Buat kamu yang doyan nonton film garapan sutradara dari negeri sendiri, siap-siap dengan kehadiran film terbaru berjudul Pohon terkenal ya?





Film ini terbilang cukup unik karena merupakan film layar lebar pertama yang merupakan hasil produksi dari Divisi Humas Polri. Karena produksi dari Divisi Humas Polri, tentu saja ceritanya nggak jauh-jauh dari kisah hidup personel kepolisian. Tapi kali ini lebih condong ke para Taruna Taruni calon perwira yang sedang mengikuti pendidikan di Akademi Kepolisian.





Jangan membayangkan kisah lucu seperti yang kamu tonton di film Police Academy besutan Hollywood. Pohon Terkenal bisa dibilang lebih ke film drama dengan sedikit sentuhan humor di dalamnya.





Sinopsis





Adalah Bara (Umay Shahab) yang harus mengalami dilema antara mengikuti keinginan pribadinya, atau menuruti permintaan sang Ibu yang menginginkan Bara untuk menjadi seorang polisi.





Sebagai anak berbakti, mau tak mau Bara memenuhi keinginan Ibunya dan menjalani pendidikan di Akademi Kepolisian.





Tapi karena menjalani prosesnya dengan setengah hati, Bara pun berusaha untuk memberontak dengan melakukan tindakan-tindakan yang masuk dalam kategori pelanggaran dengan harapan akan dikeluarkan dari pendidikan.





Disinilah kemudian Bara bertemu dengan Ayu (Laura Theux) dan Johanes Salosa (Rain LaOde), teman seangkatannya yang turut memberi pandangan baru dalam karirnya sebagai calon Polisi. Kehadiran Ayu memberikan Bara alasan baru untuk tetap bertahan menjalani pendidikan calon Taruna.





Tapi apakah Bara bisa bertahan hanya karena Ayu? Atau akhirnya dia mengambil keputusan sendiri? Kamu harus tonton sendiri film ini.





Meet & Greet dan Screening Film Pohon Terkenal





Jumat 23 Februari 2019 lalu saya berkesempatan menghadiri sesi jumpa pemeran film Pohon Terkenal di Cinema XX1 Paragon Mall Semarang. Kegiatan yang merupakan bagian dari promo film Pohon Terkenal ini juga dibarengi dengan movie screening film tersebut. Dan Semarang menjadi kota kedua setelah Jakarta yang dikunjungi dalam rangka kegiatan promosi.





Film Pohon Terkenal
Raim, Laura, & Umay




Meet and Greet-nya sendiri dihadiri oleh ketiga pemeran utama dari film Pohon Terkenal. Mereka berbagi cerita tentang pengalaman syuting film yang disutradari oleh Monty Tiwa ini. Ada kisah menarik dari Laura Theux yang harus merelakan rambutnya dipotong pendek demi keperluan syuting. Meski sedih tapi dia mengaku bangga dengan keterlibatannya dalam film ini.





Salah satu yang tentu saja mengundang tawa adalah Raim LaOde yang berperan sebagai Johanes, taruna asal Papua. Meski agak lebih cerewet dibanding 2 rekannya, tapi diakui bahwa kehadirannya menjadi pelengkap baik dalam filmnya atau saat sesi jumpa fans.





[[ Baca Juga : Review Film Bohemian Rhapsody ]]





Tentang film Pohon Terkenal





Pohon Terkenal adalah sebuah istilah yang populer di dunia kepolisian. Sebutan ini disematkan kepada Taruna-Taruni yang gemar membuat ulah selama pendidikan. Ulah yang dimaksud tentunya masih dalam batas kewajaran meskipun mungkin tergolong melanggar aturan.





Namun begitu keberadaan Pohon Terkenal ini memang selalu ada di setiap angkatan pendidikan di Akademi Kepolisian. Dan di film ini, karakter Bara Maulana-lah yang menjadi si Pohon Terkenal tersebut.





Menjadi Pohon Terkenal bukan berarti tidak dapat mencapai prestasi selama pendidikan. Justru seringnya si Pohon Terkenal ini lah yang mampu mencapai tingkat kesuksesan sesuai standar yang diterapkan oleh Akademi Kepolisian.





Film ini diproduksi oleh Divisi Humas Polri ini mengambil latar belakang pendidikan di Akademi Kepolisian Semarang. Dalam rilisnya Monty Tiwa mengatakan bahwa 70-80% lokasi pengambilan gambar berada di AkPol.





Pohon Terkenal menyajikan kehidupan para Taruna-Taruni yang menjalani pendidikan tapi disajikan dengan gaya yang cukup santai. Penggambaran proses pendidikan di institusi tersebut memberikan kesan bahwa Akademi Kepolisian tidak seseram yang dikatakan orang.





Bahwa Taruna-Taruni yang menjalani pendidikan disana pun digambarkan sebagai sosok manusia biasa yang bisa jatuh cinta dan nakal selayaknya anak muda, bukan sosok manusia robot yang kaku dan tertekan.





Nggak bisa spoiler





Saya tentu saja nggak bisa bercerita banyak karena kamu harus nonton sendiri film yang rencananya akan mulai diputar di bioskop-bioskop Indonesia mulai 21 Maret mendatang.





Harapan dengan kehadiran film ini tentu saja bisa memotivasi anak-anak muda untuk tertarik menjadi abdi negara pengayom masyarakat.





Tertarik? Tunggu 21 Maret 2019 di bioskop kesayangan kamu ya.


0 Comments