Beberapa hal di atas adalah yang paling umum terjadi ketika kita sedang stres. Belum termasuk jika banyak di antara kita yang memilih untuk melakukan kebiasaan-kebiasaan yang kurang menguntungkan seperti merokok dan memilih alkohol sebagai tempat pelarian. Risiko pun jadi meningkat.

Lalu bagaimana supaya stres tidak berdampak buruk bagi kesehatan?

Seperti halnya saran para ahli yang mengatakan bahwa stres perlu untuk dikelola dengan baik agar tidak mengganggu kesehatan kita.

Beberapa hal yang perlu dilakukan seperti :

1. Mencari bantuan untuk mengetahui akar permasalahan kita. Berbicara dengan ahli seperti psikolog atau psikiater demi mencari jalan keluar atau setidaknya meringankan masalah yang sedang dihadapi

2. Melakukan aktivitas fisik seperti olah raga mengingat olah raga banyak memberikan manfaat bagi tubuh. Tidak melulu soal mengurangi berat badan berlebih atau menjaga berat tubuh supaya tetap ideal, olah raga bisa memengaruhi kondisi mental seseorang. Konon, olah raga teratur dan terukur bisa membuat orang jadi lebih bahagia.

Tidak perlu yang terlalu berat, yoga dengan gerakan ringan dengan tambahan meditasi untuk menenangkan pikiran juga bisa membantu meredakan stres yang berlebihan.




3. Kembali pada hobi yang menyenangkan. Kesibukan mungkin menyita waktu dan perhatian kita sampai kita lupa bahwa kita pernah punya hobi yang menyenangkan dan membuat kita bahagia. Tidak ada salahnya untuk kembali pada kegiatan tersebut. Tujuannya adalah mengurangi beban pikiran yang menyebabkan stres berat. Hobi yang menyenangkan bisa jadi dijadikan rekreasi dan relaksasi demi kesehatan.

Harapannya semua langkah yang diambil tadi bisa membuat kita terhindar dari gangguan kesehatan yang bisa muncul karena stres. Terlebih jika kita memang punya riwayat kesehatan jantung yang kurang baik.

Semoga kita tetap sehat ya? Dan jangan lupa juga untuk selalu peduli pada kesehatan jantung kita.

1 Comments

  1. bahagia sederhana ya kak, jangan sampe stress. Apalagi kondisi lagi kek begini, walopun banyak yang kena imbas pandemi tapi jan sampe stress karena yang kita punya sekarang hanya semangat bahagia biar imun nggak turun.

    ReplyDelete

Punya uneg-uneg? Jangan disimpan. Tulis di sini.