Ketika mendengar kabar seorang artis berinisial DS diciduk polisi karena ketahuan pake ganja, saya sedikit kaget tapi nggak lama. Kaget karena sosoknya yang terlihat sebagai pria baik-baik dan cinta keluarga, ga macem-macem, dan jauh dari gosip yang aneh-aneh.

Nggak berlama-lama kaget karena yaaakh, kalau artis mah udah biasa kali ya? Bukannya memaklumi, tapi konon kabarnya kehidupan dunia entertainment yang terlihat glamor dan menyenangkan, ternyata tekanannya besar. Dan banyak artis yang "enggak kuat" dan lari ke narkoba.

Awalnya sih mungkin karena lingkungan pergaulan kali ya? Pas lagi pusing misalnya, eh ditawarin pake lah ama temen. Lama-lama tiap pusing, make juga. Namanya juga ketagihan.

Dan kebanyakan sih artis yang menjadi pemakai narkoba mengaku stres karena pekerjaan dan demi alasan menjaga stamina ketika mengonsumsi barang haram itu.

DS sudah pasti bukan artis pertama yang terjerat narkoba. Kamu mungkin lebih tahu daripada saya karena lebih canggih soal gosip dunia selebriti. Tapi seenggak-enggaknya saya numpang tahu siapa-siapa aja yang pernah nongol di berita karena diringkus polisi. Bahkan biasanya setelah itu ada bahasan diskusi di TV dengan tema "artis dan narkoba".

Siapa aja bisa kena jeratnya


Kalau dibilang narkoba itu cuma artis yang pake karena mereka punya duit buat beli, kayaknya salah besar deh. Hari gini produsen dan pengedar narkoba mungkin nggak lagi berfokus pada profit gede. Istilahnya mereka berani untung tipis asal barang laku keras. Nggak heran harganya makin ke sini konon makin terjangkau.

Dan justru itu yang ngeri.

Seperti halnya sesuatu yang diharapkan bisa bikin kita kecanduan, biasanya narkoba juga ditawarkan dengan harga murah. Baru nanti kalo sudah ketagihan, harganya jadi nggak masuk akal.

Tapi apa daya, namanya butuh.

Iya kalau punya duit. Kalau enggak? Pasti kejadian jual-jualin barang di rumah lah. Ngutang sana-sini, bahkan nodong orang tua sampai maksa-maksa. 

Pernah dengar kan kejadian seperti itu? Nggak jarang juga perilaku mereka menjurus ke tindak kriminal. Ya demi apa lagi kalo bukan demi mendapatkan uang untuk bisa beli barang terlarang itu.

Kebetulan saya pernah mengisi suara sebuah Public Service Announcement atau Iklan Layanan Masyarakat tentang narkoba. Dari sana saya jadi tahu bahwa pasar potensial barang haram ini di Indonesia besar sekali.

Menurut catatan dari Badan Narkotika Nasional 1,77% populasi di Indonesia sudah terpapar narkoba. Artinya tidak ada wilayah di Indonesia yang ZERO NARKOBA. 

Nggak heran kalau dalam pidatonya pada 24 Febuari 2016 lalu Presiden Joko Widodo menyebutkan saat ini Indonesia sedang dalam keadaan DARURAT NARKOBA.

Dan dari 3 besar pengguna narkotika dan obat-obat terlarang adalah :

  • Pekerja
  • Anak Sekolah/Mahasiswa
  • Pengangguran
Jadi ternyata benar kan? Siapa saja bisa terjerat. Bahkan anak sekolah dan mereka yang tak punya pekerjaan pun bisa menjadi pecandu.

Benarkah rokok menjadi pintu gerbang menuju narkoba?

Sering kan denger soal ini? Pertanyaannya benar atau tidak? 

Jawabannya : Belum tentu. Karena perokok belum tentu jadi pecandu narkoba. Dan pecandu narkoba juga belum tentu seorang perokok.

Tapi ada sebuah artikel menarik di sini yang menuliskan tentang kenapa rokok disebut-sebut sebagai pintu gerbang menuju narkoba. Karena rokok memiliki kurang lebih 4000 zat kimia dan memiliki 3 sifat :

  1. Habituasi - atau menyebabkan perasaan rindu dan ingin memakai terus-menerus
  2. Adiksi - atau dorongan secara kompulsif untuk menggunakan suatu zat yang disertai tanda ketergantungan baik fisik maupun psikis
  3. Toleransi - atau bentuk ketergantungan pamakai zat yang memerlukan dosis lebih besar untuk mencapai efek kenikmatan
Dari apa yang dijelaskan lewat artikel tersebut nggak heran juga kalo rokok disebut sebagai pintu gerbang menuju narkoba. Tinggal gimana caranya supaya tidak membuka potensi yang lebih lebar terhadap adiksi obat-obatan terlarang.

Bagaimana mencegah remaja terpapar narkoba?

Di tulisan sebelumnya saya sedikit ngebahas soal penikmat rokok yang makin ke sini makin muda. Begitu juga dengan narkoba. Bandar dan pengedar pun menyasar anak-anak muda untuk menjadi pecandu barang terlarang tersebut.

Sebenarnya masyarakat kita cukup aware dengan bahaya narkotika dan obat-obatan terlarang. Tapi masih banyak belum memahami pentingnya tindak pencegahan supaya tidak terjerat.

Padahal pencegahan ini menjadi langkah yang sangat penting supaya anak muda tidak masuk ke dalam perangkap narkoba. 

  1. Komunikasi yang baik di lingkungan keluarga terutama soal bahaya narkoba
  2. Memberikan contoh yang baik kepada anak
  3. Penarapan aturan di dalam keluarga
  4. Membangun ikatan emosional antara orang tua dan anak
  5. Menanamkan nilai keagamaan di tengah keluarga
adalah beberapa hal yang sering dijadikan modal awal oleh orang tua untuk melindungi putra-putri mereka dari bahaya narkoba.

Selain itu dibutuhkan juga keterlibatan dalam pergaulan anak supaya orang tua bisa bertindak cepat ketika mengetahui jika anak mulai mendekati jerat obat-obat terlarang.
...

pic from sloganhub.org

Tantangan untuk memproteksi diri sendiri maupun orang-orang tercinta dari bahaya narkotika dan obat-obatan terlarang  memang menambah daftar tugas kita di tengah zaman yang semakin maju seperti sekarang.

Terutama orang tua yang punya tugas lebih berat dalam mengawal anak-anak mereka dalam menjalani kehidupan.

Di satu sisi orang tua pasti sangat bangga jika anak memiliki lingkup pergaulan yang luas dan punya banyak kegiatan. Tapi di sisi lain orang tua harus ekstra keras dalam mengawasi dan mengarahkan mereka supaya tetap berada di lingkungan yang positif, dengan kegiatan yang baik juga.

Karena seperti judul tulisan ini : Terasa manis di awal, lalu pahit kemudian. Narkoba bagaikan permen yang terasa manis awalnya. Bedanya dengan permen, narkoba kemudian menjerat, menjadikan kita ketagihan dan mulai merusak. Narkoba bisa membuat kita hilang konsentrasi, merusak hubungan baik dengan keluarga, merusak kondisi badan, dan berpotensi membawa kita ke dalam BUI.

Harapan ke depannya kita lebih waspada terhadap bujuk rayu narkoba yang menyesatkan. Semoga kita bisa belajar dari banyak kasus tentang bagaimana akibatnya jika sudah masuk dalam perangkap narkotika dan obat-obatan terlarang dan bisa jauh-jauh darinya.

Sehat sehat semuanya ya. ^_^V

1 Comments

  1. Baca judulnya kenapa malah ingat mantan ya kak, manis diawal pahit pada ujungnya hahaa

    Tapi emang narkoba ini kenapa diharamkan karena emang nggak ada baik-baiknya sama sekali, jadi ya buata apa coba dideketin ya kan. Kek gebetan kalau udah nggak ada bagus-bagusnya mending cauu dari sekarang

    ReplyDelete

Punya uneg-uneg? Jangan disimpan. Tulis di sini.