Gimana perasaanmu kalau tiba-tiba kamu dihubungi sama seseorang dari agensi dan nawarin buat ngisi acara blogger di Semarang? Kalau saya antara kaget, seneng, dan nggak percaya. Si Mbak dari agensi bilang udah liat profil saya di Instagram dan tertarik pengen kasih kerjaan. Nggak tahu kesambet apa waktu itu, yang pasti saya langsung bilang iya. Setelah ngobrol ini dan itu saya pun dipastikan untuk jadi pengisi acara di Ngobrol Blogger Bareng Blogger Semarang tanggal 31 Agustus lalu.


Sebenarnya saya sudah didaftarkan jadi peserta di acara tersebut, tapi karena statusnya berubah dari peserta ke pengisi acara, slotnya dialihkan ke orang lain. Saya diberitahu kalau tema obrolannya seputar pengalaman sebagai food enthusiast. Agak bingung juga kenapa saya yang dipilih ya? Secara pengalaman sebagai tukang makan saja masih belum lama. Itupun juga karena iseng.


Ngobrol Bareng Blogger Semarang


Sempat mikir sih “berani amat sih saya terima job ini?”. Jangan-jangan ada yang nanya juga “who the hell is Nuno Orange? Apa kompetensinya ngomongin soal aktivitas foodies? Follower instagram aja ga nyampe ribuan? Kok berani-beraninya ngomong di depan banyak orang?” Hehehe. Awalnya saya sempet ragu, tapi temen-temen di kantor bilang “Udaaaah, pede aja! Lagian mereka milih kamu juga pasti ada alasannya. Kamu pasti bisa!” Begitu kata mereka dengan lagak seperti seorang motivator memberikan semangat pada audiensnya.


Dipikir-pikir iya juga ya? Mereka pasti punya alasan kenapa saya yang diminta untuk mengisi acara tersebut. Mungkin bukan hanya karena pengalaman mengunyah saja yang dilihat, tapi karena profesi saya sebagai seorang penyiar yang udah biasa ngomong di depan banyak orang. Itu kali ya? Kalau emang bener, ya berarti ada gunanya juga saya kerja jadi penyiar ya? :D


Ketika teman-teman blogger “nge-cie-cie-in” karena jadi pembicara, saya sempet agak kurang setuju sih dengan sebutan pembicara. Karena kapasitas saya masih jauh dari seorang pembicara. Saya lebih suka dengan konsep berbagi pengalaman kali ya? Jadi saya hanya berdiri di depan temen-temen untuk nyeritain pengalaman selama ini. Bukan ngajarin dan jadi yang paling ahli juga, tapi sekedar sharing kan nggak apa-apa ya.


Beberapa hari menjelang acara saya santai-santai saja. Tapi justru 5 menit menjelang jatah tampil saya malah grogi abis. Deg-degan sampai perut mules. Biasanya kalo udah begini jadi nggak doyan makan. Pantas saja kemarin pas sesi makan bersama saya sama sekali nggak tertarik. Baru nyesel ketika temen-temen posting makanan-makanan enak yang dinikmati di Nestcology tempo hari. Nggak pengen makan ini bertahan sampai acara selesai. Ketika ditawari makan makanan penutup saya terang-terangan bilang ogah. Masih deg-degan. Hahaha. Tapi Alhamdulillah sesinya berjalan cukup lancar meksipun nggak tahu gimana penampilan di depan panggung waktu itu.


Ngobrol Bareng Blogger Semarang



About Food Enthusiast


Kembali ke soal tema nih, apa sih food enthusiast itu?


Secara bebas Food Enthusiast adalah sebutan bagi orang yang suka mencoba makanan-makanan baru, mendatangi tempat makan seru, dan senang mengunggah hasil “buruannya” ke media sosial melalui akun medsosnya atau lewat postingan di blognya. Istilah ini populer seiring dengan makin ngetrennya media sosial.


Orang bilang profesi sebagai Food Enthusiast adalah hobi yang dibayar. Sama seperti penyiar radio, food enthusiast dituntut untuk menyukai kegiatannya sebagai seorang tukang icip-icip, penikmat makanan, dan salah satu agen dari gaya hidup modern saat ini.


Lalu di mana posisi Nuno Orange saat ini? Well, saya adalah seorang blogger dan food enthusiast yang bisa dibilang baru saja mulai. Dari mulai suka makan, lalu belajar masak. Dibandingkan dengan food blogger-food blogger senior saya memang belum ada apa-apanya. But I do believe siapa tahu saya akan ada di posisi itu suatu saat nanti. Ceilaaaaah.


By the way, profesi food blogger dan food enthusiast emang lagi naik daun saat ini. Pertumbuhan industri kuliner dan tren penggunaan media sosial sebagai media promosi menjadi 2 hal yang saling mendukung. Banyak pelaku industri kuliner yang memanfaatkan tren ini dengan mengundang para food blogger dan food enthusiast untuk mencicipi hidangan di resto mereka. Peluang untuk mendapatkan rupiah pun terbuka lebar bagi para food blogger. Kabarnya, fee mereka tuh bisa berkisar antara 500 ribu sampai 1 rupiah lho! bahkan lebih hanya untuk sekedar datang dan menikmati makanan. Tapi tentu saja ada kewajiban berpromosi lewat akun medsos mereka dong ya?



Tips ala Nunoorange


Menggiurkan banget ya? Datang, makan, dapat uang saku. Siapa yang nggak mau? Saya juga mau!


Masing-masing punya cara. Saya pun juga. Kalau misal tertarik jadi food enthusiast, Ini tips ala saya.





  1. Suka Makan dan Jangan Takut Gendut




Prinsip saya, makan gendut ga makan lemes. Jadi daripada lemes, mending makan. Gendut? Ya udah, dietnya besok. (beri gambar)





  1. Keluar modal, tapi ga harus mahal




Namanya membangun portofolio memang harus ada pengorbanan, termasuk ngeluarin duit sendiri untuk beli makanan. Cari makanan-makanan kaki lima yang menarik, foto, unggah ke medsos.





  1. Cari temen, tanggung renteng




Kalo sekali-kali pengen ke resto mahal, bolehlah ajak temen. Sharing menu biar bisa diicip semua. Makin banyak menu, makin banyak foto, makin lengkaplah portofolio. Syukur-syukur kalo dapat traktiran, karena makanan akan lebih enak kalo gratisan! :D





  1. Belajar hal-hal teknis tentang makanan




Jadi food blogger jangan cuman bisa bilang ENAK dan NGGAK ENAK! Tapi kita juga harus melatih tasting palate kita. Palate adalah instrumen kepekaan terhadap rasa makanan. Coba deskripsikan bahan penyusun dengan detail, kenali nama bahan2 makanannya, dan proses memasaknya. Ini akan membantu anda menyusun deskripsi tentang makanan yang Anda nikmati di caption Medsos atau lewat tulisan di blog.





  1. Berusaha untuk obyektif dan jujur




Enaknya kalo makan sendiri adalah kita bisa leluasa ngeluarin uneg-uneg kita. Tapi kalau misal diundang dan dibayar, kita harus sedikit lebih halus menggambarkan ketidak cocokan kita terhadap makanan yang dihidangkan. Jangan sampai menyinggung si empunya resto ya?





  1. Latihan fotografi




Kalau masih ngerasa kurang puas juga, ga masalah, main di caption yang menarik! Supaya setidaknya orang bisa mendapatkan informasi soal makanan yang di posting di medsos. Syukur2 kalo mereka bisa terhibur dengan caption kita.





  1. Gunakan medsos dan jalin interaksi dengan follower Anda




Unggah fotonya dan jangan malas membalas komen, apalagi kalau ada yang nanya2. Anda pasti sebel kalo ada yang cerewet, tapi yakinlah, lebih nyebelin nanya dan ga dijawab sama sekali. Emang enak dianggurin? Makanya kalo ga mau ditanya-tanya, beri info yang lengkap.


Kurang lebih begitulah pengalaman saya sebagai food enthusiast ala-ala. Ingat, MANGAN LEMU, RA MANGAN KOK GAK KURU-KURU? YA MENDING MANGAN!” artinya “MAKAN GENDUT, GA MAKAN KOK TETEP GENDUT. YA MENDING MAKAN LAH YA?” :D


Tapi ingat porsi dan jangan lupa olah raga ya? Biar bisa tetep makan enak! Hihihi.



Jadi begitulah sedikit cerita saya soal pengalaman saya berbagi di acara ngobrol bareng blogger Semarang. Maaf ya kalo ada salah-salah kata. Maklum, bukan pembicara bertarif jutaan, masih suka grogi. :D Yang pasti saya seneng bisa ketemu sama temen-temen blogger yang luar biasa. Saya jadi banyak belajar dari kalian semua.


PS : Saya nggak nulis soal aplikasi Sakuku dari BCA. Enggak nyimak penjelasan dari orang BCAnya, soalnya lagi di belakang panggung ngobrol sama Mas Gondrong dan Yudha dari Komika semarang. Hihihi.

5 Comments

  1. Aku langsung bahagia bgitu tahu yang bakalan sharing Nuno, kapan2 sharing lagi ya Nuno, n kabar2in dong kalo di radio ada kuis pengen ikutan hihiii

    ReplyDelete
  2. :)) *blushing* di radio sekarang lagi bagi2 voucher perawatan Super Skin yg di pamularsih. Tiap jam 9-11 tuh Mbak. Cuma opini aja bisa dapet voucher facial. :D Atau mau ikut nyanyi cover lagunya Rossa juga bisa, hadiahnya parfum. Hahaha. *jadi malah promosi*

    ReplyDelete
  3. wuihhh,, ternyata masnya tukang bicaraaaaa

    ReplyDelete
  4. eh sumpah, aku suka banget bisa datang di acara ini. dibelain dari Pasuruan cabut ke Semarang, besoknya langsung balik lagi ke Pasuruan hahahha

    ReplyDelete
  5. Kangen ya kumpul2 blogger lagi. hahaha

    ReplyDelete

Punya uneg-uneg? Jangan disimpan. Tulis di sini.