Saya cinta sama Wordpress. Tapi nggak cukup kuat untuk bisa secinta itu. Karena pada akhirnya, duitlah yang membuat cinta ini bisa pindah ke lain hati...
4 tahun sudah saya bersama Wordpress. Tapi tampaknya tahun ini mau tidak mau saya harus memutuskan untuk kembali ke Blogspot.

Kembali? Iya. Kembali. Secara terpaksa. :D

Dulu sekali, zaman pertama iseng bikin blog, saya memang memilih Blogspot sebagai platform. Tapi jujur saja saya kurang begitu suka. Entah apanya yang bikin saya nggak bisa jatuh cinta. 

Buat saya Blogspot itu seperti HP merek NOKIA. Interfacenya yang (mungkin) saking gampangnya, justru malah jadi susah buat saya.

Lalu kemudian saya beralih ke Wordpress karena alasan ingin coba membandingkan. Nyatanya saya malah jatuh cinta sama dia. Platform buat ngeblog yang satu ini terasa lebih rapih. Lebih berkelas dan user experiencenya malah lebih cocok di saya.

Jadilah saya pengguna Wordpress selama bertahun-tahun.

NYOBA SELF HOSTING

4 tahun lalu, dengan bantuan Mas Ryan saya memutuskan untuk pindah dari Wordpress gratis ke berbayar. Saya memilih Niagahoster sebagai penyedia hosting. Dulu sih dapet diskon 50% selama 2 tahun dengan bonus berupa domain gratis. Buat saya harga saat itu masih bisa saya jangkau.

Masuk tahun ketiga harganya sudah mulai normal dengan diskon yang tidak sebanyak 2 tahun pertama. Tapi inipun masih cukup terjangkau buat saya (terima kasih untuk fee ngeblog selama setahun). 😁

Dan baru di tahun ke empat saya mulai pusing tujuh keliling. Gimana enggak? Tagihannya makin gede euy! 888 ribu rupiah setahun! Bahkan dengan diskon 20% pun saya merasa berat bukan main.

ekspresi ketika terima tagihan

Sempat terpikir untuk berhenti berlangganan dan nggak lanjut ngeblog saja daripada pusing mikirin annual fee untuk bayar hosting-an. Pikiran buat pindah ke Blogspot sama sekali nggak ada. Buat saya saat itu, daripada pindah ke Blogspot mending nggak usah lanjut aja sekalian. LOL.

MENYERAH KALAH DAN PINDAH KE BLOGSPOT


Tapi pada akhirnya, karena sayang sama tulisan yang sudah ada, plus karena ada tanggung jawab sama beberapa postingan kerja sama saya pun menyerah kalah dan tetap ngeblog dengan menggunakan platform Blogspot.

Lalu saya mulai mencari informasi melalui Niagahoster sebagai penyedia hosting blog dan mereka sangat membantu prosesnya. Jujur saja saya banyak bertanya ke costumer servicenya sampai kemudian keputusan pun diambil.

Beberapa proses yang harus dilalui adalah :

  1. Membayar domain yang dulunya gratis. Domain .com ini dikenai biaya Rp 125 ribu rupiah belum termasuk pajak 10%.
  2. Memindahkan data dari Wordpress ke Blogspot. Bagaimana caranya? cari saja di Google. 
  3. Mengarahkan domain nunoorange.com yang ditempatkan di Wordpress ke hostingan milik Blogspot. Soal ini juga silakan cari di Google.
Apakah prosesnya susah? Jujur saja....TIDAK SAMA SEKALI!

Semuanya saya lakukan sendiri dengan panduan langkah yang ada di beberapa artikel tutorial. Bahkan prosesnya hanya berlangsung selama beberapa jam saja.

Nah, masalahnya adalah : POSTINGAN JADI AMBURADUL! 😭 Proses perpindahan dari Wordpress ke Blogspot ini bikin postingan jadi "acak-adul". Terutama di bagian gambar. Banyak dari gambar-gambar yang ada di postingan blog mengalami error sehingga tidak muncul di badan postingan.

Lebih masalah lagi, saya sudah nggak punya back up filenya. Mungkin sebenarnya ada langkah-langkah yang harus dilakukan sebelum melakukan perpindahan supaya gambar-gambar tersebut tidak rusak. Tapi saya  tidak melakukannya. 😿 Akhirnya mau tidak mau saya pun membenahi satu per satu tulisan yang sudah tayang. Ada beberapa dari mereka yang terpaksa tayang tanpa gambar karena saya sudah tidak punya filenya.

NGUTAK-ATIK TEMPLATE

Hal berikutnya yang saya lakukan adalah mengganti tema tampilan blog. Ada banyak template gratis yang tersedia di banyak situs. Tapi tentu saja fiturnya terbatas. Meski begitu saya sudah cukup puas menggunakan tema gratis yang sekarang. Bahkan saya juga kurang begitu "ngeh" fitur di bagian mana yang terbatas. Sejauh ini sudah sesuai keperluannya sih.

Oh iya, soal ngutak-atik template  ini jangan dibayangin saya "ngobrak-abrik" kode HTML & CSS nya ya? Nggak kok, saya nggak sekeren itu ampe main coding segala. Hahaha. Saya cuma mengikuti prosedur penggantian kode tema, dan mengatur tata letak blognya saja. Nggak bisa sampai "sedalam itu". NGGAK BISA COY.

LALU BAGAIMANA PENDAPAT SAYA SETELAH MENGGUNAKAN BLOGSPOT?

Sama aja sih seperti sebelumnya. SUSAH! 😂

Mungkin karena sudah terbiasa dengan Wordpress selama bertahun-tahun. Tapi bisa jadi ini hanya soal kebiasaan ya?

Memang sih, ada lebih dan kurangnya dari masing-masing platform. Beberapa hal yang saya rasakan berbeda adalah :
  1. Saya jadi nggak bisa main SEO dengan YOAST lagi. T.T Kalau dulu setiap bikin tulisan saya selalu berusaha untuk bikin lampu indikator di YOAST menyala hijau dengan menaati aturan penulisan supaya bisa nangkring di halaman pertama Google. Sekarang, udah nggak bisa. Konon kabarnya, aturan main SEO di Blogspot berbeda ya? Entahlah.
  2. Saat posting gambar dalam jumlah banyak, nggak ada pilihan kolase otomatis. Kalau di Wordpress ada opsi posting GALLERY sehingga gambar yang jumlahnya lebih dari 1 akan dikumpulkan dalam bentuk kolase. Kalau di Blogspot nggak ada dan harus pake aplikasi pihak ketiga untuk bikin kolase foto. Repot sih...
  3. Blogspot bisa bikin tulisan dalam satu paragraf berbeda-beda warna secara individual. Nah, kalau di Wordpress, hal ini nggak bisa dilakukan karena 1 paragraf diberlakukan sebagai 1 blok, sehingga formatnya berlaku untuk semua. Mungkin ada caranya, tapi sejauh ini saya belum nemu.
  4. Setahuku kalau di Wordpress nggak bisa posting vidio secara langsung melalui upload file dan harus menggunakan pihak ketiga supaya vidio bisa ditampilkan. Nah kalau di Blogspot, vidio bisa langsung diunggah. Seperti vidio yang ada di bawah ini contohnya.

Sejauh ini sih baru nemu 4 perbandingan antara Wordpress dan Blogspot seperti di atas. Mungkin memang benar adanya kalau ini hanya soal ala bisa karena biasa. Jadi akan butuh waktu sampai saya terbiasa ngeblog via Blogspot.

Yang penting buat saya sekarang adalah saya nggak perlu pusing-pusing mikir bayar hosting Wordpress yang mahalnya ampun-ampunan itu. 

Seperti kata orang : Mahal itu relatif. Jadi kalau saya bilang hosting Wordpress mahal, berarti saya memang bukan target pasarnya. Itu aja sih. 


0 Comments