Kurang lebih 2 minggu yang lalu, adik saya menemukan ada sebuah benjolan di payudara sebelah kiri. Diapun segera melakukan pemeriksaan termasuk biopsy setelahnya. Hasil detailnya saya tidak begitu tahu, tapi menurut dokter benjolan itu positif tumor.

Untuk hal-hal yang begituan, kebetulan dia cukup aware mengingat dulu sebelum menikah dia pernah mengalami hal yang sama. Bedanya waktu itu posisinya ada di payudara sebelah kanan dan setelah diperiksa dokter hanya mengatakan itu gumpalan lemak yang memadat. Hanya perlu operasi ringan yang dilakukan selama beberapa jam saja.

Tapi kali ini kondisinya memang agak berbeda meskipun menurut cerita, keluhannya juga sama yaitu agak terasa lebih mengencang di bagian payudara saat sedang menstruasi.

Bisa dibilang adik saya cukup beruntung bisa mengetahui kondisinya tersebut karena bisa lebih cepat ditangani.

Saat ini dia sedang menjalani beberapa tahap pengobatan. Dengar-dengar sih akan ada tindakan operasi pengangkatan dan sesi kemoterapi untuk tumor tersebut. Doakan semoga semua berjalan lancar ya?


MEUBAH POLA HIDUP

Ngomong-ngomong, setelah mengetahui ada benjolan di bagian dadanya, gaya hidup adik saya jadi banyak berubah. Selain soal mengelola emosi dan mengantisipasi stres, pola makannya pun ikut berubah.

Saat ini dia menghindari konsumsi gula, termasuk gula dalam makanan pokok seperti nasi. Khusus untuk nasi, di sedang berusaha untuk mengurangi porsinya dan mencari alternatif lain untuk memenuhi kebutuhan karbohidrat.

Selain itu dia mulai mengubah cara memasak makanannya. Dari yang semula banyak minyak dan gorengan, sekarang mulai memperbanyak sayur-sayuran dan makanan rebus atau kukus.

Bisa dibilang sekarang dia sudah mulai menerapkan pola makan yang “lebih bersih”.

WHAT YOU EAT IS WHAT YOU ARE

Kita sering mendengar istilah mencegah lebih baik daripada mengobati. Tindakan pencegahan adalah upaya untuk tetap membuat diri kita sehat dan terhindar dari segala macam penyakit ringan maupun berat.

Beberapa hal yang biasanya dilakukan dalam rangka mencegah penyakit datang adalah menerapkan gaya hidup yang lebih sehat seperti :
  1. Makan makanan yang bergizi dan seimbang
  2. Berolahraga secara teratur
  3. Beristirahat yang cukup
  4. Menghindari stres berlebihan
  5. Dan mengkonsumsi suplemen atau vitamin jika diperlukan
Tapi seiring dengan berjalannya waktu, terkadang usaha-usaha di atas pun cukup berantakan dan kurang maksimal diterapkan.

Dari segi makanan saja saya mengakui bahwa konsep makan makanan yang bergizi dan seimbang dirasa masih agak susah diterapkan.

Selama ini saya hanya makan apa yang saya sukai. Tidak begitu memikirkan apakah makanan yang masuk ke dalam perut dan pencernaan saya akan memberikan manfaat atau justru malah sebaliknya?

Tidak bisa dipungkiri terkadang saya makan hanya karena memenuhi keinginan tanpa mempertimbangkan faktor kebutuhan. Yang penting kenyang.

Padahal seharusnya kegiatan makan ini bisa dilakukan dengan lebih sadar dan memerhatikan tentang apa saja yang dimakan dan bagaimana makanan itu dibuat.

Makanya tidak heran jika banyak penyakit yang justru malah datangnya dari makanan.

MENYEIMBANGKAN DENGAN SADAR

Ada yang bilang, “apa yang kita makan saat ini akan menentukan kesehatan kita di masa depan”. Meskipun bukan satu-satunya faktor penentu kesehatan, tapi nyatanya makanan masih menjadi faktor yang penting.

Dan selain berefek pada jangka pendek, makanan yang kita konsumsi saat ini memang akan memberikan dampak pada tubuh setelah bertahun-tahun kemudian. Dan saya memang percaya itu.

Seiring dengan bertambahnya usia dan menurunnya kinerja organ tubuh, apa yang kita konsumsi bertahun-tahun lalu mulai terasa pada saat ini. Contohnya, beberapa ruas jari tangan sudah mulai nyeri. Ada sedikit ketakutan soal asam urat, mengingat saya hobi sekali makan gorengan. Meski tidak tiap hari, tapi saya termasuk yang tidak keberatan makan jerohan.

Menyesal? Agak menyesal sih karena saya tidak menjaga asupan dengan cukup baik. Tapi bukan berarti nggak ada usahanya kok.

Melihat apa yang terjadi pada adik saya dan bagaimana dia meubah sedikit demi sedikit pola hidupnya (termasuk soal makan), sedikit banyak menginspirasi.

Meskipun belum bisa shifting secara total, tapi saya pikir menyeimbangkan pola makan juga menjadi salah satu usaha, bukan?

Belakangan saya mulai minum lebih banyak air putih untuk menjaga asupan cairan dalam tubuh dan demi kesehatan pencernaan yang lebih baik. Saya merasakan jika kurang minum, “urusan ke belakang” pun jadi agak terganggu.

Selain itu saya berusaha untuk memasukkan menu sayur dan buah dalam makanan harian. Porsinya mungkin saja masih belum terlalu banyak, tapi setidaknya bisa sedikit membantu kebutuhan akan serat. Pilihan sayur dan buahnya pun masih cukup terjangkau.

Beruntung saya tinggal di Semarang karena di sini ada banyak penjual ‘GILO-GILO’. Mereka adalah pedangan makanan yang salah satunya adalah buah segar seperti pepaya, melon, nanas, bengkuang, dan semangka. Harganya pun masih sangat terjangkau. Hanya seribu rupiah per potong.


Kalau pun ada dana lebih biasanya saya memilih buah yang cenderung mudah didapat seperti apel, pir, dan lemon. Kalau saya lagi “kumat diet”, saya memilih ketiganya sebagai “dynamic trio”. Paduan air lemon hangat di pagi hari dan beberapa buah apel atau pir membuat tubuh jadi terasa “lebih bersih”.

TIDAK ADA KATA TERLAMBAT UNTUK MAKAN LEBIH BAIK

Saya rasa tidak ada kata terlambat untuk melakukan sesuatu. Pun seperti apa yang adik saya lakukan saat ini. Selain bertujuan untuk membantu penyembuhan, semua perubahan pola hidupnya sekarang juga dimaksudkan untuk menjaga kesehatannya kelak di kemudian hari. Kembali pada anggapan “apa yang kita makan saat ini akan menentukan kesehatan kita di masa depan”.

Tidak terlalu telat-telat banget untuk memulai makan dengan lebih sadar. Karena saat “makan dengan sadar” kita tahu apa yang kita makan dan apa pengaruhnya bagi tubuh kita.

Semoga kita bisa tetap sehat sampai bertahun-tahun mendatang.

2 Comments

  1. Ngingetin banget nih..ane kurang olahraga..1 minggu 1x doang selama ini..

    ReplyDelete
  2. Semangaat menjalankan pola hidup sehat 2020 kak, akupun

    ReplyDelete

Punya uneg-uneg? Jangan disimpan. Tulis di sini.