Semalam saya dapat undangan untuk datang di soft opening resto baru. Namanya MeatUp Restaurant. Kalau dari namanya saja udah ketahuan kalau tempat makan ini menyajikan menu daging sebagai sajian utamanya. Resto ini masih belum secara resmi dibuka, bahkan ketika saya datang papan nama penunjuknya pun belum terpasang. Tapi tidak begitu susah menemukan posisi resto ini, karena MeatUp Resto Semarang menempati lokasi yang dulu ditempati oleh Okane Resto, tepatnya di jalan Kawi no 25.


Gedung utama MeatUp Resto enggak begitu gede. Kalau menurut Mbak Hesty, owner dari MeatUp, resto ini bisa menampung kurang lebih 60 pengunjung dalam sekali event. Tapi secara keseluruhan areanya cukup luas. Tempat parkir depan dan belakang bisa menampung cukup banyak kendaraan, bahkan di bagian belakang berkapasitas kurang lebih 10 mobil.


MeatUp Resto Semarang


MeatUp Resto Semarang


Kalau ngelihat desain dalam ruangannya sih simple. Nggak terlalu banyak hiasan dan ornament macam-macam. Suasananya cukup cozy untuk nongkrong bareng sama temen dan keluarga sambil ngobrol dan makan.


MeatUp Resto Semarang



MeatUp Resto Semarang - The Menus


Semalam adalah sesi soft opening untuk beberapa tamu undangan yang terdiri dari keluarga dan kolega, termasuk kami dari Radio Gajahmada. Ada beberapa menu yang ditawarkan kepada kami untuk dicoba. Dari sekian banyak pilihan, kami berdua memilih Salmon Steak With Teriyaki Sauce dan Beef Steak dengan kematangan medium.


Oh iya, seperti yang sedikit sudah saya jelaskan di awal tadi kalau nama MeatUp dipilih karena menyesuaikan dengan sajian utama berupa menu daging-dagingan. Menurut Mbak Hesty menu utamanya memang steak dari beragam daging seperti daging sapi, daging ikan, dan juga daging ayam. Makanya enggak heran kalau kami berdua penasaran dengan sajian utamanya, meskipun kami juga ditawari menu pasta.


Sebelum menikmati hidangan utama kami disuguhi 2 hidangan pembuka yaitu Cheesy French Fries dan Beef Salad.


MeatUp Resto Semarang


Cheesey French Fries ini adalah kentang goreng yang disiram saus keju. My God! Saos kejunya enak! Sepertinya ini mix antara keju cheddar dengan parmesan. Rasanya gurih dan enggak terlalu asin. Kekentalannya pas, sehingga ketika disiram enggak bikin kentang gorengnya lembek dan kehilangan kerenyahannya. Biasanya sih yang namanya kentang goreng suka dicocol ya, tapi yang ini sausnya disiramkan.


Kemudian Beef Saladnya ini terdiri dari daun selada dan paprika yang disajikan dengan daging sapi yang sudah diolah dengan saus teriyaki. Empuk dan manisnya daging sapi cocok dengan kerenyahan selada segar , mentimun, paprika, dan tomat. Ah, ini salad yang enak!


MeatUp Resto Semarang


Setelah menunggu selama beberapa lama, satu dari dua sajian utamanya datang ke meja kami. Yang pertama adalah Salmon Steak. Jujur saja, ini adalah pertama kali saya menikmati Salmon Steak ala Resto. Beberapa kali makan salmon biasanya hanya diolah dengan cara dikukus lalu disiram saus keju. My first Salmon Steak was perfect. Kulitnya krispi dan daging salmonnya matang sempurna. Disajikan dengan saus teriyaki dan kentang mayo dengan keju parmesan, buat saya ini hidangan mewah yang worth to wait banget lah.


MeatUp Resto Semarang


Selesai dengan Salmon Steak, 1 hidangan utama lagi meluncur ke meja kami. Sebenarnya kami ditawari beberapa jenis pasta, tapi karena pilihannya antara pasta dan steak, kami pun memilih Steak dengan alasan bahwa sayang sekali melewatkan signature dish dari MeatUp restaurant. Kami pun memutuskan untuk memilih tingkat kematangan medium. Sebenarnya enak medium rare, jadi masih juicy,tapi takutnya si Dian malah nggak doyan, hehehe.


MeatUp Resto Semarang


Daging Steak Medium ini disajikan dengan 3 macam saus. Ada Blackpepper, Mushroom, dan Teriyaki Sauce. Buat saya dagingnya well seasoned. Sebelumnya Mbak Hesty bilang kalo MeatUp menggunakan gaya masak Us Style, jadi dagingnya hanya dibumbuin garam dan lada, lalu digrilled. Daging steaknya empuk dan cukup juicy. Apalagi kalau kena bagian “gajih”nya. Duh, enak bangeeeet!


Dari 3 macam saus. Saya dan Dian sepakat kalau daging ini paling pas dinikmati dengan saus Teriyaki dan Mushroom. Saus blackpeppernya sih enak, cuma karena dagingnya sendiri udah gurih, kalau dimakan dengan saus mushroom yang tastenya manis atau teriyaki yang manis asin, rasa steaknya jadi lebih lengkap dan menyatu. Ada asin, gurih, dan manisnya jadi satu di mulut. Makan 1 porsi Beef Steak ini perut jadi total kenyangnya. Overall saya dan Dian puas dengan sajian malam tadi.



The Resto It Self..


Dari keterangan yang diberikan oleh Mbak Hesty, MeatUp restaurant ini memang menyasar kalangan menengah ke atas dengan segmen konsumen keluarga. Tempatnya dibuat senyaman mungkin seperti rumah tinggal, tapi sajian yang ada di menu memang sengaja disiapkan dengan sebaik mungkin sehingga pengunjung tetap bisa merasakan suasana rumah yang santai dengan hidangan sekelas resto bintang 5.


Signature Dish di MeatUp adalah menu Steak dalam porsi yang besar dan bisa sharing rame-rame bareng sama teman dan keluarga. Kalau melihat dari porsinya, harganya juga lebih mahal dibanding steak porsian. Tapi tetap worth to try lah ya. Selain itu terdapat beberapa menu olahan daging. Jadi tidak hanya steak saja, tapi daging sapi juga bisa disajikan melalui burger atau pasta dengan bakso daging sapi. Kebetulan Chef Heri, yang mengepalai dapur MeatUp sudah cukup paham betul dengan pengolahan daging karena sebelumnya beliau juga cukup lama menangani dapur Okane yang juga menyajikan menu daging-dagingan.


MeatUp Resto Semarang


Pengalaman Chef Heri di beberapa restaurant terutama yang tamunya kebanyakan eks patriat memberikan sentuhan otentik bagi pengolahan steak. Bisa dibilang standar pengolahannya sudah internasional dengan taste yang sedikit disesuaikan dengan selera orang Indonesia.


Selain appetizer dan main course, MeatUp Restaurant juga menyajikan hidangan penutup. Tapi sayang malam tadi untuk hidangan penutupnya belum disajikan. Ke depannya, MeatUp akan bekerjasama dengan Haagen-Daas, salah satu brand es krim ternama di dunia. Dan melihat dari namanya, sajian penutup di MeatUp pastinya akan didonimasi oleh es krim.


Bagaimana dengan beverages di sini? MeatUp tidak menyajikan minuman beralkohol, baik bir atatupun wine. Mbak Hesty menyadari bahwa banyak orang yang mungkin akan menanyakan keberadaan anggur di restaurant ini mengingat sajian utamanya adalah steak yang konon kabarnya memang paling pas dinikmati dengan segelas anggur. Tapi karena mengambil konsep resto family, untuk saat ini menu minuman tersebut tidak disajikan.


Pengunjung bisa memilih banyak menu minuman yang ada. Tapi yang pantas untuk dicoba adalah Milo Dino, yaitu minuman cokelat dingin yang disajikan dalam porsi besar. Sayang sekali saya tidak memesan minuman ini. Kapan-kapan perlu coba deh ya?


Saat sesi sof opening semalam saya coba nanya-nanya ke Mbak Hesti soal harga makanan di meatUp resto ini. Menurut keterangannya, harga makanan dan minuman di MeatUp bervariasi dengan range harga mulai dari 20 ribu sampai 300 ribu. Harga yang nantinya tertera di buku menu belum termasuk pajak restoran 10% dan biaya servis 5%.


So, demikianlah cerita saya menghadiri undangan makanan di MeatUp Resto yang secara resmi akan dibuka pada bulan Januari 2017 mendatang. Tapi sepanjang Desember ini pun MeatUp sudah mulai membuka pintunya untuk para tamu yang ingin menikmati sajian di sana.







MeatUp Restaurant beralamat di jalan Kawi no 25 Semarang


Tersedia Wifi dan beberapa socket untuk charger di beberapa titik dan akan ditambahkan


Ada ruangan untuk sholat jika diperlukan, tapi ada masjid besar di seberang restaurant.


Toliet bersih di area resto juga tersedia di sini. Untuk saat ini masih menerima pembayaran secara tunai.

4 Comments

  1. Penyajian nya kurang manja, terlalu polos kurang pernak pernik kalo menurut gw sech

    ReplyDelete
  2. Mungkin seni plating-nya emang sederhana, atau belum sampai ke yang fancy. Hihihi.

    ReplyDelete

Punya uneg-uneg? Jangan disimpan. Tulis di sini.