Kurang lebih 4 bulan yang lalu dunia dikejutkan dengan berita tentang merebaknya sebuah virus yang belakangan dikenal dengan Covid-19 atau Corona. Berawal dari Wuhan Tiongkok,  hingga sekarang Corona mampu menyebar ke lebih dari 180 negara. 

Mungkin nggak banyak yang menyangka kalau virus yang diberinama berdasarkan bentuknya ini bisa bikin runyam segala sendi kehidupan. Hanya dalam beberapa bulan saja kita menyaksikan begitu cepatnya kekacauan yang ditimbulkan. 

Hingga beberapa negara sampai harus menerapkan penguncian atau lockdown untuk menghambat penyebaran virus tersebut. Sementara yang lainnya seperti Indonesia masih cukup longgar dengan memberlakukan praktik social/physical distancing ataupun Pembatasan Sosial Berskala Besar.

Diremehkan Lalu Ditakuti

Semula Corona dianggap seperti angin lalu dan hanya dipandang sebagai virus biasa yang tak lebih menakutkan dari virus flu. Apalagi saat itu banyak pendapat yang mengatakan bahwa Corona hanya berakibat fatal pada mereka yang berusia lanjut dan memiliki penyakit bawaan.

Itulah kenapa banyak dari kita terutama yang berusia muda merasa seakan aman dari serangan Corona.

Tapi pendapat itu seketika berubah saat melihat angka fatalitas yang ditimbulkan oleh virus ini semakin naik. Tidak hanya bagi lansia yang memiliki penyakit bawaan tapi mereka yang berusia relatif muda dan sehat pun turut jadi korban.

Terlebih saat beberapa negara Eropa seperti Italia, Spanyol dan Inggris yang menunjukkan grafik penularan dengan akibat kematian yang sangat tinggi. Orang-orang mulai sadar bahwa Corona memang virus yang tidak bisa diremehkan.

Corona yang masih satu keluarga dengan virus SARS dan MERS ini memang spesifik menyerang organ pernafasan pada manusia. Banyak dari korban meninggal yang mengalami kerusakan pada paru-parunya.

Masih Ada Harapan

Meskipun angka kematian yang diakibatkan oleh Covid-19 sangat tinggi, namun bukan berarti semua kasus selalu berakhir dengan kematian. Seiring dengan berjalannya waktu, semakin banyak orang mengalami pemulihan paska terpapar Corona.

Bahkan beberapa kabar terbaru menyebutkan kalau saat ini para peneliti sudah mulai melakukan uji coba vaksin untuk menangkal Corona, sementara yang lainnya berusaha untuk menemukan obat yang cukup efektif untuk membunuh virus yang sudah bersarang di tubuh.

Corona dan Daya Tahan Tubuh

Selain melakukan praktik stay at home & physical/social distancing, banyak dari kita yang melakukan perubahan dalam gaya hidup sehari-hari. Seperti misalnya rajin mencuci tangan dengan sabun selama minimal 20 detik, memakai masker saat beraktifitas meskipun dalam kondisi sehat, dan rajin melakukan kegiatan bersih-bersih dari mulai kebersihan badan sampai lingkungan.

Banyak juga yang sekarang jadi lebih aware dengan kesehatan diri. Praktik Bekerja dari Rumah membuat kita jadi lebih rajin berolah raga meskipun dalam porsi ringan. Lalu banyak dari kita yang lebih rajin untuk memasak sendiri makanan karena pembatasan kegiatan yang salah satunya adalah makan di luar.

Belum lagi dengan mereka yang rajin mengonsumsi sayur dan buah, minum jamu, atau mengonsumsi multivitamin, yang semuanya ditujukan untuk menjaga daya tahan tubuh. Karena imunitas yang baik adalah salah satu kunci untuk bisa terhindar dari serangan virus Covid-19.

Bagaimana Meningkatkan Imunitas Tubuh?

Usaha untuk meningkatkan daya tahan tubuh sudah banyak dilakukan. Selain memperhatikan konsumsi makanan sehari-hari, ada beberapa hal yang juga perlu diperhatikan agar imunitas kita tetap berada pada level yang baik.

  • Menjaga diri dari stres berlebihan

Hidup memang nggak bisa 100% bebas stres. Terlebih lagi saat situasi pandemi seperti sekarang. Corona yang mulai berdampak pada banyak aspek kehidupan bisa memicu stres. Kabar buruk tentang Corona pun sering membuat mereka yang membacanya jadi tertekan.

Stres yang tidak dikelola dengan baik ternyata bisa memicu berbagai macam gangguan kesehatan fisik dan mental. Sakit perut, pusing, mual dan muntah, bahkan gangguan pencernaan, adalah beberapa gejala yang sering muncul ketika kita sedang ada di bawah tekanan.

Lebih jauh stres juga bisa menyebabkan imun tubuh jadi terganggu. Dan inilah yang tidak diharapkan terjadi pada masa sekarang mengingat faktor inilah yang cukup penting untuk melindungi diri dari paparan Corona.

Hindari membaca atau menonton berita buruk yang terkait dengan Corona. Lebih bijak dalam menerima berbagai informasi yang terkait dengan Corona bisa dilakukan untuk menjaga diri dari stres berlebihan.

Saat mulai bosan dengan work from home , berkomunikasi dengan bantuan teknologi pun bisa dilakukan. Bersenang-senang di dunia maya juga bisa menjadi pilihan. Menonton vidio-vidio lucu di Youtube atau TikTok diharapkan bisa membantu untuk mengurangi tekanan saat harus berada di rumah.

  •  Menjaga asupan makanan

Di saat seperti ini kita harus mulai memerhatikan makanan dan minuman yang masuk ke tubuh kita. Tujuannya supaya apa yang dimakan bisa memberikan manfaat yang baik bagi kondisi kesehatan tubuh.

Selama masa isolasi dianjurkan untuk tetap mengonsumsi sayur dan buah untuk menjaga daya tahan tubuh.

Hindari untuk mengonsumsi gula olahan secara berlebihan. Gula alami seperti yang ada dalam buah atau madu, bisa memberikan manfaat bagi tubuh jika dikonsumsi sesuai porsi. Tapi gula olahan cenderung memberikan efek yang tidak baik bagi tubuh.

Konsumsi gula berlebihan bisa mengganggu kerja sel dalam sistem kekebalan tubuh yang berguna untuk menyerang virus atau bakteri yang masuk ke tubuh. Gula bisa memengaruhi cara kerja sel darah putih dalam memerangi virus atau bakteri.

Dan ternyata banyak dari korban yang terpapar Covid-19 dan berakhir dengan kemartian memiliki riwayat diabetes. Itulah kenapa penting untuk menjaga kadar gula darah supaya sistem kekebalan tubuh bisa berfungsi dengan baik.

Untuk mendapatkan asupan gula harian, kita bisa beralih ke sumber gula alami yang relatif lebih sehat. Buah-buahan seperti jeruk, apel, atau bahkan kurma, bisa menjadi pilihan yang menyehatkan jika dikonsumsi secara teratur.




  • Meningkatkan kualitas istirahat

Istirahat di sini adalah tidur malam. Kunci untuk memerangi Corona adalah dengan meningkatkan daya tahan tubuh dan tidur bisa membantu untuk menjaga imun tubuh tetap baik.

Dokter Andreas Prasadja yang merupakan dokter spesialis gangguan tidur mengatakan dalam salah satu postingan twitternya bahwa imun bekerja dengan optimal hanya saat kita tidur malam. Itulah kenapa penting bagi kita untuk memerhatikan pola tidur yang baik dan sehat.

Salah satu penelitian yang disebutkan oleh beliau adalah mereka yang tidurnya baik dan berkualitas memiliki imun tubuh 20x lebih baik dibandingkan dengan mereka yang kurang tidur.

Jadi, sebaiknya mulai sekarang kurangi begadang kalau memang tidak ada kepentingan.

Corona memang layak untuk diwaspadai karena virus ini bisa menular dengan sangat cepat. Tapi waspada bukan berarti harus takut secara berlebihan sampai tidak bisa melakukan apa-apa.

Meskipun begitu, tidak bijak juga kalau sampai meremehkan dan tidak peduli bahkan jumawa terhadap Corona. 

Yang terpenting adalah tetap menjaga diri dan keluarga dari paparan virus ini dengan melakukan apa yang dianjurkan seperti memakai masker, social distancing, work from home, minum vitamin, dan lain sebagainya.

Hal-hal tadi menjadi bagian dari usaha kita untuk tetap sehat sampai kapanpun. Dan kita berharap bersama semoga pandemi ini cepat berlalu dan kita bisa beraktivitas kembali seperti sedia kala.

2 Comments

  1. Stress yang susah, apalagi ketambahan anak sekolah di rumah, halah

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya sih. Tantangan banget. Aku aja yang orang rumahan mulai stres karena kebanyakan di rumah. Hahahaha

      Delete

Punya uneg-uneg? Jangan disimpan. Tulis di sini.