Di zaman yang makin maju seperti sekarang, saat media sosial menjadi bagian yang tak terpisahkan dalam hidup, kita jadi cenderung suka melihat kehidupan orang lain. Secara fisik mungkin kita pernah iri dengan orang lain. Kenapa kulit saya nggak seputih dia? Kenapa tubuh saya nggak selangsing dan setinggi dia?

Sering juga kita melihat gambaran kehidupan orang lain melalui sebuah foto di media sosial. Suami yang romantis, istri yang pintar mengurus rumah, atau anak-anak yang patuh dan berprestasi adalah sebuah gambaran keluarga harmonis yang sempurna.

Lalu kita membandingkan diri kita sendiri dengan mereka. Sering kita bertanya, "kenapa hidup saya nggak seberuntung dia?" Padahal sebenarnya ada banyak kualitas baik yang selama ini tak terlihat oleh diri sendiri. Karena terlalu sibuk memikirkan apa yang tidak kita punya, kita lupa pada apa yang sudah kita miliki.

PROSES BELAJAR SEUMUR HIDUP

Buat saya pribadi, belajar mencintai diri sendiri adalah proses yang berlangsung seumur hidup. Bahkan diusia seperti sekarang pun saya masih sering lupa bagaimana caranya. Itulah kenapa saya perlu untuk selalu diingatkan oleh orang lain.

Orang bijak bilang, "Orang lain nggak akan bisa menerima kamu apa adanya sebelum kamu bisa menerima dirimu sendiri". Seperti halnya tentang bagaimana membahagiakan orang lain. Katanya, kita harus bisa bikin kita bahagia terlebih dulu sebelum membahagiakan orang lain. Betul?

Menerima dan mencintai diri sendiri apa adanya bukan proses yang mudah. Fokus pada hal-hal baik yang ada pada diri kita seringkali teralihkan dengan sesuatu yang mentereng di luar sana. Namanya juga manusia, rasa iri dan cemburu itu wajar jika muncul.

Hal semacam ini pun sering terjadi pada saya. Hasilnya? Saya seperti lupa kalau sebenarnya ada banyak yang bisa disyukuri.

USAHA MENCINTAI DIRI SENDIRI

Saya masih terus belajar untuk mencintai diri sendiri dan menerima apa yang saya punya. Tubuh pendek dan kulit yang nggak seputih bule mungkin sering jadi keluhan.

Lalu hal-hal seperti saya yang cuma lulus SMA dan nggak pernah kuliah, sering bikin minder. Terus apa lagi ya? hehehe.

Kalau ada yang bertanya bagaimana caranya mencintai diri sendiri, saya mungkin nggak tahu jawabannya. Tapi ada banyak yang bisa dilakukan sebagai wujud dari self-love.

  • Menjaga kesehatan tubuh

Biar pendek dan item yang penting sehat. Begitu kata orang-orang. Mungkin ada benarnya. Menjaga kesehatan adalah salah satu bentuk penghargaan terhadap tubuh kita sendiri. Yang paling gampang untuk dijelaskan adalah bagaimana menjaga kesehatan dengan makan makanan yang bergizi, olah raga secara teratur, dan memberikan hak bagi tubuh untuk beristirahat.

Kalau dipikir-pikir, mungkin saya sering memperlakukan tubuh dengan semena-mena. Makan nggak pakai aturan, malas gerak, dan terlalu memforsir tubuh.

Ketika menulis artikel ini saya sedang dalam kondisi yang tidak baik-baik saja. Flu berat, pusing kepala, badan nyeri dan demam. Barulah saat sakit seperti sekarang saya jadi memikirkan kembali apa yang sudah saya lakukan selama beberapa waktu ke belakang.

Saya sadar porsi istirahat, terutama tidur malam jadi agak berkurang dan terganggu. Semua gara-gara HP! Kalau sudah asyik nonton Youtube atau scrolling Instagram, suka lupa waktu dan akhirnya tidur larut malam.

Saya juga sadar kalau pola makan saya belakangan ini memang "awur-awuran" alias kacau balau. Tinggi karbo dan lemak tapi rendah serat bikin tubuh jadi protes. Belum lagi malas gerak dan jarang olah raga.

Kamu jangan sampai seperti saya ya?

  • Belajar untuk tidak membanding-bandingkan

Buat saya ini juga jadi salah satu yang paling susah. Padahal seharusnya kita sadar bahwa tiap-tiap individu itu unik. Saya dan kamu pasti berbeda dengan segala lebih dan kurangnya.

Melihat kesuksesan dan kebahagiaan orang lain hanya dari sebuah foto di Instagram tidak ada salahnya. Yang salah adalah jika hal tersebut membuat kita jadi memandang rendah diri kita sendiri dan merasa kurang beruntung.

Dan ujung-ujungnya malah fokus pada hal-hal negatif dan lupa bahwa ada banyak nilai positif yang kita  miliki.

Konon ada cara yang cukup efektif untuk belajar mensyukuri apa yang kita punya. Sebelum tidur, tuliskan hal-hal baik yang sudah dilakukan hari ini. Atau hal-hal baik apa yang sudah kita lakukan untuk orang lain, dan begitu juga sebaliknya. Hal baik apa yang kita terima dari orang lain.

Hal-hal sekecil apapun akan membantu kita melihat diri kita dari sudut pandang yang berbeda. Dan ketika dilihat lagi, mungkin kita akan menemukan banyak hal yang memang patut untuk disyukuri.

  • Melihat lagi circle pertemanan kita

Mencintai diri sendiri bukan berarti egois dan jadi soliter. Sebagai makhluk sosial kita butuh untuk berkumpul dan bersosialisasi. Menjalin relasi pertemanan dibutuhkan untuk membangun kehidupan sosial yang lebih baik.

Masalahnya adalah masing-masing individu punya karakter yang berbeda-beda. Dan pengaruhnya ke kita pun bisa jadi berbeda.

Sejak divonis terkena kanker payudara stadium 3B, adik saya mulai belajar soal membangun circle pertemanan yang mampu membangkitkan semangat. Aktivitas kemo di rumah sakit mempertemukan dia dengan banyak penyintas kanker, atau mereka yang sedang berusaha untuk sembuh dari penyakit ini.

Dia cerita kalau sekarang dia mulai cut off sama teman-teman yang toxic dan menjatuhkan semangat. Ada beberapa tetangga yang begitu dan dia sudah mulai menjauhi orang-orang ini. 

Circle pertemanan baru sesama penyintas kanker ini memberikan semangat bagi adik saya yang saat ini sedang berusaha untuk terbebas dari penyakitnya.

Menurut penelitian, ada beberapa jenis teman yang harus kita punya dalam hidup kita yaitu :
  • Bisa memotivasi
  • Bisa menerima kita apa adanya
  • Punya minat yang sama pada sesuatu
  • Bisa diandalkan saat kita terkena masalah
  • Bisa memperluas jejaring sosial kita
  • Humoris dan bisa bikin kita tertawa
  • Mendorong kita untuk mencari ide-ide baru
  • Mampu mengarahkan kita ke jalan yang baik
Apakah kamu punya teman-teman seperti itu?

  • Menghargai waktu untuk sendiri

Inti dari self-love adalah tentang membangun relasi yang lebih baik dengan diri sendiri. Penting juga untuk menyadari bahwa apa yang sudah kita lakukan selama perlu diberi penghargaan.

Kerja setiap hari dari pagi sampai malam, bahkan lembur di waktu-waktu tertentu, bertujuan untuk menambah pundi-pundi. Tapi jangan pelit sama diri sendiri lah. Diri sendiri perlu diberi rewards.

Menyisihkan sedikit dana untuk senang-senang toh nggak ada salahnya. Kalau ada sekian persen yang disisihkan untuk investasi dan segala macam keperluan untuk masa depan, kenapa tidak ada bujet untuk menyenangkan diri sendiri saat ini?

Tindakan seperti ini bukan tindakan egois kok. Selain fisik, mental pun perlu diberi makan. Tujuannya supaya kesehatan mental tetap terjaga sehingga mood bisa dijaga dengan baik.

Buat saya, empat hal di atas sudah cukup mewakili usaha dalam mencintai diri sendiri. Apakah kamu punya usaha lainnya?

Share dong di kolom komentar.







0 Comments