Apakah kamu sudah mulai bosan berada di rumah terus menerus? Jujur saja saya sudah mulai bosan meskipun masih ada kesempatan untuk pergi ke kantor selama beberapa kali dalam seminggu. Meski masih sering bolak-balik dari kos ke kantor dan sebaliknya, sebagian besar waktu saya memang dihabiskan di dalam ruangan. Entah itu di kos atau di kantor.

Selama masa tanggap darurat Corona ini kegiatan di luar memang jadi terbatas. Untuk sementara kita tidak lagi bisa bebas kesana-kemari jalan-jalan antar kota antar negara atau benua. Bahkan untuk mengunjungi mol atau nongkrong di kafe pun sekarang dibatasi.

Bukan karena alasan untuk menghalangi kebebasan seseorang, tapi semua pembatasan itu dilakukan supaya kita tetap sehat. Saran dan perintah untuk tetap di rumah jika memang tidak ada keperluan mendesak juga ditujukan untuk menghindari rumah sakit terlalu penuh dengan orang-orang sakit.

Di rumah kelamaan bisa bikin bosan

Berada di rumah dalam waktu yang lama pun ternyata bisa sangat membosankan bahkan untuk orang seperti saya yang notabene lebih senang gegoleran dibanding ngider kemana-mana. Apalagi untuk mereka yang luar biasa aktif.

Saya berandai-andai, kalau saja saya cukup kreatif untuk bisa melakukan banyak kegiatan selama di rumah mungkin tidak akan sebosan seperti sekarang. Tapi kemudian saya melihat teman-teman saya juga sudah mulai mengeluh bosan karena kelamaan di rumah. 

Mereka sudah mulai rindu beraktifitas di luar rumah. Untuk bekerja atau sekadar mencari hiburan. Padahal hampir tiap hari ada saja yang bisa dikerjakan meski di rumah saja. Bahkan untuk orang-orang kreatif seperti mereka pun bisa mati gaya karena kelamaan di rumah ya? :D

Kita di rumah buminya sembuh

Kita yang di Indonesia mungkin baru selama sebulan ini tahu gimana rasanya karantina. Sementara negara lain sudah lebih lama dari itu. Dan ternyata selama masa karantina ada banyak hal yang berubah dari bumi ini.

Seperti misalnya warga India yang bisa melihat kembali puncak Himalaya yang selama ini selalu terhalang oleh polusi. Lockdown di negara itu membuat udara menjadi bersih sehingga Himalaya terlihat kembali bahkan dari kejauhan.

Sementara itu di Tiongkok, kualitas udara terhitung membaik selama masa penguncian. Padahal negara itu terkenal sebagai salah satu negara yang kualitas udaranya paling buruk karena polusi industri. Kondisi yang sama juga dirasakan oleh warga Jakarta selama sebulan belakangan.

Bukan hanya itu saja, beberapa perbaikan kondisi bumi dilaporkan selama masa lockdown. Yang mungkin paling awal dilaporkan adalah munculnya kembali lumba-lumba di kanal sungai di Vienna. Meski kemudian kabar itu ternyata tidak benar, tapi setidaknya kualitas air kanal yang berubah menjadi bening karena minimnya lalu lintas gondola di sana memang terjadi.

Dan masih banyak lagi bukti yang menunjukkan bahwa bumi menyembuhkan diri selama karantina akibat pandemi Corona. Yang paling baru adalah kabar tentang membaiknya lapisan ozon selama beberapa bulan belakangan.

Jadi kalau mau dipikir-pikir ternyata efek #dirumahsaja bisa sedemikian besarnya. Tidak buruk-buruk amat, bukan?

Membuat masa karantina di rumah jadi berfaedah

Kita pasti akan bisa berkegiatan lagi luar rumah dengan bebas seperti sedia kala meski kita belum tahu kapan waktunya. Yang pasti setelah masa pandemi ini berlalu dan Corona bisa kita taklukkan. Sementara itu kita dituntut untuk lebih sabar dan menghabiskan waktu di rumah saja bersama dengan keluarga.

Saya melihat ada banyak jenis kegiatan yang dilakukan oleh teman-teman saya selama masa karantina. Seperti misalnya :

  • Rajin memasak

Ada beberapa teman yang selama penerapan social distancing jadi membatasi diri untuk tidak makan di luar. Opsi berikutnya adalah menggunakan jasa ojek daring untuk membeli makanan dari warung atau resto. Hanya saja banyak yang kemudian merasa kalau jajan membuat keuangan jadi agak jebol.

Lalu mereka mulai memasak sendiri makanannya di rumah. Selain lebih yakin dengan higienitas, memasak sendiri terhitung lebih hemat karena hasil masakannya bisa dimakan selama seharian.

Banyak dari teman-teman saya yang mulai ngulik menu-menu sederhana untuk makan sehari-hari bersama dengan keluarga. Saya pun begitu. Selama 1 bulan kerja di rumah, saya mulai memasak sendiri.

Lumayan. Untuk bujet sekitar 20 ribuan per hari saya bisa makan sampai 2-3 kali sehari. Hemat bukan?

Selain itu alasan mengolah makanan di rumah adalah karena kita bisa menjaga apa yang masuk ke dalam tubuh kita. Bahan-bahan yang kita pilih tentunya juga terbaik.

Dan satu lagi, kegiatan ngubek dapur ini juga bisa mengasah kreativitas. Caranya? dengan terus mencoba resep-resep baru yang menggoda selera. Pie dengan topping kurma misalnya? 😀

kurma medjool

  • Hobi menanam

Salah satu jenis kegiatan yang pas dilakukan saat masa karantina adalah bercocok tanam. Kegiatan ini membutuhkan kesabaran dan pas jika digunakan untuk membunuh waktu.

Selain itu berkebun juga terbukti cukup ampuh untuk mengurangi stres. Mulai dari pembibitan, perawatan, hingga panen, semuanya butuh proses dan ketelatenan.

Akan lebih memuaskan jika kita bisa memanen sendiri hasil dari kebun sendiri yang selama beberapa waktu kita usahakan dengan sungguh. 

Itulah kenapa masa karantina seperti sekarang bisa dimaksimalkan dengan kegiatan seperti ini. Dan apakah kamu juga jadi salah satunya?

  • Belajar menjahit

Beberapa waktu lalu kita dibuat kesal dengan aksi sebagian orang yang menimbun masker hanya untuk kepentingan pribadi. Selama beberapa lama ketersediaan masker, terutama masker medis menjadi masalah yang penting karena tenaga kesehatan sangat membutuhkannya.

Kemudian ada anjuran untuk memakai masker kain yang ternyata cukup bisa membantu selama masa karantina. Selain lebih murah, masker kain bisa digunakan selama berkali-kali dengan catatan harus dicuci bersih dan disterilkan dengan seterika.

Banyak teman-teman saya yang cukup kreatif membuat masker sendiri di rumahnya. Beberapa mengaku hanya menggunakan bantuan jarum dan benang untuk menjahit masker kain mereka secara manual. Sementara yang lain menggunakan mesin jahit.

Masker kain pun jadi bercorak macam-macam. Tidak membosankan dan jadi terlihat lebih bergaya. Dan tidak sedikit pula yang melihat peluang semacam ini untuk berbisnis. Hasilnya pun terhitung lumayan.

Punya hobi yang menghasilkan? kenapa tidak?

Sembutopia dan Kesembuhan

Sembuh dan Sehat, itulah 2 hal yang diharapkan dari apa yang kita lakukan saat ini. Penanganan untuk mereka yang terpapar diharapkan bisa memulihkan kesehatan yang bersangkutan. Sedangkan gerakan #dirumahsaja juga sebagai upaya untuk menjaga diri sendiri dan orang-orang di sekitar kita.

Teringat dengan apa yang menjadi 5 hal pokok dari Sembutopia, sebuah gerakan yang digagas oleh Kafi Kurnia. Silakan klik di sini untuk tahu apa itu Sembutopia.

1. Hope atau harapan untuk kesembuhan
2. Heal atau upaya untuk mencapai kesembuhan
3. Habitat atau kondisi lingkungan yang sehat
4. Health atau kondisi kesehatan perorangan atau masyarakat pada umumnya
5. dan Happiness atau kebahagiaan yang juga menjadi tujuan dari tercapainya kondisi kesehatan yang optimal

Bersama keluarga menjaga kesehatan diri dan ikut menjaga bumi

Selama kurang lebih sebulan ini kita diharuskan untuk membatasi kegiatan di luar rumah dan lebih baik menjaga jarak dengan cara stay at home dalam waktu yang lama. Demi apa? Demi menjaga kesehatan diri sendiri dan orang-orang di sekitar kita dong pastinya.

Selain usaha untuk tetap menjaga kesehatan fisik melalui banyak cara seperti olah raga, istirahat cukup, menjaga pola makan yang seimbang, kita juga perlu untuk terus menjaga kondisi mental kita selama di rumah. Salah satunya ya itu tadi, dengan melakukan berbagai macam kegiatan yang bermanfaat.

Kegiatan-kegiatan yang saya tuliskan di atas bisa jadi masih terhitung hanya beberapa dan saya percaya masih banyak lagi pilihan aktivitas selama di rumah. Dan yang paling menyenangkan adalah kegiatan tersebut bisa dilakukan bersama dengan anggota keluarga.

Terlalu lama di rumah menuntut kita untuk memutar otak mencari aktivitas apa lagi yang bisa dilakukan bersama keluarga. Tidak hanya seru, tapi juga bisa mengedukasi terutama jika melibatkan anak-anak.

Dan yang penting, selain bisa membuat kita jadi lebih kreatif, di rumah saja memberikan kesempatan bagi bumi kita untuk sedikit menyembuhkan diri.

Kembali lagi ke soal efek positif yang terjadi selama Corona. Bumi seperti me-reset dirinya ke kondisi yang lebih baik setelah kita cukup lama merusaknya. Dan inilah yang kita rasakan saat ini.

Jadi, mungkin sekarang saatnya kita sedikit mengembalikan apa yang menjadi hak bumi kita. Salah satunya dengan cara tetap di rumah saja demi kesehatan bersama.

Kalau untuk alasan itu, kenapa tidak?

1 Comments

  1. Ternyata selama kita di rumah terus tak hanya bisa mengurangi penyebaran Covid-19 tetapi juga bisa menyembuhkan bumi yg telah lama rapuh akibat ulah manusia

    ReplyDelete

Punya uneg-uneg? Jangan disimpan. Tulis di sini.