Siapa sih yang nggak pengen jadi orang kaya? Banyak duit dan nggak pernah kawatir soal kekurangan. Well, kayaknya semua orang pengen deh. Masalahnya nggak semua orang bisa jadi orang kaya. Tergantung usaha dan hoki juga katanya


Eh tapi mungkin kita nggak bisa jadi orang kaya yang rumahnya gede kayak istana, mobil berderet-deret di garasi. Tapi untuk mencapai kebebasan finansial masih mungkin kok, asal kita mau. Kebebasan finansial di sini maksudnya selalu cukup sesuai kebutuhan. Syukur-syukur selalu ada kalau pas lagi ada keinginan. Bebas nggak punya hutang, dan nggak kawatir soal dana hidup.


Ngomongin soal kebebasan finansial, aku jadi ingat sama sebuah buku yang kubaca bertahun-tahun lalu. Buku itu berjudul Rich Dad Poor Dad karya dari Robert T Kiyosaki, di buku itu ditulis soal pelajaran tentang aset dan investasi. Buku yang konon kabarnya sempat heboh dan jadi rujukan bagi siapa saja yang pengen belajar soal gimana caranya jadi orang kaya itu mengulas panjang lebar soal investasi, dan kesalahan-kesalahan persepsi yang sudah ada soal aset dan pendapatan aktif - pasif.


Buku itulah yang sempat bikin aku semangat 45 belajar soal gimana caranya dapat penghasilan tanpa susah-susah kerja (maunya!). Hahaha. Ya maksudnya, biar duit yang kerja buat kita.


Sejak saat itu aku mulai nyari info soal gimana sih caranya berinvestasi dan nyisihin duit biar nggak gampang habis. Berhasil? Enggak sepenuhnya. :D Ya mungkin karena masih belum terlalu paham sama instrumen investasi yang pas kali ya?



Seminar Investasi Manulife


Dan bener juga, ketika beberapa hari lalu aku ikut seminar singkat soal investasi yang diadain sama Manulife Asset Management Indonesia (MAMI) di kantornya yang ada di Jalan Pandanaran Semarang sana, aku jadi semangat lagi buat nyisihin duit. Gimana enggak, selama ini duitnya bablas mulu!


Pernah sih nyoba berinvestasi di asuransi plus-plus. Cuma mandeg di tengah jalan karena satu dan lain hal. Agak “gelo” juga sih karena udah setengah jalan. Tapi ya mau gimana lagi?


Pernah juga nempatin dana di deposito, tapi kalau dipikir-pikir kok bagi hasilnya juga ga terlalu gede ya?


Oh iya, sempat kenal juga sama yang namanya reksadana, tapi masih belum cukup info soal instrumen investasi yang satu ini. Kondisiku ini persis seperti yang diceritain sama Pak Legowo (salah satu petingginya Manulife). Yang bikin orang belum sadar soal berinvestasi itu ada 3 :



Belum tahu manfaatnya. Kenapa sih harus berinvestasi? Kenapa sih harus mulai?


Nggak ada dana


Nggak tahu kudu investasi ke mana. Belum lagi kalau ada pertanyaan, instrumen investasinya aman nggak ya? Sesuai dengan aturan dan syariah nggak ya?


Kebingungan ini lah yang akhirnya bikin orang-orang seperti aku nggak pernah kemana-mana dan nggak juga bergerak untuk melakukan sesuatu.



Seminar Yang Membuka Mata


Buatku, seminar singkat yang durasinya bahkan nggak ada 2 jam ini membuka mata soal investasi. Sempat ngerasa kalo telat banget lah baru mikir di usia yang sekarang, tapi Pak Legowo pun juga telat memulainya lho! :D. Jadi sebenarnya aku nggak sendirian dan bisa dibilang, nggak ada kata terlambat untuk mulai memikirkan soal investasi.


Selama ini yang terpikir cuma nabung aja dan itu udah cukup. Well, sebenarnya sih nggak salah juga menyisihkan uang hanya dengan menabung. Tapi kalau menurut penjelasan dari Pak Legowo, satu hal yang sering bikin kita “kalah” dalam usaha untuk merasakan kebebasan finansial adalah INFLASI.


Inilah bedanya antara MENABUNG dan BERINVESTASI. Kalau nabung biasanya dana malah cenderung berkurang setelah dikurangi pajak dan lain sebagainya. Nilainya mungkin bertambah, tapi setelah beberapa tahun, nilai tersebut nggak sepadan dengan nilai inflasi.


Nah kalau investasi di berbagai instrumen ini sebenarnya hampir sama dengan menabung, tapi ada 1 hal yang nggak bisa dilakukan oleh tabungan konvensional yaitu MENGALAHKAN INFLASI. Tujuan dari berinvestasi ini lah yang ingin dicapai oleh kita. Duitnya nambah dengan signifikan dan nggak terpengaruh sama nilai inflasi.



Manulife Syariah Sukuk Indonesia


Terus, instrumen investasi apa yang aman buat pemula seperti aku (dan kamu)?


Manulife Syariah Sukuk Indonesia


Kebetulan banget MAMI punya produk baru yang dikasih nama Manulife Syariah Sukuk Indonesia. Alasan kenapa produk ini cukup menarik adalah :



Investasi yang satu ini relatif cocok buat investor pemula


Cocok karena mudah dan mengandung resiko yang relatif rendah. Jenis yang satu ini nggak terlalu agresif sehingga cukup aman. Walaupun tentu aja, bagi hasilnya juga nggak terlalu tinggi, sesuai dengan tingkat resikonya. Tapi buat pemula, emang pas kan?



Mudah dan murah


Manulife Syariah Sukuk Indonesia ini murah karena bisa dibeli mulai dari 10 ribu rupiah saja. Murah banget kan? Sekali makan aja bisa lebih dari segini nih! Dengan nilai investasi yang relatif kecil kita jadi nggak punya alasan lagi buat bilang “nggak ada dana buat investasi”. Dengan harga yang murah, kita pun jadi bisa lebih fleksibel dalam mengatur berapa besaran uang yang akan disisihkan buat diinvestasikan.



Aman sesuai syariah


Produk baru dari Manulife Asset Management Indonesia ini sudah menggunakan prinsip syariah dan sesuai aturan perbankan syariah di Indonesia. Jadi buat yang nyari investasi berbasis syariah bisa pilih produk ini. Aman juga karena diawasi dan dijamin oleh Otoritas Jasa keuangan. Jadi semua kekawatiran yang timbul soal gimana kalau nanti…gimana kalau nanti…sudah nggak ada lagi. Duit aman, hati pun nyaman.


Jadi bisa dibilang, produk ini AMAN, AMANAH, TERJANGKAU, LIKUID (bisa dicairkan kapan saja), dan TAHAN TERHADAP INFLASI.



So Easy...


Kebetulan aku sendiri adalah salah satu nasabah yang memiliki akun di Manulife Asset Management Indonesia. Aku udah punya akun di Manulife Dana Kas II sehingga untuk memulai investasi di Manulife Syariah Sukuk Indonesia, aku tinggal menambahkan dana saja ke rekening khusus yang digunakan oleh Manulife, seterusnya petugas dari MAMI akan membantu kita mengurus semua keperluan yang terkait dengan pembelian produk Manulife Syariah Sukuk Indonesia. Mudah kan?



Pulang dari seminar aku jadi keinget sama 3i-nya Manulife.


Insyaf


Irit


Investasi


Gabungan dari ketiganya inilah yang emang harus jadi pegangan. Kudu INSYAF dan nggak ngabisin duit tanpa ketahuan jejaknya. IRIT biar bisa punya dana untuk di-INVESTASIkan.


Kalau masih bingung dan pengen nanya-nanya, boleh juga lho mampir ke situs www.klikMAMI.com untuk tahu mengenai produk Manulife Syariah Sukuk Indonesia.

2 Comments

  1. Piye Nun, reksadana yang dulu pindah ke sukuk, apa buka sukuk baru?

    ReplyDelete
  2. Kalo aku masih punya Manulife Dana Kas 2, aku bisa beli sukuk tanpa harus buka baru Mbak. Jadi yang dana kas masih bisa diisi, yang sukuk ada sendiri. Rekeningnya sukuk beda sama yang dana kas.

    ReplyDelete

Punya uneg-uneg? Jangan disimpan. Tulis di sini.