About Superhero Movies


Kisah superhero belakangan menjadi tema menarik untuk diangkat ke layar lebar. Mereka yang dulu hanya akrab kita baca lewat komik, sekarang berubah menjadi tontonan animasi berwarna atau live action dengan berbagai versi.


Saya sendiri bukan fans berat dari superhero tertentu. Hanya sedikit yang saya tahu. Sebut saja Superman, Batman, Flash, dan beberapa manusia kuat lainnya yang akrab dengan masa kecil saya. Belakangan saya juga tahu ada X Men dan legiun yang tergabung dalam The Avengers.


Beberapa tahun belakangan Hollywood sangat gencar mengangkat kisah tentang manusia super ke layar lebar. Ada 2 pemain besar di segmen ini, Marvel dan DC Comic. 2 publisher komik yang sangat terkenal ini bersaing dengan produk manusia super mereka masing-masing. Lewat Marvel Cinematic Universe dan DC Extended Universe mereka menciptakan dunia bagi para pahlawan super pembasmi kejahatan.


MCU dan DEU memang punya pangsa pasar masing-masing. Kisah superhero keluaran MCU yang lebih bernuansa colorful dan terkesan lebih muda bersaing dengan para hero ala DEU yang terkesan lebih gelap dan dewasa. Di atas kertas, siapa yang lebih unggul?


Kalau dilihat-lihat, saat ini film rilisan MCU memang lebih unggul secara kuantitas dan kualitas dibandingkan DEU. Sejauh ini tercatat 13 film yang sudah dirilis oleh MCU (tidak termasuk franchise X Men) dan hampir semuanya sukses di pasaran. Sedangkan DC masih hanya sekitar 3 film yang sudah secara resmi dirilis yaitu Man Of Steel, Dawn Of Justice & Suicide Squad. Jumlah ini tidak termasuk franchise Batman yang banyak versinya itu. Ke depannya, baik MCU maupun DEU masih akan merilis banyak kisah superhero lainnya. Paling dekat dari saat ini adalah Dr Strange (MCU) dan masih banyak lagi rilisan dari keduanya di tahun depan.



The Fatigues


Dunia rekaan dari MCU maupun DEU memang mengasyikkan untuk ditonton. Produser film dan studio melihat kisah-kisah tokoh pahlawan super ini sebagai daya tarik tersendiri yang mampu memberikan keuntungan besar bagi mereka. Itulah kenapa banyak sekali rencana untuk mengangkat tokoh-tokoh pahlawan super terkenal ke layar lebar. Bahkan masing-masing dari mereka (MCU & DEU) sudah memiliki sebuah time line khusus yang berisikan tentang jadwal peluncuran film-film produksinya.


Saking banyaknya, dan dengan jadwal rilis yang berdekatan, menimbulkan pertanyaan tentang apakah kita sebagai penonton sudah mulai lelah dan bosan dengan film-film semacam ini? Dan kalaupun belum bosan, mau sampai kapan kita akan bisa menikmati suguhan tentang pertempuran antara hero dan villainnya? Jawabannya tidak ada yang tahu. Karena mereka yang menggemari pastinya akan selalu menunggu adaptasi apa lagi yang akan dibuat oleh studio film berdasar dari karakter superhero favorit mereka.


Itulah kenapa ketika DC Comic dan Warner Bros berencana untuk membuat film anti hero di tengah hingar bingar aksi pahlawan super, penikmat komik maupun film merasa sangat antusias. Untuk mereka yang sudah akrab dengan karakter jahat yang bergabung dalam sebuah pasukan khusus pasti tidak sabar melihat sepak terjang anti hero yang justru diperintahkan untuk membasmi kejahatan. Dan bagi mereka pecinta film, sudah pasti penasaran tentang hasilnya.


[embed]https://www.youtube.com/watch?v=CmRih_VtVAs[/embed]

Review Suicide Squad (2016)


Suicide Squad adalah sebuah film garapan David Ayer yang diangkat dari komik rilisan DC Comics yang berkisah tentang sepasukan penjahat yang direkrut dengan gugus satuan tugas bernama Task Force X. Kisah para anti hero ini pertama kali muncul di komik pada tahun 1959 berjudul The Brave and The Bold #25 dan kemudian muncul kembali di tahun 1987 melalui komik berjudul Legends #3 (Wikipedia).


Berkisah tentang Amanda Waller (viola Davis), seorang petinggi pemerintahan Amerika yang punya proyek untuk membentuk satuan tugas bernama task Force X yang terdiri dari beberapa penjahat terkenal di kota Gotham. Amanda digambarkan sebagai wanita bertangan besi yang mampu meyakinkan petinggi militer Amerika di Pentagon untuk menyetujui proyeknya.


Satuan tugas Task Force X ini terdiri dari Floyd Lawton (Will Smith), seorang ayah beranak 1 yang punya kehidupan ganda. Sebagai ayah yang penyayang dan pembunuh bayaran yang kejam. Dia berjudul Deadshot karena kemampuan menembaknya yang tiada banding. Lalu ada Harleen Quinzel (Margot Robbie), seorang psikiatris di Rumah Sakit Jiwa Arkham yang bertugas mengevaluasi kejiwaan penjahat paling berbahaya di kota Gotham, Joker. Belakangan Harleen malah jatuh cinta dengan pasiennya dan pikirannya mulai terganggu hingga sosok Harley Quinn pun muncul sebagai alter egonya. Orang mengenal Harley sebagai sidekick si Joker yang cantik, manipulatif, dan kejam dalam melakukan aksinya.


Review Suicide Squad


Kemudian ada Digger Harkness (Jai Courtney), seorang penjahat yang berasal dari Australia, yang digambarkan sangat ahli dalam menggunakan boomerang, tapi memiliki fantasi dengan boneka kuda poni berwarna Pink. Harkness juga dikenal sebagai Boomerang, dan masuk penjara kota Gotham karena ditangkap oleh Flash. Anggota lain dari Squad ini adalah Chato Santana (Jay Hernandez) atau El Diablo. Sosoknya yang pendiam disebabkan karena sebuah kejadian yang membuatnya tak sengaja membunuh keluarganya sendiri dengan menciptakan api yang keluar dari kedua tangannya dan membakar seisi rumah mereka. Itulah kenapa El Diablo lebih memilih untuk menjadi sosok pendiam dan cinta damai karena menghindari konflik. Dan yang terakhir adalah Killer Croc (Adewale Akinnuoye-Agbaje), sosok mutan yang memiliki kekuatan super dan membunuh musuhnya sama seperti seekor buaya memakan mangsanya.


Task Force X ini dibawah kendali seorang anggota Navy Seal berpengalaman bernama Rick Flag (Joel Kinnaman) yang juga tangan kanan Amanda Waller dan sering berseberangan dengan bosnya, meskipun pada akhirnya dia tidak bisa melakukan apa-apa. Sementara itu Flag dibantu oleh Katana (Karen Fukuhara), seorang wanita keturunan Jepang yang selalu membawa pedang mistis kemanapun dia pergi. Kemampuannya dalam bermain pedang tidak diragukan lagi, dan pedang mistisnya mampu menyedot jiwa orang yang dibunuh oleh Katana. Katana adalah seorang janda yang suaminya mati dibunuh oleh mafia Jepang dengan pedang mistis tersebut. Itulah kenapa Katana sering terlihat berbicara dengan pedangnya karena di sanalah arwah suaminya berada.



The Task Is


Awalnya satuan tugas khusus ini dibentuk sebagai tindakan preventif, tapi belakangan mereka harus segera diaktifkan setelah sosok penyihir bernama Enchantress melarikan diri bersama dengan seorang arkeologis bernama June Moone (Cara Delevigne) yang tubuhnya dirasuki. Perihal June Moon yang bisa memiliki kekuatan sihir ini dikisahkan ketika suatu hari dia menemukan sebuah gua mistis dalam sebuah perjalanan tugasnya. June menemukan sebuah benda mistis yang belakangan diketahui sebagai jantung dari Enchantress. Sejak saat itu June mempunyai 2 kepribadian. 1 sebagai manusia biasa, yang kedua adalah penyihir berkekuatan tinggi yang mampu melakukan teleportasi dan memengaruhi pikiran orang. Jantung enchantress dikuasai oleh Amanda, dan sejak saat itulah Amanda mengendalikan sosok June Moone sekaligus Enchantress untuk kepentingannya.


Suatu ketika Enchantress kabur dan berniat untuk menguasai dunia. Dengan bantuan saudara laki-lakinya dari masa lalu, Enchantress mengambil alih Midway City dan mengaktifkan portal yang akan menghancurkan dunia. Dan mulai dari sinilah tugas Task Force X dimulai.


Sementara itu, di tengah kekacauan itu, Joker berencana membebaskan kekasihnya dari penjara Gotham. Aksinya hampir berhasil ketika helikopternya ditembak jatuh oleh militer. Harley Quinn yang terpisah dari Joker terpaksa kembali lagi bergabung dengan pasukan Suicide Squad dan bersama-sama mencegah aksi Enchantress dan saudaranya.



What I Said


Katakanlah saya ini memang bukan penggemar komik baik dari Marvel maupun DC. Tapi saya cukup sering datang ke bioskop dan berharap bisa melihat aksi mereka di layar lebar. Sejauh ini saya tidak begitu membandingkan rilisan dari kedua belah pihak. Meski begitu saya membaca di banyak ulasan bahwa film superhero produksi DC tidak terlalu disukai oleh kritikus dan cenderung flop di pasaran. Tidak terkecuali dengan film karya David Ayer ini.


Beberapa kritik yang ditulis oleh para editor situs film atau majalah cukup keras terhadap film ini. Saya mencoba untuk tidak terpengaruh dengan kritik tersebut dan tetap menonton filmnya. Namun tidak bisa dipungkiri bahwa saya tidak terlalu terkesan dengan Suicide Squad. Trailernya memang menarik, tapi filmnya tidak lebih menarik dari cuplikan yang saya lihat di youtube.


Masalah terbesar yang membuat saya tidak bahagia ketika keluar dari gedung bioskop adalah bahwa saya tidak bisa menikmati alur kisah dari Suicide Squad. Karakter-karakternya mungkin saja menjanjikan, tapi dengan plot yang kurang begitu jelas, ditambah dengan pace yang terlalu cepat dan lompat-lompat, membuat film ini terasa kering. Sementara itu humornya pun tidak ada yang terlalu lucu. Oh, mungkin sebenarnya lucu, tapi saya terlalu sibuk untuk mencerna jalan cerita dan maksud dari plot yang dibangun oleh David.


Pertanyaan terbesar saya pada film ini adalah tentang motif Enchantress. Karakternya mendadak menjadi villain yang berniat menghancurkan dunia. Mungkin karena ingin balas dendam pada Amanda Waller dan Amerika yang memanfaatkannya? Entahlah. Tapi karakter saudara lelakinya yang tiba-tiba muncul dan tidak dijelaskan dengan baik menjadi lubang di sana-sini.


Review Suicide Squad


Lepas dari pujian yang ditujukan pada Margot Robbie yang dinilai sukses membawakan karakter Harley Quinn, tapi saya sendiri tidak melihat karakter lainnya menonjol. Sebenarnya ini masalah yang dihadapi oleh film dengan multi karakter seperti The Avengers misalnya. Saking banyaknya karakter superhero, banyak di antara mereka yang dianggap “hanya numpang tampil sebagai pemanis”. Bahkan saya menilai sosok Joker yang dibawakan oleh Jared Letto sendiri termasuk sia-sia karena tidak mendapat porsi yang besar di film ini. Sehingga menimbulkan kesan bahwa Joker kali ini tidak lebih baik dibanding Joker versi almarhum Heath Ledger. Padahal digadang-gadang Joker versi Jared Letto ini akan lebih vicious dan lebih gila dibandingkan sebelumnya.


Dibilang kurang memuaskan, mungkin karena Suicide Squad ini menjadi film pertama yang memperkenalkan karakter-karakter villain yang tergabung dalam Task Force X dan akan diperdalam pada sekuel berikutnya. Tapi major problem nya memang di bagian plot cerita dan pace yang melompat-lompat dan seperti kehilangan arah.


Mungkin satu-satunya hal yang bisa saya nikmati di film ini adalah hadirnya lagu-lagu pengisi soundtrack yang tergabung dalam album Suicide Squad : The Album. Beberapa lagu seperti Bohemian Rhapsody dari queen, Heathens dari Twenty One Pilots serta Sucker For Pain yang dibawakan Lil wayne menjadi soundtrack yang pas untuk film ini.


Memang, pada akhirnya tujuan menonton film memang untuk mencari hiburan. Dan anggaplah film ini bagus karena orang bilang begitu, atau juga sebaliknya. Tapi saya ingin mengatakan bahwa jangan terlalu berharap melihat sesuatu yang extravaganza seperti yang kamu lihat di trailer filmnya, karena buat saya sesungguhnya film ini jauh di bawah ekspektasi dan menjurus ke arah mengecewakan, cukup membosankan, dan sama sekali tidak memberikan perasaan senang.


[embed]https://www.youtube.com/watch?v=UprcpdwuwCg[/embed]

Fun fact :



  • Meskipun film ini dibantai oleh kritikus tapi Warner bros dan DC optimistis kalau pendapatan pada pemutaran perdana di Amerika utara pada 5 agustus 2016 akan sukses meraup setidaknya 100 – 145 juta dollar. Film ini juga masuk kategori most anticipated movie of the year.

  • Film ini meraih pendapatan tertinggi di situs Fandango untuk tiket pre-sale yang dijual sebelum rilis. Jadi bisa dipastikan angka yang diproyeksikan oleh studio bisa tercapai.

  • David Ayer sempat dikabarkan menghina Marvel tapi kemudian dikritik karena meniru gaya Marvel yang menambahkan adegan pendek setelah kredit untuk prolog film berikutnya, yang dalam hal ini adalah film Justice League.

  • Octavia spencer dan Oprah Winfrey sempat dicasting untuk peran Amanda Waller tapi kemudian jatuh ke Viola Davis.

  • Ryan Gosling sempat ditawari peran sebagai Joker tapi Jared Letto lah yang didaulat menghidupkan karakter penjahat keji yang identik dengan kartu remi ini.

  • Tom Hardy dan Jake Gylenhaal sempat ditawari untuk memerankan karakter Rick Flag, namun batal. Tom bermasalah dengan jadwal yang bentrok, sedangkan Gylenhaal memang sengaja menolak dengan alasan tidak tertarik. Peran kemudian jatuh ke Joel Kinnaman yang sebelumnya berperan sebagai Alex Murphy di reboot Robocop pada 2014 lalu.

  • Karakter Batman muncul di beberapa scenes, di antaranya ketika menangkap Floyd Lawton dan ketika di scene tambahan setelah kredit. Saat itu Bruce Wayne berbicara pada Amanda mengenai opsi pembubaran Task Force X atau dia akan turun tangan. Bruce disinyalir akan mengumpulkan para Superhero di film Justice League yang akan tayang pada 2017.

  • Karakter Flash juga diperkenalkan sedikit ketika dia menangkap Boomerang yang sedang melakukan aksi pencurian di sebuah bank.

  • Warner Bros sudah merencanakan pembuatan sequelnya dengan Ayer yang masih akan kembali di bangku sutradara. Kabarnya film kedua Suicide Squad akan diberi rating R sehingga diperkirakan ceritanya pun akan lebih “kelam”. Bisa jadi akan lebih banyak kekerasan? Atau adegan seks? Who knows.

3 Comments

Punya uneg-uneg? Jangan disimpan. Tulis di sini.