Ngerasain kan kalo dimasa pandemi Covid-19 seperti sekarang perilaku kita jadi ikut berubah? Tidak hanya soal rajin cuci tangan, selalu pake masker, dan mulai konsumsi vitamin yang dibutuhkan tubuh. Tapi juga bagaimana keseharian kita terkait dengan menyiapkan makanan untuk diri sendiri dan keluarga.

Kalau biasanya kita bisa rajin ke pasar dengan santai, sekarang mikir-mikir. Apalagi setelah dengar kabar kalau pasar jadi salah satu tempat potensial penyebaran virus. Mau nggak mau putar otak gimana caranya supaya bisa tetap menyajikan masakan lezat tanpa repot.

Beli di tukang sayur? Bisa sih. Tapi kadang suka nggak lengkap. Apalagi kalo kita termasuk yang suka masak dadakan. Kalau punya rencana sih lumayan bisa bilang ke abang sayurnya buat nitip beliin bahan yang kita mau. Nah, kalau hari ini mikir mau masak apa terus baru nyari bahan? Itu yang susah.

Mau beli bahan masakan untuk seminggu? Bisa juga. Tapi yang ini cuma cocok buat mereka yang sudah punya time line hari ini mau masak apa, besok mau masak apa, lusa masak apa lagi. Dan seringnya, kalau kita beli bahan dalam jumlah besar seperti ini dan nggak rajin-rajin masak, suka nemu adaaa aja bahan yang akhirnya kebuang karena busuk nggak kepake. Boros kan?



KENAPA KATERING?


Salah satu solusi dari kekhawatiran soal pergi ke luar rumah selama pandemi Covid-19 ini adalah ikut katering harian, mingguan atau bulanan. Hanya saja terkadang orang menghitung untung-ruginya ikut katering.

Biasanya orang akan menghitung bujet antara masak sendiri dengan langganan katering. Memang, kalau dihitung-hitung dana untuk masak sendiri terbilang lebih murah dibandingkan harus beli atau langganan.

Akan tetapi jika memikirkan faktor seperti :

  1. Sibuk dan repot karena ga sempet masak sendiri
  2. Bingung dengan selera anggota keluarga yang bisa beda-beda
  3. Kehabisan ide mau masak apa hari ini
Katering adalah solusi. Terlebih dimasa pandemi seperti saat ini saat kamu agak takut untuk pergi ke luar rumah.

Cuma ya kadang-kadang ada juga sih yang masih ragu terutama soal rasa. Pertanyaan yang sering muncul adalah, "Duh, nanti rasanya cocok nggak ya sama selera orang rumah?"

ALASAN MAU NYOBA KATERINGAN DAPUR MAMA

Ketika saya ditawari untuk mencoba ikut katering mingguan dari Dapur Mama Katering saya nggak mikir lama sih buat bilang iya.

Kenapa?

Alasan yang pertama : saya sudah percaya banget sama citarasa masakan dari tempat ini. Dapur Mama Katering adalah sub usaha dari Dapur Mama, sebuah brand kuliner yang sudah tidak asing lagi di Semarang.

Setiap saya jalan-jalan ke DP Mall atau Java Mall, saya selalu menyempatkan untuk membeli salah satu produk makanan ringan mereka yang sudah sangat terkenal : Risoles Spesial khas Dapur Mama.

Selain itu beberapa kali saya sempat makan di sebuah rumah makan bernama NEW MEJENG. Di situ ada beberapa informasi soal Dapur Mama.

Pernah saya tanya emang ada hubungan apa antara New Mejeng dengan Dapur Mama? Ternyata ada hubungan keluarga di antara keduanya. Orang tua dan anak kalau saya tidak salah dengar.

Dari situ saya yakin lah soal kualitas dan citarasa masakannya.

Alasan yang kedua : menunya beragam dan nggak ngebosenin. Mereka rajin membagikan daftar menu untuk 1 minggu ke depan dan kita bisa melihat masakan-masakan apa saja yang bisa kita nikmati bersama dengan keluarga.

Alasan yang ketiga : mereka tidak menggunakan MSG dan pengawet. Meskipun saya termasuk "sobat micin" dan sudah akrab dengan MSG, tapi saya yakin masakan mereka bisa tetap enak dan berasa seperti masakan rumahan yang saya buat dengan MSG. Dengan tidak menggunakan MSG dan pengawet, Dapur Mama Katering pasti juga memikirkan aspek kebutuhan konsumen akan makanan sehat.

DAPUR MAMA KATERING : DENGAN CITARASA MASAKAN RUMAHAN

Saya menerima paket makan untuk berdua yang dikirim mulai hari Senin hingga Sabtu. Setiap jam 11.30 paket sudah sampai ke kantor. 

Porsi paket makan untuk berdua ini terhitung BANYAK. Bahkan ada beberapa jenis menu yang menurut saya bisa dimakan sampai 3 orang dengan porsi makan normal.

Contoh menu yang saya terima adalah sebagai berikut :


View this post on Instagram

A post shared by 𝓢𝓮𝓶𝓪𝓻𝓪𝓷𝓰 𝓙𝓪𝓳𝓪𝓷 𝓣𝓮𝓻𝓾𝓼 (@semarangjajanterus) on


Gimana? Banyak kan porsinya? Kadang-kadang saya undang teman saya untuk ikut makan malam. Kadang saya simpan di penghangat untuk sarapan keesokan harinya. Hemat banget kalau buat single. Hahahaha!

Dan yang saya suka dari masakan Dapur Mama Katering adalah karena rasanya yang nggak jauh beda sama masakan ibu atau saya sendiri. Masakan rumahan, katanya sih gitu. Jadi beneran kalo lagi makan ini seperti makan masakan emak di rumah. 😄

PENGALAMAN MENCOBA KATERING DARI DAPUR MAMA SEMARANG

Selama menerima paket makan siang & malam dari Dapur Mama Katering, ada beberapa hal yang membuat saya menyimpulkan kalau langganan katering model begini nggak ada salahnya dicoba. Terutama kalau kamu termasuk orang yang sibuk dan nggak sempat masak tapi ingin menyajikan hasil masakan yang beragam dan enak.

Kesan-kesan saya setelah seminggu mencoba masakan katering dari DAPUR MAMA KATERING adalah :

  1. Paket makanan selalu datang tepat waktu sesuai yang ditulis di bio instagramnya. Makanan selalu datang setiap jam 11.30 siang setiap hari.
  2. Paket datang dalam bungkus yang sudah disegel sehingga aman dan higienis.
  3. Mereka menggunakan wadah plastik yang bisa digunakan kembali. Saya memakai kembali wadahnya untuk tempat bekal makanan atau saat saya membeli makanan di luar.
  4. Rasa masakan yang sudah tidak diragukan lagi. Meski dimasak tanpa MSG dan pengawet, rasa masakan mereka sama seperti kalau saya masak dan pake MSG. Udah gitu, taste-nya rumahan banget! 😍
  5. Harganya terjangkau mulai 25 ribu per paket dengan minimal pemesanan 1 minggu berturut-turut. Varian paketnya pun beragam. Mulai dari paket untuk makan siang kantoran sampai makan porsi berempat untuk seluruh anggota keluarga
Intinya sih saya puas dengan layanan katering dari DAPUR MAMA KATERING. Kapan-kapan perlu nyoba lagi nih. 

Nah, kalau kamu di Semarang dan bingung lagi nyari katering harian atau mingguan, boleh kepoin akun instagramnya @dapurmamakatering. Saya kasih pratinjau dulu kali yaa...silakan kepo ya.



1 Comments

  1. Duh coba dekat aku mau langganan, Mas..aku juga sekarang katering untuk hemat tenaga...lelah...

    ReplyDelete

Punya uneg-uneg? Jangan disimpan. Tulis di sini.