Menyimak perbincangan dengan topik keuangan dan kesehatan selalu menjadi hal yang menarik. Keduanya memiliki kaitan yang erat satu sama lain. Sebagaimana kita mengenal idiom tentang kesehatan seperti “sehat itu adalah harta yang paling berharga”, atau “sakit itu mahal”, membuktikan bahwa kesehatan ada hubungan langsung atau tidak langsung dengan faktor ekonomi. | PruCritical Benefit 88





Sama halnya ketika Jumat pekan
lalu saya menghadiri media gathering
yang diadakan oleh Prudential. Saya dan beberapa rekan dari media cetak dan online Semarang diajak untuk menyimak
pemaparan tentang pentingnya memproteksi diri dan keluarga dengan asuransi.





Gathering yang juga sekaligus mengenalkan produk terbaru dari
Prudential ini juga menghadirkan seorang dokter saraf dari Rumah Sakit Siloam
Semarang. Dokter Elta Diah Pasmanasari memberikan sedikit pemaparan tentang
salah satu penyakit kritis yang menjadi momok dalam kehidupan kita.





Stroke : Silent Killer yang menakutkan!





Ya, salah satu penyakit yang
menjadi bahasan dalam kesempatan tersebut adalah Stroke. Penyakit yang berada
dalam urutan ketiga setelah jantung dan kanker sebagai penyebab kematian
tertinggi adalah salah satu yang menjadi “hantu menakutkan” dalam kehidupan
kita.





Silent killer yang bisa datang tiba-tiba tanpa mengenal waktu dan
usia ini menjadi penyebab nomer 1 kecacatan dan nomer 2 penyebab kepikunan di
dunia. Menurut data, setiap 49 detik, 1 orang terserang stroke.





Gaya hidup tidak sehat disinyalir
menjadi salah satu pencetus stroke di era moderen seperti sekarang. Stres, pola
makan yang tidak sehat, kurang berolahraga, dan kualitas istirahat yang buruk,
menjadi penyebab yang sering tidak disadari.





Itulah kenapa stroke menyerang tanpa pandang bulu. Bahkan tren menunjukan stroke dapat dialami oleh mereka yang usianya masih tergolong muda.





dokter Elta Diah Pasmanasari




Stroke bisa dicegah  dan pentingnya Golden Hour.





80% kasus stroke bisa dicegah apabila diagnosa dan gejalanya dikenali sedini mungkin. Dokter Elta mengatakan, resiko dan gejala stroke bisa dikenali dengan cara memerhatikan “Apa yang tadinya ada menjadi tidak ada, dan apa yang tadinya tidak ada menjadi ada”.





Artinya, kita bisa mengetahui
resiko-resiko seperti misalnya hilangnya kemampuan untuk mengerjakan sesuatu, padahal
sebelumnya tidak ada masalah. Atau justru adanya gejala-gejala yang timbul
dimana sebelumnya gejala ini justru tidak pernah dirasakan. Seperti sering
kesemutan atau kebas di salah satu bagian tubuh, misalnya .





Selain itu gejala serangan stroke juga bisa dikenali melalui tes yang diberi istilah SEGERA. Artinya adalah Senyum – Gerak – dan Bicara.





Apabila ada tanda-tanda seperti
senyum yang “perot”, atau gerak yang tidak normal dari salah satu anggota tubuh
seperti tangan atau kaki, dan mengalami kesulitan bicara padahal sebelumnya
tidak ada masalah, sebaiknya dilakukan pemeriksaan sedini mungkin.





Cara deteksi dini stroke





Lebih lanjut dokter Elta
menjelaskan, deteksi dini stroke menjadi sangat penting karena orang yang
terkena serangan stroke masih memiliki kesempatan selama kurang lebih 3 jam
setelah serangan untuk menyelamatkan sel-sel otak. Tujuannya supaya kesempatan
sembuhnya menjadi lebih besar.





Deteksi dini stroke yang perlu
diperhatikan :





  1. Kenali gejala stroke yang bukan hanya lumpuh anggota gerak, tapi dari apa yang tidak ada menjadi ada, dan apa yang sebelumnya ada menjadi tidak ada
  2. Periksa rutin jika ada faktor resiko seperti tensi darah yang sering tinggi, diabetes, atau merokok
  3. Lakukan brain check up jika mendapati beberapa tanda atau gejala yang mengarah ke potensi serangan stroke




Selalu sehat adalah harapan kita
bersama





Tidak hanya saya, kamu juga
pastinya berharap begitu. Apalagi jika kamu adalah pencari nafkah utama dalam
keluarga. Tetap sehat dan bisa beraktivitas adalah dambaan semua orang.





Terhindar dari penyakit kritis
seperti stroke adalah hal yang selalu diupayakan. Kenapa? Karena nyatanya
penyakit kritis selalu saja menyusahkan.





Fakta yang ada terkait dengan penyakit kritis





Bapak Himawan Purnama, APV Head of Product Development Prudential Indonesia menjelaskan beberapa fakta yang terkait dengan penyakit kritis. Diantaranya adalah :





  1. Potensi mengalami kebangkrutan bagi keluarga pengidap penyakit kritis karena beban biaya perawatan yang tinggi
  2. Pertanyaan tentang bagaimana untuk biaya hidup sehari-hari selama dan setelah perawatan? Siapakah yang akan menanggung apabila pencari nafkah utama mengalami sakit?
  3. Lalu bagaimana dengan biaya pendidikan dari anak-anak si sakit?




Hal-hal itu dan beberapa lainnya lah yang menyadarkan kita betapa proteksi terhadap kesehatan, bahkan untuk perlindungan dari penyakit kritis menjadi sangat penting.





Bapak Himawan Purnama




PruCritical Benefit 88 :
Perlindungan maksimal dari resiko penyakit kritis





Prudential, sebagai perusahaan
asuransi ternama dari Inggris yang sudah beroperasi selama lebih dari 170 tahun
dan 23 tahun di Indonesia menyadari bahwa penyakit kritis berpotensi memberikan
dampak yang kurang menguntungkan bagi keuangan keluarga. Itulah kenapa
Prudential menghadirkan produk terbarunya yaitu PruCritical Benefit 88.





Melalui penjelasan dari Ibu Nini
Sumohandoyo selaku Corporate Communications and Sharia Director Prudential
Indonesia, PruCritical Benefit 88 diharapkan mampu memberikan ketenangan
pikiran pada nasabah dan keluarganya. Karena perjuangan melawan penyakit kritis
memang sangat menguras emosi dan fisik pasien dan keluarganya. Tak jarang
menganggu juga keadaan keuangan yang bersangkutan.





Dengan PruCritical 88 nasabah dapat
memanfaatkan uang perlindungan yang diberikan untuk membantu biaya pengobatan
rumah sakit dan menyokong kebutuhan hidup sehari-hari.





Kehadiran PruCritical Benefit 88 adalah bagian dari komitmen “We Do Health” yang dicanangkan oleh Prudential dan sejalan dengan brand baru Prudential yaitu “Listening. Understanding. Delivering”. Produk ini dipercaya mampu menjadi solusi bagi masyarakat dalam mengantisipasi dan mengelola dampak keuangan yang ditimbulkan dari penyakit kritis.





Ibu Nini Sumohandoyo




Manfaat PruCritical Benefit 88





Dengan slogan “Proteksi Terjamin, Uang Pasti Kembali” PruCritical Benefit 88 menawarkan beragam manfaat seperti :





  1. Kebebasan dalam memilih waktu pembayaran premi yaitu 5, 10, atau 15 tahun di awal untuk perlindungan sampai usia 88 tahun
  2. Perlindungan bagi nasabah hingga 61 kondisi kritis termasuk angioplasty atau pemasangan ring jantung tanpa mengurangi uang pertanggungan
  3. Memberikan 3x uang pertanggungan jika nasabah meninggal dunia karena kecelakaan sebelum usia 77 tahun
  4. 100 persen uang pertanggungan dikembalikan apabila polis masih aktif sampai nasabah berusia 88 tahun
  5. Jaminan manfaat 100% pengembalian premi pada tahun polis ke 20 jika nasabah memilih pengembalian premi. Dan polis akan dinyatakan berakhir




Lebih cepat, Lebih baik





Seperti halnya investasi, membeli
polis asuransi memang sebaiknya segera dilakukan. Tujuannya untuk memberikan
proteksi terhadap resiko dalam kehidupan kita.





Secara pribadi, saya sendiri mulai
memikirkan betapa pentingnya proteksi asuransi selain BPJS tentunya. Sebagai
pencari nafkah utama dalam keluarga inti, asuransi memberikan ketenangan dalam
bekerja. Paling tidak ada uang perlindungan yang bisa dimanfaatkan meski
harapannya saya selalu sehat sepanjang waktu.





Untuk mengetahui produk PruCritical Benefit 88 dan produk lain dari Prudential, kamu bisa mengunjungi kantor cabang Prudential terdekat, atau klik ke www.prudential.co.id






https://www.youtube.com/watch?v=bW_PJHsdJHY

0 Comments